Entri yang Diunggulkan

Meraih Mimpi di #UsiaCantik

Kamis, 02 Februari 2012

Mengapa Masih Tidak Pede Tanpa Garam untuk MPASI Buah Hati Tercinta ?

Oleh Amanda Pingkan Wulandari Pratama, Upera Damayati, dan 6 lainnya di Homemade Healthy Baby Food


Ibu-ibu yang masih ragu-ragu untuk tidak memberi garam pada MPASI dengan alasan takut bayinya kurang Yodium, berikut ini sebab ilmiahnya. Bubu Mia dapatkan dari jawaban Pak Wied Harry (ahli gizi dan food therapist), dalam milis gizi balita. :)

Semoga membantu :)

======================

Ada pemahaman yg harus diluruskan seputar pemberian gula-garam. Anjuran saya tidak memberikan gula-garam, dhi. garam (karena topik bahasannya tentang garam), karena untuk membentuk dasar citarasa anak agar tidak suka pada rasa asin berlebihan (banyak garam). Alasan lain, garam tidak perlu ditambahkan ke dalam MP-ASI, karena organ cernanya -terutama ginjal- belum bekerja baik mencerna garam/natrium berlebihan. Selain itu, asupan natrium sudah cukup didapatkan bayi dari ASI dan MP-ASI.

Setelah si kecil melewati 1 tahun, hingga ia berusia 2 tahun, kebiasaan tanpa garam tetap bisa dijalankan. Tetapi tidak perlu menjadi aturan kaku. Yang penting, Anda tidak dengan sengaja menambahkan garam ke dalam makanan anak - apalagi dalam jumlah berlebihan (batas asinnya mengikuti ambang citarasa ortu).

Tentang garam vs yodium, *tidak benar* bahwa hanya garam yang menjadi sumber yodium. Bahwa garam memang kaya yodium, itu betul. Tapi itu garam laut/garam murni/garam krosok yang dipanen langsung dari tambak garam. Jika Anda mengonsumsi garam olahan pabrik, apalagi yang sudah putih mawur, dijamin kandungan yodiumnya sudah hilang - kecuali jika diperkaya dengan tambahan garam sintetis. [Nah, masalahnya yodium sintetis yg ditambahkan umumnya kurang stabil dan mudah rusak pada suhu pemasakan. Belum lagi nutrisi sintetis daya serapnya tidak setinggi nutrisi alami.

Semua bahan makanan berasal dari laut, kaya dengan yodium. Contohnya: ikan, rumput laut (bukan manisan rumput laut ya!). Bawang merah juga sangat kaya yodium.

Jadi, mengapa mesti terus-menerus memelihara kefanatikan terhadap garam sebagai satu-satunya sumber yodium?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...