Entri yang Diunggulkan

Meraih Mimpi di #UsiaCantik

Sabtu, 20 Desember 2014

Resensi Bahagia Ketika Ikhlas : Ibu Bahagia, Ciptakan Keluarga Sukses


Judul             : Bahagia Ketika Ikhlas
Penulis          : Rena Puspa
Penerbit        : Elex Media
Jenis              : Non fiksi     
Hal                : 186 hal
Tahun           : 2014
ISBN            : 978-602-02-4557-7

Menjadi ibu adalah sebuah kebahagian itu sendiri. Memiliki sensasi rasa yang berganti-ganti. Dimulai saat mengetahui kehadiran sang janin di dalam rahim. Lalu, perjuangan hidup dan mati saat persalinan hingga mendidik anak menuju kesuksesan. Namun, menjadi ibu bahagia itu tidak mudah, bahkan tidak semua ibu menjadi bahagia. Ada beberapa kasus seorang ibu tega membuang anak kandungnya sendiri, menjual anaknya hingga membunuh anaknya. Apa itu ibu-ibu yang bertindak kejam itu tidak bahagia? Sulitkah mendapatkan kebahagiaan?

Jika tahun 1967, Warner Wilson membuat alat ukur kebahagian yang bernama Subjective Well Being. Menurutnya, kebahagian bernilai sangat subyektif. Lalu tahun 1990, Carol Ryff, mengembangkan alat ukur bahagia dengan n.ama Pyschological Well Being (PWB). Lalu, jika kita diukur dengan alat ukur tersebut, apakah artinya kita tidak bahagia?

Buku non fiksi karya Rena Puspa setebal 186 halaman ini mengupas tentang lika-liku mencapai bahagia dalam menjalankan tugas sebagai ibu.  Buku ini terdiri dari 6 bab dengan tiap bab dilengkapi pengalaman pribadi penulis yang kini tinggal di Malaysia dan tiap bab saling berkaitan menuju ibu yang  bahagia.

Pada Bab pertama, pembaca diajak untuk memahami konsep bahagia. “Dengan hati bahagia proses pemenuhan kewajiban seorang ibu dapat lebih optimal, dan dengan ikhlas bahagia mudah diraih.” (Hal 1).

Selanjutnya, di Bab kedua, dijelaskan mengenai pemicu stres pada ibu, salah satunya adalah hormonal, baik ketika hamil maupun paska melahirkan dan menyusui atau sering dikenal dengan Baby Blues Sydrome. Pada kasus yang berat, jika tidak ditangani dengan baik, maka penderita akan mengalami depresi yang berkepanjangan, seperti pada kasus pembunuhan yang dilakukan seorang ibu (Hal 25).

Pada Bab ketiga, dikenalkan beberapa sebab eksteral yang menjadikan ibu stres. Penulis juga mengajak para ibu untuk mengajarkan pada suaminya memahami dam mencintai istrinya dengan sepenuh hati. Hal ini akan berdampak pada ibu dalam menjalankan perannya sebagai istri dan ibu (Hal 58).

Pada Bab keempat,  pembaca diajak untuk menjadi ibu yang apa adanya.  Dalam menjalankan  perannya,  baik sebagai full time mom, working mim, atau working at home mom dapat terjadi apabila memahami potensi kelebihan dan kekurangan. Penulis mengajak untuk melakukan pertanyaan dan jawaban dengan jujur, jangan patok  kebahagiaan berdasarkan orang lain karena belum tentu sesuatu yang bisa membuat orang lain tampak terlihat bahagia akan sama yang kita rasakan  (Hal 85).

Pada bab kelima, penulis mengajak pembaca meraih bahagia dengan memahami ikhlas dengan konsep yang benar. Sikap ikhlas identik dengan menekan rasa ingin dihargai, merelakan diri untuk tidak berharga, seolah-olah pengorbanan itulah dianggap sudah menjadi sebuah keikhlasan. "Padahal, konsep ikhlas yang benar, rasa ingin dihargai itu tetap bisa disalurkan namun langsung kita pinta pada sang pencipta kita, yaitu Allah. "(Hal 111).

Buku ini juga berisi kisah nyata. Seperti yang dialami penulis saat baru pindah ke Malaysia. Dengan menggunakan Quantum Ikhlas, penulis sukses membuat anaknya lebih percaya diri dan berhasil dengan nilai yang sangat memuaskan (Hal 138). Penulis juga mengajak untuk memperbaiki sikap berdoa. "Doa kita sebagai orang tua untuk ana-anaknya dijanjikan mustajab, maka kita harus terus memperbaiki kualitas doa kita. Karena doa menjadi salah satu senjata utama kita agar sukses mendidik anak." (Hal 146).

Di bab keenam, ada kisah yang sangat manis dengan mengharu biru. Tentang betapa dasyatnya berprasangka baik kepada Allah. Kisah seorang gadis tanpa tangan yang mendapat jodoh dengan lelaki yang sempurna. Mau menerima ia apa adanya (Hal 178).

Hati ikhlas, berprasangka baik, optimis akan melahirkan kebahagian dan kesuksesan dunia dan akhirat. Itulah pesan dari buku yang bercover menarik, seorang ibu dengan bergembira mengasuh anaknya, lengkap dengan celemeknya. Menarik dan mengelitik dan terdapat pesan tersirat, bahwa ibu dengan begitu banyak tugasnya berhak mendapatkan kebahagian. Beberapa kalimat menggunakan huruf merah juga menjadi pemanis dalam buku ini. Buku yang layak dan direkomendasikan untuk para ibu yang ingin meraih kebahagian.


2 komentar:

  1. memang ya mba, kunci semuanya agar bahagia adalah ikhlas...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, semuanya tergantung sikap kita menghadapi ujian :)

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...