Entri yang Diunggulkan

Meraih Mimpi di #UsiaCantik

Minggu, 10 November 2013

Tere Liye, Penulis Novel Best Seller Dari Sumatera

Di depan Taman Baca FLP Lampung

Pukul 08.30 WIB aku tiba di tempat acara. Agak telat ya, dari janji dengan anak FLP Lampung pukul 07.30 WIB. Via SMS aku sudah izin nih, maklum, paginya aku ada acara dekat rumah. 

Tim Taman Baca Keliling
Sampai Polinela, peserta sudah ramai. Jarwo sudah membuka Taman Baca Keliling FLP Lampung dan FLP Balam, tampak juga xbanner FLP terpasang. Di sudut lain tampak peserta lagi ramai mengunjungi rak-rak buku dari toko buku sponsor acara. 
bazar buku
tempat acara

Akhirnya acara dimulai. Duet MC sungguh menarik, satu berbahasa inggris, satunya menterjemahkan. Belum lagi tampil tim nasyid yang ok banget. Panitia tampak kompak berbatik ria.

Lalu, moderator memperkenalkan CV Bang Tere Liye, yang ternyata pernah sekolah di Lampung. Beliau alumnus  SMA  9 Bandar Lampung (dulu SMA 5), Lahir tanggal 21 Mei 79, anak ke 6 dari  7 bersaudara kelahiran Sumatra diebuah pelosok desa. 

Acara Pembukaan


Tere Liye di Panggung




Tak lama, sosok Tere Liye naik ke atas panggung, dengan kocak beliau langsung bertanya, " Siapa yang datang ke acara ini hanya mau foto bersama saya?" Peserta tak ada yang mau tunjuk tangan. "Jadi, nanti tida ada sesi foto bersama ya!" ujarnya kalem. Peserta ber uuuu... Gregetan. "Ya, kalo mau foto sama saya saja, silakan foto lalu Kalo mau foto ya udah foto saja dulu, lalu keluar dari ruangan," aduuh peserta makin heboh.


Tapi, sudahlah peserta ke sinikan untuk mendapatkan ilmu. Tapi, dengan kocak, Tere Liye melepaskan topinya." Apakah kalian  percaya saya Tere Liye?" ๑ˆ⌣ˆ๑ "̮ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇ƗƗɪ̣̇...

Gaya bicaranya kental ketara kalau Bang Tere Liye berasal dari Sumatera :)

Tere Liye dengan santai bicara, kalo dia nulis di fan page itu sudah dia setting posting setiap saat. "Saya ini penulis fiksi, kalopun nulis tentang hadist, saya  enggak pernah bisa naik pangkat sbg ahli tafsir. Saya penulis ahli flash disk."

Grrr...peserta tertawa.
Foto Tere Liye dari Jepretan Mbk Maya
Dari FLP Lampung
Menulis Fiksi

Tere Liye menulis sejak usia 8 tahun, jika dihitung denggan usianya saat ini 34 tahun, Maka usia kepenulisannya sudah 25 tahun. Lalu, bagaimana dengan kita?

Sejak SMA, Tere Liye sudah menulis di Lampung Post. Menulis banyak hal. Apa yang diketahuinya. Bagi Tere Liye,  menulis tidak bisa diajarkan, hanya bisa ditumbuhkan, seperti menanam
Bicara tentang kepenulisan tidak selesai dalam waktu 2 jam.


Tere Liye di acara ini akan menitipkan nyala api kecil dari hati kecil, tapi dapat  menerangi sepertiga dunia. Seperti Imam-imam zaman dulu yang menuliskan kitab dan dan hadist. Mereka berjalan berkilometer jauhnya demi menulis 1 paragraf saja.


Mengapa Kita Menulis?

Tere Liye memulai dengan sebuah cerita. Wah, gaya Dia mendongeng emang cukup menyihir peserta. Intonasinya pas banget. Memang pendongeng ulung  ˆ⌣ˆ ... Tere Liye bercerita tentang Seekor Penyu, Burung Pipit dan Sebatang Pohon Kelapa

Kok bisa ketemu? Namanya juga fiksi.
Suka-suka Tere Liye dong (peserta tertawa lagi).

Burung pipit, penyu dan pohon kelapa
(Kisah diambil dari fan page Tere Liye )


Ada tiga teman baik, burung pipit, penyu dan pohon kelapa. Ketiga-tiganya menghuni sebuah pulau kecil, persis menghadap samudera luas. Bagaimana mereka bertiga bisa berteman? Satu mahkluk udara, satu mahkluk air, satu tumbuh2an. Jangan ditanya, karena sy juga tidak tahu jawabannya. Dalam membuat sebuah perumpamaan, ada hal2 yang tidak perlu dibahas panjang lebar, karena tidak ada gunanya. Jadi mari fokus saja ke ceritanya. Insya Allah kalian akan suka.

Nah, tiga teman ini sedang saling bercerita, tentang petualangan mereka kemana saja selama bertahun2 terakhir. Si burung pipit mendapat giliran pertama bercerita. Dia bilang, dia barusaja terbang ke pulau-pulau lain, mengunjungi sawah2 luas, menatap kota2 besar, melihat banyak hal, menyaksikan hal2 menakjubkan. Jauh sekali, bisa puluhan kilometer terbangnya. Lincah. Maka pengalamannya tidak terbilang. Seru sekali mendengar cerita si burung pipit. Dua temannya bertepuk tangan senang.

Si penyu mendapat giliran kedua bercerita. Wah, kalian tahu penyu, bukan? Usianya ratusan tahun, dan sesuai siklus, mereka bisa berenang melintasi samudera untuk mencari pasangan dan bertelur. Maka ceritanya lebih dahsyat lagi. Si penyu bilang dia menyaksikan kota-kota di tempat jauh, gedung2 tinggi, budaya dan peradaban berbeda, mereka bisa berenang ratusan hingga ribuan kilometer, penjelajah air yang tangguh. Lebih seru lagi mendengar cerita si penyu ini. Dua temannya bertepuk riuh, senang.

Giliran si pohon kelapa yang bercerita terakhir kali. Aduh, si kelapa bingung mau cerita tentang apa? Gimana sih? Bukankah dia tumbuh2an, ya sudah takdirnya terbenam di tanah, pinggir pantai, tidak bisa kemana2, menyaksikan iri, menonton cemburu hewan2 lain yang berpetualang. Dia tidak bisa kemana2. Dia hanya bisa menatap matahari terbit, kemudian sorenya tenggelam, sunset, hanya disitu2 saja, dipinggir pantai sepanjang hidupnya. Aduhai, apa yang harus dia ceritakan? 

Si burung pipit dan si penyu menunggu antusias. Ayolah si pohon kelapa, apakah kau tidak punya cerita petualangan yang hebat? Dua teman baiknya membujuk. Maka setelah diam sejenak, si pohon kelapa akhirnya bercerita. Tentu saja dia punya cerita petualangan hebat, my dear anggota page. Namanya juga ini tulisan karang2an si Tere Liye, pasti ada sebuah rahasia kecil yang disimpan si pohon kelapa. 

Apa rahasinya? Ternyata sederhana sekali. Lihatlah buah2nya yang ranum, berwarna kelabu, matang, lantas jatuh sendiri di pasir pantai. Air pasang datang menggulung si buah2 kelapa yang terjatuh. Lantas membawanya pergi ke lautan luas. Kalian tahu, buah kelapa itu tahan banting, mengapung, terombang-ambing oleh ombak, ikut saja kemana dibawa, berhari-hari, berminggu2, berbulan2, hingga ke seberang benua jauh tak terbilang, hingga akhirnya kandas sendiri di pantai berbeda, akarnya keluar, tunasnya tumbuh, menjadi pohon kelapa yang tinggi. Itulah petualangan si pohon kelapa. Tidak terbilang ratusan buah2nya yang mengambang, melayari samudera luas.

Si burung pipit terdiam, kemudian berseru, "Amboi, bukankah itu buah2 kelapamu yang tumbuh di pulau seberang itu, Teman?". Si penyu juga tidak kalah berseru, "Astaga, kawan, aku mengenal buah kelapamu yang tumbuh di pulau ribuan kilometer sana. Sudah jadi pohon kelapa yang berbuah lebat. Ternyata itu buah darimu?"

 Maka,  Kata siapa? Kata siapa sih kalau kita hanya ditakdirkan ada di situ2 saja, tidak bisa kemana2, entah karena keterbatasan, entah karena memang sudah nasib, maka kita tidak bisa melakukan hal hebat? Tentu saja bisa. Lihatlah si pohon kelapa di pinggir pantai itu. Dia tidak bisa terbang, tidak bisa berenang, tapi buah2 miliknya melanglang buana kemana2, lebih jauh dibanding si burung pipit dan si penyu. Kita bisa melakukan hal yang sama persis. Kebaikan kita, entah itu melalui tulisan, bantuan, pertolongan, dsbgnya, bisa menyentuh sudut2 dunia. Dan hei, hari ini, dunia toh sudah tersambung begitu rupa oleh teknologi, maka sungguh lebih canggih lagi kesempatan petualangan "buah2 kebaikan" milik kita.

Demikianlah. Mari kita kirim "buah2 kebaikan" tersebut kemana2.

Menulis adalah pekerjaan menebar kebaikan. 

 Tere Liye memberikan kisah, seorang ibu yang pernah mengikuti talk shownya. Ibu tersebut bertanya, "Tere, apa yang saya harus lakukan untuk menjadi penulis?"

"Mbooh, saya tidak tahu," jawab Tere Liye.

"Tapi, saya ingin menjadi penulis," si ibu tetap ngotot.

"Apa saja kegiatan ibu di rumah?"

"Biasalah, namanya juga ibu rumah tangga. Jam 4 saya bangun, memasak, beberes rumah. Jam 6 membangunkan anak, mandikan, mengantarkan anak ke sekolah naik motor. Jam 7 suami saya berangkat ke kantor. Lalu saya mencuci, mengepel, dan lainnya. Baru agak lapang, jam 11 anak saya pulang sekolah. Lalu saya mengejarnya, "Adik makan dulu, jangan langsung main." Lalu, saya mengejar anak saya, menyuap dia makan dan seterusnya hingga jam 8 malam saya baru istirahat.

"Nasib saya lebih sedih dari pohon kelapa." 

"Lalu, apa yang ibu sukai? Ibu punya hobby? Anak ibu ada berapa? Coba  Cerita tentang anak ibu saja." 

"Aduh, anak saya nakal-nakal."

"Ibu sudah menikah belasan tahun, coba tulis tentang keluarga SAMARA,"

"Malu. Nanti suami saya baca, saya kan sering berantem,"

Hadeeeh.  Lalu, si ibu tulis apa saja yang ibu paling sukai,  akhirnya si ibu yang suka memasak menulis tentang resep masakan yang sederhana. 

Dalam 2 tahun setelah itu, Ibu tersebut telah menulis buku tesep masakan yang dicetak dan mendapatkan roualti dalam 1tahun sebanyak 300 juta. Siapa yang paling bahagia di keluarga tersebut? Hayooo jawab sendiri ya :)

Bagaimana Menulis Menarik : 

1. Topik menulis bisa apa saja, tapi penulis yang baik mempunyai sudut pandang yang spesial. 

Contoh : tulis apa saja mengenai warna hitam. Semua orang secara teotitas menulis tentang warna hitam. Tapi ada yang menulis begini : Gadis hitam manis. Sudah tua  masih hitam, manisnya hilang.
Spesial : tidak harus megah, 

Contoh saat Tere Liye melatih mahasiswa di  STT telkom Bandung. Sseeorag menulis tentang hitam : 
Hitam selalu terlalu terlambat, ke sekolah terlambat, ke Mall terlambat, ke les terlambat. Teman-temannya kesal. Sehingga suatu hari teman-temannya, ME-JI-KU-HI-BI-NI-U pergi ke atas tanpa mengajak si hitam. 
Spesial, seakan-akan si Hitam adalah orang dan cerminan warna pelangi yang tanpa ada hitam.
Novel yang laku dari sudut pandang yang berbeda, contoh karya Kang Abik. Ayat-ayat Cinta mengambil setting Mesir, Kang Abik menjadi sesuatu yang berbeda.

Dulu, Kampung Tere Liye dekat dengan hutan. Hiburannya berbicara. Bapaknya  adalah  anak ke 6, bungsu. Keluarga bapaknya setelah pulang dari ladang, berkumpul untuk ngobrol. Mereka ngobrol. Tapi, berbeda dengan 1 pamannya. Bak Wo masuk rumah dan  bergabung dengan keponakan, Tere kecil, berusia 9 th paling senang mendengar dongeng. Begitulah Tere Liye mendapatkan cerita dongeng dari pamannya. Sambil memijat, cerita itu membekas dibenaknya.

2. Menulis membutuhkan amunisi. 
Menulis sama seperti 6 gelas dengan 1 teko. 
Sudah baca buku apa saja. 1 bulan ada yang baca 10 buku? Atau malah lebih banyak membaca status facebook, twitter, komentar sana-sini.
Penulis yang baik, menulis 1 naskah buku. Ia memerlukan membaca beberapa buku. Amunisi penulis itu adalah :  Membaca, mengamati, observasi, mendengar, dll. Banyak orang membaca buku  tidak menjadikan  momen mendapat amunisi, sehingga tidak mendapatkan apa-apa.

3. Ala Bisa karena terbiasa. 
Dulu ketika baru menikah, istrinya belum bisa memasak. Caranya, Ia membeli beberapa buku resep masakan di toko buku dan memulai memasaknya sesuai resep. Diulang setiap hari, hingga ketika 2 bulan masakannya sudah enak.  
Bagaimana menulis yang baik, ya tulis-tulis aja. Setiap hari cobalah menulis 1000 kata, maka Anda tidak akan memerlukan guru menulis lagi. 
Kendalikan diri agar produktif. Manusia modern, menulis 1000 kata setiap harinya. Coba cek, berapa kali SMS setiap hari? Jika 1 SMS adalah  200 kata. Nah, hitung saja.  Berapa kali up date fb, twitter? Manusia modern sehari 1000 kata. Lalu, berapa kali ngetweet dalam sehari? Jika 1 tweet adalah 10 kata, maka dalam 1 tahun ada 5000 kata. Artinya dapat menjadi 3 novel.  Seorang Tere Liye adalah seorang akuntan, Ia menyisikan waktunya setengah jam sehari untuk menulis atau mengetik di depan laptop. Nah, kalo mau menulis tapi tetap eksis di dunia kerjanya, boleh deh niru Tere Liye ^_^


Duduk Manis menyerap ilmu :)
Bersambung di sini :

http://www.naqiyyahsyam.com/2013/11/tere-liye-penulis-novel-best-seller_11.html


29 komentar:

  1. seru selalu deh ceritamu Naqy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih Mbk Ade atas kunjungannya, semoga liputan kecilku membawa keceriaan :)

      Hapus
  2. Menarik mbak, ijin save yah :)
    Makasih sharingnya.
    Eh, baru lihat wajah Tere Liye lho. Katanya biasanya gak mau difoto :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. silakan, Mbk. Iya dia enggak mau difoto menghadap di depan, dia asik tanda tangan, kami boleh foto2 di belakang dia.

      Hapus
  3. Wah, baru tau Bang Tere pernah sekolah di lampung, makasi mba karena udah berbagi cerita

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. seruuu dia pintar mendongeng, gaya ceritanya itu asli enggak bikin ngantuk.

      Hapus
  5. Balasan
    1. ooh ya? suka novel yang mana? kemarin banyak yang curhat mendapat inspirasi dari novel2nya

      Hapus
  6. tere liye ternyata orangnya kocak ya..
    aku kadang2 pernah tersinggung dengan post2nya di Fb yang kadang2 kayak lagi mosi gitu ya.. hahahha
    owh.. ternyata tere liye orang lamung tuh.. terjawab sudah pertanyaanku selama ini,,, enak dong 1 kampung ama mbak naqi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. aslinya bukan Lampung, Mbk. Lebih ke pelosok katanya sekitar perbatasan dengan Sumsel kayaknya. Tapi, sekolah SMAnya di Lampung.

      Hapus
  7. kapan yaa aku ketemu Tere Liye..? pingin dapet aura positifnya.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga segera ya, Mbk. Dia orangnya simple sekali. menulis aja katanya cool man :)

      Hapus
  8. kapan yaa aku ketemu Tere Liye..? pingin dapet aura positifnya

    BalasHapus
  9. sejauh ini saya suka banget sama karya Tere Liye

    BalasHapus
  10. Kereen mbak Cerita dan tips2 buat menulis. Sangat bermanfaat. Terima kasih heeeheee

    BalasHapus
  11. Makasih sharenya yuk.....a menarik....

    BalasHapus
  12. Semakin pengin ketemu. Ingin menyerap semangatnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo Yanti ketemu TL, pasti happy deh

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...