Selasa, 14 Oktober 2014

Selamat Jalan Pak Barmalisi

ia, sang guru yang berpulang senin kemarin
apa yang engkau takutkan, kawan?
selain kehilangan, kita tak punya lagi alasan
apa yang engkau gelisahkan?
airmata punya kisah sendiri untuk disampaikan.
ketika sehelai daun jatuh,
maka sambutlah tunastunas lain bermekaran
namun tak kuingkari
tiada yang bisa menggantikan
mungkin ia menjelma,
sekeping cahaya di langit malam
senyumnya rekah di pilar surga
dan kita, penulis kisahnya
pengagum riwayatnya.
(Puisi, Karya Desma Yanti)

Barmalisi, S.Pd

Sore itu aku baru terbangun dari tidur siang. Ketika mengaktifkan ВВ aku langsung melihat DP Yandigsa dan kaget luar biasa, di sana tertulis kalimat Pak Barmalisi meninggal. Aku langsung teriak, "Abiii... Innalillahi, Pak Barma meninggal, kenapa ya Bi? Telpon teman di Lampung dong?!" 

Aku tahu Yandigsa pasti bukan main-main, bergurau atau bercanda. Yandigsa pernah satu tim nasyid dengan Pak Barma. Lalu, apa sebabnya? Kok mendadak? Kami tahu sebelumnya Pak Barma sakit, tapi kan nggak ada info beliau masuk RS? Atau..mengapa? Banyak tanya dibenak kami.

Lalu kami sibuk menelpon teman-teman di Lampung, tapi belum diangkat. Aku SMS berapa teman di Lampung dan betapa kagetnya aku melihat beberapa DP wali muridku dulu semsa ngajar di SDIT Permata Bunda 3 Bandar Lampung, DP  dengan berita yang sama.

"Jadi Bu yayuk belum tahu?" Salah satu wali muridku dulu bertanya dan dia mengirimkan foto jenazah Pak Barma yang ditemukan warga. Lalu Yandigsa juga mengirimkan link berita di koran online di sini. Suamiku pun sibuk nelp dengan Ami Rian, dan akhirnya berita duka itu benar-benar membuat hati jami gerimis. Suami-istri kami menangis kehilangan, berduka atas kepulangan teman, sahabat, saudara seiman kami, Barmalisi, S.Pd. Bahkan, anakku Faris juga ikut menangis karena beliau juga mengenal Pak Barma.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un

Telah berpulang teman, sahabat, saudara kita, Barmalisi, S.Pd. 



Foto-foto saat Gema Prabu 3
Kami langsung buka facebook, dan menemukan banyak ucapan duka cita di wall facebook-nya di sini.

Beliau meninggal dalam perjalanan ke Bandar Lampung dan mengalami musibah, motornya dibegal.

Info kami juga dapatkan memantau status fb, Ustadz Tri Mulyono, LC di sini.

"Kemungkinan akh barma kemarin sore (jam 16.00) mau ke balam krn selasa besok mau ambil legalisir ijazah untuk daftar pns. Akh sendi yg menemani dari awal. Terakhir beliau sempat berkunjung ke Umniyati sangat ngurus2 persyaratan tapi ana pas tdk di tempat. Kejadiannya mungkin sore itu Dan jenazah baru pagi ini ditemukan. Barusan kami bincang2 di Umniyati dg akh sendi saat kami dpt info ini.Allahummaghfirlahu".

(6 Oktober, Pukul 15.00).

Beliau rekan kerja yang asik. Penuh kreatifitas, suka mengubah materi pelajaran dalam bentuk lagu-lagu sehingga disukai anak-anak dan cepat dihapal. Kalo soal disiplin, wiiih mantap deh jarang guru yang lain mengalahkan beliau.Apalagi soal kerapianm beliau selalu berpakaian rapi. Nah, yang paling berkesan t, Pak Barma tidak pernah menunda kebaikan bersilaturahmi. Saat teman, sahabat atau guru mengalami kebahagian atau musibah, beliau segera mengajak guru-guru menjenguk. Misal saat mendengar kabar Bu Afril sakit, kami segera pulang sekolah datang ke RS. Saat mendapat kabat gembira Bu Nur melahirkan, kami segera menjenguk di klinik bidan. Ukhuwah guru di PB 3 terasa sekali. Pak Barma yang tergabung dalam tim nasyid Way Syamsa ini, suka manggung kalo hari Ahad. Nah, kalo Hari Senin, sering deh guru-guru nyindir or meledek, "Traktir dooong,"

Nah, itu ledekan gak lama disambut, beliau suka ngajak makan-makan di sebuah rumah makan kalo ada momen penting, seperti perpisahan dengan guru magang, usai UASEM dan lain-lain. Nah, kalo ada guru berprestasi, beliau juga langsung memberikan reward.

foto bersama guru PB 3




Banyak hal yang dikenang atas kebaikan Pak Barmalisi. Selamat jalan pak, Insya Allah Syurga menantiimu. 
Pak Barmalisi bersama istrinya Sri Umi Pertiwi




Makam Pak Barmalisi, foto milik Ustadz Ahmad Mujahidin
Berita tentang kematian Pak Barmalisi dapat dibaca juga di sini :
1. http://www.pks.or.id/content/almuzzammil-lampung-butuh-pengamanan-khusus
2. http://www.pasberita.com/2014/10/kader-pks-lampung-ditemukan-tewas.html


6 komentar:

  1. Smoga akhi barma mendapatkan surga terbaik di sisi Allah

    BalasHapus
  2. Innalillahiwainnailihi rojiun... semoga amal shalehya diterima allah swt

    BalasHapus
  3. innalillahi wa inna ilaihi rajiun
    manusia milik Allah kembali ke Allah
    masih muda ya..huks huks..kasihan istrinya

    oiya yangdisa itu penulis juga ya? pernah baca karyanya di buku antologi

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...