Kamis, 02 Februari 2012

Makanan yg Salah, Cikal Bakal Anak Agresif

Oleh Mia Ilmiawaty Saadah, Upera Damayati, dan 4 lainnya di Homemade Healthy Baby Food

by: Bubu Athar

Malam ini, Bubu baca jawaban pak Wied di milis gizi bayi balita tentang balita yang agresif (suka mukul-mukulin anak orang, nangisin anak orang, dll). Tinjauannya dari sisi nutrisi *ya eyalah..secara milis gizi, bukan milis psikologi anak, hehe..*. berikut penjelasannya (yg bubu copy bagian-bagian yg diperlukan saja). Semoga bermanfaat.

====================

Dari sejumlah kesimpulan hasil riset ditemukan hubungan erat antara agresivitas anak dengan tingginya konsumsi gula. Makanya, snack sekolah anak-anak a.l. di Singapura dipilih cermat agar tidak tinggi gula. Gula dalam penelitian ini adalah gula pasir dan turunannya seperti gula batu, gula karamel (brown sugar), permen, gulali, dan semua makanan menggunakan banyak gula - termasuk cake, kue kering, softdrink, kue lapis dll. Untuk memuaskan si kecil terhadap rasa manis, Anda bisa memanfaatkan sumber pemanis alami non-gula. Contohnya: buah kering, jus buah, pekatan sari buah, dll.

Pemicu lain agresivitas adalah semua food additives sintetis, termasuk pewarna sintetis, pemanis sintetis, pemuai/ pengembang sintetis, pengental/ emulsifier/ stabilizer sintetis, pengawet sintetis, dll. Karena itu, hati-hati dengan makanan beli jadi maupun makanan buatan Anda sendiri yg Anda kutip dari sumber (majalah/tabloud/ koran/tv/ pakar) yang hanya mementingkan faktor kuliner (enak saja!) tapi tidak memperhatikan faktor sehat-alaminya.

Bahan lain yang memicu agresivitas anak adalah gluten, jenis protein sulit cerna yang banyak terdapat pada terigu. Semua bahan makanan dari terigu (roti, mi, cake, dll) sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah dan frekuensi sedikit. Ganti makanan mengandung terigu dengan bahan makanan sejenis dari bahan non-terigu. Tepung lokal kita tidak mengandung gluten, seperti tepung hunkue, tepung sagu, tepung maizena, dll.

Untuk meredam agresivitas, jangan lupa selalu sisipkan polong-polongan dalam menu harian si kecil. Vitamin B-kompleks dalam kacang hijau, kacang merah, kacang tolo, kedelai kulit (edamame), tempe, tepung kedelai/susu kedelai murni alami buatan sendiri, dll membantu merangsang produksi hormon relaksasi, sehingga anak lebih kalem.

====================

Alhamdulillah di milis ada ibu-ibu yg nanya tentang persoalan anaknya, hehe.. jadi infonya bisa berguna juga buat Bubu. Paling ngga info ini menjadi penguat bagi Bubu untuk "ayooo...semangat bikinin Athar makanan-makanan sehat, buuu"...hehe. Bagi Bubu sih, ngga kebayang deh..ternyata makanan juga turut andil segitunya dalam pembentukan perilaku anak. Bubu kira dominan masalah psikis aja, baik itu disorder, atau meniru orang-orang di sekelilingnya yang kerap kali melakukan perilaku tertentu. Ternyata oh ternyata... bisa juga dari makanan.

Oleh karena itu, bagi para orang tua, mari kita dukung anak-anak untuk makan makanan sehaaaat...hehe... dan bagi semua pembaca, mari dukung orang tua si anak untuk makan makanan sehat dan tidak memberi makanan yang seharusnya dihindari. Yuk ah saling mengingatkan dan menguatkan biar anak-anak ngga makan makanan yang aneh-aneh dan berbahaya... serem juga kan kalau bayi atau balita yang harusnya lucu jadi balita agresif gitu...ihiks.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...