Rabu, 12 Oktober 2016

Cara Tepat dan Cepat Mengusir Demam Pada Anak Usai Liburan


"Bi, kapan dong kita ke Bukit Tinggi? Masa sih udah mau dua tahun di Padang kita enggak ke Bukit Tinggi? Kataku pada suami.

Ya, tahun lalu kami sekeluarga tinggal di Padang. Kata orang, enggak ke Padang deh kalau belum ke Bukit Tinggi. Jadi, pas ulang tahun pernikahan ke-11, suami mengajak ke liburan ke Bukit Tinggi rasanya senang sekali.

Kami pun bersiap untuk berangkat liburan. Kebetulan tanggal 24 April bertepatan dengan hari Minggu, jadi Faris tak perlu izin sekolah. Suami pun telah memesan sebuah mobil. Anak-anak sudah menyiapkankan bantal kesayangan mereka. Saat hari H tiba, pagi itu aku dikagetkan dengan bibir Aisyah yang bengkak. "Waduh, kita mau jalan-jalan kok bibir Aisyah jontor begini?" ketika mau dicek gigi dan lidahnya, Aisyah berontak dan menangis. Untungnya Aisyah masih mau makan dan minum jus. Olala... mau foto cantik saat liburan malah bibirnya jontor deh Dek Aisyah, hiiks...

Saat mobil pesanan kami tiba, kami pun melaju dengan ceria. Di perjalanan, Faris dan Fatih bermain games yang ada di hp. Sedangkan Aisyah menyusui dengan tenang. Belum 30 menit mobil berjalan, tiba-tiba Fatih muntah. Saat berangkat tadi Fatih menolak makan obat anti mabuk, jadinya muntah deh. Sedangkan Faris  sudah biasa naik mobil antar temput di sekolah, Faris sudah enggak mabokan lagi kalau naik mobil. Kepalaku jadi ikutan pusing mengurus Fatih yang muntah. Kami pun bergantian mengurus dua balita.


Gantian jagain anak-anak, Fatih muntah :( 

Beberapa tempat liburan yang kami kunjungi adalah :

1. Air Terjun Lembah Anai

Saat sekitar 1 jam mobil berjalan, pemandangan sangat indah. Aku sempat kaget dan gembira melihat air terjun di tepi jalan. Namanya Air Terjun Lembah Anai. Tempatnya benar-benar di tepi jalan, sehingga kita bisa melihat dari dekat tanpa harus keluar mobil. Airnya sangat menggoda untuk mandi, sayang kami tak bisa lama di sini. Kami harus memanajemen waktu sebaik mungkin agar tidak kena macet dan kesorean ke Bukit Tinggi.




2. Sate Mak Syukur

Mobil pun melaju kembali. Pemandangan sangat indah. Bikit dan pohon hijau terbentang luas. Namun, perut mulai keroncongan. Kami memilih untuk istirahat di Sate Mak Syukur. 

"Dulu Pak SBY, makan sate di sini lho!" ujar suamiku. 

Wow, rasanya emang enak euy! Beda dengan Sate Padang yang biasa aku makan. Dagingnya lebih lembut dan kuahnya tidak terlalu kental atau encer, pokoknya pas deh dilidah. Harganya memang agak lumayan dibanding sate biasanya, tapi masih terjangkau kok. Di sini kami mengajak anak-anak makan. Faris memilih ikut makan sate, sedangkan Fatih dan Aisyah makan nasi bekal dari rumah.


3. Jam Gadang, Bukit Tinggi

Nah, menjelang dzuhur, kami sampai di Bukit Tinggi. Kami langsung menuju lokasi Jam Gadang yang fenomenal itu. Wah rasanya kayak mimpi bisa ke sini, euy! Aku langsung memeluk suami dan mengucapkan terima kasih. Tempat ini jadi saksi ulang tahun pernikahan kami yang ke-11 :)

Aku juga dapat hadiah yang istimewa dapat bertemu dengan penulis asal Bukit Tinggi Novia Erwida. Siapa yang enggak kenal deh penulis anak yang tulisan cerita anaknya selalu nonggol di Majalah Bobo.

Anak-anak juga senang bertemu teman baru. Novia mengajak anak dan keponakannya. Keduanya akrab bermain balon dengan anak-anakku. Sayang, kami tidak bisa mengobrol lama. Kami harus melanjutkan perjalanan lagi. Faris juga sudah ngambe mau ke Lubang Jepang. Kami pun sholat dzuhur dulu dan makan pecel. 


4. Lubang Jepang

"Umi mau ikut ke dalam atau tunggu di atas saja?" tanya suami. Aku langsung memilih ikut masuk. Saat masuk lumayan horor melihat tangga yang panjang sekali. Kami menyewa pemandu yang menceritakan sejarah tentang Lubang Jepang. Terlihat Faris sangat antusias melihat kondisi Lubang Jepang, tapi di dalam terasa lebih dingin. Fatih muntah lagi di dekat tangga dan akhirnya digendong suamiku.

Aku merinding saat melihat dapur dan tempat korban dulu dibuang ke dalam sebuah lubang kecil, kata pemandu lubang itu langsung ke sungai. Huaaah....sedih membayangkannya :( 




5. Istana Pagaruyung
Perjalanan berlanjut ke Istana Baso Pagaruyung. Tempatnya lumayan jauh dari Bukit Tinggi. Untungnya Fatih sudah tidak muntah. Saat berhenti di rumah makan, Fatih lahap sekali makan dengan ayam goreng pop. Faris dan Aisyah alhamdulillah tidak mabuk. 

Saat di Istana Pagaruyung, suami mengajak anak-anak masuk ke istana hingga ke lantas atas. Sedangkan aku memilih mencoba baju adat minang, hahah...soalnya sampai di sana menjelang maghrib, penyewaan pakaian udah mau tutup.

Anak-anak juga sangat senang sekali dapat bermain mobilan di halaman Istana Baso Pagaruyung. Puas bermain kami melanjutkan perjalanan pulang. Hari sudah malam, kami melakukan sholat Maghrib di sebuah masjid dan makan malam setelah sampai di Padang.



Sampai di rumah sudah malam sekitar Pukul 22.00 WIB, badan terasa remuk semua. Saat pagi menjelma Faris mohon enggak mau sekolah, "Mi, Mamas izin sekolah, ya!" kuraba badan Faris terasa agak panas.

"Ya udah, Mamas istirahat dulu saja, ya!"

Pentingnya Liburan


Wah, memang sih ya liburan itu banyak manfaatnya, salah satunya dapat menjadi charge ruhiyah dan ukhuwah antar anggota keluarga. Bahkan liburan dapat bernilai ibadah jika diisi dengan kegiatan bernilai pahala. Contohnya, tetap menjaga adab safar, banyak berdoa karena doa orang dalam perjalanan itu makbul lho!

Selama perjalanan, kami memberikan nasehat-nasehat kepada Faris dan Fatih. Terutama mengenai sejarah tempat yang kami kunjungi. Jadi, perjalanan kami tak sekedar hiburan semata tapi bernilai edukasi.

Walau emang sih efek liburan itu tidak berlangsung lama, tapi tidak bisa juga lho disepelekan. Orang yang menyempatkan waktu untuk liburan akan memiliki kepuasan hidup lebih banyak, pola pikir yang positif dibanding yang menyepelekan liburan lho!

Hasil penelitian Framigham Heart Study mengatakan selama sembilan tahun mereka meneliti 12.000 orang beresiko penyakit jantung. Nah, untuk itu liburan dapat menyerahkan pikiran, menghasilkan ide-ide kreatif dan solusi untuk bekerja.

Namun, perlu diwaspadai,efek setelah liburan seperti dana menipis atau badan jadi sakit karena kelelahan. Apalagi membawa anak-anak. Seperti pengalamanku di atas pulang liburan eh, si Faris jadi demam, hiiks...


Mengusir Demam


Aku jadi teringat saat pernah ikut Pelatihan Manajeman Awal Anak Demam dan Kejang Demam Pada Anak bersama dr Rahmasari Apriliana di Klinik My Love Child (MLC).


Dapat ilmu di Klinik My Love Child (MLC).


Sebenarnya apa sih yang terjadi saat anak demam? Demam ditandai kenaikan suhu tubuh melewati batas normal. Itu artinya sistem kekebalan tubuh sedang bekerja melawan infeksi, baik oleh virus atau bakteri. Akibatnya anak jadi rewel, lesu, gelisah, susah tidur. Wajah kelihatan memerah, mata selalu berair dan selera makan jadi menurun. Perlu diwaspadai jika suhu yang tinggi karena dapat menyebabkan kejang.

Perlu diketahui kalau demam cuma gejala dari penyakit yang sesungguhnya. Sekitar 30-50 % demam disebabkan oleh infeksi. Penyebab tersering demam pada anak adalah infeksi saluran kemih, pneumonia, gastroenteritir bakterial dan meningitis.


 Yang Harus Dilakukan Saat Anak Demam :


1. Ukur suhu anak dengan termometer. Batas toleransi pada anak adalah 38,5    derajat Celcius. Anak demam jika suhu sudah 38 38,5    derajat Celcius.
2. Kompres di daerah kepala, ketiak dan selangkanagan dengan air hangat (kehangatan tidak melebihi subuh tubuh).
3. Jika berusia di atas 3 bulan, beri obat penurun panas sesuai petunjuk dokter.
4. Kenakan baju tipis dan longgar agar anak tidak kegerahan dan cek sirkulasi udara di dalam ruangan. Atur AC sesuai dengan kebutuhan anak.
5. Anak demam tinggi dan jika terus meninggi, lepas seluruh pakaiannya,dekap dalam pelukan, sehingga panasnya bisa pindah ke tubuh Anda.
6. Selalu beri minum agar tidak terjadi dehidrasi.
7. Segera bawa ke dokter bila :
-      Demam tak juga reda setelah 2-3 hari diobati sendiri
-      Si kecil berusia bayi
-      Anak demam tinggi


Indikasi rawat ginap jika anak dengan resiko tinggi dan orang tua yang tidak kkoperatif dalam mengamati suhu anak dan anak sama sekali tidak mau makan dan minum.

Waspada Demam Menjadi Demam Kejang

Anak tetanggaku berapa kali mengalami kejang demam. Menurut ilmu yang aku dapati dan yang aku baca dari pelatihan di Klinik My Love Child (MLC), kejang demam itu :

1.   Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada suhu rektal lebih 38 derajat Celcius yang disebabkan ekstrakranial (Abdoerrachman, 1997)
2.   Kejang demam biasanya terjadi pada anak usia enam bulan hingga lima tahun dengan puncak insiden pada usia delapan bulan.
3.   Kejang demam juga dapat terjadi pada anak usia tiga bulan (Fetveit, 2008). Sekitar 2-5 % anak di bawah lima tahun pernah mengalami kejang demam (Friedman, 2006).

Perbanyak minum saat demam



Tempra Solusi Obat Penurun Panas Demam




Saat anak demam, kita siapkan obat penurun panas di rumah. Obat ini digunakan jika suhu lebih 38, 5 derajat Celcius. Saat ini beberapa merk obat penurun panas yang ada di pasaran. Obat penurun panas yang aman bagi anak adalah yang mengandung paracetamol.

Pemakaian Obat Mengandung Paracetamol :
-      Keuntungannya tersedia ada dalam bentuk sirup dan drops.
-      Dosis 10-15 mg/ kg BB, boleh / 4 jam
-      Penurunan suhu setelah 30 menit, puncak dicapai dalam 3 jam

Saat Faris demam (11 tahun) usai liburan kami pun mencari obat penurun panas yang cocok. Beruntunglah ada yang mengenalkan Tempra. Tempra juga ada beberapa pilihan sesuai usia anak lho. Jadi, Bunda tak perlu ragu memilih sesuai usia anak.

Dosis Tempra sirup :
2-3 tahun : 5 ml
4-5 tahun : 7,5 ml
6-8 tahun : 10 ml

Tempra mempunyai kelebihan cepat menurunkan panas. Tempra mengandung paracetamol bekerja cepat langsung ke pusat panas. Tempra juga pernah aku coba kepada anak keduaku yang sedang sakit gigi. Ternyata Fatih yang usia 5 tahun aman juga memakai Tempra. Karena aman dan tidak menimbukan iritasi lambung, maka aku pun percaya Tempra sebagai sahabat anak-anakku dikala demam.


Usir Demam dengan Tempra
Selain itu, kemasan Tempra berbeda dengan kemasan obat panas lainnya. Kotaknya sangat kreatif dengan gambar anak-anak bermain di halaman. Di samping ada informasi mengenai pemakaian dan kandungan Tempra. Bunda, jika perjalanan jauh dan penuh goncangan, Bunda tak perlu kuatir karena tutupnya kuat. Selain itu, Tempra syrup sangat cocok bagi anak yang susah makan obat. Tak perlu lagi drama anak menangis saat makan obat. Seperti aku kecil selalu menolak makan obat berbentuk pil. Aku kecil lebih memilih obat syrup apalagi yang pakai rasa jeruk atau anggur, hehe.... apalagi gelas takarnya selalu siap sedia.
Kemasan Tempra yang higenis

Wah, kelak kalau aku dan keluarga liburan lagi, aku tidak akan melupakan Tempra di tas perlengkapan kami. Aku tak mau kalau anak-anak sakit saat liburan atau usai liburan. Ah, sebaiknya aku segera membeli Tempra Paracetamol deh karena sebentar lagi mau liburan lagi, hihi.... 

Tempra dengan beberapa kemasan sesuai dengan usia anak
Siapkan Tempra sebelum liburan



Kalau Bunda, apakah sudah sedia Tempra di rumahnya? Share dong!

 "Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho."

44 komentar:

  1. Cerita pengantarnya seru juga tentang distinasi wisata di sumatera barat.. g ujungnya berlabuh ke tempra.. Mantapp..

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih sudah mampir :) iya nih belok-belok dulu hihihi

      Hapus
  2. Anak baru 1 (mau dua) kalau pergi-pergi esp liburan bawaannya seabrek. Kalau bawa anak 3 pasti lebih rame lagi ya bawaannya he he. No matter what kalau ng ajak anak liburan, obat2an, P3K, dan termasuk penurun panas itu wajib dibawa, termasuk termometer juga.

    BalasHapus
  3. Saya pernah ke Bukittinggi tiga kali. Semuanya mengesankan. Memang betul jika menapak Sumbar tak menjejak Bukittnggi belum bisa dibilang afdhal. Banyak lokasi wisata yang bisa disambangi dan dinikmati seperti di tulisan ini. Mantap deh! (Maaf, nggak komentar tentang usir-mengusir)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi Mas Billy lucu deh, makasih ya. Iya rasanya senang banget bisa ke Bukit Tinggi :)

      Hapus
  4. Terus sehat ya Fatih dan Aisyah.. Biar ummi bisa terus produktif

    BalasHapus
  5. Air terjunnya seger banget kelihatannya ya, Mbak. Mbak.. Ngelewatin itu ga, kelok sembilan ya yang jalan2 berkelok2 gitu? Kece juga kelihatannya jalannya.

    BalasHapus
  6. wah nanti bisa main ke sana bareng keluarga.

    BalasHapus
  7. wah nanti bisa main ke sana bareng keluarga.

    BalasHapus
  8. Bukittinggi punya banyak tempat menarik ya. Sayang aku nggak main ke semua tempat. Usir demam yuk biar anak main dengan bahagia

    BalasHapus
  9. Liburan memang asyik tapi kalo anak lagi sakit jadi nggak menikmati kepikiran anak terus untung selalu prepare obat ya mbak...btw aku suka banget sate mak syukur :)

    BalasHapus
  10. Ngebayangin serunya itu loh. Alhamdulillah semuanya sehat dan aman terkendali. 😊

    BalasHapus
  11. Ya ampuuunn, udah lama sekali aku ga ke Padang, hiks. Terakhir aku SD maakk, waktu masih tinggal di Pekanbaru. Dulu sering lewat air terjun ituuu

    BalasHapus
  12. Liburan membawa anak-anak emang perlu perencanaan dan persiapan yang matang ya Mba. Untunglah maboknya Fatih nggak berlanjut, jadi tetep hepi liburannya :D

    BalasHapus
  13. Pengen lah ke pagaruyung trs foto keluarga pake baju adat Padang. Udah kebayang2 sejak dulu

    BalasHapus
  14. Aku salah fokus sama sate padangnya masa hehhehe. Kalo di jakarta aku sukanya ajo ramon *nyengir*

    Liburan memang penting banget yah kak. Btw waktu kecil aku juga dikasih tempra sama mamaku:D

    BalasHapus
  15. Sate mak syukur di Jakarta ada di pasaraya. Mehong bingitzz tapi endeusss. Jadi pingin ngerasain yang asli....btw cerita liburannya keren banget Naqy :)

    BalasHapus
  16. seru ya kalau ngomongin soal liburan dengan anak-anak mb, aku juga sama mb keluarga tempra, mampir ya mba.

    BalasHapus
  17. Wah sempat ya mba ke tempat2 kece di sumbar.. sayang belum sempat ketemu pas suamiku jg dinas di padang th lalu. Pdhl dr dulu pengen ketemu, sesama flp ceritanya ;)

    BalasHapus
  18. Penasaran sama SUMBAR sayangnya ga ada cabang kantor disana berarti tidak ada dinas luar kota kesana hahaha *ngarep gratis.
    Aku selalu sedia tempra dirumah mba :)

    BalasHapus
  19. Tempra memang lumayan cepat menurunkan demam.

    BalasHapus
  20. Jadi kangen sama sate Mak Shukur :p
    eh kok sama, aku juga sering stok tempra..

    BalasHapus
  21. Setuju banget, efek liburan bikin kepuasan hidup meningkat mba ^^ *setuju bangett

    BalasHapus
  22. Wah asiknya sering jalan2... paling enak jalan2 ke alam terbuka.

    BalasHapus
  23. Serem yang Lubang Jepang. Itu pembuangan mayat saat penjajahan Jepang?

    BalasHapus
  24. Beneeeeer... kalau di Sumbar, belum afdol kalo nggak ke Bukit tinggi Mbak :)

    BalasHapus
  25. anak sakit pas diajak traveling itu bisa bikin mood yang tadinya bagus jadi buruk banget. Karena kita jadi ngga bisa nikmatin jalan-jalannya, malah sibuk ngurus yang sakit. Jadi, prepare obat buat anak saat traveling is a must.

    BalasHapus
  26. sumbar..kampung halaman saya...baru sekali ajak fitry pulkam..moga thn depan bisa pulkam dan jalan-jalan ke banyak objek wisata

    BalasHapus
  27. Haduww, tempat liburannnya asyik-asyik uiiiii
    Sekarang lagi musim demam nih di Jakarta-depok, wajib deh sedia penurun panas buat yang punya nocil ya, mba naqi

    BalasHapus
  28. Aduh jadi pingin sate Mak Syukur, nih. Gagal fokus aku, mba :D.

    BalasHapus
  29. Liburan emang seru ya bun kalau bisa bawa anak-anak, tapi kalau mereka demam jadi sedih deh :(
    Pintar-pintarnya kita sebagai ibu yang harus menyiapkan segala sesuatunya agar anak kembali sehat, seperti membawa Tempra yang cepat menurunkan demam anak :)

    BalasHapus
  30. Bener mbak, demam yang disertai kejang itu bikin phobia.. Harusnya dengan anak yg punya riwayat kejang saat demam segera diberi parcet saat gejala mulai menyerupai tanda-tanda demam -_-

    BalasHapus
  31. Tempra andalan wajib sehari-hari buat jaga-jaga ya.

    BalasHapus
  32. yup! saya juga jatuh cinta dengan kemasan tempra yang aman dan cantik.
    lho, ini butuh kemasan atau biangnya ya? hehehe..
    terimakasih sudah mengenalkan destinasi wisata di bukittinggi :)

    BalasHapus
  33. Jadi pengen liburan ke pulau Sumatera mbak.. soalnya kalo liburan seringnya cuma muter2 di pulau jawa aja.. hehe.. jadi pengen nyobain di luar pulau nih..
    Jadi ada gambaran ntar kalo jalan2 sudah punya anak, skrng blm punya, soalnya belum punya istri.. hehe..

    BalasHapus
  34. duh kapan ya jalan2 ke sumbar, kampung halaman suami saya tapi dia lahir dna besar di Jakarta :)

    BalasHapus
  35. Abis liburan lalu sakit, hiks, kebayang deh gmn rasanya. Pernah mengalami juga soalnya, anakku. Untung bisa dilakukan home treatment di rumah ya mbak.

    Soal demam aku krn anak2 gak ada riwayat kejang, aku kasi obat demamnya jika sudah di suhu 39, mbak...

    BalasHapus
  36. Pasti sedia dooongg. Kalo punya anak balita emang harus selalu siap sedia parasetamol di rumah. Heheee. Kalo liburan anak-anak emang rentan sakit ya bun, mungkin karena kecapekan juga ya, jadinya tempra ngga cuma kau sediain di rumah aja, tp juga dibawa bawa kalo lagi liburan :)

    BalasHapus
  37. Nah hal seperti itulah mbak yang sangat tidak diinginkan oleh semua orang tua pada anaknya karena kalau anak sakit maka orang tua tidak akan tenang, tapi kayaknya sekarang kalau sakit bisa dicoba pakai tempra.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...