Selasa, 31 Mei 2016

Kelas Menulis FLP Sumbar : Tips Menulis Cerita Anak Ala Naqiyyah Syam



Assalamualaikum sahabat Smart Mom, 

Kata orang, tak kenal, maka tak sayang. Tak sayang, maka tak cinta. Nah, seperti itulah saat pertama kali aku datang ke Kota Padang. Aku belum banyak kenal dengan teman-teman FLP Sumbar. Satu-satunya yang pernah ketemu di dunia nyata sebelum kepindahanku ke sini adalah Fauzul Izmi, mantan Ketua FLP Sumbar. 

Saat pertama kali ketemu, aku sudah jatuh cinta dengan semangat teman-teman FLP Sumbar. Pengurus yang aktif memang hanya dapat dihitung dengan jari, tapi mereka penuh semangat dan bergerak. Bayangkan saja, hampir setiap minggu karya anggota menghiasi koran lokal, seperti Singalang, Padang Ekpress, Haluan dan Rakyat Sumbar.



Pagi itu, aku diundang FLP Sumbar untuk berbagi pengalamanku dalam menulis cerita anak. Undangan ini sudah disamaikan sejak dua minggu sebelumnya. Saat itu, Fitri dan Desy main ke rumahku. Lumayan euy perjuangan mereka menemukan rumahku. Walau sudah pernah main ke rumah, ternyata mereka nyasar, hiiks... maaf, rumahnya jauuh ya :)

Pertemuan kali ini di Perpusda Sumbar di lantai satu. Saat sampai di Perpusda sudah hadir Dodi Saputra Ketua FLP Sumbar, dan beberapa anggota yang belum aku hapal namanya hihi... tak lama anggota mulai berdatangan dan kami berdiskusi.

Sebelum giliranku menyampaikan materi, Kelas Menulis dibuka dengan tilawah dan dilanjutkan bedah karya oleh Irep. Ia membagikan fotocopy cerpen karyanya. Lalu peserta lainnya mendengarkan Irep membaca cerpennya. Usai itu, peserta bergiliran memberikan masukan untuk cerpen Irep. 

Beberapa peserta mulai memberikan masukan. Baik dari segi tokoh, konflik, alur hingga ending yang ditulis Irep. Di Kelas Menulis, peserta yang dibedah karyanya harus tahan mental. Jangan mudah kecewa. Masukan teman-teman adalah bahan bakar untuk menyemangati, bukan menjatuhkan karya. Di FLP Sumbar saling mendukung setiap anggotanya berkarya. Bahkan setiap Minggu, mereka membeli koran lokal dan mengecek karya anggotanya. Lalu, memberikan ucapan selamat dari karya yang telah diterbitkan. Wow, keren ya?

Bedah karya anggota FLP Sumbar, Irep sedang membacakan cerpennya


Tak lama tiba giliranku memberikan materi Tips Menulis Cerita Anak. Aku mau cerita dulu ya, pertama kali aku menulis cerita anak saat Faris masih kecil sekitar tahun 2006. Saat itu, aku lagi mentok mau menulis apa? Ya, sejak menikah., aku lebih fokus ke keluarga, jauh dari warnet membuat aku jadi ndeso hihihi.... lalu aku curhat dengan Teteh Pipiet Senja, beliaulah yang memberikan aku semangat untuk belajar menulis cerita anak. 

Kebetulan kakak iparku langganan Koran Lampung Post, maka aku mengumpulkan Lampung Post Minggu yang ada cerita anaknya. Aku gunting dan aku kliping di buku gambar berukuran besar. Ya, aku belajar otodidak. Menikmati proses cerita anakku yang mulai bermunculan di Lampung Post. Lalu, aku ingin meningkatkan terus ilmu menulis cerita anak, maka aku ikut kelas menulis online. Untuk itu aku berbagi sedikit  Tips Menulis Cerita Anak Ala Naqiyyah Syam  :)


Tips Menulis Cerita Anak
Oleh : Naqiyyah Syam (Penulis, Blogger dan Pengurus BPP FLP)

Assalamualaikum FLP Sumbar,
Hari ini kita akan berdiskusi mengenai Tips Menulis Cerita Anak. Nah, ada yang pernah menulis cerita anak? Cerita anak adalah cerita yang dikhususkan untuk anak-anak, bahasa anak-anak dan sekitar 700 kata.

Bagaimana Mendapatkan Ide :

1.   Pengalaman masa kecil
Setiap kita pasti pernah mengalami masa kecil, tulislah pengalaman persahabatan, permainan, atau saat bahagia. Pengalaman sendiri membuat tulisan kita lebih original.

2.   Membaca
Banyak membaca membuat ide cerita makin banyak. Beli Majalah Bobo 3-5 majalah dan pelajari bahasa anak-anaknya.

3.   Gambar
Ide dapat muncul dari gambar yang dilihat. Misal  saat melihat foto kita masih bayi, masih kecil, saat ulang tahun atau melihat foto keluarga.

4.   Mengamati anak kecil
Jika bermain dengan anak-anak kita akan memahami bahasa yang sering digunakan anak-anak dan cara menyelelesaikan konflik.

5.   Ikut kelas menulis
Biasanya jika ikut kelas menulis akan dibimbing cara mendapatkan ide. Entah dipancing gambar, kata kunci dan lainnya.

Cara Mudah Menulis Cerita Anak :

1.       Buat pointer/ outline/ kerangka (Cerita awal, tengah dan akhir)
2.       Tentukan tokoh yang unik
3.       Tentukan konflik khas anak-anak
4.       Tentukan alur yang pas dan cantik (belokan alur)
5.       Tentukan ending yang sesuai dengan anak-anak, hindari meminjam mulut orang dewasa


Diskusi seru mengenai Tips Menulis Cerita Anak Ala Naqiyyah Syam 

Tak menunggu lama, teman-teman sudah ingin bertanya dan berdisusi  mengenai cara mengesekusi ide. Dodi bahkan sudah mempunyai konsep untuk calon cernaknya. Desy sudah mempunyai alur yang bagus dari ide cernaknya. Rahmat juga sudah punya konsep buku komik. Wow, mantap!

Tak cuma cernak yang kami diskusikan. Mardinata (Mantan Ketua FLP Sumbar) juga menyorot koran lokal yang memiliki Rubrik Cerita Anak, tapi isinya belum memakai bahasa anak-anak. Bahkan kolomnya sering dempet dengan iklan. Ini menjadi kegelisahan kami bersama agar suatu hari kelak Rubtik Cerita Anak di koran, terutama di koran yang ada di Sumbar akan lebih memperhatikan pembaca cilik.

Usia diskusi kami foto bersama, sedih banget ini perpisahan aku. Terakhir ikut kegiatan FLP Sumbar sebelum pindah ke Lampung. Terima kasih ya teman-teman, terima kasih juga Dewi K Sutra atas hadiahnya, brosnya cantik deh hihi... mohon maaf jika diskusi kita kurang berkenan. Lanjutkan perjuangan dan keren, salut deh buat potensi FLP Sumbar!

Nah, sahabat Smart Mom, itu tips sederhana yang dapat aku sampaikan. Jika teman-teman ingin belajar menulis cerita anak lebih profesional, aku sarankan untuk ikut kelas menulis yang telah aku rekomendasikan di atas, dijamin makin semangat menulis. Itulah pengalamanku dalam berbagi Tips Menulis Cerita Anak Ala Naqiyyah Syam, semoga bermanfaat!



Bersama tim pengurus FLP Sumbar



Salam Literasi dari FLP Sumbar



14 komentar:

  1. Di Serang tak ada FLP, jika ada ingin rasanya saya dan anak saya ikut juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Insya Allah saya carikan info Mbk, semoga ada kelas menulisnya FLP Serang.

      Hapus
  2. Udah lama banget gak nulis cerita. Berasa deh kakunya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya ayolah nulis lagi, pasti bisa.

      Hapus
  3. huhhuu.. aku nggak bisa nulis cerita2 bginian, klo nonfiksi lbh seneng sih mak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya passionnya beda, wis nulis traveling aja hihihi

      Hapus
  4. Baca postingan ini sedikitnya membukakan semangatku yg senang & produktif menulis cerita fiksi sjk kecil. Sayang semenjak vakum dan mati ide banting stir ke ngeblog jadi terbengkalai untuk menggeluti pasion menulis.Semoga bisa kembali menekuninya🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangat Mbk, ayo dicoba pasti bisa!

      Hapus
  5. yahh... kumpul terakhir di FLP Sumbar nih ya mbak...
    terima kaish banyak untuk resep menulisnya ya mbak NAqy...
    brmnfaat skali hee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya perpisahan hiiks... semoga bermanfaat ya.

      Hapus
  6. Pernah nulis cernak, sering kirim media tp baru satu yg dimuat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, udah keren itu Mbk, ayo semangat, aku juga mengalami penolakan dan tidak dimuat hahahah

      Hapus
  7. Waah makasih sharingnya mba...
    Krn punya anak sy jd suka baca cerita anak.
    Meskipun idenya kebanyakan sederhana tp entah kenapa cerita anak itu menjadi menarik n membawa kita ke masa kanak2 yaa...
    Dan itu yg buat saya kok susah ditiru. Rupanya bahasa anak2 itu ya kuncinya

    BalasHapus
  8. Waah langsung saya save mba :)
    Sayangnya dulu masa kecil saya agak suram mba. Hihi.. Kalau based on true story mah malah jadi cerpen sedih ya. Hihi..
    Eh ada nggak sih cerpen anak yg mellow mba? :)

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...