Jumat, 24 April 2015

Memaknai 10 Tahun Pernikahan

design by kawan imut
Hari ini adalah hari istimewa dalam pernikahan kami, yakni 10 tahun pernikahan kami. Sungguh bersyukur bahwa lika-liku pernikahan kami lalui dengan sebuah perjuangan.

Sejak menikah, 24 April 2005 silam, aku dibawa suami tinggal di Lampung Timur, dekat desa kelahirannya. Tepatnya di Desa Tegal Ombo. Di sana, kami belajar berumah tangga. Hingga 1, 5 tahun. Banyak sekali ujian cinta yang kami rasakan. Mulai dari bangkrutnya usaha suami mengelola ikan betutu saat aku hamil  7 bulan, otomatis biaya persalinan minim sekali. Kami coba berbagai macam usaha, dari menjual ikan mas, membuat kolam ikan gurami, ikan patin, menjual pulsa, menjual makanan, hingga akhirnya membuat PAUD Mutiara berkerjasama dengan Salimah Purbolinggo.

Kisah ujian cinta kami, sempat aku tulis di buku ini. Saat itu, Aku SMS-an dengan Teteh Pipiet Senja dan aku mengirimkan kisah pernikahanku. Alhamdulillah aku sebuku dengan orang-orang hebat di buku ini. Saat facebook ramai, aku langsung add penulis-penulis di buku ini :)









Tahun 2007, suamiku mendapatkan pekerjaan sebagai PTT selama 4 tahun. Di sana, aku mengajar di sebuah SDIT bernama SDIT Baitul Muslim.  Rezki, tak lama mengajar, aku sudah menjadi guru bersetifikasi. Kisah aku mewujudkan sertifikasi guru memenangkan lomba kisah sejati di blog. Itulah tonggak pertama aku membuat blog (dibuatkan teman) dan berkenalan dengan blogger inspiratif, Anazkia.


kisah persalinan anak pertamaku
kisah Faris di PAUD

Tahun 2010, suamiku lulus PNS Deptan. Sebelumnya, kami sempat LDR selama 1,5 tahun, hingga akhirnya kami berkumpul. Awal pindah ke Bandar Lampung, kami terkaget-kanget dengan biaya hidup yang tinggi. Kami mengontrak sebuah rumah sederhana di dekat sawah di Purnawirawan 7. "Inilah yang Abi sanggup," begitu kata suamiku. Ya, rumah itu masih semen bata, walau lantai kamarnya telah keramik, tapi masih belum kokoh hingga kami kecolongan, motor yang di simpan di ruang samping digondol maling.

Sejak itu, suami bertekad punya rumah. Rumah sendiri? Aku sempat sulit bermimpi. Oow, dari mana DP-nya? Hutang-hutang sejak bangkrut dulu memang perlahan bisa kami lunasi, tapi tabungan? Kami bahkan tak punya tabungan. Tapi, tak ada yang sulit jika Allah berkehendak, kami akhirnya punya rumah sendiri di tahun 2013.

Tahun 2014 aku hamil anak ke-3. Satu persatu impian kami tercapai. Kami punya rumah, suami lulus tes S2. Lalu, kami pindah ke Sumatera Barat, tepatnya di Padang. Suami kini menempuh pendidikan magisternya di Universitas Andalas.

Semoga ujian pernikahan kami menjadikan kami kuat dan sabar hingga selalu bersama ke syurga, amin.



kisah rumah tanggaku juga ada di sini

Cinta, 
Jika ini namanya cinta
Maka aku ingin membuat sebuah adonan cinta
Dimulai pelan-pelan mencampurkan kasih sayang
Biarkan berkembang
Lalu dibuat matang
Hingga rasanya menjadi bahagia




alhamdulillah saaaah!


pertama kali menyentuhmu

6 komentar:

  1. Aku termasuk ngikuti suka duka rumah tangga mbak Naqi lho sewaktu sering curhat di IMUKA :D Semoga sakinah, mawaddah, warrahmah, berkah ya, mbak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, jazakillah Mbk doanya, begitulah Mbk xixiix....curhat doong biar enggak stres en tetap bahagia :)

      Hapus
  2. Barakallah naqi, semoga samara, sehat dan banyak rezeki diberkahi Allah aamiin

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...