Kamis, 21 April 2016

7 Tips Membuat Perpustakaan di Rumah


[Tips] 7 Tips Membuat Perpustakaan di Rumah. Assalamualaikum Sahabat Smart Mom, apakabar? Senang ya melewati minggu ini dengan gembira. Nah, apakah Moms ada yang ingin memiliki perpustakaan pribadi di rumahnya? Ya, tentu senang kan punya perpustakaan sendiri di rumah. Dulu, Aku punya impian membuat perpustakaan di rumah sendiri sejak sebelum menikah. Aku bahkan pengen perpustakaan di rumahku penuh dengan rak warna-warni seperti rak buku di sekolah anak TK. Pasti serukan? 


Setelah menikah, impian ini satu persatu aku coba realisasikan. Memang sih belum banyak buku yang aku punya, tapi pelan-pelan terkumpul juga nih bukunya, dari buku anak, parenting, agama, hingga novel dan lainnya. Sungguh aku bahagia deh bisa membuat perpustakaan pribadi. Kalau di dunia maya, aku membuat perpustakaan online dengan membuat blog khusus resensi buku, sayangnya semangat ngisi blog resensi buku sering hilang timbul hihihi.... makanya, lebih suka membuat perpustakaan mini di rumah saja.

Nah, buat Moms yang mau membuat perpustakaan keluarga di rumah, berikut 7 Tips Membuat Perpustakaan di Rumah :

1. Kumpulkan buku sesuai tema
Jika buku yang dikoleksi masih sedikit tak mengapa, Moms. Kumpulkan saja bertahap. Disusun sesuai dengan tema buku. Agar mudah mencarinya kelompokkan tema  parenting, agama, anak, novel, masakan, dll. Cara agar lebih banyak koleksi buku, Pertama : ikut lomba buku gratis, lombanya banyak deh di facebook, blog atau instagram. Kedua : buat proposal ke penerbit kalau Moms telah memiliki perpustakaan di rumah dan akan diberdayakan untuk anak di sekitar rumah, kirim ke penerbit minta donasi buku. Ketiga : Beli buku yang disukai dengan menyisihkan uang jajan, uang belanja atau honor menulis hihihi.... beli buku yang disukai, koleksi dan simpan untuk keluarga. 


Rak  buku untuk perpustakaan sederhana di rumah sendiri :)
Rak  buku untuk perpustakaan sederhana di rumah sendiri :)

2. Siapkan rak buku
Menyimpan buku memang tak hanya dengan rak buku, dapat juga dengan box plastik. Tapi, akan lebih mudah terlihat dan merapikannya jika disimpan di dalam rak. Usahakan rak yang kuat, agar tidak mudah goyang jika dipegang anak-anak. Lebih baik lagi jika raknya pakai kaca, jaid buku tidak berdebu. Jangan lupa cek ya jika ada rayap atau serangga :)

3. Menyampul buku
Saat membuat perpustakaan pribadi sebelum menikah, aku masih rajin menyampul buku dengan plastik. Sayangnya setelah punya anak balita, semangat ini mulai tergerus hiks.... tapi, beberapa buku sudah aku sampul dengan plastik agar tahan dan para peminjam lebih nyaman karena covernya lebih kuat.

4. Buat katalog
Dulu banget aku masih rajin bikin katalog. Bukunya aku buat nomer dan alamat rumahku. Bahkan kubuatkan cap agar orang yang meminjam ingat kalau buku itu milikku dan mengembalikan sesuai waktunya. Kini, Faris yang jadi asisten merapikan katalog buku hihi... makasih ya sayang :)

Ajak anak mencintai buku dengan membuat perpustakaan di rumah :)

5. Buat buku khusus untuk peminjam
Soal peminjaman buku, aku sempat mengalami kejadian yang tidak menyenangkan, bahkan jika diingat masih suka sedih. Ada teman yang meminjam buku agamaku banyak banget. Bukunya tebal-tebal sekitar 5 judul buku. Sampai sekarang enggak dikembalikan, dia juga enggak niat mengembalikannya. Aku sengan mau nanya hiks...karena....aku lupa mencatat di buku khusus. Ya itulah kesalahanku, karena merasa dia teman, dia bisa pinjam aja, tapi hiks...dia engak amanah, enggak mau ngembalikan hiks.... ah udahlah, mari berbenah buat buku khusus untuk peminjam, jika diperlukan buat formulir khusus buat yang minjam. Minta KTP atau jaminan hihihi...kan biar profesional :) 

6. Berbagi ilmu dengan orang lain
Agar perpustakaan keluarga menjadi lebih menarik, buat acara khusus yang mengundang anak sekitar rumah untuk ikut membaca atau meminjam buku milik keluargamu. Tidak semua anak-anak memiliki kesempatan membaca buku berkualitas, jadii boleh dong kita berbagi. Insya Allah menjadi tabungan awal :) Acaranya seperti mendongeng, lomba mewarnai atau lomba menceritakan kembali isi buku yang dibaca anak-anak. 


7. Kombinasi buku dan permainan tradisional
Agar anak-anak enggak bosan membaca buku, selingi dengan permainan tradisional yang dapat dimainkan di dalam ruangan, seperti bermain congklak, bola bekel, ular tangga, dan lainnya.

Nah, Moms, sudah ada gambarankan cara membuat perpustkaan pribadi di rumah sendiri? Seru loh kalau sudah ada, kita akan mudah mencari buku yang kita butuhkan. Yuk, membuat perpustakaan keluarga di rumah. Anak akan lebih cerdas karena banyak membaca. Semoga 7 Tips Membuat Perpustakaan di rumah di atas bermanfaat! Selamat mencoba ya, Moms!

25 komentar:

  1. Rencananya setelah pindah rumah saya mau buat perpustakaan di rumah lbh rapi dan nyaman. Ini tipsnya membantu banget.

    Trims ya Mom 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah jika membantu, selamat mempersiapkan perpustakaan di rumah ya, Mbk.

      Hapus
  2. Waaaaah bukunya banyak sekaliiii. Aku juga kepikiran mau buat perpustakaan, tapi bukunya belum sebanyak iniiih. Hihihi. Makasi tipsnya ya Maaaaak, inshaallah pasti dipraktekkan kalo bukunya udah lebih banyak sedikit. Hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu buku ada yang dikasih orang, dititip untuk taman baca, ada juga yang dibeli dengan dicicil sejak sebelum menikah :)

      Hapus
  3. pernah coba librarythings utk menyusun kategori buku mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum Mbk, aku masih pakai manual hehhe....diketik atau dicatat.

      Hapus
  4. Masih males buat katalog tapi emang pentig banget si. Biar rapi n terdata smua bukunya ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, kalau ketahuan ada yang hilang, bikin sedih banget hiks...

      Hapus
  5. impian aku banget punya perpustakaan dirumah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, ini juga impianku sejak sebelum menikah udah mencicil beli buku-bukunya :)

      Hapus
  6. Kayaknya seru kalau udah jadi perpustakaan, ditambahkan cafe di dalamnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget, aku juga memimpikan itu, tapi bertahap aja dulu ah :)

      Hapus
    2. Betul banget, aku juga memimpikan itu, tapi bertahap aja dulu ah :)

      Hapus
  7. wahhhh, ini akuuu juga udah pengen punya perpusatakaan sendiri :D
    semoga tercapai juga
    Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, semoga tercapai ya, pelan-pelan aja dulu merapikan buku yang ada :)

      Hapus
  8. Alhamdulillah. Keluarga kami sudah lama memiiiki perpustakaan keluarga di rumah, Banyak buku yang masih dicampur aduk, tidak seideal yang disampaikan di sini, Yang penting koleksi buku diusahakan bertambah secara berkala, dan perpustakaan harus mudah dijangkau oleh anak anak agar gemar membaca sejak usia dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya, saat ini di rumah kontrakan aku juga maish dalam kardus bukunya, Insya Allah pulang ke rumah sendiri kelak bakal merapikan lagi. Senang ya sudah punya perpus sendiri, kalau butuh buku tinggal ambil aja :)

      Hapus
  9. Terima kasih tipsnya Mbak Naqiyyah. Dari dulu kepengen banget ada satu spot di rumah khusus buat rak2 buku. Sayangnya blm sempet natanya. Wah ide katalognya bagus jg, jd kesusahan nyari buku yg dibutuhkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas kunjungannya Mbk, alhamdulillah jika sesuai dengan yang dibutuhkan. Iya, katalog sangat membantu mbk. Aku juga belum rapi, tapi pelan-pelan merapikan administrasi :)

      Hapus
  10. Baru mulai nih mba, wah nyampul buku2 yaaa, moga bisa terlaksana nih yg ini
    Asik kayanya yg nnti ngundang dan nularin virus baca, suka di panggil dgn sebutan kutu buku ngga mba? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah enggak dibilang kutu buku kok :) tapi senang loh suka baca, banyak teman dan nambah wawasan

      Hapus
  11. Saya ingin sekali membuat perpustakaan pribadi, dulu sempat terwujud sewaktu masih kuliah di Jogja. Tapi begitu menikah bukunya malah banyak disimpan, tak ada ruang untuk rak-rak buku, hihihihi.

    Saran nomor 5 layak diterapkan tuh. Saya juga pernah punya pengalaman begitu, karena merasa kenal dia pinjam ya gak masalah, tapi ternyata sampai sekarang nggak dikembalikan. Malah ada salah satu peminjam yg saya tagih marah-marah, bilang saya pelit, dll. Ada buku yg kembali dalam keadaan rusak, dll.

    BalasHapus
  12. hmmm.. keren juga ya kalau punya perpus di rumah. nanti yang manfaatin kan bukan cuma kita sendiri, bisa anak bisa istri..
    ah pengeennn :-)

    BalasHapus
  13. Bagaimana cara agar yang meminjam itu mengembalikan buk?

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...