Selasa, 26 Januari 2016

Hari Pertama Faris Masuk SD




Assalamualaikum sahabat Smart Mom,

[Parenting] Ketika Faris sudah pas usianya untuk masuk SD, aku exited banget. Maklum anak pertama. Semua keperluan saat akan masuk SD aku siapkan dengan gembira. Tas, sepatu, buku, pensil, rautan, pengaris, topi, dasi, baju seragam dan lainnya. Teringat saat Faris masih mau masuk SD, ada seseorang yang nyeletuk, “Faris mau masuk SD? Badan kecil begini mau SD?” Gleg! Rasanya nyelekit banget Moms, sakitnya tuh di sini....*nunjuk dada*


Saat aku curhat ke suami, suami menenangkan. Bisa jadi yang memberikan komentar itu tidak paham riwayat Faris masih kecil. Bisa juga latar pendidikan si komen itu enggak paham ilmu parenting, sehingga asal ceplos aja. Iya sih, Moms, kalau kelamaan baper bisa bikin hati panas terus. Obatnya hanya minta Allah gantikan hati yang lebih adem. Enggak mau “terbakar” dengan komen enggak mutu gitu. Betul enggak Moms?

Ada kejadian lucu saat hari pertama Faris masuk SD. Saat itu aku masih mengajar dan buru-buru mau ke sekolah. Faris suah dari pagi siap dengan seragam sekolahnya. Saat ingin berangkat ngajar, aku memberikan colone ke baju Faris. Colone itu khusus bayi milik adiknya, Fatih. Tapi, aku enggak tahu kalau pakai colone itu harus hati-hati, lubangnya besar dan hanya diciprat-ciprat aja, eh aku malah langsung ngasih ke ketiak Faris. Alhasil, baju Faris ketumpahan colone. Huaah, aku mau nangis deh, sangat merasa bersalah banget. Untungnya masih sangat pagi dan oleh Abinya, baju Faris disetrika lagi. Jiaah... Umminya langsung mewek. Duuh...

Faris masuk SD membuat aku bahagia.  Aku ingin memberikan yang terbaik. Aku memilihkan sekolah yang menurutku sangat cocok untuk Faris. Cocok yang dimaksud sesuai dengan kami butuhkan. Kami ingin sekolah Faris dekat dengan rumah agar menghemat ongkos. Saat TK, sekolah Faris cukup jauh dari rumah, sehingga biaya transportasi PP cukup mahal. Memang sih sekolah yang dekat rumah, SD Faris ini masuknya cukup mahal (ukuran kantong kami), tapi kalau dihitung pengeluaran transportasi PP ke sekolah yang lainnya hampir sama saja. Inilah menjadi pertimbangan kami memilih sekolah yang dekat rumah dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki saja.

Namun, berjalannya waktu, saat suami tugas kuliah dan dapat beasiswanya di Unand Padang, mau tidak mau, kami sekeluarga ikut pindah ke Padang. Sekolah Faris pun ikut pindah. Di sinilah mulai kerasa alangkah mahal biaya sekolah anak ya? Memang sih kami memilih sekolah SDIT. Bukan sekolah SD Negri dengan berbagai pertimbangan, seperti pelajaran agamanya, akhlaknya dan lingkungannya. Namun, sempat juga terpikirkan, apakah memilih sekolah SD Negri saja yang biayanya murah atau Home Schooling (HS) saja? Kata temanku, HS lebih mahal karena ibunya atau ayahnya terlibat jadi guru. Modal untuk mengajarkan lebih intensif dan ortu harus konsentrasi. Duuh, kebayang deh kalau aku HS juga, aku takut enggak bisa mobile. Walau latarku pernah menjadi guru selama 6 tahun, HS sempat menjadi alternatif. Suami juga sudah setuju. Tapi... aku belum pe-de, hiks... ntar keluargaku ada yang nanya, “Kenapa anakmu enggak sekolah?” aku belum siap berargumen, entah kelak jika Fatih usia SD.

Saat ini aku sendiri masih mencari metode yang tepat untuk mendampingi anak-anakku belajar. Jika  Faris kelas 1-2 cara mendamping belajarnya berbeda saat mendampingibelajar di kelas 3-4 SD ini. Saat ini aku mulai mengumpulkan buku-buku penunjang pelajaran. Salah satunya buku kumpulan soal SD. Pernah disebuah pelatihan guru, disampaikan cara mudah mempersiapkan anak lulus Ujian Sekolah (Tamat SD) dengan mempersiapkan anak sejak kelas 4. Jadi, anak sudah pelan-pelan belajar soal yang akan diujikan. Aku mau mempraktikan itu. Walau entah kelak Faris akan ikut les menjelang ujian, tapi aku sekarang mulai mempersiapkan mentalnya. 

Nah, Moms, itulah ceritaku dalam mendampingi Faris masuk SD hingga sekarang kelas 4 SD. Semoga kelak disaat Faris lulus SD dapat nilai yang bagus dan dapat memilih sekolah yang Faris inginkan, amin. Bagimana kisah Moms saat hari pertama anaknya masuk SD? Cerita dong! :)

3 komentar:

  1. wah kak faris selamat belajar yaaa...

    biaya SDIT meroket ya mba? aku jadi dag-dig-dug apa kabar biayanya ketika Fathan gede ..
    harus persiapan dari sekarang ni, semangaaat :D

    BalasHapus
  2. Anakku baru masuk TK, Mbak. :D SD-nya masih 1 tahun lagi.

    BalasHapus
  3. Masuk SD pertama untuk 2 anakku berbeda cerita, tapi seru sih mendampingi mereka

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...