Minggu, 14 Juli 2013

Cara Menentukan Jumlah Halaman Buku

Assalalamaualaikum sahabat Smart Mom, pengen bisa nulis buku? Penasaran berapa banyak sih jumlah halaman buku itu? Bagaimana menentukannya? Yuk, baca ini sharing dari penulis beken deh! Pasti kamu bisa nulis!



“Eh, Dy, kok bisa sih jumlah halaman bukunya kita yang menentukan? Bukannya terserah penerbit?”
Giliran saya yang bingung, wong sama-sama pemula! Hihihi…       

Bergurulah saya pada sang master yang sudah terkenal di jagad perbukuan. Hujan, badai, dan teriknya panas tak menghalangi saya untuk mengenal istilah KATERAN. Sekali lagi, KATERAN, bukan kateter!

Well, jumlah halaman buku tidak sembaranagn ditentukan. Tentu saja, perhitungannya ada;ah perhitungan ekonomis pemakaian kertas. Lalu, kenapa berpengaruh terhadap outline? Toh, baru outline saja kan?

Penulis mestinya punya gambaran atau deskripsi mengenai buku yang akan ditulisnya. Diterbitkan atau tidak. Entah itu kaver depannya, penampakan bagian dalam ataupun tebal jumlah halaman. Kalau penulisnya saja tidak punya gambaran tentang bukunya sendiri, bagaimana kita mau menyakinkan penerbit?

Masalah apakah nantinya itu disetujui oleh penerbit, itu belakangan. Yang penting NARSIS tapi ya ga kebangetan juga :p

Kembali ke jumlah halaman buku. Ukuran buku harus dioptimasi menyesuaikan ukuran kertas yang dipakai. Lembaran kertas tersebut dilipat-lipat mengikuti aturan 16. Selembar kertas dilipat tiga kali, maka kita akan mendapatkan 16 halaman. Ini dia yang disebut 1 kateran.

Buku akan lebih ekonomis kalau berjumlah halaman kelipatan 16. Karena itu umumnya buku berhalaman 24, 32, 48, 64, 160, dst.

Naskah dari penulis akan diolah sedemikian rupa agar memenuhi jumlah halaman terdekat dari sekian kateran. Apa saja yang mempengaruhi ukuran buku? Jenis buku, font, ukuran buku hingga tata letak isinya.

Pernah menemukan buku dengan iklan di belakangnya? Atau malah dibiarkan kosong melompong. Itu karena halaman berlebih yang tidak sengaja dilebihkan (karena setelah lay out buku kita mentok cuma 30 halaman, misalnya), dan tidak bisa dibuang. Artinya, naskah kita kurang pas memenuhi kuota. Dengan mengetahui aturan ini, kita bisa merencanakan naskah dengan lebih efektif.

Lalu, bagaimana menentukan perkiraan halaman naskah yang kita buat dengan halaman buku jadi? Buat saja halaman yang akan kita tulis dengan jumlah sesuai kateran tadi. Biasanya tidak terlalu jauh berbeda.
Contoh:
Tebal halaman: 112 halaman
Tebal halaman asli: 132 halaman

Sekali lagi, ini sekedar SHARING. Yang punya pengalaman lebih, monggo ditambahkan. Jangan sungkan-sungkan, biar sama-sama belajar.  :)



2 komentar:

  1. owhhhhhh begitu yaaa.... kirain iklan itu emang di kasi dari penerbit supaya buku2 penerbitnya laku.. ternyata ada sebabnya..

    saya juga baru tau kalo "Buku akan lebih ekonomis kalau berjumlah halaman kelipatan 16. Karena itu umumnya buku berhalaman 24, 32, 48, 64, 160, dst."

    makasih ilmunya bermanfaat banget mbak :)

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...