Rabu, 10 Februari 2016

7 Tips Agar Kakak Tidak Cemburu Saat Adik Lahir



[Parenting] 7 Tips Agar Kakak Tidak Cemburu Saat Adik Lahir itulah yang aku siapkan ketika ingin melahirkan anak kedua. Apalagi kehamilan keduaku cukup jauh jaraknya sekitar 5,5 tahun. Saat itu, Faris sudah TK B. Lama juga ya jarak dengan adiknya? Ini memang awalnya aku sendiri belum siap mau nambah anak. Jadinya aku pakai KB. Nambah anak, menurut pemikiranku dulu, bakal nambah repot, nambah beban, trauma karena Faris kecilnya sering sakit-sakitan. Lalu, aku juga trauma di bully enggak bisa ngurus anak, enggak perhatian, anak kurang gizi dan sebagainya membuat aku takut nambah anak. Okelah, punya anak pertama aku "GAGAL" jadi ibu yang SMART. Soalnya aku masih NOL banget deh ilmunya jadi ibu. Namun, setiap acara aqikahan, melihat bayi lahir, aku kian rindu punya bayi. Ditambah, Faris juga selalu pengen punya adik. Maka, bismillah aku merencanakan kehamilan kedua. Alhamdulillah hamil anak kedua.

Bersyukur Agar Makmur


Bersyukur Agar Makmur


[Parenting] Bersyukur agar makmur. Itulah yang aku ajarkan kepada anak-anakku. Juga kuterapkan pada diri sendiri. Suatu hari, Faris anak sulung ngambek, "Ah, enggak enak! Masa kecil Mamas enggak seru. Orang tuanya miskin!" Jleb banget deh dengar itu. 

Maksud hati, menceritakan masa kecilnya, kami hidup prihatin. Saat itu Faris masih kecil dan sering sakit-sakitan, sedangkan ekonomi keluarga masih morat-marit. Namanya anak-anak ya, waktu ke rumah keluarga, Faris sepertinya berpikir, "Enak banget sih hidup sepupuku," jiaaah... ini selalu dijadikan patokannya. Mana komen Faris pernah begini, "Ummi enak masa kecilnya punya mobil!" Duuh... nak, kalau semua dinilai dengan materi, hidup ini enggak akan habisnya menghitung nikmat.