Entri yang Diunggulkan

Meraih Mimpi di #UsiaCantik

Sabtu, 17 Januari 2015

Sekilas Tentang Isi Buku La Taias For Ummahat, Kekuatan Itu Bernama Ibu


Alhamdulillah terbit juga buku soloku ini. Diterbitkan oleh agensi naskah, Indiscript. Prosesnya cukup lama juga loh, 2 tahun. Lama ya? Hihihi...ngantri bo! Gimana prosesnya? Jadi, aku mengajukan outline via Indiscript, setelah di acc baru deh aku nulis. Dikasih waktu hanya 1 bulan, eeeh...aku molor, hahhaha....waktu itu aku masih ngajar, jelang resign buku ini selesai. Sempat beberapa kali revisi dan akhirnya kelar juga, legaaaaaaa....
Deg-degan waktu buku ini mau cetak. Disuruh editor buat sinopsis untuk cover belakang. Aiih....ini pengalaman pertama buat sinopsis bukuku. Jadillah aku baca-baca cover buku koleksiku dan taraaaaa...akhirnya jadi juga :) 
Pas lihat covernya, aiih imutnya. Sempat juga sih pengen milih cover lain, tapi ini udah naik cetak, ooow...makin nggak sabar buku ini ditangan. Alhamdulillah Agustus 2014 buku ini datang ke rumah. Uhuy... sekarang sudah punya buku solo :)
Nah, bagi yang penasaran isinya (beli ya nanti..., hihihihi....) ini sekelumit isinya :) Ada juga beberapa resensinya di sini dan di sini
Duajurai.com, Bandar Lampung - Terbitnya buku “La Taias For Ummahat, Kekuatan Itu Bernama Ibu” telah menghapus julukan “Ratu Antologi” yang tersemat pada Naqiyyah Syam, mantan Ketua Umum Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Lampung. Maklum, penulis buku itu telah menghasilkan 30-an buku antologi yang dikerjakan secara “keroyokan”. Buku yang diterbitkan Penerbit Khalil, Imprint PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, ini berisi seputar kehidupan ibu.
“Ada perjuangan ibu yang super sekali, kesabaran menanti datangnya buah hati yang bertahun-tahun ditunggu, cara menghadapi anak yang istimewa atau berkebutuhan khusus, menghadapi kekerasan dalam rumah tangga, dan sebagainya. Intinya sih cerita faktual kondisi yang dihadapi ibu dalam berumah tangga,” kata penulis bernama asli Sri Rahayu ini kepada duajurai.com, Senin, 12 Januari 2015 via telepon. Naqiyyah sendiri kini berdomisili di Padang, Sumatera Barat, mengikuti suaminya, Ahmad Suryanto, yang sedang mengambil magister di Universitas Andalas.
Naqiyyah menuturkan, buku setebal 145 halaman ini sudah tersedia di Toko Buku Gramedia di seluruh Indonesia sejak pertama kali rilis Agustus 2014. Sebagian narasumber buku ini, kata dia, adalah orang-orang terdekat yang mempunya kisah hidup inspiratif. “Harapannya, buku ini bermanfaat untuk semua ibu di Indonesia. Juga untuk suami dan anak-anak mereka. Ketegaran, kesungguhan, optimisme, dan segala hal yang positif, termaktub dalam buku ini,” ujarnya.
Ini adalah buku pertama Naqiyyah yang ditulis sendirian (solo). Sebelumnya, ia bersama penulis lain menghasilkan 30-an antologi atau kumpulan karya bersama

4 komentar:

  1. Selamat ya maak atas buku solonya. Diriku satu antologi pun tak ada.. hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. semangat Mak, ayo terus berusaha menulis, Insya Allah bisa:)

      Hapus
  2. selamat ya mba Naqy ... semoga banyak yang beli dan baca sehingga banyak menebar manfaat. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih ya, amin semoga bermanfaat, menjadi amal bekal akhirat, amin.

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...