Senin, 20 Juni 2016

Cerita Hijrahku dan Gamis Syar’i

Assalamualaikum sahabat Smart Mom,

Aku memutuskan pakai jilbab di tahun 1998. Saat itu aku masih kuliah di semester 1. Ya, masih kuliah unyu-unyu banget kan? Sebenarnya sudah lama diajak sepupuku untuk berjilbab. Bahkan sejak SMP, aku sudah suka baca Majalah Annida dan menyukai jilbab. Tapi, aku belum mau pakai jilbab. Soalnya, aku paham sekali, setelah berjilbab, aku akan meninggalkan semua hobiku. Mau tahu apa hobiku kala itu? Aku suka menari dan peragaan busana hihihi.... bahkan zaman kecil, cita-citaku sebagai pragawati *ooh tidaaak!*

Pakai gamis di tempat wisata tetap pas loh :)

Nah, saat tamat SMA, aku tes AKPER di Curup. Aku diantar ibuku ke Curup. Selama tes itulah pergulatan batin terjadi. Ada yang mengetuk-ngetuk pintu hatiku untuk segera berjilbab. Aku bilang ke ibu dan ibu setuju dengan satu syarat, “Boleh pakai jilbab, tapi jangan dilepas lagi!” ya, itu ibuku enggak mau kayak cewek lain yang suka pakai dan lepas jilbab, bikin malu aja! Jadilah, aku menunda pakai jilbab karena masih takut belum bisa istiqomah.

Waktu berlalu, hingga takdir menentukan, aku diterima di Jurusan Kehutanan Universitas Bengkulu (UNIB), lulus AKPER Negri dan Swasta aku lepas. Ibuku lebih setuju aku menjadi mahasiswa UNIB. Jadilah aku kuliah di Kehutanan. Saat kuliah, kami mendapatkan kelompok mintoring binaan keislaman. Di sinilah bermula aku makin pengen pakai jilbab setelah melihat kakak mintoring ya berjilbab lebar. Sudah cantik, pintar, berjilbab pula. Wah, sungguh mempesona di mataku.

Gamisku dulu dan sekarang, selera tetap sama hihihi...

Lalu, kelompok mintoringku mewakili ikut lomba nasyid antar jurusan. Latihan nasyid setiap hari demi tampil prima. Tahu dong aku itu paling enggak jago nyanyi. Tapi, soal pe-de bolehlah ya diadu hahaha.... jadilah aku ikut nasyid sebagai suara pam-pam doang xixixi....  usai latihan, kami mulai mencari kostum untuk lomba. Setelah disepakati, akhirnya kami memilih pakai konstum gamis biru.

Hari lomba tiba. Aku sudah bergamis sejak dari rumah. Ibu dan kakak-kakak saat itu tahunya aku Cuma pakai jilbab dan gamis buat lomba saja. Dari rumah, aku naik angkot dengan hati penuh bahagia. “Oh, begini ya rasanya pakai jilbab dan gamis?” kok hati jadi tenang ya? Kok pengen senyum aja ya? *senyum bahagia dong* kok hati jadi tenang ya? Olala...pergulatan batinku makin terasa.

Gamisnya bisa buat acara formal loh :)


Di tempat lomba, aku bertemu banyak akhwat yang mengikuti lomba nasyid. Tempatnya di lantai dasar Perpus UNIB. Kami berkelompok ada 5 orang. Aku, Freni, Ima, Yeni dan Nani. Saat itu menyenandungkan nasyid Hijjaz. Setelah tampil, aku dan teman-teman masih mengikuti peserta yang tampil. Saat itu hatiku sangat tersentuh dan akhirnya memutuskan untuk langsung hari itu juga pakai jilbab. Kenapa???

Peserta lomba nasyid berikutnya masuk dan menampilkan nasyid yang sangat menyentuh nuraniku. Membuat aku terlempar di masa lalu. Adalah Lia (setelah nanya ke teman-teman siapa si penyandung nasyid itu), dia bersuara merdu sekali, nasyid Damba CintaMu dari Raihan sanggup membuatku tak berkutik. Aku ingin bertobat. Aku ingin hijrah! Dan hari itu juga aku pakai jilbab dan gamis tidak kulepas lagi!

gamisnya biru, cantik ya?

Sahabat Smart Mom,  itulah cerita hijrahku. Diawal berjilbab aku sudah menyukai gamis. Dalam keseharianku selanjutnya gamis juga sering aku gunakan. Apalagi sekarang model gamis syar’i sudah bagus-bagus loh. Contohnya saja di blanja.com, modelnya cerah dan bergaya. Kamu dapat memilih gamis syar’i untuk ke acara formal mau pun informal.  Belanja di blanja.com cukup mudah loh. Kamu tinggal cek di websitenya mengenai gamis yang kamu inginkan, klink dan pesan deh! Belanja daring begini sangat menguntungkan. Kita tak perlu capek keliling Mall untuk memilih pakaian yang kita inginkan. Cukup klik dari hp saja loh. Jika akad penjual dan pembeli setuju, maka perdagangan elektronik telah dapat dilakukan.  Insya Allah, hemat tenaga dan biaya. Mom berminat pakai gamis di Idul Fitri? Nah, apa persiapan gamis lebaranmu?

33 komentar:

  1. Aku berhijab karena kerja di sekolah islam, belum syari'i, tapi mencoba... :)
    Perlahan-lahanlah...

    BalasHapus
  2. aku belum bli gamis sma skali utk hari rayananti mbak hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehhe semoga segera ada rezeki bisa beli, kalau tak pakai gamis lama aja ya :) yang penting bersih hehehe

      Hapus
  3. Sekarang bajuku kebanyakan gamis, buat semua acara pakainya gamis, krn lbh praktis :D

    Btw th 98 aku masih SD.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku suka gamis, lebih praktis, apalagi dulu aku suka masuk hutan dan naik truk pas praktikum :)

      Hapus
  4. 98 aku jd apaaaa

    aku masih blajar berhijab dan msh blm syar'i

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi Jiah, aku terus belajar dan berproses juga kok :)

      Hapus
  5. Lagi mencoba nyicip bikin gamis lagi khususnya yabg kancing depan buat busui. Gamis sebelum hamil bukan kancing depan jadi ga kepake hiks...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, aku kepake terus gamis kancing depan, masih stok gamis zaman gadis hahaha

      Hapus
  6. Aku belum bisa menetapkan harus pakai rok dan gamis syar'i mbak. Pengen sih... perlahan kali ya, sambil mengupayakan caranya sedikit demi sedikit. Kalau instant...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya pelan-pelan, dipelajari sekaligus praktek, semoga istiqomah ya

      Hapus
  7. Perjalanan hijrah yang luar biasa mbak. InsyaAllah istiqomah selalu ya

    BalasHapus
  8. Aku gak suka warna biru, kenapa ya? Hihihi... Begitu mudah Allah menyentuh kita dgn hidayah ya. Semoga istiqomah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selera itu beda-beda Mbk :) aku dulu gak suka pink, sekarang malah suka hahaha sejak punya anak cewek.

      Hapus
  9. Saya juga bergamis sejak kuliah, hal terberat ternyata bukan mengenakannya ya tapi menjaganya, termasuk juga menjaga tingkah laku yg sampai sekarang masih banyak yg kurang layaknya.
    Itu fotonya yg di candi khas banget layaknya ukhti pas jaman kuliah :D dan gamis birunya bagus juga ya dipadupadankan dengan warna yg beda, bener kalau sekarang banyak gamis cantik2 berkombinasi, dulu kalau mau cantik jahit sendiri. Eh, gamisnya bukan mukanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, masih zaman kuliah ke candi pulang dari Praktek Umum di Hutan Jati Getas

      Hapus
  10. Wah, mb Naqi pakai baju dan jilbab lebar langsung ya. Aku dulu sering pakai celana juga. Baru SMA kelas 2 make jilbab dan skrg mulai rutin pakai gamis. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, tapi pas ngumpul baju gamis, pernah pakai kulot juga, Maklum dulu modalnya ngepas hihi....gamisnya itu itu aja :)

      Hapus
  11. subhanallah...btw itu di borobudur...berarti pikniknya dulu ke Jawa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, jalan-jalan ke borobudur saat kuliah pulang dari paraktek umum di Getas :)

      Hapus
  12. gaya saya jg dari dulu kayanya sama, kalo nggak gamis ya atas bawah dengan kerudung segi empat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ya Mbk. Gaya yang jadul tapi nyaman di hati *eaa itu aku sih*

      Hapus
  13. Wah, Mbak Naqi memilih berhijab di semester 1 ya..kalau saya di baru di semester 4 mbak :)
    Kalau pake yang syari, masih kadang-kadang nih..he..he.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, alhamdulillah hidayah itu datang disaat semester 1 :)

      Hapus
  14. Jadi inget pertama kali pakai hijab :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gimana ceritanya, Mbk? Share doong...

      Hapus
  15. Gamis yang merah cantik mba..
    Elegan...
    Gamisku msh limited n pakenya di acara tertenti aja

    BalasHapus
  16. Gamis yang merah cantik mba..
    Elegan...
    Gamisku msh limited n pakenya di acara tertenti aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbk, gamis merah itu cerah dan enggak norak ya hihi... *pengen*

      Hapus
  17. Akupun punya kisah hijrah dan semuanya unforgetable. Proses itu ternyata enak ya kalo dinikmati. Semoga Allah menetapkan hati kita untuk selalu istiqomah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin, betul ya Ci. Indahnya jika menangkap sinyal hijrah, semoga kita istiqomah, amin

      Hapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...