Kamis, 16 Juni 2011

ASI DAN IBU BEKERJA

Apabila anda adalah seorang wanita karir yang baru saja melahirkan dan harus segera kembali bekerja karena masa cuti hamil anda telah lewat, anda tidak perlu merasa khawatir karena tidak dapat memberikan ASI kepada buah hati anda.

ASI bisa anda perah dan anda simpan, apakah di lemari pendingin maupun freezer, untuk kemudiannanti diberikan oleh pengasuh buah hati anda ketika anda sedang berada di kantor.

Penelitian telah menunjukkan bahwa ASI yang telah diperah bisa disimpan di dalam suhu ruangan (26,1°C) sampai 6 jam (Hamosh 1996) atau pada suhu 18,9-22,2°C sampai 10 jam (Barger and Bull 1987). Karena ASI setiap ibu berlainan dan suhu ruangan seringkali merupakan suatu pengukuran subjektif, maka biasanya dianjurkan untuk menyimpan ASI dalam suhu ruangan tidak lebih dari 4 jam.

Jika ASI belum akan diberikan dalam waktu 4 jam setelah diperah, maka dinginkan ASI di lemari es atau bekukan di freezer sesegera mungkin. ASI di dalam lemari pendingin dengan suhu 0-3,9°C bisa disimpan selama 8 hari (Pardou 1994).

ASI yang dibekukan bisa bertahan sampai 3-6 bulan, tergantung kepada suhu freezer dan frekuensi terbukanya pintu freezer. Deep freezer atau chest freezer mampu memberikan masa beku yang paling panjang karena biasanya memiliki suhu yang lebih rendah dan lebih konsisten. Jangan menyimpan ASI di dalam pintu freezer atau lemari pendingin karena di bagian pintu terjadi variasi suhu yang paling lebar.

Biasanya pilihan terbaik untuk membekukan ASI adalah di dalam botol yang terbuat dari kaca karena komponen ASI di dalam kaca lebih awet/terlindung. Pilihan kedua adalah plastik keras yang jernih. Kebanyakan ibu lebih menyukai botol yang terbuat dari plastik demikian juga halnya dengan rumah sakit/klinik bersalin, karena plastik tidak mudah pecah. Botol tempat menyimpan ASI sebaiknya memiliki tutup yang kencang/rapat.

Menyimpan ASI di dalam kantong susu bisa menimbulkan beberapa masalah. Susu bisa menempel pada sisi kantong sehingga jumlah yang diberikan kepada bayi akan berkurang. Kantong susu juga lebih peka terhadap kontaminasi akibat kebocoran. Beberapa produsen pompa ASI membuat kantong susu yang nyaman untuk digunakan dan terbuat dari plastik yang lebih tebal tetapi harganya mahal. Jika hendak menggunakan kantong, sebaiknya digunakan 2 lapis kantong lalu disimpan di dalam wadah plastik yang tertutup rapat, baru masukkan ke dalam freezer. Hal ini akan membantu mengurangi terjadinya robekan pada kantong. Pada saat menghangatkan, sebaiknya batas atas air tidak melebihi kantong sehingga air tidak masuk ke dalam kantong. Jika air yang digunakan untuk menghangatkan tampak berawan/keruh, berarti telah terjadi kebocoran dan ASI tersebut harus dibuang (Mohrbacher & Stock 1997).

Sebaiknya tidak digunakan botol yang berwarna-warni karena zat warnanya bisa masuk ke dalam ASI. Berilah label pada setiap kemasan ASI yang mencantumkan tanggal pemerahan ASI dan gunakan terlebih dahulu stok yang terlama. Jika bayi anda dirawat di rumah sakit, pastikan bahwa pada label juga tertera nama anda/bayi anda dengan jelas, sehingga ASI tidak tertukar.

Untuk bayi kurang dari 6 minggu, sebaiknya ASI disimpan dalam botol sebanyak 29,5-59 mL, sehingga waktu yang diperlukan untuk menghangatkan tidak terlalu lama dan ASI tidak banyak terbuang.

Untuk bayi yang lebih besar, jumlah ASI yang disimpan perbotolnya bisa disesuaikan dengan jumlah susu yang biasanya diminum. Tetapi akan lebih baik jika tetap menyimpan ASI dalam jumlah yang lebih kecil, kalau sewaktu-waktu bayi anda menginginkan susu lebih atau untuk selingan.

Belum banyak penelitian mengenai ASI yang telah disimpan, dihangatkan dan baru sebagian diminum oleh bayi. Akan lebih aman untuk memberikan ASI yang sebelumnya telah disimpan dalam waktu 1-2 jam setelah dihangatkan. Dan jika ASI masih tersisa, sebaiknya dibuang dan tidak disimpan lagi.

Sebelum Mulai Menyusui Pertamakali

Selama masa kehamilan, sebaiknya anda mendiskusikan keputusan untuk menyusui dengan dokter anda, yang berkewajiban untuk mendukung keputusan tersebut dengan membantu menciptakan kondisi yang kondusif untuk mulai menyusui. Pada saat melahirkan, dokter dan staf rumah sakit sebaiknya membantu anda dengan:

Tidak menggunakan obat-obatan pada saat melahirkan, atau menggunakan obat-obatan hanya seminimal mungkin. Obat penghilang rasa sakit dapat mempengaruhi refleks hisap bayi. Memberi kesempatan anda untuk menyusui sesegera mungkin setelah melahirkan, kalau perlu pada saat anda masih di ranjang melahirkan apabila melahirkan secara normal. Kenapa? Sebab refleks hisapan bayi yang paling kuat terjadi hingga setengah jam setelah melahirkan.

Menyusui sesering dan selama yang bayi inginkan (demand feeding). Berada sekamar dengan bayi di rumah sakit (rooming-in) akan membantu mempermudah hal ini. Dengan demand feeding, ASI akan keluar lebih cepat, dan kemungkinan untuk mengalami payudara bengkak.

Memberi bayi HANYA ASI. Bayi anda tidak perlu air tambahan atau susu formula, selama anda mengikuti prinsip demand feeding, dan selama bayi anda dalam kondisi sehat. Pemberian minuman tambahan (formula, air glukosa, dsb) hanya akan mengurangi nafsu minum si bayi, sehingga payudara anda tidak cukup terangsang untuk mengeluarkan ASI, dan bisa berakibat berkurangnya suplai ASI. Kecuali ada justifikasi medis dari dokter untuk pemberian minuman tambahan (contoh: Bayi yang beratnya kurang biasanya kadar gula darahnya rendah sehingga perlu glukosa. Atau bayi yang sangat kuning jaundice cenderung terlalu mengantuk untuk menghisap payudara sehingga perlu suplai cairan tambahan).

Selain mengurangi nafsu minum si bayi, botol juga mengakibatkan bingung puting. Kenapa? Sebab aliran cairan di puting botol jauh lebih deras dibandingkan dengan aliran cairan di payudara, sehingga proses menghisap botol menjadi jauh lebih mudah untuk bayi dibanding menghisap payudara. Bayi yang sudah kena botol di usia yang terlalu dini bisa-bisa menolak payudara. (Catatan: Dari buku What To Expect the First Year, idealnya botol diberikan pada usia 3-5 minggu, saat bayi sudah terbiasa dengan payudara). Selain itu, pemberian empeng terlalu dini juga bisa mempengaruhi kemampuan hisap bayi. Sebaiknya patuhi tangisan bayi sebagai indikator pemberian ASI, agar suplai ASI anda tetap bertahan dengan baik.

Komunikasikanlah hal-hal di atas dengan dokter dan staf rumah sakit anda.

Step-By-Step Menyusui

Persiapan

1. Cuci tangan anda untuk menghilangkan kuman. Jika mau anda juga boleh mencuci puting anda dengan air.

2. Carilah posisi yang enak untuk duduk atau berbaring. Jika posisi duduk anda enak, anda akan menjadi rileks dan turunnya ASI (letdown reflex) lebih mudah terjadi. Berikut adalah posisi yang barangkali anda bisa coba:

o Duduk dengan sandaran yang enak untuk punggung, misalnya dengan banyak bantal, agar tidak sakit punggung. Dengan posisi ini, sebaiknya kaki anda berada dalam posisi yang agak tinggi, misalnya dengan menaruh dingklik sebagai alas kaki di kursi. Dengan ini, paha anda bertindak sebagai penyangga bayi dalam posisi yang tepat sehingga bayi tidak perlu menarik-narik puting anda.

o Duduk dengan banyak bantal di tempat tidur.

o Duduk di kursi goyang.

o Berbaring di sisi badan anda di tempat tidur (bukan posisi rebah), dengan tangan menyangga kepala anda, sementara bayi dalam posisi tidur menghadap anda. Posisi ini nyaman untuk menyusui di malam hari, atau untuk ibu-ibu yang menjalani operasi sesar.

3. Rilekslah. Kalau perlu lakukan pernafasan relaksasi, mendengarkan musik, membaca, dsb. Apabila anda terlalu tegang, refleks turunnya susu bisa terhalangi.

Step-by-Step Ambil Posisi Menyusui dan Perlekatan

Kepala bayi anda diletakkan pada lekukan dalam siku tangan anda. Kemudian, seluruh badan bayi menghadap dada anda, bukan hanya kepalanya saja. (Waktu pertamakali barangkali anda akan perlu bantuan orang/suster untuk meletakkan bayi anda dalam posisi ini, tetapi lama kelamaan anda bisa melakukannya sendiri. Prinsipnya, kepala bayi harus tersokong dengan baik).

Ambil payudara dengan tangan anda yang bebas, jempol anda memegang bagian atas payudara, dan jari lainnya memegang bagian bawah.

Saat didekankan ke puting, bayi anda biasanya akan refleks membuka mulut dan menyambut puting anda. Tetapi apabila tidak, colek coleklah bibir bayi anda dengan puting hingga ia membuka mulutnya.

Pastikan kalau bayi anda membuka mulutnya selebar mungkin, dan letakkan bagian tengah puting anda pada bukaan mulut tersebut.

Atau, apabila sulit masuknya puting ke mulut bayi, lakukan trik Sandwich, yaitu menekan puting anda dengan jempol dan telunjuk sehingga segepeng mungkin, paralel dengan alur bibir bayi, dan masukkan kedalam bukaan mulut bayi (Trik dari Ibu Doris Fok, konsultan laktasi singapura)

Perlekatan (latch-on) yang baik adalah apabila sebagian besar aerola anda berada di dalam mulut bayi, dagu menempel ke payudara anda, dan kepalanya agak ke belakang sehingga hidungnya tidak ketutupan payudara. Sebenarnya tidak perlu menekan payudara untuk membuka jalan udara ke hidung bayi, selama posisi menyusui anda benar.

Durasi Menyusui

Jika bayi anda nampak enggan menghisap, jangan khawatir, biarkan dia main-main dulu dengan mengendus dan menjilat putingnya. Dengan banyak latihan, bayi anda akan semakin mahir. Menyusui pertamakali mungkin hanya sebentar, mungkin hanya empat menit, tetapi bisa juga lama. Ada bayi yang sejak awal menyusuinya lama.

Ingatlah bahwa setiap bayi itu berbeda, dan pola menyusuinya juga mungkin berubah-ubah seiring dengan pertumbuhan mereka. Bayi yang menyusui selama 20 menit di minggu-minggu pertama mungkin hanya akan perlu lima menit di usia empat bulan. Pola menysuusi di awal biasanya lebih pendek karena ASI memang belum keluar dan yang ada hanya kolostrum yang berjumlah kecil.

Ingatlah bahwa membiarkan bayi anda menyusui selama yang ia mau adalah satu cara untuk menjamin bahwa ia mendapatkan ASI yang diperlukan. Kenapa? sebab komposisi ASI berubah-ubah dalam satu sesi menyusui. Pada menit pertama menyusui yang keluar adalah ASI yang encer (susu depan / foremilk) yang bertugas untuk menghilangkan rasa haus bayi. Menit berikutnya, persisnya setelah refleks turunnya susu, ASI berubah menjadi lebih kental (susu belakang / hindmilk), yang mengandung lebih banyak lemak dan gizi, untuk mengenyangkan bayi. Anda mungkin dapat memperhatikan perubahan irama hisapan bayi, dari yang cepat, lantas berhenti sebentar (saat terjadi turunnya susu), lalu hisapannya menjadi lebih lambat diiringi dengan irama menelan susu. Anda sendiri juga dapat merasakan turunnya susu dengan munculnya perasaan geli atau tertusuk-tusuk di payudara.

Saat bayi mendapatkan cukup susu, biasanya ia akan melepaskan payudara dengan sendirinya, atau jatuh tertidur. Tetapi jika anda merasa perlu menghentikan bayi anda menyusui, pelan pelan tekan puting anda dengan jari kelingking untuk memotong hisapan bayi. Jangan menarik puting begitu saja saat bayi masih menghisap karena bisa mengakibatkan lecet.

Sepuluh Keistimewaan Pemberian ASI

1. ASI adalah cairan hidup

ASI mengandung daya tahan tubuh dan enzim-enzim yang dibutuhkan tubuh bayi dalam proses pencernaan makanan. Dengan begitu, nutrien yang masuk sebagian besar akan terserap oleh tubuh bayi,Berbeda dengan susu formula yang diistilahkannya sebagai cairan mati, penyerapan nutriennya sangat tergantung pada enzim penyerapan yang jumlahnya dalam usus bayi masihlah sedikit. Asal tahu saja, 1 sendok teh kolostrum memiliki nilai gizi sesuai dengan kurang lebih 30 cc formula. Usus bayi dapat menyerap 1 sendok teh kolostrum tanpa ada yang terbuang, sedangkan untuk 30 cc susu formula yang diisapnya, hanya satu sendok teh sajalah yang dapat diserap ususnya. Sisa susu formula yang tidak terserap akan menjadi sampah dalam usus bayi

2. Menyusui bukanlah sekadar memberi makan, tapi juga mendidik anak.

Sambil menyusui, eluslah si bayi dan dekaplah dengan hangat. Tindakan ini sudah dapat menimbulkan rasa aman pada bayi, sehingga kelak ia akan memiliki tingkat emosi dan spiritual yang tinggi. Ini menjadi dasar bagi pertumbuhan manusia menuju sumber daya manusia yang baik dan lebih mudah untuk menyayangi orang lain.

3. Kolostrum memiliki daya tahan tubuh 17-20 kali lebih baik dibanding ASI berikutnya.

Jumlah kolostrum memang tidak banyak. Kolostrum hanya tersedia mulai hari pertama hingga maksimal hari ketiga atau keempat. Menyusui tidak menyusui, kolostrum tetap ada. Setelah itu, keluar susu peralihan. Pada hari pertama mungkin hanya diperoleh 30 cc. Namun, dalam setiap tetesnya terdapat berjuta-juta satuan zat antibodi. SIgA adalah antibodi yang hanya terdapat dalam ASI. Kandungan SIgA dalam kolostrum pada hari pertama adalah 800 gr/100 cc. Selanjutnya mulai berkurang menjadi 600 gr/100 cc pada hari kedua, 400 gr/100 cc pada hari ketiga, dan 200 gr/100 cc pada hari keempat.

4. Ibu menyusui dapat mengonsumsi apa saja, kecuali rokok, minuman keras, dan narkoba.

Ada sebagian orang berpendapat, ibu menyusui jangan makan sambal nanti bayinya mencret. Atau, jangan minum es nanti bayinya batuk. Pendapat ini tidak benar. Tak ada larangan makanan yang mutlak bagi ibu menyusui. Tapi, memang ada sebagian bayi yang tidak kuat terhadap makanan tertentu. Ini biasanya ditandai dengan mencret pada bayi. Untuk menghindarinya, ibu cukup tidak mengonsumsi makanan tersebut.

5. Agar produksi ASI optimal, ibu harus berpikir positif bahwa ia mampu memberikan ASI.

Produksi ASI sangat dipengaruhi kondisi psikis si ibu. Bila hati ibu tenang, bahagia, maka produksi ASI-nya bakal berlimpah. ASI diproduksi sesuai dengan permintaan. Bila bayi Anda butuh 100 cc maka ASI yang bakal diproduksi pun 100 cc. Jadi, jangan takut ASI-nya tidak mencukupi kebutuhan bayi. Kemungkinan hanya 1 dari 1.000 wanita yang tidak dapat menyusui. Oleh karena itu setiap ibu harus yakin dapat menyusui bayinya.

6. Kebutuhan cairan bagi ibu yang menyusui akan diatur oleh tubuh ibu itu sendiri.

Bila ibu butuh cairan, pasti akan timbul rasa haus. Kalau ada anggapan harus banyak minum dapat menghasilkan ASI yang banyak, itu hanyalah mitos.

7. ASI tak bakalan basi.

ASI selalu diproduksi oleh pabriknya di wilayah payudara. Bila gudang ASI telah kosong. ASI yang tidak dikeluarkan akan diserap kembali oleh tubuh ibu. Jadi, ASI dalam payudara tak pernah basi dan ibu tak perlu memerah dan membuang ASI-nya sebelum menyusui.

8. Wilayah aerola cukup dibersihkan dengan ASI.

Sebelum menyusui, jangan bersihkan aerola (daerah gelap sekitar puting) dengan air. Gunakan ASI, karena sudah mengandung antibodi.

9. ASI menjadikan anak lebih pandai.

Menurut penelitian pada tahun 1997, kepandaian anak yang minum ASI pada usia 9 1/2 tahun mencapai 12,9 poin lebih tinggi daripada anak-anak yang minum susu formula.

10. Menyusui dapat dilakukan hingga anak berusia 2 tahun.

Menyusui dengan ASI sampai dengan usia anak mencapai 2 tahun masih mampu memenuhi 1/3 kebutuhan kalori, 1/3 kebutuhan protein, 45 persen kebutuhan akan vitamin A dan 90 persen

Kebutuhan akan vitamin C.

Begitu banyak manfaat ASI untuk sang buah hati, sepuluh keajaibannya antara lain:

1. ASI memperkuat sistem kekebalan tubuh. Komponen utama pembangun sistem kekebalan tubuh pada ASI adalah prebiotik

2. ASI menurunkan terjadinya resiko alergi

3. ASI menurunkan resiko terjadinya penyakit pada saluran cerna, seperti diare dan meningkatkan kekebalan pada sistem pencernaan

4. ASI menurunkan resiko gangguan pernafasan, seperti flu dan batuk

5. ASI kaya akan AA|DHA yang mendukung pertumbuhan kecerdasan anak

6. ASI mengandung prebiotik alami untuk mendukung pertumbuhan flora usus

7. ASI memiliki komposisi nutrisi yang tepat dan seimbang (dimana cuma ASI yang memilikinya)

8. Bayi-bayi yang diberikan ASI menjadi lebih kuat. Menyusui juga menurunkan terjadinya resiko obesitas saat ia tumbuh besar kelak.

9. Bayi-bayi yang menerima ASI memiliki resiko lebih rendah dari penyakit jantung dan darah tinggi di kemudian hari

10. Menurut hasil penelitian, menyusui telah terbukti dapat menurunkan resiko kanker payudara, kanker ovarium, dan osteoporosis.

Pompa bisa bikin ASI terkontaminasi

Pompa berbentuk squeeze and bulb yang terbuat dari karet dan berbentuk bola tidak disarankan untuk digunakan karena mempunyai beberapa kekurangan: (1) Kurang steril karena bulb-nya sulit dibersihkan. Dengan demikian, ASI yang dipompa pun akan lebih mudah tercemar. (2) Bulb yang terbuat dari karet akan menyulitkan pengukuran tekanan negatif yang diperlukan. (3) Bentuknya yang kaku dapat membuat payudara lecet. Malahan, cara menekan payudara yang tidak benar bisa merusak jaringannya, sehingga ASI tidak banyak keluar.

Pompa piston (dengan tuas piston yang dapat ditarik dan berbentuk seperti suntikan) ataupun pompa elektrik lebih disarankan. Namun, yang paling baik, karena murah dan higienis, adalah memerah dengan jari. Cara ini lebih praktis karena ibu tidak perlu membawa pompa ASI kemana-mana.

sumber: milis mpasirumahan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...