Jumat, 24 Februari 2017

Review Novel Habibie Ya Nour El Ain : Cinta Dan Renungan Hidup

Assalamualikum sahabat Smart Mom, met weekend ya. Aku mau share novel yang baru aku baca nih. Yuk, coba baca dulu sinopsisnya.




Sinopsis :

Barra Sadewa, anak SMA yang mengaku tidak percaya Tuhan, dipaksa kepala sekolahnya untuk mondok dua minggu di Pesantren Nurul Ilmu. Ia datang dengan segudang kebencian. Mengira pesantren itu adalah penjara yang lain lagi dalam hidupnya. Tepatnya saat ia memasuki gerbang pesantren dan mengira telah melakukan kebodohan terbesar dalam hdupnya, ia bertemu Nilam, putri pemilik pesantren yang pendiam dan sangat menjaga etika pergaulan. Dalam beberapa detik segalanya berubah. Bukan hanya Barra, tapi juga Nilam. Pertemuan mereka hanya sekejap, tapi jejaknya membekas sepanjang usia.


Dalam pertemuan-pertemuan yang sebentar, Barra dan Nilam menyaksikan sulur-sulur nasib mereka saling bertemu dan membelit. Mereka bercakap-cakap tanpa suara. rahasia-rahasia hati mereka hanya disampaikan melalu pandangan mata.

Bertahun-tahun kemudian Barra dan Nilam hanya menuangkan cinta itu dalam surat-surat yang tersimpan. Sampai akhirnya, ketika Barra memutuskan untuk menyatakan segalanya, semua sudah terlambat.


Review Novel Habibie Ya Nour El Ain 



Ini pertama kali aku membaca Novel karya Maya Lestari Gf, sebelumnya aku hanya membaca cerpen-cerpen Maya yang tersebar di majalah atau koran. Walau mengenal Maya sejak lama bahkan bertemu saat aku tinggal di Padang, aku tak mengira Maya sangat apik memadukan "cinta" dalam novel yang penuh renungan hidup.

Oh ya, novel ini berlatar pesantren. Sudah tahukan kalau di pesantren pergaulan laki-laki dan perempuan sangat dijaga. Jarang sekali ada kegiatan bersama. Pondok pesantren terpisah laki-laki dan perempuan. Jika ada hati yang tertaut itulah takdir.

Adalah Barra anak yang dicap nakal oleh sekolahnya, diberi tugas dua minggu mondok di Pesantren Darul Ilmi. Saat datang, ia bertemu Nilam anak si pemilik pesantren. Nilam sangat menyukai buku dan dunia jurnalistik. Ia sering menyendiri, membaca buku di bawah Pohon Mahoninya. Pohon yang sengaja ditanam oleh ayahnya. Ya, Buya, begitu dipanggil semua orang sangat menghargai "kelahiran" dan "pertemuan" selalu dihadiahkan dengan menanam tanaman.

Lalu, benih rasa kagum, penasaran, suka, cinta terpendam mengalir begitu saja dari Nilam bertemu tak sengaja dengan Barra dan cerita Buya saat bersama Nilam. Tak ada laki-laki yang paling banyak diketahui Nilam, kecuali Barra. 


Buya pemilik pesantren yang moderen. walau ilmu agamanya banyak dan dalam, cara menghadapi Barra si anak bandel patut diacungi jempol. Kata-kata yang penuh makna bertebaran di novel ini. Kaya diksi dan renungan. Lembar demi lembar kamu akan dibawa ketawa, senyum, menangis dan prihatin mendalam atas "siksaan hidup" yang dihadapi Barra. 

Tapi, Buya sangat sayang dengan Barra dan mengiring Barra berdamai dalam hidupnya. Hingga akhirnya Barra pulang dengan keberhasilan. Tapi, saat ia menyatakan lamaran pada Nilam, sudah terlambat. Proses ta'aruf Nilam sedang berlangsung dengan seorang laki-laki yang dikenal baik oleh kakaknya. Akankah Nilam dan Barra bersatu dalam ikatan pernikahan? Baca novel yang penuh haru biru ini ya!

"Tidak mudah menulis novel yang seimbang antara bentuk dan bobotnya. Bentuk ringan dan populer, tetapi bobot filosofis dan pesannya begitu dalam. Novel semacam ini hanya bisa ditulis oleh seorang penulis dengan jam terbang tinggi seperti Maya Lestari Gf. Bagi yang sedang menjalani sekaligus menyelami cinta, novel ini "wajib" dibaca." 

(M. Irfan Hidayatullah, Penulis dan Dosen Fakultas Sastra Universitas Padjajaran).


Nah, sahabat Smart Mom, itulah Review Novel Habibie Ya Nour El Ain. Ingin mendapatkan novel ini? Silakan ikut kuisnya di facebookku ya! Ini linknya :

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10208915668431100&set=a.1125171171610.2019831.1297076652&type=3&theater


Semoga beruntung!



Aku memilih novel ini awalnya karena nama tokohnya Nilam, sama kayak nama kakakku. Saat aku baca, hatiku tersentuh sekali. Dari awal aku terseret dengan kisah hati Nilam dan Barra. Tapi, jauh dari itu aku menyukai setting Padang , Pohon Mahoni, Mawar dan kebun cabe. Aku terpesona dengan sikap Buya. Ya Allah, aku suka sekali percakapan Buya dengan Nilam mengenai sikap memilih jodoh 😍 Novel ini kaya diksi, kata ilmu, jadi mengenal bacaan si Nilam. Cinta memang indah 😍 tapi lebih bahagia jika bersatu dalam pernikahan. Apakah Nilam berjodoh dengan Barra? Temukan di novel manis ini 😍 Aku bertanya apa itu? Ayahmu menjawab, "Kamu punya piutang pada ibumu. Tagihlah itu." Aku tidak mengerti maksud Ayahmu, Nilam, lalu dia menjelaskan. Singkat saja, tapi membekas di pikiranku. "Kamu punya piutang waktu dan kasih sayang padanya. Mintalah Ibumu melunasinya." "Lalu?" Ah, sudahlah air mata, tawa, ilmu lengkap di novel ini. Layak banget kalau difilmkan 😍😘 Habibie Ya Nour El Ain oleh Maya Lestari Gf. Terbitan Mizan. Desember 2016. #novelromantis #religi #pesantren #mayalestarigf #penulissumbar
A post shared by naqiyyah syam (@naqiyyahsyam) on

2 komentar:

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^