Rabu, 30 Januari 2013

Terbitkan Merajut Cinta Lansia

Naqiyyah Dkk. Terbitkan Merajut Cinta Lansia
BANDAR LAMPUNG (Lampost.Co): Cerpenis Lampung Naqiyyah Syam bersama beberapa penulis lain menerbitkan antologi berjudul Merajut Cinta Lansia. Naqiyyah kepada Lampung Post, Kamis (27-12) malam, mengatakan buku ini diterbitkan berangkat dengan keprihatinan dengan sikap kurang peduli generasi muda saat ini terhadap orangtua baik dalam perawatan di rumah, ketika bertemu di jalan,hingga berinteraksi di masyarakat.
Buku ini diterbitkan Jendela, lini Penerbit Zikrul Hakim, Jakarta.

Di buku ini terdapat kisah yang menyentuh dari beberapa lansia yang memiliki semangat tinggi dalam mengarungi kehidupan mereka. Mereka mengisi waktu dengan penuh kebaikan tanpa mengeluh walau beberapa penyakit mulai datang. Dari penyakit diabetes, asma, hingga lumpuh.



Ada juga kisah cinta seorang anak dalam berbakti merawat orangtuanya, neneknya atau tetangganya yang sudah sepuh,walau penuh dengan ujian.
Seperti kisah Indah Ip yang menceritakan betapa mamanya sangat beruntung mendapat kesempatan merawat ibunya (oma) di masa tuanya. Kegigihan mamanya menjadi sebuah inspirasi baginya.

Ada juga kisah baktinya seorang anak yang dialami Aprilina Prastari dalam menjaga ibunya seorang penderita lumpuh. “Sudah tujuh tahun ibuku lumpuh, tak bisa bicara, tak bisa berjalan. Tapi dia terlihat sehat. Kadar gulanya normal, begitu juga dengan tekanan darah tingginya. Ibu pun banyak makan meski setelah giginya banyak yang tanggal, ibu hanya bisa makan havermut dan minum susu khusus penderita diabetes.” Tak jauh beda yang dialami Tati Amila saat merawat sang nenek yang dipanggilnya Emak.

Semangat lansia dalam meningkatkan ibadah patut juga kita hargai. Di saat usia mulai tua, mereka makin semangat mengejar ilmu. Kisah ini dialami dan aditulis Nunung Yuni A. ”Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri mendengar ibu kandungku mau melaksanakan salat. Sebagai orang yang sudah berusia lanjut tentu sulit sekali menghafalkan bacaan salat seperti kita yang masih muda. Tetapi ibuku pantang menyerah, meskipun surat dan bacaan salat kadang kurang lengkap, namun dia berusaha untuk selalu melaksanakan salat lima waktu,” ujar Naqiyyah melanjutkan pernyataan Nunung Yuni A.

Naqiyyah mengatakan kita mesti berbahagia jika masih memiliki orangtua. “Jadikan mereka ladang amal Mereka tentu berbeda ketika di masa muda dulu, mereka lebih membutuhkan kasih sayang, perhatian dan kelembutan hati anaknya. Para lansia juga butuh ruang di hati kita. Butuh cinta yang tulus di hati kita. Mereka ingin dikatakan ‘ada’ dengan berbagai kelemahan mereka. Cintailah mereka dan Allah akan memberikan banyak pahala,” ujar Naqiyyah. ASP/U-4



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...