Sabtu, 08 September 2012

Audisi Menulis Majikan vs Pembantu

Syarat-syarat:

- Naskah berupa FTS 3-4 halaman A4, TNR 12,margin 3333, dan spasi 1,5.

- Kirim ke futicha.turisqoh@gmail.com

- Judul e-mail: MAJIKAN VS PEMBANTU-Judul naskah-Nama penulis

- Sertakan tips-tips menjaga hubungan baik antara pembantu dengan majikan plus biodata narasi di bagian akhir naskah.

- Naskah boleh pengalaman sendiri atau menceritakan orang lain.

*Deadline: 30 Oktober 2012

Reward:

*Akan dipilih 20 naskah terbaik yang berhak mendapatkan masing-masing buku terbit dari Puput Happy Publishing
plus e-sertifikat

* 3 naskah terbaik akan mendapatkan hadiah pulsa atau uang

Yap! Pokoknya ditunggu naskahmu sebelum 30 oktober 2012.


Salam,
Puput Happy

NB:
Juri: Nenny Makmun

Mau jadi PENGUSAHA ATAU KARYAWAN...?


Suatu hari ada seorang teman yg mengikuti acara seminar Menjadi Pengusaha Sukses.

Pembicara utamanya adalah seorang Pengusaha Sukses di bidang Bimbingan Belajar, Sebuah lembaga yg konon telah berhasil membantu anak-anak menjadi PINTAR dan Juara di sekolahnya.

Di pembukaan ceritanya beliau berkata...

" Hari ini Saya benar2 terkejut dan sedang stress karena sy dapat berita anak saya jadi juara 3 di kelasnya...?

Tentu saja seluruh peserta seminar bisa segera menduga dan bisa memahaminya, karena beliau adalah seorang pengusaha sukses di bidang BIMBINGAN BELAJAR gitu lho.... jadi mungkin malu dan stress jika anaknya tidak bisa mencapai Rangking PERTAMA di sekolahnya.

Tapi rupanya ada salah satu peserta yg penasaran ingin kejelasan apa gerangan yg telah membuat sang pembicara terkejut dan stress memikirkan anaknya yg juara 3 di kelas, dan terpancing untuk bertanya;

"Memangya kenapa kok sampe Stress segala pak....? lumayan hebat kan bisa mencapai rangking urutan 3 di kelas, zaman sekarang pelajarannya anak sekolah kan makin susah2?"

Lalu sambil tersenyum sang pembicara berkata..

"Oh bukan itu masalahnya mas...."
"Saya itu stress jika anak saya masuk rangking di sekolahnya, saya justru lebih senang jika dia biasa2 saja dan dapat urutan belakang di kelas..."

Wah si penanya jadi bingung dan makin penasaran dengan jawaban sang pembicara;

"Lho kok bisa begitu pak...?" katanya menimpali.

"Iya memang begitu" jawab sang pengusaha yg sekaligus pembicara di acara itu dengan tenang dan nada datar;

Lalu sang pembicara tadi melanjutkan;

"Iya karena Biasanya anak-anak yg rangking dan pinter di sekolah sangat amat jarang yg berani jadi pengusaha melainkan kebanyakan hanya menjadi orang suruhan atau karyawan di kantor, sedangkan saya ingin anak saya jadi pengusaha seperti bapaknya.

Sepertinya semua peserta Speech less...!!! mendengar jawaban itu....

Kontan saja ruangan seminar yg di penuhi para peserta itu jadi terasa hening dan sepi....
Rupanya otak para peserta seminar JADI PENGUSAHA SUKSES saat itu sedang berkecamuk pikirannya berusaha mencerna ucapan sang pembicara tadi.

Lalu kehening ini di pecah dengan ucapan sang Pembicara yg berkata;

"Jadi mulai besok sepertinya saya harus lebih banyak mengajak anak saya bermain... persis seperti Bapaknya dulu yang waktu kecil puas banget bermain hingga pada saat dewasa tidak pernah lagi menggunakan waktu bekerjanya untuk bermain seperti kebanyakan para pekerja di kantor ha...ha..."

Katanya sambil tertawa lepas........

Kemudian seminar di lanjutkan dengan cerita pengalaman hidup sang Pengusaha dalam meniti karirnya mulai dari nol hingga sukses....



*copas dari sebuah group*