Jumat, 17 Juni 2011

SIAP-SIAP MERANGKAK

Dalam teori evolusi, merangkak adalah gerakan hewan melata seperti komodo (lizzard). Jenis hewan tersebut dikenal memiliki daya konsentrasi sangat tinggi.

Oleh: Bonny D. Hall

Konsultasi Dr. Lily Sidiarto, SpS (K) Pakar Neurologi, Konsultan Yayasan Pendidikan Pelangi Harapan, Jakarta

Kenapa bayi Anda merangkak atau tidak selalu ditanyakan oleh dokter?

Merangkak adalah salah satu tonggak perkembangan motorik bayi di usia 7 hingga 8 bulan. Berdasarkan teori, merangkak adalah refleks alami yang membantu bayi mengontrol tubuhnya untuk berpindah tempat sebelum dia bisa berjalan.

Keterampilan merangkak diawali dengan keterampilan merayap. Bila merayap adalah gerakan homo lateral alias satu arah -- tangan kiri maju, kaki kiri maju --, maka merangkan adalah gerakan kontra lateral atau menyilang: tangan kiri maju, kaki kanan maju. Gerakan merangkak yang benar adalah bayi menggunakan kedua tangan dan lututnya untuk bergerak seperti hewan berkaki empat sedang berjalan: tangan kanan dan kiri beserta tungkai kanan dan kiri bergerak secara simultan. Untuk bisa merangkak, sebelumnya bayi harus bisa menahan kepala tegak tanpa bantuan dan memiliki otot tangan dan kaki yang kuat untuk menahan berat badannya.

Sejumlah ahli perkembangan anak menganggap merangkak adalah fase penting dalam tahapan perkembangan bayi, karena berkaitan dengan perkembangan otak. Maka kebiasaan ini tidak boleh dilewatkan atau dilakukan dengan cara yang tidak semestinya, misalnya merangkak dengan cara mundur, mengesot, berguling atau terus merayap menggunakan perut.

Sejak tahun 1980-an sejumlah penelitian mengaitkan antara berjalan dini atau tidak merangkak di usia bayi dengan kesulitan akademis di kemudian hari. Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang tidak merangkak atau hanya merangkak sebentar (cepat jalan), mencapai nilai lebih rendah dalam uji kemampuan anak prasekolah. Tidak merangkak saat bayi juga dikaitkan dengan gangguan konsentrasi yang bermuara pada kesuilitan belajar dan kecerdasan yang optimal.

Mengapa Tidak Merangkak?

Anda memang harus khawatir bila bayi tidak merangkak atau cara merangkaknya tidak benar hingga lewat usia 8 bulan. Tidak bisa merangkak disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari malnutrisi, obesitas, kurang stimulasi merangkak, hingga keterlambatan perkembangan, kelainan gerakan kasar, gangguan keseimbangan dan lainnya.

Bila bayi merangkak dengan cara kurang tepat, misalnya bear crawl atau merangkak dengan kedua kaki diluruskan, maka harus dikoreksi. Bila bayi mengesot terus, mungkin karena otot2nya lemah sehingga dia tidak bisa mengangkat perut. Hal ini banyak dialami anak yang mengidap Sindroma Down.

Fisioterapi dapat membantu memperbaiki keterlambatan atau gangguan merangkak dengan cara meningkatkan kemampuan motorik kasar bayi secara khusus, membantu meningkatkan koordinasi, stabilisasi dan keseimbangan, mencegah dan mengoreksi bentuk tubuh bila ada.

Merangkak Penting Karena...???

  1. Menguatkan leher, lengan, sendi dan otot.
  2. Menguatkan otot besar dan kecil, menghaluskan kemampuan motorik kasar dan halus.
  3. Menunjang koordinasi mata dengan tangan, kekuatan, tegangan otot, keseimbangan dan keterampilan jari.
  4. Melatih kedua belahan otak. Gerakan menyilang saat merangkak merangsang, memperkuat dan mengintegrasikan kedua belahan otak atau area-area yang berbeda pada otak. Sekaligus membantu mengkoordinasi penggunaan kedua belah mata, telinga, tangan dan kaki secara simultan.
  5. Meningkatkan produksi myelin di otak. Gerakan menyilang saat merangkak memungkinkan kedua belahan otak berbagi, menyimpan dan mengeluarkan kembali informasi inderawi penting dengan lebih cepat. Merangkak meningkatkan produksi myelin, zat yang melapisi sel saraf, yang membantu otak mengirim dan menerima pesan lebih cepat dan jelas. Merangkak akan merangsang pula bagian otak 'reseptif' dan 'ekspresif'.
  6. Mengembangkan sambungan jaringan saraf. Gerakan berulang-ulang saat merangkak merangsang, mengorganisir dan mengembangkan sambungan jaringan saraf otak sehingga otak lebih efisien dalam mengontrol proses kognitif seperti pemahaman, konsentrasi dan ingatan.
  7. Membantu perkembangan dan pemahaman bahasa, sebab bayi dirangsang menggunakan kedua telinga secara simultan dan mengembangkan pendengaran kedua telinga.
  8. Merangsang kepekaan taktil (sentuhan), kepekaan visual dan kepekaan terhadap jarak jauh - dekat.

Supaya Mau dan Gemar

  • Sering tengkurapkan (tummy time) bayi sejak dini, yang merangsangnya untuk mengangkat tubuh, mengangkat kepala dan bergerak dengan perutnya, yang merupakan cikal bakal merangkak.
  • Hindari pemakaian baby walker dan sering turunkan bayi dari stroller atau gendongan untuk diletakkan di ruangan luas dan bersih untuk merangsangnya merangkak. Sediakan alas matras atau karpet dan pastikan aman dari benda-benda berbahaya, seperti stop kontak.
  • Letakkan mainan di hadapan bayi. mainkan agar dia tertarik meraihnya. tepuk tangan atau beri pujian meski bayi baru menggeser posisi sedikit dengan perut atau malah mundur ke belakang. Jika ia berhasil meraih mainan, beri pujian bahwa ia pintar.
  • Sediakan mainan yang mempromosikan merangkak, seperti drum yang bisa menggelinding, bola atau boneka yang bisa memantul. bayi suka mengejar benda yang menarik hatinya.
  • Beri ia contoh, maka merangkaklah bersama bayi.
  • Tidak terburu-buru distimulasi untuk berjalan (berdiri, merambat atau titah).
  • Rencanakan untuk melakukan terapi. Seperti terapi pijat, senam, fisoterapi atau terapi okupasi karena adakalanya stimulasi saja tidak cukup untuk mengembangkan kemampuan merangkak. Konsultasikan pada dokter anak Anda.

Dikutip dari: Majalah Ayahbunda Edisi 20/2009

Oleh: Ifa Ummi Hikam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...