Senin, 20 Februari 2012

Usai Nonton Film We Are Family



Aku jarang sih nonton Film India, kalo nggak idenya bagus atau kisahnya nggak terlalu banyak adengan nari-nari mau deh aku nonton. Nah, salah satu Film yang kusewa adalah Film We Are Family.

Kisah bermula ketika Maya (Kajol) ibu rumah tangga yang sempurna dengan mengelola cintanya pada ketiga anaknya. Walau ia telah bercerai dengan suaminya Aman (Arjun Rampal). Mereka berbagi perang, jika akhir pekan, anak-anak akan bermalam di rumah suaminya dan setiap acara anak-anaknya, suaminya selalu ikut serta. Perpisahan kedua orang tuanya tak menjadi kendala, anak-anak tetap merasakan kehangatan cinta.

Situasi berubah ketika Aman mengenalkan pacarnya Shreya (Kareena Kapoor). Anak-anak mulai ketakutan kehilangan ayahnya. Shreya yang seorang wanita karir perancang busana itu pun agak kesulitan mendekatkan diri pada anak-anaknya. tapi, demi cintanya pada Aman, ia tetap berusaha berdamai dengan ketiga anak mereka, walau anak-anak selalu memanggilnya nenek sihir (D).

Kebahagian keluaraga itu juga teruji dengan sakitnya Maya. Ia menderita kanker rahim dan divonis detik-detik kematiannya kian dekat. Mendengar ini, Aman merasa timbul cinta kembali, ia melindungi Maya, merawat Maya dan mempersiapkan anak-anak agar mandiri. Maya pun semakin bahagia menghadapi terapi-terapinya. Semakin hari ia pun menyadari diperlukan seorang ibu sebagai penggantinya, apalagi dilihatnya Shreya mulai mengambil hati anak-anaknya. Ia pun meminta Shereya tinggal di rumahnya agar belajar menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Ehem...walau aku tidak setuju serumah dengan perempuan yang belum dinikahi dan serumah lagi dengan istri yang telah diceraikan, tapi di film ini tidak ada adegan yang terlalu vulgar, sehingga remaja masih aman menontonnya. Kisah semakin sedih ketika Maya pingsan dan harus dirawat di Rumah Sakit.

Saat-saat itulah, mereka mulai memahami mereka saling membutuhkan, ketika sembuh, Maya menitipkan anak-anaknya pada Shreya, juga perhiasan untuk anaknya ketika menikah kelak.

Sungguh, film yang menguras air mata dan membuat aku merenung, jika detik-detik kematianku semakin dekat apa yang harus kulakukan untuk anak-anak dan suamiku? Akankah aku seperti Maya yang mempersiapkan calon ibu untuk anak-anaknya dan calon istri untuk suamiku???

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...