Kamis, 13 April 2017

Pengalaman Mendampingi Mas Faris Munaqosyah Juz 30





Assalamualaikum sahabat Smart Mom,

Pengalaman Mendampingi Mas Faris Munaqosyah Juz 30. Hari ini aku mau cerita pengalaman mendampingi Mas Faris munaqosyah Juz 30. Oh ya, Mas Faris sebenarnya sudah tes hapalan Juz 30 saat kelas IV di Padang. Tapi, saat akan  pindah ke SDIT Permata Bunda 1 Lampung, kepala sekolahnya bilang nanti akan dites lagi.

Nah, Mas Faris saat ini lagi menghapal Juz 29, lalu pas disuruh tes Juz 30, susah banget mau mengulang di rumah. Banyak deh alasannya, ya main, ya capek, ya mau mengejar Juz 29 aja, sampai akhirnya Ummi lupa karena kesibukan ini dan itu, hiiks...


“Ummi aku nyerah aja ya!”
“Loh apa itu?”
“Mamas nyerah aja hapalan Juz 30!”

“Eh, emang kenapa? Kapan tesnya?”

Ow, aku sempat panik saat Mas Faris bilang nyerah. Apa itu menyerah? Kok belum mencoba sudah menyerah? Memang beberapa minggu sebelumnya ketemu Bu Tri yang menjadi pengurus perpustakaan sekolah. Bu Tri sempat tanya apa Faris ikut munaqosyah? Aku bilang Faris sudah didaftarkan wali kelasnya.



Waktu berjalan cepat, ternyata Faris di munaqosyah pertama belum ikut. Faris mulai menyerah karena belum setor sampai tuntas. Aku sih enggak terlalu memaksakan, tapi sempat sedih aja dengan “menyerah”. Hingga suatu hari ada WA dari guru tahfidznya bahwa Faris diharapkan ikut munaqosyah 2 Juz 30 tanggal 7 April. Waaah, aku sempat nulis status di FB loh.

Lalu, beberapa teman memberikan semangat dan memberikan doa. Ada tips juga dari guru tahfidz di SDIT PB 1. Dari status yang aku tulis, maka aku melakukan pendampingan persiapan Faris munaqosyah Juz 30 sebagai berikut :

1. Bicara dari Hati ke Hati

Faris sempat ngambek untuk melanjutkan munaqosyah Juz 30. Faris mau melanjutkan hapalan Juz 29 saja. Faris mau menyerah. “Teman Mamas ada loh, Mi yang nyerah,” tapi aku tidak mengizinkan. Aku beri semangat ke Faris betapa bahagianya jika hapan Al quran kia banyak. Abinya juga video call, “Mas Faris pasti bisa, di Padang kan sudah pernah tes Juz 30, sekarang pasti bisa!”

2. Mendampingi Menghapal
Ini cukup berat apalagi tugas ini biasanya Abinya, ada jadwal khusus setelah maghrib. Kadang aku repot juga setelah maghrib anak-anak pulang dari masjid minta makan, nemani belajar, dan kalau ada tugas DL bakal buka laptop juga. Maka, aku off dulu mengejar lomba blog atau menulis DL. Aku fokus mendampingi Faris menghapal. Ini termasuk aku ikutan menghapa, membuka juga Juz 30 (hoho...suka hilang hapalanku).

3. Menjaga Mood
Ini perlu banget, aku harus menjaga mood Faris agak tetap happy. Faris jika sedang senang biasanya mau konsentrasi. Salah satunya aku masakan cumi-cumi kesukaan Faris. Selain itu, aku juga mengkondisikan Fatih dan Aisyah agar tetap tetang saat jam menghapal. Aku juga membatasi Faris bermain games di hp. Sesuai kesepakatan sehari 1 jam saja. 



4. Bertahap
Seperti pesan guru tahfidz Faris. Kalau dalam 4 hari ada 8 surat, berarti diperlukan sehari 2 surat. Sayangnya, Faris malam jelang hari pertama ngambek, maunya menghapal 1 surat saja, yaitu An Naba’ aku sempat tarik napas panjaaaaaaang, deg-degan bangets. Siang saat menjemput mengantar bekal, Faris bilang, “Sudah setor Mi An-Naba’ nanti saiang 1 surat lagi, alhamdulillah. Aku senang sekali...

5. Al quran Speaker
Aku membeli alat ini sebelum ada pemberitahuan Faris akan munaqosyah. Aku sengaja membelinya untuk memperbaiki bacaan tilawahku. Sudah pernah ikut tahsin, tapi berhenti di tengah jalan. Sulit sekali konsentrasi belajar karena Aisyah maunya main di luar ruangan. Akhirnya aku berhenti. Dengan speaker ini aku dapat mendengar Murattol sambil nyuci, sambil ngetik, sambil menyusui loh! Tak hanya murratol, tapi juga Al Matsurat, Dzikir doa, ceramah Aa’ Gym, Ust. Yusuf Mansur dan lainnya. Aku beli dengan temanku seharga 300K.





6. Kerjasama dengan Guru
Ini aku minta tolong wali kelas Faris untuk memberikan motivasi agar Faris termotivasi menghapal. Aku juga berjanji untuk mendampingi di rumah. Faris juga kian semangat.

7. Doa
Tak ada daya kekuatan selain kekuatan itu dari Allah. Perbanyak doa agar Allah mudahkan dan lancarkan hapalan Faris. Alhamdulillah Faris sudah selesai  munaqosyah Juz 30 untuk kedua kalinya. Semoga nanti kelas 6 sudah hapal Juz 29. Insya Allah semangat menghapal Al quran tidak sebatas akan adanya munaqosyah  saja, aamiin. 

Nah, sahabat Smart Mom itu ceritaku Pengalaman Mendampingi Mas Faris Munaqosyah Juz 30, semoga bermanfaat ya! Lalu,  bagaimana teman-teman mendampingi anak agar cinta Al quran? Share dong! 

15 komentar:

  1. sama nih nawra juga sedang menuju 29

    BalasHapus
  2. Barokaullohhu Fiikum. Semoga Allah mudahkan kaum muslimin mencontoh perjuangan Ummi sekuluarga dalam mendidik putranya. Sangat Inspirtaif dan bermakna bagi saya.
    Bisa segera dipraktekkan untuk keluarga muslim.

    Jazakaulloh Khoiron Katsiro

    BalasHapus
  3. Semangat terus mbak, mendidik anak2 butuh kesabaran tingkat tinggi.

    BalasHapus
  4. semangat ya mas Faris, jangan menyerah.. aku juga suka nemenin Shidqi ngapalin surat-surat di juz 29, pakai speaker Quran juga, lebih enak mereka mendengarnya ya

    BalasHapus
  5. Wah, mas Faris hebat!! Semangat terus yaaa.

    BalasHapus
  6. Semangat terus ya, Mas Faris. Insya Allah bisa :)

    BalasHapus
  7. Hebat mbak. Ngajarin Al-Quran sejak kecil dengan cara membuat dia senang. Dulu orangtua saya maksa-maksa jadi saya agak merasa terbebani untuk baca Al-Quran.

    BalasHapus
  8. mas faris dan mba naqiy hebat,
    nggak mudah ya mbak membimbing anak menghafal quran
    aku baca tulisan ini sambil berdoa semoga Ubay kelak mencintai AlQuran dan mau menghafalnya seperti mas fatih
    barakallah

    BalasHapus
  9. Keren mas faris. Semoga menjadi penghapal Al-Qur'an dan membuatkan mahkota buat bundanya di surga kelak... aamiin...

    BalasHapus
  10. Semangat dalam mendidik anak2nya mbak, biar jadi anak yang di banggakan.

    BalasHapus
  11. tfs yuk.. simpen buat anakku yang mulai ngapalin juga

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah, Mas Faris hebat

    BalasHapus
  13. Luar biasa kakak faris. Semoga hafalannya dilancarkan seperti kakak wirda mansyur ya :)

    BalasHapus
  14. ibuku punya Al Qur'an speaker. Beliau senang tiap hari rumah dipenuhi bacaan ayat suci.
    haduh aku deg-degan gimana nanti kalau Sid belajar hafalan

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^