Jumat, 07 Juli 2017

Belajar Menjadi Manajer Keluarga yang Handal

Assalamualaikum, sahabat Smart Mom,
Aku mau sharing mengenai materi yang aku dapatkan di Matrikulasi IIP.  Kali ini Belajar Menjadi Manajer Keluarga yang Handal.

Keluargaku


Selama ini, menjalani peran istri dan ibu, bagiku ya mengalir aja apa adanya. Sejak masih kerja, aku paling malas mencatat pengeluaran. Bagiku, cukup uang kami bagi dua dan bagi tugas. Uang gajiku untuk makan, uang gaji suami untuk bayar ini itu. Sedangkan kalau dapat sertifikasi baru bisa buat lainnya. 

Nyatanya, pengeluaran masih saja besar. Dulu, yang repot itu kakak iparku, selalu bilang, "Jangan boros! Catat pengeluaran!" padahal suami tidak mewajibkan. Namun, lama kelamaan kemakan juga tuh, akhirnya aku buat laporan. Belanja ke warung saja aku catat secara detail, pengeluaran belanja aku batasi sekian sehari. Eh, suami malah "tersiksa," dibatasi masak enggak setiap hari ada ikan, bahkan seminggu cuma 2 kali hahah.... Gimana mau hemat, kalau sekali makan bisa setengah kg ikan? 

Ini balik dari kebiasaan suami di masa kecil, karena dekat dengan Sungai Kalipasir, jadi terbiasa makan ikan sungai. Tahukan harga ikan sungai itu mahal? Kadang Ikan Seluang sekilo 35 rb, kalau gabus malah lebih mahal lagi! Pengeluaran sehari 50 rb itu susah bin langka!

Namun, sejak suami kuliah di Padang, aku resign dan hidup kami tanpa ART. Penghematan luar biasa telah berlaku di rumah kami. Kami biasa makan dari hasil tanaman di kebun halaman rumah (saat di Padang). Kami juga mulai tidak menggunakan jasa ART lagi demi ikat pinggang karena beasiswa kuliah suami sudah tidak dapat. Untuk itu, sebagai istri yang menjadi manajer keluarga, aku harus ikat kepala. "Gimana mengatur keuangan keluarga agar kebutuhan gizi dan nutrisi anak-anak tetap terjaga?" yup, itu yang bagiku utama saat ini.

Emang sih kata kakak-kakakku, "Kenapa juga milih sekolah untuk anak SDIT, biayanya kan mahal?!" soal ini, kami punya pandangan tersendiri. Nanti deh kapan-kapan aku bahas ya, namun keuangan emang terasa makin super ketat disaat harus bayar SPP atau uang daftar ulang. Bakal diluar akal sehat deh bagaimana menghitung bisa bayar SPP anak-anak dengan pendapatan tak tetap saat ini. Tapi, semua karena kasih sayang Allah, kerja sebagai freelance membawa keberkahan tersendiri. Apalagi jelang lebaran lalu, alhamdulillah.

Balik soal Belajar Menjadi Manajer Keluarga yang Handal, setiap keluarga pasti punya resep tersendiri agar tugas domestiknya jalan. Untuk aku yang belum "menyukai tugas domestik" berasa berat euy! Bangun tidur masih ingin mendahulukan menulis dibanding memasak. Masih ingin sibuk mengkliping koran dibanding melipat pakaian hihi... Ya gitu deh godaannya. Kalau beberes tumpukkan koran, bukannya langsung mau dibuang, eh aku malah sibuk milih buat dikliping :(

Dari ilmu matrikulasi IIP ini, kami disuruh membuat 3 aktivitas penting untuk dikerjakan dinamis setiap hari. Aktivitas tersebut diamati dan dievaluasi. Lakukan rutin selama seminggu dahulu, jika perlu lakukan revisi dan coba terapkan secara disiplin. Jika baik, lakukan selama 3 bulan.  Aku sendiri memilih :
1. Ibadah
2. Anak-anak
3. Kerjaan 

Ibadah di sini seperti tilawah, sholat dhuha, baca almatsurat pagi dan petang, sedekah, tahajud, shaum sunah, menjadi aktivitas penting yang aku lakukan setiap hari. 

Kedua, anak-anak. Prioritas memasak dan menemani anak-anak bermain dan belajar. Anak-anakku jarang mau makanan yang dibeli, jadi aku tetap harus masak setiap hari. Selain itu, sudah kusiapkan bagaimana bermain apa hari ini atau apa saja yang akan disampaikan dengan anak-anak. Jika diperlukan dongeng mengenai akhlak baik, jadi aku bakal menyiapkan tema ini hihi....

Ketiga, kerjaan. Sebagai ibu bekerja di rumah, aku harus pandai berbagi waktu. Selama ini ya belum jago banget sih. Kadang masih ngambil jatah bermain dengan anak-anak. Namun, aku usahakan melaksanakan program 1821 yakni tanpa gadget dari pukul 18.00 - 21.00 WIB. Belum istiqomah sih, tapi perlahan mau kami kuterapkan.

Selain 3 aktivitas penting di atas, soal tugas domestik jadi PR banget. Aku tetap harus mencuci, melipat pakaian, menyetrika dan tugas lainnya. Apalagi saat LDM, urusan anak dan rumah semua aku lakukan sendiri. Kalau mau nangis, ya nangis udah sholat aja hahaha....

Aktivitas harianku seperti ini :

1. Bangun sebelum subuh, sholat lalu tilawah.
2. Memasak
3. Menyiapkan anak berangkat sekolah
4. Belanja
5. Menyuap Aisyah makan
6. Buka laptop, menulis, buka email, dll
7. Menjemur pakaian
8. Siang istirahat
9. Sore mengajak anak bermain di halaman
10. Maghrib
11. Makan malam
12. Buka laptop, baca buku dll
13. Tidur

Begitulah jadwalku rutin di rumah, kalau ada acara atau dikejar deadline baru deh ada yang dilanggar #ups

Ada nih 3 aktivitas gak penting banget tapi sering aku lakukan : 

1. Blogwalking (BW) bukan di jam BW. Bikin aku berlama-lama buka blog orang lain. Sebaiknya BW dalam 1 waktu dan disiapkan waktu khusus buat BW.

2. Baca novel. Aku suka hanyut kalau udah baca novel, bisa begadang menuntaskan ending. Ini bikin aku terlena dengan tugas utama, nulis artikel di blog hahaha...

3. Beberes rumah tanpa rencana. Ini juga bakal menganggu jadwal penting. Soalnya kalau udah terlenan beberes, bakal seharian. Rata-rata bikin mood makin bete karena gak kelar-kelar hiiks...

Jadi, Belajar Menjadi Manajer Keluarga yang Handal ini sangat aku perlukan, agar aku menjadi Ibu Rumah Tangga yang makin baik, rapi dan teratur. Kalau kamu, gimana mengatur tugas harian di rumah? Share dong!  

13 komentar:

  1. Yang penting anak anak tetap bisa bersama kita, sesulit apapun pasti hati tenang karena kita melihat perkembangan mereka secara langsung. Klu banyak sayur dipekarangan ngapain harus beli ya mba..Mau juga dong lihat kebunku sayur dengan aisyah

    BalasHapus
  2. Padahal ketiga aktifitas yang gak penting itu adalah yang paling penting buatku
    Kecuali BW ya, kadang suka males ... hehhehehhee

    BalasHapus
  3. Huuuah kalau saya sih mbak jadwalnya masih belum rapi, :D. Masih harus banyak belajar

    BalasHapus
  4. Tugasku masih berantakan nih bun ehehhe
    bangun pagi, sholat mandi, berangkat kerja, balik, tidur.
    Pegangn komputer pas kerja aja, diselingin BW dan ngeblog.
    Kalau di kost lebih banyaknya tidur, nggak produktif banget ini
    Apalagi musim pancaroba ini, batuk pilek, demam huah.
    Makasih sharingnya bun, untuk mengelola waktu dengan baik.
    Semoga aku jadi lebih baik.

    BalasHapus
  5. jadi perlu merapikan jadwal lagi habis baca ini. hehehe. btw ditunggu pembahasan SDITnya mbak. butuh pencerahan hahaha

    BalasHapus
  6. saya ibu bekerja, waktu kerja saya kebetulan bisa saya atur sendiri. prioritas saya pasti anak krn anak diasuh ibu saya jadi tiap pulang kerja saya tanya anak saya ngapain aja, kdng video call dari kantor dll

    BalasHapus
  7. Aku masih awut2an mba jadwal hariannya. Apalgi sekarang punya bayi, klo malam begadang, pagi ngantuknya minta ampun, jd memang suka banyak yg missed. Semoga ke depannya lebih baik ya mba

    BalasHapus
  8. Kegiatan aku juga super duper berantakan. Bangun tidur nggak tentu, paling telat jam setengah 6. Sholat subuh, cuci piring aja sampe 1 jam. Habis itu langsung mandi dan berangkat kerja. Kdang nggak ada waktu buat masak. Di tempat kerja selagi menunggu klien aku gunakan waktu buat blogwalking, nonton youtube, buka sosmed, browsing, sama nulis blog. Tapi nggak selalu blog walking karena kadang2 rame klien di t4 kerja ku. Kadang2 juga nggak sempet makan siang. Pulang kerja nggak tentu bahkan paling malem jam 9. Pulang kerja makan malam trus tidur deh. Sampe nggak mikirin sholat dan cuci muka.

    nurazizahkim.blogspot.com

    BalasHapus
  9. Saya masih kacau balau pengaturan waktunya. Pulang kerja kadang masih suka santai-santai padahal harusnya nyiapin makan malam.heu

    BalasHapus
  10. Weeeh keren mba, menjadi manajer keluarga penting banget ya. Sudah beberapa tahun ini aku juga mlai belajar memanaj waktu untuk kerjaan dan keluarga.

    BalasHapus
  11. emang managemnt waktu sangat penting, harus sejak dini kali ia biar saat sudah dewasa bisa lebih mudah pasti akan banyak aktivitas dan tanggungjawab.
    terimakasih udah mau berbagi mbak, jadi tau klo harus jadi suami nanti gimana dan bagaimana kebutuhan dan kewajibannya termasuk istri. ....
    salam kenal

    BalasHapus
  12. Mom blogger juga perlu manajemen waktu yang baik ya mba :)

    BalasHapus
  13. Lama-lama pasti kita ketemu ritme yang tepat untuk kerja dan lakukan hal yang lain ya mbaa

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^