Jumat, 18 April 2014

Menilik Sosok Kartini di Abad-21 dan Mengenang Muslimah Tangguh Yoyoh Yusroh



seharusnya Sri Rahayu, S.Hut :)
Hari ini saya diundang panitia Keputrian Birohmah Unila untuk mendiskusikan semangat RA Kartini dan Muslimah Inspiratif Yoyoh Yusroh (Alm). Alhamdulillah badan sehat, saya bisa memenuhi undangan tersebut, Terima kasih Dedek Bayi, Umminya masih bisa beraktivitas berbagi ilmu ^_^



Pukul 08.30 WIB saya tiba di lokasi acara bersama Fatih. Awalnya, Fatih mau ditinggal aja dengan Abi. Eh.... ternyata Abi nggak libur, di kantor ada persiapan menyambut tamu dari Jakarta. Nah, berhubung acaranya juga out door, jadi deh Fatih ikutan aja. Kalo Mas Faris, tetap sekolah. Loh nggak libur? Nggak, soalnya, Sabtu mau ada acara Puncak Tema. Nah, hari ini masih gladik resik. Okelah, akhirnya saya mengisi kajian muslimah didampingi seorang jagoan kecil, Fatih. Sampai di lokasi, panitia dan peserta telah siap menunggu di belakang Rektorat Unila. Belum semua yang hadir. Saya disambut oleh ketua Keputrian, Sofi dan beberapa temannya, seperti Dona dan Nanda.


“Maaf Ummi, yang lainnya lagi sholat dhuha,” begitu kata Sofi.

 Tak lama peserta berdatangan dan memenuhi terpal yang disiapkan panitia. Pembukaan acara dimulai dilanjutkan dengan tilawah dan langsung inti materi oleh saya. Nah, mendapatkan tema yang berat-berat ringan ini, hehehe....soalnya lumayan bo, muslimah inspiratif gitu loh, apalagi membedah buku Langkah Cinta Untuk Indonesia tentang kiprah Ustadzah Hj Yoyoh Yusroh, S.Pdi membuat saya merinding. Aiiih...masih jauuuh yak amalan dibanding beliau, hiks....tapi tak apalah, bekal semangat memperbaiki diri en terus meningkatkan amal, maka saya Pe-de aja berbagi.

Ok, saya mulai dengan cerita mendongeng hehehehehe... 

Saya jadi teringat masa SMA, jika tanggal 21 April tiba, ramai dengan acara pemilihan Putri Kartini. Saat saya kelas 1 SMA, saya sempat ikut lomba Putri Kartini dan lucunya, menang juara 1 mewakili kelas saya. Ingat itu.... jadi malu :D benar-benar plek niru gambar Kartini yang tersebar bebas. Pake kebaya, rambut disanggul dan lenggak lenggok bak pragawati di lapangan basket. Hayyah...lebay :D

Aduuh, dulukan taunya kalo tgl 21 April harus kayak Kartini yang fotonya pake kebaya doang,  nggak tahu semangat apa yang ditularkan Kartini, nggak tahu mengapa dia dikenal sebagai pejuang nasional, nggak ngerti apa sih istimewanya Kartini. Yang saya ingat, kebaya, sanggul dan lomba. Titik.



Astaghfirllah....Zaman saya muda cuma ngikuti tren  : D  


Ketika di kampus Universitas Bengkulu (UNIB), saya mengenal UKM Rohis dan mengenal jilbab. Di sinilah titik balik kehidupan saya, terutama saat mengikuti bedah buku tentang Surat-surat RA Kartini yang sarat makna. Surat-surat yang memiliki kekuatan mengapa dia berbeda dari perempuan lainnya.



Ya, Kartini mempelajari Islam pertama kali saat tersentuh hatinya mendengar tafsir QS Al Fatihah oleh Kyai Sholeh Darat. Nah, dari Kyai inilah Kartini mulai mendalami agama Islam. Sejak pertemuan pengajian yang pertama, Kyai Sholeh menerjemahkan ayat demi ayat hingga 13 Juz untuk Kartini. Wow, bayangkan zaman dulu nggak ada terjemahan bebas seperti sekarang. Yang belajar agama juga buat kalangan elit saja, keluarga bangsawan kayak Kartini, dibanding sekarang yang pengajian bertebaran di mana-mana, alangkah bersyukurnya kita ya? Malu dong....nggak kayak Kartini yang langsung tergugah karena “hanya” tafsir QS Al Fatihah?


Sayang ya, belum sampai ke surat yang mengenai perintah berjilbab, Kyai Sholeh meninggal dunia. Hiks....kebayangkan ya kalo nyampe ke surat terjemahan perintah jilbab, yakin Insya Allah Kartini pun langsung pake jilbab  :)


Bersama Peserta hehe sebagian udah pulang :)
Btw, selain Kartini, masih ada muslimah inspiratif lainnya, banyaaaaaaak sekali. Salah satunya adalah Ustadzah Hj Yoyoh Yusroh, S.Pdi yang telah berpulang menghadap Illahi tahun 2011 yang lalu. Teman-teman yang mengenalnya berduka. Tak hanya temannya, tapi juga muslimah Indonesia lainnya. Sungguh, membaca riwayat perjuangan beliau membuat diri ini mengeciiiiil.... aiih belumlah seberapa. Mau taukah kelebihan beliau?




  1. Rajin beribadah, sholah tahajjud tidak tinggal, tilawah sehari minimal 3 Juz
  2. Walau anaknya banyak, 13 orang, tapi benar-benar menjalankan peran sebagai istri, ibu dan anggota DPR/MPR RI.
  3. Menguasai bahasa Arab dan Inggris
  4. Aktif berbagai organisasi
  5. Ringan tangan membantu sesama
  6. Ramah
  7. Tidak suka mengeluh
  8. Dll




Air mata ini berurai membaca kisah hidupnya. Kegigihan beliau yang jago diplomasi itu keren abis. Baca aja testimoni Balkan Kaplale sebagai Ketua Pansus RUU Pornografi dari Fraksi Partai Demokrat Periode 2004-2009, “Bayangkan ketika saya mendapat ancaman, baik melalui staf maupun telepon kalau saya akan disantet. Tapi kemudian Bu Yoyoh mengeluarkan Al Qur’an dan menujukkan satu ayat yang secara garis besarnya mengatakan, “Tidak ada kita takut pada siapa pun kecuali hanya Allah Swt. Akhirnya timbul keberanian diri saya dan teman-teman. Saya pun bilang, “Insya Allah, kita akan berjuang karena ini masalah umat.” (Hal : 90).

Masih banyak lagi deh testimoni tentang beliau yang bikin wow, gue harus lebih baik lagi! Semangat lagi! Ya, saya pernah ketemu beliau saat mengikuti seminar pra nikah di Bengkulu. Saat itu beliau masih punya anak 7 atau 9 ya? Nah,, beliau bertukar pengalaman kalo memanajemen anak-anaknya dengan mendelegasikan anak 1 mengawasi anak ke 5, anak ke 2 mengawasi anak ke 7 dan selanjutnya....begitu deh. Subhanallah ya, bahkan dari yang saya baca, beliau mengajarkan anaknya puasa dari usia 4 tahun! Bayangkan, usia segitu perlu kesabaran bangeeeeeeeet. Faris saja saya ajarkan puasa pas TK, itupun lumayan ‘repot’ menghadapi keluhannya yang lapar, haus, capek, dll. Itu pas anak baru 2, laaah...kaloo 13 bagaimana?

Beliau juga benar-benar menjaga makanan dan kesehatan. Tak ada jajan bakso, siomay dan soft drink, apalagi vetsin di rumahnya. Beliau rajin minum juz dan makanan halal dan thoyiban nggak asal kenyang. Beda jauuuuh ama saya yang masih suka makan bakso :D

Begitulah hari ini kami membahas mengenai Muslimah Inspiratif Kartini dan Yoyoh. Dua generasi beda zaman, beda budaya, beda semangat tapi menularkan inspirasi bagi kami, terutama saya pribadi. Siapkan meneruskan cita-cita Kartini atau Yoyoh?

Semoga ^_^


Panitia super keren ^_^

Bersama Fatih jagoanku :)

8 komentar:

  1. Saya nggak kenal ibu yoyoh mak, tapi saat berita kepulangan beliau aku tersentuh,, inspiratif benar orang ini mak, semoga khusnul khotimah...

    btw... mamak perutnya hati-hati mak, sehat terus ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya Nu, yang tidak kenal maupun kenal semua berduka karena sosoknya sangat inspiratif. Mkasih nasehatnya Nu:)

      Hapus
  2. aku selalu kagum pada sosoknya, bahkan setelah beliau meninggal banyak pesannya tetap hidup di hatiku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Mak, hiks...hik...T_T berasa belum apa2 ya. Aku juga kagum dengan Mbk Ida loh :) *kedip2* apalagi kita pernah ketemu, auranya subhanallah....muslimah tangguh!

      Hapus
  3. subhanallah, ksah krtini msa kni yg mnginspirasi. ditngah aktivitas yg pdat, msh bs mngurus kluarga dgn baik srta ibdah ttp nmor 1..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya Mak, subhanallah banget, jadi pengen belajar banyak dengan kehidupan beliau :)

      Hapus
  4. Bu Yoyoh..subhanallah...speechless

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, semangat terus agar kita terus bisa belajar menjadi ibu, istri yang baik ya Mbk:)

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...