Senin, 08 Februari 2016

Catatan Talkshow Tolak Valentine's Day : Mengenal Sejarah dan Bahaya Valentine's Day

Talkshow Tolak Valentine's Day,
10 Februari 2014 di SMAN 9 Bandar Lampung
Saat melihat album foto di facebook, aku melihat ada fotoku bersama anak-anak SMAN 9 Bandar Lampung. Aku jadi teringat, saat itu aku diminta mengisi acara Talkshow bertema Tolak Valentine's Day.  Kebetulan, aku bersama teman-teman pernah menulis buku antologi FF berjudul : Mengapa Harus Valentine's Day? Buku ini diterbitkan secara indie yakni penerbit Indie Publishing.

Sebenarnya, pengen banget nulis buku bertema penolakan Valentine's Day di penerbit mayor, tapi jarang penerbit yang mau menerbitkan buku bertema seperti ini. Padahal, tema ini sangat diperlukan bagi kaum muda agar tidak ikut-ikutan merayakan. Mengapa aku katakan ikut-ikutan? Karena sebagian tidak paham bahkan tidak mau mencari tahu sejarah dibalik perayaan Hari Valentine yang dibesar-besarkan sebagai hari kasih sayang. Nah, kasih sayang ke siapa? Bulan Februari ini sering banget digembor-gemborkan kalau 14 Februari Hari Kasih Sayang. Lah, sayang ke siapa? Sayang ke orang tua kan setiap hari, ke anak-anak? Tapi, lebih banyak itu hari zina nasional, innalillahi... 



Sekarang coba disimak, yuk!

Mengapa Tolak Valentine’sDay
Valentine = Melegalkan Pacaran = Membolehkan Hubungan Belum sah


Perayaan Hari Kasih Sayang yang berlabel enggak jelas itu melegalkan pacaran. Sudah tahukan kalau pacaran sebelum nikah itu HARAM. Tak ada pacaran yang Islami, pacaran selalu menuntut hal yang LEBIH banyak. Awalnya berpegangan tangan, lalu berpelukan, selanjutnya ciuman, lebih jauh meraba-raba dan akhirnya berhubungan badan, Innalillahi....

Seorang remaja pernah curhat kepadaku, bahwa ia awalnya hanya kasihan dengan seorang cowok dan akhirnya menerima untuk pacaran. Si cewek itu berjilbab. Ia ingin mengajak cowok itu berbuat baik. Tidak merokok dan menjadi anak sholeh. Awalnya si cowok menurut, lama-lama ia menuntut. Si cewek akhirnya harus menerima malu karena cowok berani meraba-raba anggota tubuhnya. Si cewek shock dan merasa hina. Ia bahkan tak berani sekolah dan terus merasa bersalah. 

Lalu, salah siapa? Itulah bahayanya pacaran. Nah, budaya pacaran itu biasa, lazim dan lumrah digemborkan lewat Hari Valentine. Di mana semua acara di TV berpink ria menyambut Valentine's Day.

Apa saja pernik Valentine’s Day?



Lihatlah perik Valentine's Day di atas. Ada balon, boneka, coklat, baju, semua serba pink. Siapa yang diuntungkan dengan Valetine's Day? Para pembisnis itulah yang memanfaatkan acara tersebut. Stasiun TV berlomba-lomba mengadakan kuis, talk show mengenai perayaan Hari Kasih Sayang tapi di belakangnya merenguk jutaan keuntungan dari acara "pembodohan" tersebut. Anak remaja yang masih mencari jati diri sering terjebak dengan acara ini. Ya, gimana enggak terjebak wong di mana-mana tergambar jelas kalau orang merayakannya. Lalu, sempatkah mereka berpikir sejarahnya dari mana sih? Kok pada memperingati Valentine's Day? Haram enggak? Sesuai dengan agama Islam enggak?


Diskusi Tolak Valentine's Day 

Sejarah Valentine’s Day


The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa "St. Valentine" yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.

Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan Tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya
.
Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan daripada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (The World Book Encyclopedia, 1998).

Kesimpulan Apa Itu Valentine’s Day

Valentine's Day berasal dari upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Upacara Romawi Kuno di atas akhirnya dirubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine's Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Jadi acara valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan matinya St. Valentine. Hari valentine juga adalah hari penghormatan kepada tokoh nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta. Pada perkembangannya di zaman modern saat ini, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama "hari kasih sayang".

Bahaya Valentine’s Day
Kerusakan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir

Rasulullah SAW berkata : “Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka." (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) 

Kerusakan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman
Kerusakan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti
Kerusakan Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat

"Valentine" sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa". Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)


Kerusakan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina
Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan

Allah SAW berfirman : "Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan." (QS. Al Isro' [17]: 26-27).

Kerusakan Akibat Valentine's Day : Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina
Jadi Pemuda Muslim Bagaimana?

Nah, sahabat muda, jika sudah mengetahui sejarah Valentine's Day. Harusnya ikut dong gerakan Tolak Valentine's Day? Lalu, sebagai pemuda muslim gue harus gimana??
Ada langkah yang bagus buat kamu ikuti :

Duo MC yang kocak
Pada awal usia 20-an, atau mungkin akhir belasan, silakan kamu akan melakukan try and error, mencoba-coba  berbagai bidang. Nah, nanti pada usia  30-an adalah saatnya fokus dalam satu hal, baik bisnis maupun profesi. Tetapi, di akhir usia 20-an, kamu harus sudah mulai membangun pondasi, mana bidang yg akan serius kamu tekuni. Fondasi itu kian kuat, dan ketika kamu masuk usia 30-an, kamu mulai konsentrasi melakukan penguatan-penguatan di bidang itu. Kegagalan kamu dalam membangun pondasi di akhir usia 20-an, akan membuat kamu gagap memasuki usia 30-an. Soalnya bro, jarang banget ya yang langsung sukses kalau memulai di usia 30-an. So, bro...segera fokus dalam hal yang ingin kamu kuasai ya! 
Sukses?

nanya dong bu, boleh ya? :)
Sahabat muda, mau sukses itu bagaimana? Ada beberapa tips buat kamu :
1. Kamu buat proposal hidup. Tulislah apa yang kamu inginkan di usia 10 tahun yang akan datang atau 5 tahun ke depan.
2. Buat target jangka pendek dan jangka panjang.
3. Fokus
4. Kerja keras
5. Jangan menyerah
6. Doa
7. Tawakal

Gitu Sahabat Muda, jadi kalau kamu sukses orang tua juga akan bahagia, tentu ingin dong membahagiakan orang tua :)

Ada puisi juga nih yang keren simak yuk :)

Puisi Mulia 
Karya : Yandigsa

Ada titik merah muda dalam hati
Cinta meledak di Febuari
Nafsunafsu kian membumi
Menuruti syahwat syaitani

Sekotak coklat penghias
Sebucket bunga pelambang
Katanya orang mabuk
(Cinta) kepayang

Duhai sedih hati melihatnya
Beginikah arti cinta? Tidak

Agungkan cinta
Sesuci air wudhu membasuh wajah
Lapangkan hati, murnikan cinta
Hingga gapai cinta hakiki


Cinta Allah, Rasul
Ibu bapak, cinta ummat
Dan kemenangan

Yandigsa
08 Febuari 2014


Sahabat Smart Mom dan Sahabat Muda, itulah Catatan Talkshow Tolak Valentine's Day : Mengenal Sejarah dan Bahaya Valentine's Day yang dapat aku bagi, semoga bermanfaat ya :) Yuk, tahu dulu ilmu sebelum mengamalkan :)

Mari Tolak Valentine's Day

 Talkshow Tolak Valentine's Day : Mengenal Sejarah dan Bahaya Valentine's Day ramai peserta penuh kaya ilmu

Salam Hangat,

Naqiyyah Syam

4 komentar:

  1. Xixixi jadi ingat pas SMP dulu, selalu berpink ria pas bulan Februari :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul Mbk, zaman SMP masih unyu2 ikut2an aja, sekarang udah paham sejarahnya jadi malu deh

      Hapus
  2. Budaya barat yang dibawa ke Indo, didukung oleh media2 besar pula. Pas masih jaman sekolah saya juga ikutan merayakan meski gak punya pacar tp sama temen. Insyaallah skrng uda tobat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mbk, alhamdulillah sekarang udah paham.

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...