Kamis, 08 Desember 2016

Lacofest 2016 : Kekuatan Itu Bernama Kopi Robusta Lampung



Assalamualaikum sahabat Smart Mom,

Kemarin (7 Desember 2016) aku dan suami sudah janjian ke Lacofest 2016. Sudah dari beberapa minggu sebelumnya suami sudah menyiapkan diri pulang ke Lampung. Ya, suamiku sedang kuliah di Unand, Padang. Saat kubilang ada acara Lacofest 2016, suami ingin pulang dan ahamdulillah pas dengan jadwal penelitiannya. Yes, akhirnya kami kencan di Lacofest 2016, haha...


Pagi yang merona kami sudah datang ke Mall Boemi Kedaton lantai 2. Saat itu panitia sedang sibuk menyambut peserta Lomba Barista dan pengunjung. Terlihat beberapa gadis cantik pemandu sedang duduk berkelompok. Baju koasnya khas meggoda untuk membaca tulisannya :) mereka duduk memegang hp dan sesekali bersenda gurau. Entahlah, mungkin sibuk ikut lomba live tweet hehe...

Perang Barista di Lacofest 2016

Di depan panggung peserta Lomba Barista sedang menunjukkan keahliannya meracik kopi. Beberapa juri duduk dan berdiri memegang map sambil menilai. Peserta ikut merasakan suasana kompetisi dengan melihat layar lebar yang sudah disiapkan panitia, baik di bagian kanan dan kiri. Sesekali aku mendengar gemuruh tepuk tangan saat peserta selesai menyediakan racikan kopikan kepada juri. Hmmm.... jadi menggoda untuk menyoba Kopi Robuta Lampung dari Barista yang menang kelak, haha...

Tak lama, suamiku izin mau rapat dengan temannya. Untungnya aku ketemu Mbk Fitri Restiana dan Bang Rangga Aradea (Info Bdl) yang juga sesama anggota Tapis Blogger. Kami berkeliling mengabadikan acara Lacofest 2016.

"Aku mau beli kopi, pesanan temanku!" ujar Mbk Fifi.

Ini salah satu alat menyeduh kopi :)
Tunggu ya, kopinya lagi di grinder dulu :)
Aku pun ikut menemani Mbk Fifi membeli Kopi Robusta Lampung. Ternyata berbeda-beda harganya. Ada yang sudah digiling halus, ada yang masih bulat loh! Di sebuah stand, Mbk Fifi membeli Kopi Robusta yang ukuran 250 gr seharga Rp. 15 ribu, tapi di stand lain ada juga seharga Rp. 30 ribu, kenapa beda? Nah, ternyata di stand ini Kopi Robustanya bisa digiling ditempat, istilah kerennya di grinder. Wah, aku yang awam baru tau cara meracik kopi itu beraneka ragam ya. Aku taunya ya hanya disaring hehe...

Ternyata tak hanya bisa di grinder. Kami mencoba kopi yang sudah diseduh. "Tapi, tunggu 4 menit ya," Ujar Mas Ryan owder Ic_Coffee bikin ingin segera diseruput, uhuk!

Duduk manis menikmati Kopi Robusta Lampung, uhuy :)

Saat aku mencoba menyesap kopi dengan perlahan. Rasanya emang beda dengan kopi biasa. Lebih lembut. Karena memang kopinya tanpa gula, emang agak pahit. Tapi ini pahit yang berbeda karena kopinya tak ada ampas, hehe... ketika diaduk kelihatan buih kecoklatan seperti krimer. Menyeruputnya pelan-pelan membuat badan jadi segar. Cocok banget buat aku yang suka ngejar deadline, haha...

Dua sahabat lama bertemu berkat Lacofest 2016

Lagi asyik menikmati se-cup Kopi Robusta Lampung, suamiku datang. Kami pun berbagi kopi dalam cup yang kecil. Tak lama kami melihat Pak Willy kabid Disbun Lampung. "Nah, ini teman kecil, ketemu di Lacofest!" ujar suamiku. Ternyata keduanya sudah mengenal lama. Senang sekali ya, ketemu sahabat lama terpisah oleh jarak dan waktu, eh ketemu di Lacofest 2016. Keren nih kekuatan Kopi Robusta Lampung, hihihi...


Diajak ke acara Lacofest 2016, awalnya Aisyah heboh banget enggak mau berhenti lari-lari, eh ternyata ngantuk dan akhirnya tertidur :) sayang, nanti Ummi ceritakan tentang sejarah kopi Lampung ya. Kelak, kopi Lampung akan dikenal di dunia internasional.

Di acara Lacofest aku juga melihat pohon kopi, anak-anak yang besar di perkotaan pasti jarang melihat pohon kopi ya, apalagi buah kopi yang merah dan hijau. Kalau aku masih kecil puas bermain di areal kebun kopi. Di dekat rumahku, di rumah bibi ada yang menanam kopi. Dulu, ayahku sering mengajak jalan-jalan ke kebun kopi, jadi udah biasa deh melihat pohon kopi. Nah,di Lacofest 2016, bisa kenal lebih dekat. 

Hal yang menarik lainnya, aku melihat stand yang diisi perwakilan Asosiasi Industri Kopi Bubuk Lampung (AIKBL), menurut Bapak yang aduh maaf aku lupa namanya hehe... Kopi Durian adalah kebanggan masyarakat Lampung Barat.

"Enggak mabok pak minum kopi durian?" tanyaku.
"Enggaklah. Kalau minum 1 gelas enggak akan teler, kalau 10 gelas sih iya," ujar Bapak berkumis ini berkelakar.

Asosiasi Industri Kopi Bubuk Lampung (AIKBL)
Ada banyak jenis kopi yang baru aku ketahui sejak di Lacofest 2016. Ternyata ada Kopi Lanang yang dari aku baca, Kopi Lanang ini dari bahasa jawa yang artinya jantan. Kopi Lanang ada julukan dari biji kopi yang berbentuk bulat dan tidak terbelah seperti kopi pada umumnya. Kopi Lanang kadar kafeinnya lebih tinggi dan cita rasanya lebih kuat dan kental. Cocok buat para lelaki yang memerlukan tambahan ekstra meningkatkan "kejantanannya" atau lebih jos dalam bekerja. Soal harga memang lebih mahal dibanding harga kopi biasa. Soalnya harus dipilih dengan kopi yang lainnya. Tapi, harga memang sesuai manfaat kan Aku sendiri baru tahu ada Kopi Lanang ( Peaberry Coffee) dari Lampung Barat. 


Kopi Lanang, Kopi Robusta Lampung

Tak hanya soal Kopi Lanang, aku juga menanyakan soal pembinaan terhadap petani kopi. Cukup senang ternyata sudah ada AIKBL yang mengayomi petani kopi. Semoga saja kesejahteraan petani Kopi Robusta Lampung semakin sejahtera ya. 


Robusta Belalau Lampung Barat

Usai keliling stand yang menawarkan keramahan dan aneka kopi yang menggoda, aku izin pulang karena harus menjemput anak-anak sekolah. Beruntungnya sudah minum Kopi Robusta Lampung di Lacofest 2016. Seharian kemarin aku full acara. Pulang dari MBK aku ke rumah sebentar dan Pukul 14.30 WIB mengikuti pengajian dan Pukul 16.30-18.00 WIB mengikuti rapat. Alhamdulillah badan segar bugar. Salut banget dengan kekuatan Kopi Robusta Lampung, uhuy!

Tapis Blogger di Lacofest 2016

Hari ini penutupan acara Lacofest 2016. Semoga ke depan semakin baik dan semakin banyak komunitas anak muda yang terlibat. Salam sahabat kopi!


15 komentar:

  1. Ah sayang kemari siang ndak bisa hadir dan ketemu mbak naqi. Pas malam ny aku datang dan mencicipin kopi robusta itu lansung..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lalu akhirnya bisa ketemuan jadi seru ya

      Hapus
  2. Aku suka kopi mba. Tapi nggak terlalu sering minum kopi racikan. Acaranya asyik ya jai kenal banyak informasi tentang kopi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga nyobain Mbk, agak manis asam ya rasanya

      Hapus
  3. Daatan sumatera memang penghasil kopi ya mba.. banyak rantai ekonomi yang serangkaian dan saling membutuhkan, ada petani yang hidup dari kopi, ada penjual, pengepul, agen kecil besar hingga pedagang minuman kecil hingga besar semua hidup dari kopi. apalagi di beberapa tahun terakhir jejak kopi semakin bertambah banyak dengan hadirnya iklan di media elektronik. Semakin menambah khasanah budaya Indonesia

    BalasHapus
  4. Serunyaaaa.... Waktu kecil aku sering bikin rumah2an di bawah pohon kopi. Paling seneng nyium bunga kopi, wangiii.... Di kampung musim kopi sering bareng dengan musim durian. Jadi di rumah nyeduh kopi robusta murni yang dicemplungin durian. Mhh, rasanyaaaa, tak terlupakan. Sering juga mungutin kotoran luwak di kebun. Dijemur buat dijadiin kopi seduh ^__ ^

    BalasHapus
  5. kebayang wanginya kopi di mana-mana kalau datang ke acara ini :)

    BalasHapus
  6. kopi inilah yang gak bisa dipisahkan dari Emakku, dan skearang kayaknya aku juga sudah mulai suka kopi juga, wkwkwkwk

    keren ya, acaranya. seru banget

    BalasHapus
  7. Kopi Lampung? Mau dong mba. Apa ada yang jual online ya?

    BalasHapus
  8. Sekarang minum kopi udah jadi kebiasaan kayaknya ya... sayang, lambung saya gak kuat. Jadi gak bisa minum kopi.

    BalasHapus
  9. Aku suka aroma kopi tapi utk minum kopi, eits ... Tunggu dulu.
    I'm not a coffee person.

    Tapi ikut bangga dgn berjayanya kopi2 lokal di tanah air apalagi sampai go international.

    BalasHapus
  10. Keren banget kalau ada satu kopi lagi (asal Lampung) yang mendunia mbak, jenis kopi emang banyak dan tiap derah punya teryata ya :D
    TFS

    BalasHapus
  11. Pas baca 'kopi lanang' langsung ingat, apa ada 'kopi wedok ya?' Hahaha...

    Aku kurang suka kopi, kecuali di tambah susu, baru dek mak nyosss!

    BalasHapus
  12. kenapa dibilangnya kopi durian ya? Saya blm sanggup minum beneran hanya kopi. mesti campur susu sama gula deh...

    BalasHapus
  13. Kopi instan aja aku doyan mbak, apalagi yang racikan yuhuuuu

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^