Entri yang Diunggulkan

Meraih Mimpi di #UsiaCantik

Sabtu, 04 Juni 2011

TIPS: MENGHITUNG KARAKTER DAN MEMANGKAS JUMLAH KARAKTER

JUMLAH KARAKTER

Oleh: Triani Retno


Majalah Story dan Penerbit Universal Nikko lagi bikin lomba cerpen. Seperti biasa, aturan main di Story bukan jumlah halaman, tapi jumlah karakter. Di lomba ini panjang naskah yang diminta adalah 5.000 character with spaces (kita singkat jadi cws ya). Untuk tahu udah berapa jumlah karakter dalam naskah kita, gampang kok. Di Word ada fasilitasnya. Cari aja Word Count, nanti ada laporan lengkapnya.

Nah, gimana kalo ternyata, saking semangat 45, 66, dan 98 sekaligus, naskah kita membengkak jadi 9.000 karakter? Saya safety player, memilih mengikuti peraturan. Bukan apa-apa. Males banget, deh, kalau karya saya langsung ditendang gara-gara saya sotoy bikin aturan sendiri. Nambah-nambahin jumlah karakter kan termasuk ke-sotoy-an. Jadi, kalau sudah membengkak gitu, ya, harus dipangkas.

Tapi nanti jalan cerita gue berubah dwooong?

Kita bisa memangkas jumlah karakter tanpa mengubah jalan cerita. Beneran. Saya pernah memangkas sekitar 8.000 karakter dari naskah teman baik saya. Yang semula 25rb karakter bisa tinggal 17rb karakter tanpa banyak menggunting cerita.

Kuncinya ternyata gampang. Biasakan menulis dengan benar. Contohnya, nih:

  1. Aku hanya sekadar ingin bertemu dengan kamu saja

-----------> 48 cws. Banyak kata mubazir (tidak efektif) di sana. Hanya, sekadar, dan saja tidak perlu dipakai bareng. Pilih satu aja, ya. Ini sama tidak efektifnya seperti: masuk ke dalam, naik ke atas, turun ke bawah.

Aku hanya ingin bertemu denganmu

-----------> 34 cws. Kata-kata mubazir udah kita buang. Kata "dengan kamu" juga bisa ditulis menjadi "denganmu". Maknanya sama, tapi jumlah karakter lebih sedikit.

2. “Jangaaaaaaaan.....................!!!!!" teriak Salsa.

------------> 55 cws. Tidak perlu memakai banyak huruf yang sama, banyak titik, dan banyak tanda seru. Boros dan nggak bener.

“Jangaaan...!" teriak Salsa.

-----------> 28 cws. Cukup tiga huruf a dan tiga titik. Kalau merasa efek teriaknya kurang terasa, bisa pakai huruf kapital. "JANGAAAN...!". Namun, jangan terlalu banyak.

Yang lain:

  • Cukup tekan space bar sekali aja (satu ketuk) untuk jarak antarkata atau perpindahan kalimat baru dalam satu paragraf. Beberapa penulis punya kebiasaan memberi dua ketukan space bar. Nah, hilangkan kebiasaan ini. Space bar juga dihitung karakter, lho.
  • Cari sinonim. Kalau ada yang lebih pendek, kenapa harus yang panjang? Misalnya: harapan------->asa. Namun, nggak selalu bisa diganti sih.
  • Nggak usah bolak-balik menerangkan hal yang sama. Kalau di awal udah ditulis Amira dan Morgan itu pacaran, ya nggak usah bolak-balik ditulis, misalnya: Amira pacar Morgan atau Morgan pacar Amira. Pembaca nggak bego, kok.
  • Kata ulang ditulis serangkai, tanpa space bar (dan memang ini yang benar). Kupu-kupu, laba-laba, malu-malu. Bukan: kupu - kupu, laba - laba, malu - malu.

Percaya atau tidak, ribuan karakter bisa dipangkas dengan cara seperti itu. Kalau masih bengkak juga,harus tega. Setel lagu "Potong Bebek Angsa" lalu mulailah membuang bagian cerita yang tidak perlu.

(nb: Saya nggak akan ikut lomba cerpen ini. Kata Pak Kepsek sebelah, kalau saya nekat ikut, saya akan dicegat di tikungan jalan trus dipecat dari jajaran dewan guru stres)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...