Selasa, 20 September 2016

[Bedah Buku] Meraih Mimpi Dengan Beasiswa Ala Abellia Anggi Wardani



Matahari pagi menyinari Lampung dengan hangat. Pagi itu dengan semangat aku menuju Unila. Sudah sejak seminggu sebelumnya sahabat kami dari Tapis Blogger, Rinda Gusvita mengajak ikut acara Bedah Buku Meraih Mimpi Dengan Beasiswa. Acara yang menghadirkan langsung penulisnya buku bernama Abellia Anggi Wardani. Aku dan Heni Puspita pun menyanggupi untuk hadir. Alhamdulillah suami acc. Pas minta izin bilang begini, “Abi, Ummi mau ikutan bedah buku di Unila ya,” ternyata suami sudah tahu dari group pertanian. Jadi langsung acc deh, duuh senangnya :)

Pukul 10.30 WIB aku sampai di lokasi. Awalnya nanya ke suami di mana Gedung D Pertanian. Suami malah bilang, “Itu tempat Abi kuliah,” enggak dijawab detailnya, huaah... akhirnya nanya dulu deh. Tak lama ketemu deh gedung bertingkat berwarna hijau tempat acara. Tak ada tanda-tanda acaranya kecuali ada bendera kuning bertuliskan BEM .

Dari kejauhan kulihat Mbk Heni sudah di lokasi. Ia sedang menelpon dan membawa plastik. Hoho...taukah Smart Mom, yang dibawa bumil keren ini bantal. Tuh, bumil aja semangat meraih ilmu, sampe bawa bantal demi pinggang dan duduk nyaman, salut deh!

Kami pun berjalan ke lantai atas menuju tempat acara. Tampak ruangan sudah penuh dengan peserta. “Bu, peserta bedah buku ya? Masih ada bu, silakan tunggu di ruangan sebelah saja!” ujar panitia. Oh, ternyata sesi bedah bukunya dipindahkan setelah acara mahasiswa. Oke deh gak papa, kita mah emak-emak kesempatan buat ngobrol dulu, hehe...untungnya ruangan di sebelah full AC jadii ngadem banget hahaha.... tak lama bergabung Rinda Gusvita, kami pun mengabadikan ngobrol cantik kami bertiga. Sayangnya, sinyal hp hilang di dalam ruangan ini, huaaah.....

Aku, Rinda Gusvita dan Heni Puspita

Tak sampai 30 menit menunggu, acara bedah buku pun dimulai. Kami bersiap ke ruangan yang memuat lebih dari 50 peserta bedah buku ini. Di sebelahku sudah ada penulisnya, tapi belum sempat ngobrol hehe....

Acara dibuka dengan MC yang cetar, khas mahasiswa banget deh, duuh jadi terkenang masa zaman mahasiswa. Haha...curcol deh ya, zaman mahasiswa tuh senang bangetlah buat acara kayak gini. Walau dulu kok ya baru cinta jurusan setelah semester 8 hahaha...

Balik ke acara Bedah Buku Meraih Mimpi Dengan Beasiswa ini, Penulis buku ini masih single loh, cantik dan ramah. Ngomongnya juga lembut dan intonasinya pas banget (lho, kok jadi kayak juri super Star? :p ) Maaf ya,hihi... Abellia Anggi Wardani membuka wacana peserta dengan menampilkan quote yang sangat bagus.

Baca Juga : Cinta Jurusan di Semester 8

Abellia Anggi Wardani, mendapat 10 beasiswa dalam dan luar negri

Raise Your Glass
When life gives you lemon go ahead make lemonade

Peserta diajak mengartikan apa sih yang dimaksud dari kalimat itu? Lalu ada lelaki dari BEM menjawab dengan tepat sekali. Ya, begini kira-kira yang dimaksud ya, “Jika hidup kita ada tantangan jangan menyerah, jadikan sebagai peluang.”

Abellia bercerita, dulu Saat SMA ia memang jurusan Bahasa lalu saat kelas kelas 3 dia ingin sekali kuliah psikologi UGM dan belajar ikut bimbel. Lalu dia memasukkan lamaran PMDK ke UGM jurusan Psikologi dan Bahasa Inggris dan Ia juga mendaftarkan PMDK ke UI memilih Sastra Perancis dan Sastra Australia (benar gak ya, takut salah nulis, hahha...).

Tanya dong Mbk Abellia :)


Saat Mei, lagi ujian sekolah, seprang guru menyalami “Selamat ya!” Abellia kaget sekali! Ternyata ia lulus UI dan seminggu kemudian dapat kabar gembira lagi ia lulus UGM. Waaah, hebat ya? Abellia keren deh!

Abellia mengaku sempat galau memilih UI atau UGM. Akhirnya Abelia mantap memilih UI.


“Saat pertama masuk UI ya, kayak anak daerah lainnya, aku mengalami juga shock gitu. Tekanan pertama terjadi sekitar 3 bulan. Tapi, untungnya aku tinggal di asrama kumpul dengan anak daerah. Setelah banyak nangis, lalu setelah nyebur serta berusaha aja. Abelia pun akhirnya mengambil konsekuensi." kata Abelia.

Agak ambesisus ya, "I name it, i get it," ujar Abellia. Ia pun menuliskan impiannya di dinding kamar yaitu bertuliskan Perancis 2011. Namun dalam perjalanan waktu ia menulis impiannya dengan Perancis 2011/ Belanda 2011.  “Setiap bangun tidur aku melihat itu, jadi kebawa ke alam bawa sadar mengarahkan kalian untuk mendapatkan goal,” ujar Abellia.


Meraih Mimpi Dengan Beasiswa Ala Abelia Anggi Wardani
Mimpi Abellia Menuju Perancis

"When you want something, all the univese conspiresin helping you to achieve it" Coelco

Abellia juga menceritakan proses ia mendapatkan visa. Dengan uang terbatas, Abellia akhirnya mendapatkan rekomendasi dari tempat ia bekerja. Sampai di Belanda, 1 bulan di sana. Abelia mengalami hal yang membahagiakan. Sudah posting foto dan lainnya. Ternyata sampai 1 bulan kemudian dapat kabar yang membuat ia harus jungkirbalik saat aplikasi ditolak, Abellia pun menangis.



Namun, tak ada pilihan Abellia harus bertahan. Ia pun mencari cara untuk bekerja demi mengcover kehidupannya. Tak lama profesornya memberikan kabar kalau ada program baru orang indonesia melakukan riset dan bisa mengcover sampai dia lulus. Yes, akhirnya Abellia bisa tenang.

"Fake it 'til you make become it" – Cuddy

Tips menjadi sukses, mencoba sajalah pura-pura bisa! “Pura-pura bisa aja, bicara kayak motivator terkenal, lihat videonya. Aku juga deg-degan awalnya bicara depan umum. Lama-lama akhirnya jadi bisa.”



Berawal saat kuliah, Abelia mendapatkan nilai C. Padahal dia termasuk siswa pintar di sekolah asalnya. Nilai UN untuk Bahasa jerman saja 10 lho! Wow, ya?

Lalu, Abellia bertekad, ia harus mengejar dan tak mau dapat nilai C lagi. Sejak itu Abelia selalu belajar dulu materi sebelum dosen menyampaikan. Ia melist apa saja pertanyaan yang bakal keluar oleh dosen saat belajar di kelas. Abelia pun rajin ke perpustakaan.

“Setiap dosen mau nanya apa. Dibuat list. Disiapkan, selalu siap dan nunjuk tangan. Sampai dosen bilang, Jangan kamu deh!" ujar Abelia dengan senyum ceria.
 
peserta duduk menyimak dengan serius tapi santai :)

Sambil nyimak, foto dulu dong :)


"You are what you love"
 
Abellia mengajak peserta yang untuk melakukan yang disukai. “Kalian akan menonjol dan bisakan yang terbaik.” Pesannya.

Melihat presentasi Abelia ini, aku terkesan sekali. Ia masih usia 26 tahun dengan gigih meraih mimpinya. Ia bertahan untuk mengalahkan ibu kota (kuliah di UI) dan berkarir hingga ke Luar Negri. Menurutku, anak muda haruslah punya cita-cita tinggi seperti Abel ini J kalau emak-emak kayak aku ini masihkah ada kesempatan mau kuliah dengan beasiswa? Hihii...


Bedah Buku Meraih Mimpi Dengan Beasiswa Oleh Rinda Gusvita

Rinda Gusvita membedah buku Meraih Mimpi Dengan Beasiswa

Lalu, sesi berikutnya di ulas oleh Rinda Gusvita mengenai buku Meraih Mimp Dengan Beasiswa. Rinda sendiri seorang dosen muda di Institut Teknologi Sumatera. Rinda bercerita saat semester 3, IPKnya turun hingga 2,5. Ia pun ingin mengecar beasiswa tapi susah jika lewat IPK, Rinda lalu aktif di organisasi di  HMJ dan ISO. Rinda juga aktif menjadi relawan PMI. Tak hanya itu, Rinda juga masuk seleksi jadi mahasiswa berprestasi dengan IPK di bawah 3,5 lalu daftar di Beasiswa ASIA dan akhirnya dapat beasiswa kuliah S2 di UGM.


Rinda Gusvita membedah Meraih Mimpi Dengan Beasiswa 

Rinda mengatakan, buku Meraih Mimpi Dengan Beasiswa karya Abelia ini sangat bagus dan memandu orang untuk meraih beaiswa. Kalimatnya mudah dicerna. Rinda bahkan banyak mengoleksi buku panduan meraih beasiswa, tapi baru merasa sreg dan klik setelah membeli membaca buku ini. Rinda lalu berkenalan dengan penulisnya dan sukses acara ini membuat acara ini sangat menarik J

Menurut Rinda Gusvita Keunggulan buku Meraih Mimpi Dengan Beasiswa :

1.   Di buku ini diceritakan kalau beasiswa bukan hanya untuk IPK yang bagus, bukan hanya bahasa inggrisnya yang bagus. Beasiswa juga didapat dari person to person.
2.   Di buku ini diyakinkan 99 % dapat beasiswa kalau bisa applay. 1% keberuntungan.
3.   Keuntungan buku ini juga ada daftar alamat penerima beasiswa dan di buku dijelaskan follow media sosial untuk menerima beasiswa.
4.   Buku ini seperti curhatan dengan teman. 
5.   Ada bimbingan menulis dengan baik. Contoh essay dan lainnya.

Rinda sendiri sudah membuktikannya. Rinda sudah mengirimkan aplikasi beasiswa dan membuat rencana tahun ke Belanda tahun 2018. “Aku rajin membuat story board, membuat ceklist impian untuk ke Belanda 2018,” papar Rinda.
Pesertanya banyak loh :)


Pertanyaan dari peserta pun mengalir deras mengenai bagaimana mencari feel padahal masuk jurusan yang tidak diminati. Bagaimana mencari beasiswa di luar negri, hingga aku sendiri bertanya bagaimana beasiswa yang terpentok dengan umur (huhu...usiaku udah 36!) dan berbagai pertanyaan seru lainnya. Alhamdulillah aku terpilih dapat door prize, yeeee...dapat buku gratis dengan tanda tangan dari penulisnya. 






Makasih ya Abellia dan Rinda. Semoga kalian sukses. Thanks juga buat BEM UNILA  yang sudah memfasilitasi acara super keren ini, semoga lain kali makin banyak ya acara kayak gini. Sayang ya enggak ada foto bersama dengan semua peserta dan panitia, hahaha.....
 

44 komentar:

  1. Aku suka banget dengan kutipannya, "Fake it 'til you make become it" – Cuddy

    BalasHapus
  2. Wah keren bgt prestasinya. Salut!

    BalasHapus
  3. Ya allah ngenes banget ceritanya mba Abel, kalau di negeri sendiri ditolak kuliah bsa pulang, lah udh sampe eropa, aduh mama sayange...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, dan dia sukses bertahan plus berhasil

      Hapus
  4. Aku suka perumpamaan lemon itu! Kadang hidup tuh emang ada pahitnya dulu baru manisnya. Suka sama perjuangannyaaaa. Thanks for sharing kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama kakak, senang bisa bermanfaat

      Hapus
  5. Aku belum pernah dapat beasiswa luar negeri. Dan aku pengeeenn. Makasih iden bukunya mbaaa

    BalasHapus
  6. Aku jadi kepingin kuliah di luar negeri.

    BalasHapus
  7. Ye..Rinda Gusvita aku pernah ketemu pas di Padang.. anaknya cerdas and cool salam ya mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kak Yurmaaaaa.. Ah, jadi Rindu rindu malu gitu. LOL.

      Hapus
    2. Oke, iya Yurma ntarr disampaikan.

      Hapus
  8. Jadi pengen nyoba lagi, hihihi.. Dulu sering nyoba dan ditolak, efeknya bikin galau bertahun-tahun.. Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo jangan galau, coba lagi semoga sukses ya

      Hapus
  9. Ah, jadi kangen dengan Rinda, nih. Abelia dan Rinda, 2 blogger muda yang luar biasa. Mereka selalu berusaha, pantang menyerah. Inspiratif sekali, Mbak Naqqiyah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga kangen Mbak Susiiiiii... huhu... belum jodoh ketemu di Bali ya kitaaa :(

      Hapus
    2. Wah, udah kenal ya? Iya anak muda yang kreatif dan pintar ya

      Hapus
  10. Duh... gimana rasanya, survive di negeri orang. di Eropa pula. Syukurlah sudah terlampaui dengan sukses.

    BalasHapus
  11. Keren sekali mba Abelia itu, contoh pemudi Indonesia yg membanggakan. Kabar bahagia setelah sejak kapan hari kita geger gegara selebgram yg itu deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget.Masih banyak anak muda Indonesia yang keren2 ya.

      Hapus
  12. pengen juga ah dapat beasiswa

    BalasHapus
  13. Patut dibeli nih bukunya buat referensi..pengeen kuliah lagiii hiks hehe jadi curcol

    BalasHapus
  14. Mbak Abel ini keren pisan. Sayang ya sinyal di gedung ini macet banget. Atau mungkin sengaja biar mahasiswa nggak fokus ama smartphone hi hi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, agak sebell kemarin sinyal hp hilang timbul hiiks...

      Hapus
  15. Mesti beli dua buku ini deh, agar anak2ku termotivasi meraih beasiswa :)

    BalasHapus
  16. Bagus nih bukunya...bisa buat motivasi anak2ku untuk raih beasiswa. Unik juga tipsnya..mau sukses kita harus pura2 bisa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, bukunya unik dan bahasanya kayak kita ngobrol aja.

      Hapus
  17. Sosok seperti Abelia inilah sosok inspiratif yang semoga akan menular ke generasi muda lain ya.
    Keren mba

    BalasHapus
  18. Pilihan Abel sastra Rusia, Mbak Naqi. Huhuuu...ulasannya mantappppp. Terimakasih banyak-banyak. Tapi aku belum puas dengan ini, next time kita buat yang meriah yaaaaa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, thanks ntar aku edit. Oh ya makasih ya sudah ngajak ikutan. Acaranya membuat semangat lagi menimbah ilmu :)

      Hapus
  19. Serunyaaa... Sayang aku nggak bisa ikutan, hikss...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya seru, tapi dirimu kan ikutan acara yang tak kalah serunya.

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...