Senin, 22 Januari 2018

Review Novel Rumah Tanpa Jendela dan Give Away



Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Ini pertama kali blogku menjadi tuan rumah Blog Tour. Walau menyukai membaca dan menulis resensi, untuk menjadi tuan rumah blog tour penuh keberanian, hehe... alhamdulillah saat Republika mencari blog untuk Novel Asma Nadia, aku mendaftar dan akhirnya lolos. Senang banget deh! Apalagi Mbk Asma Nadia salah satu pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) tempat aku aktif di dalamnya.

Rumah Tanpa Jendela tentu sudah tidak asing ya? Pernah difilmkan oleh Aditya Gumay berawal dari cerpen Asma Nadia. Wah, gimana kisahnya? Nanti aku ceritakan ya. Aku mau mengajak kita berwisata buku dari Novel Rumah Tanpa Jendela ini.


Novel Rumah Tanpa Jendela karya Asma Nadia

Review Novel Rumah Tanpa Jendela                

Judul : Rumah Tanpa Jendela
Penulis : Asma Nadia
Penerbit : Republika
Tahun Terbit : 2017
Halaman  : 215 hal


Berkisah mengenai Rara anak usia 9 tahunan yang tinggal perumahan sempit dekat pekuburan Kota Jakarta. Rara anak tunggal memelihara mimpinya. Ia ingin sekali mempunyai rumah yang memiliki jendela. Keinginan ini timbul sejak ia melihat jendela yang sangat banyak dan lebar di perumahan dekat gedung sekolahan bersejarah. Rara memihara mimpinya dengan menggambar sebuah rumah dengan satu jendela.

Himpitan ekonomi di keluarga Rara membuat Bapak dan Ibunya tidak dapat mengabulkan kehendak Rara dengan cepat. Namun, Rara tak berhenti bermimpi punya rumah berjendela. Rara bahkan mengajak teman bermain lainnya memiliki rumah dengan jendela.

Di sini lain, ada Alia yang dipaksa orang tuanya bertunangan. Namun, Alia yang memiliki mimpi membangun rumah singgah. Alia ingin mengajari anak-anak di sekitar perkuburan keturuan Cina agar pintar membaca dan menulis. Alia bertekad dan mewujudkan impiannya dan menjadi guru di rumah singgah.

Kehadiran Bu Alia bak anugerah bagi Rara dan teman-temannya. Mereka banyak belajar membaca dan menulis. Buku-buku yang dibawa Bu Alia yang cantik dan berkerundung membuka jendela dunia bagi Rara dan teman-temannya. Rara, Akbar, Rafi dan Yati adalah sahabat kental dalam suka dan duka. Keempatnya kerap tertawa setelah diam-diam membaca surat Kak Adam untuk Bu Alia.

Suatu hari Bapak mengabarkan bahwa ia akan punya adik. Rara sangat senang dan bahagia. Ia bahkan ingin mewujudkan keinginan ibunya makan rendang. Pulang dari menyewakan payung, Rara dengan gembira membawa sepotong rendang untuk Ibu dan calon adiknya. Namun,  Rara terhenyak mendapatkan ibu terbaring lemah dengan cairan merah. Ibu Rara mengalami pendarahan hebat dan meninggal.

Rara seolah kehilangan satu sayap dalam hidupnya. Rara sangat sedih kehilangan ibunya. Untungnya kini ada Simbok dan Bude Asih tinggal bersamanya. Sayang, Bude Asih bukan perempuan yang baik hingga terjadi perselisihan Bapak dan Bude Asih. Akhirnya Bude Asih pulang kampung.

Novel yang sarat makna
Mimpi akan rumah dengan jendela terus dibangun. Rara akhirnya berani mengatakan kepada Bapak untuk punya rumah dengan jendela. Mendengar permintaan anaknya, membuat Raga berusaha keras mewujudkannya. Pekerjaannya sebagai pemulung dan penjual ikan hias tidak cukup membeli jendela impian Rara. Tapi, Bapak ingin mewujudkannya.

Suatu sore Rara diundang Aldo sahabat barunya yang autis ke pesta pernikahan kakaknya, Andini. Persahabatan Rara dengan Aldo yang anak orang kaya ini menjadi anugerah tersendiri bagi teman-teman Rara. Mereka dapat menikmati makanan enak dan berenang di kolam renang rumah Aldo sepuasnya. Bersama nenek Aldo, mereka bisa jalan-jalan dan naik mobil mewah Aldo.

Saat pesta ulang tahun Andini, Kak Adam pentas band-nya yang hanya 3 personil itu. Sayang kehadiran Aldo dengan teman-teman bepakaian sederhana tidak diterima oleh Andini. Ia merasa malu. Apalagi diejek teman-temannya memiliki adik seperti Aldo. Bersamaan itu Aldo menerima telpon dari Bu Alian untuk Rara. Kabar duka kembali menghampiri Rara. Kebakaran hebat menghanguskan impiannya. Kehilangan terus berulang. Bagaimana dengan kelanjutan hidup Rara. Akankah dia berhasil mewujudkan rumah dengan jendela?

Tanggapan Novel Review Novel Rumah Tanpa     

Jujur saat membaca novel ini, kepalaku terus berkelebatan cuplikan film dengan judul yang sama. Tokoh ceritanya sudah terdeskripsi detail dalam kepalaku. Namun, membaca novel ini kembali membuka mata batinku. Kehidupan Rara makin banyak di sekitarku. Tapi, berapa banyak yang peduli seperti Bu Alia, Kak Adam atau Aldo dan neneknya? Novel ini kembali hadir untuk mengetuk nurani pembaca bahwa tanpa kita berbuat dan peduli, anak-anak yang kurang beruntung mengenyam pendidikan itu, bukan hanya tak memiliki rumah tanpa jendela, tapi tidak memiliki kesempatan memiliki jendela dunia alias membaca buku.

Covernya hijau yang menyejukkan

Tokoh dalam novel memiliki karakter yang kuat sekali. Gambaran tokoh tersebut :

Rara : Gadis usia 9 tahun yang riang, suka menggambar dan senang menolong.
Akbar : Badan yang sedikit gemuk dan takut dengan badut.
Rafi : Berbicara dengan gagap tapi sangat sayang dengan teman-temannya.
Yati : Gadis kecil yang memiliki banyak adik. Sering dimarahi ibunya.
Aldo : Mengidap autis, suka menolong dan suka menggambar.
Raga : Bapak Rara sebagai pejuang keluarga.
Bu Alia : Gadis cantik memiliki cinta untuk anak-anak
Kak Adam : Anak band yang berhati lembut, sayang dengan adiknya Aldo.

Dan tokoh lainnya.    

Membaca lembaran novel ini membangkitkan kembali impianku membuat rumah baca dan sekolah menulis. Seolah-olah melihat Bu Alia dalam versiku hehe... novel ini beralur maju-mundur. Membuat bertanya-tanya, siapa yang sedang dijaga Rara di rumah sakit?

Tampilan novel ini sederhana, tapi sudah pas dengan judulnya. Bercover hijau dengan jendela dan putih bergumpal. Membawa imajinasi bahwa novel ini bercerita perjalanan impian memiliki jendela.

Biodata Asma Nadia penuh inspirasi
Uniknya, Novel Asma Nadia kali ini berbonus cerpen asli Rumah Tanpa Jendela. Kita akan diajak membaca versi sebelum jadi film dan novel sekarang. Apakah Rara di cerpen anak tunggal? Apakah tokohnya sebanyak seperti di novel ini? Nah, buat kamu yang pengen belajar membuat cerpen, novel dan ingin difilmnya, novel ini menjadi jawaban. Apalagi ada tulisan pengalaman Asma Nadia bertemu Aditya Gumay dan akhirnya difimkan.

Novel ini juga dilengkapi dengan biodata lengkap Asma Nadia. Kita dapat memperlajari perjuangan Asma Nadia mewujudkan impiannya menjadi salah satu penulis ternama di Indonesia. Bagaimana Asma Nadia mendapatkan prestasi dari karyanya. Tentu dengan novel setebal 200-an lembar ini akan menjadikan referensi yang bagus untuk karyamu.

Sapa tahu cerpenku kelak difilmkan juga, aamiin :)

Give Away Novel Rumah Tanpa Jendela

Sahabat Smart Mom, sudah membaca Review Novel Rumah Tanpa Jendela di atas. Yup, saatnya Give Away untuk  1 novel gratis! Caranya jawablah pertanyaan di bawah ini di kolom komentar blog ini. Jawaban yang berkesan menjadi pemenangnya.
1.   Siapakah nama penulis Novel Rumah Tanpa Jendela?
2.   Tokoh mana yang kamu sukai dalam novel ini? Mengapa?

Oiya, share juga info Blog Tour dan Give Away ini dengan tag dan mention 
IG @naqiyyahsyam dan IG @jalan2aisyah  atau di twitter mention @Naqiyyah_Syam. Tag dan mention juga ke Penerbit Republika ya,  yakni IG @bukurepublika , Twitter : @bukurepublika. Lalu kirim jawabanmu  dengan format :

Tulis di kolom komentar 

Nama :
Username IG/Twitter/FB (bukan link) :
Email :

Jawaban :


Nah, mudahkan? Ikuti Give Away ini dari tanggal 22-25 Januari di blog Naqiyyah Syam ini. Selamat mencoba. Semoga beruntung!


45 komentar:

  1. Ceritanya sedih ya.. Akhirnya gimana y.. Hm..

    BalasHapus
  2. Ketika baca tulisan ini sambil saya belajar gimana cara nulis review buku hehe. Makasih mba Naqy, ceritanya bagus ya. Jujur sy belum nonton film dan belum baca bukunya. Tapi tulisan Asma Nadia sy baca di tema2 pernikahan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama. Ayo baca juga buku tema ini. Seru memguatkan jiwa.

      Hapus
  3. Nama : Agus Hernowo
    IG :agusher19
    Twitter : @aghernowo
    Email :aghernowo@gmail.com

    Jawaban :

    1. Asma Nadia

    2. Tokoh yang saya sukai Rara, Alasannya karena Rara tetap optimis untuk mengejar cita-citanya, walaupun kondisi ekonomi orang tuanya serba kekurangan. Menurut saya, sifat seperti ini harus dicontoh, apapun keadaan kita, harus tetap optimis untuk mengejar cita-cita serta dibarengi dengan usaha keras plus doa, Insya Allah akan terwujud.. seperti usaha saya untuk mendapatkan novel ini hehehe

    BalasHapus
  4. Saya suka reviewnya, Mbak. Jadi pengen beli bukunya.

    BalasHapus
  5. Nama: Lina Astuti
    IG: @linaastuti_
    Twitter: @naku_ast27
    Email: linaastuti27@gmail.com

    1. Asma Nadia

    2. Bu Alia, alasannya karena dia baik hati dan jiwa sosialnya tinggi kayak saya. Hehehe piss XD

    BalasHapus
  6. Nama: Dini Khoerunnisa
    Ig: dinikhoerunnisa
    Twitter: khoerunnisadini
    Email: dini.khoerunnisa1210@gmail.com

    Jawaban:
    1. Asma Nadia
    2. Rara. Seorang anak yang berasal dari keluarga dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan mengajarkan saya untuk berani bermimpi. Tak peduli dengan rintangan apa yang akan dihadapi tapj tetap optimis dan yakin bahwa mimpinya bisa terwujud.

    BalasHapus
  7. Nama : vena dwi masfiyah
    Username IG/Twitter/FB (bukan link) : @venadwim
    Email :venadm16@gmail.com

    Jawaban : aku suka sama RARA karena aku membayangkan Rara ini adalah gadis yang mempunyai semangat tinggi dan mimpi yang besar. Tokoh Rara bisa dijadikan teladan bagaimana sebagai manusia yang penuh kekurangan kita juga harus tetap memiliki mimpi. Karena mimpi adalah salah satu semangat dan jalan untuk kita tetap maju untuk masa depan yang lebih baik.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Nama : Asep Nanang
    Twitter : @asepnanang59
    Email :asepnanang59@gmail.com

    Jawaban :
    1 Asma Nadia

    2. Bu Alia, alasannya karena dia cantik, hehehe. Saya sudah menonton film ini, dan saya terkesima dengan tokoh bu Alia yang diperankan oleh Varissa Camelia (34 tahun). Dalam film Bu Alia merupakan sebagai sosok yang cantik, baik dan mau berbagi dengan anak-anak kurang mampu. Hal yang paling indah yang dibagikan Bu Alia adalah mimpi dan perhatiannya pada anak-anak. Bu Alia perhatikan saya juga dong :) (hehe)

    BalasHapus
  10. Aku jadi kebayang filmnya.. Ternyata saat dijadikan novel jadi sedikit berbeda ya. Mesti baca novelnya juga nih.

    BalasHapus
  11. Melipir ke gramedia ah, mau nyari novelnya..

    BalasHapus
  12. Nama : Alfath F.R.
    Username IG alfathfr , twitter @alfari_12
    Email : alfath.bookreader[at]gmail.com
    jawaban:
    1. Bu Asma Nadia
    2. Bu Alia, karena dengan adanya tokoh Bu Alia yang bertekad dan mewujudkan cita-citanya sebagai guru rumah singgah sangat membantu karakter utama novel ini berkembang. Tanpa keberadaan tokoh Bu Alia, Rara tidak akan mendapat akses pendidikan yang baik dalam cerita.

    Terima kasih ^^

    BalasHapus
  13. Nama : Eva Nurul Fadilah
    Ig : evaanurul
    Email: evhanurul05@gmail.com

    Jawaban :

    1. ASMA NADIA
    2. Tokoh Rara. Saya menyukai karakter yang dibangun oleh bunda Asma Nadia yaitu tokoh (Rara) karena banyak karakter diri tokoh Rara yang patut kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari kita. Seperti contohnya : Rara terus memelihara mimpinya untuk memiliki rumah dengan jendela. Rara terus bersikap optimis menjemput impiannya. Meski dalam keadaan berduka Rara terus berbuat kebaikan di sekitar lingkungannya. Karakter Rara melalui gambaran Review Novel karya Mba Naqiyah Syam membuat saya ingin membaca novel yang disertakan cerpen aslinya dan segera membaca cerita lengkap Novel Rumah Tanpa Jendela karya bunda Asma Nadia. 😊

    BalasHapus
  14. Nama : Herva Yulyanti
    Twitter/IG : @hervayulyanti
    Email : hervahrd@gmail.com
    Jawaban :

    1. Penulisnya Asma Nadia
    2. Tokoh yang saya suka yaitu BU Alia, alasannya tokoh seperti bu Alia itu menginspirasi banget punya keinginan kuat untuk bikin rumah singgah, bertekad agar anak2 kurang beruntung seperti Rara bisa nulis dan baca bisa menikmati indahnya pendidikan seperti teman-teman yang beruntung. Jujur aja di dunia real saya pengen banget bisa kayak Alia semoga saya pun bisa seperti dia :)

    BalasHapus
  15. Nama :Atikah Nur Hidayati
    Username IG: atikah19nh
    Email :atikahnh19@gmail.com

    Jawaban :
    1. Asma Nadia
    2. Tokoh yang paling berkesan adalah Alia. Alia menginspirasi anak anak yang memiliki banyak mimpi. Dari tokoh Alia pembaca dapat mengambil banyak pelajaran, bahwa hidup tak selalu berkutat pada masalah pribadi saja, tetapi juga bagaimana agar berusaha memberi manfaat pada sekitar (masyarakat). Setiap orang pasti memiliki masalah masing-masing namun kepekaan dan kepedulian terhadap sekitar belum tentu dimiliki setiap orang. Semoga kita bisa melatih kepekaan diri dengan membaca novel

    BalasHapus
  16. Jadi pengen baca deh, penasaran sama endingnya

    BalasHapus
  17. Jadi ingin baca keseluruhan ah...
    Masuk list must buy nih novel

    BalasHapus
  18. Agak bingung, ini bukannya udah difilmkan ya, hahaha. Ternyata ....

    BalasHapus
  19. Belum baca buku ntu. Pengen dapat hadiahnya ...

    BalasHapus
  20. Nama : Siti Nuryanti
    Twitter : @NelyRyanti
    Email : sitinuryanti@yahoo.com

    Jawaban
    1. Asma Nadia
    2. Tokoh yang berkesan : Aldo
    Mengidap autis, suka menolong dan suka menggambar
    Saya selalu terkesan terhadap anak spesial needs , seperti Autis. Terkadang kita sering belajar dari mereka. Menurut saya Aldo adalah guru kita, guru untuk belajar tentang kesabaran, ketelatenan, kasih sayang, rasa bersyukur dan sebagainya.

    BalasHapus
  21. Nama: Nurul Aulia
    Username: fb (Nurul Aulia), twitter: @aulia_arsad
    email: aulianovizar2@gmail.com

    jawaban
    1. Mba Asma Nadia
    2. Ada 2 tokoh yang saya sukai dalam novel ini. Pertama Rara, seorang gadis riang. Mengapa? Karena ia adalah gadis tangguh (terus menjaga mimpinya dengan penuh keoptimisan). Mengingat usia nya yang baru 9 tahun tapi ia tidak pernah putus asa dari mimpinya memiliki rumah dengan jendela, meskipun kondisi ekonomi yang menghimpit. Ia juga anak yang sayang pada ibu nya, terlihat bagaimana ia berusaha keras hanya untuk membelikan rendang keinginan ibu nya. Rara adalah gadis yang semangat menjalani kehidupan dengan tetap menjaga mimpi-mimpinya. Sosok kedua yang saya sukai adalah Bu Alia. Bu Alia menggambarkan sosok gadis juga sama dengan Rara yg terus bermimpi hingga ia bisa mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Ia merupakan teladan yang sangat langka kita temukan di jaman now. Pengaruh positif yang ia bawa memberikan dampak luar biasa bagi Rara dan teman-teman. Kedua sosok ini mengajarkan kita utk terus bermimpi dan jangan sekali-kali berputus dari rahmat Allah, juga mengajarkan kita utk bersabar atas ujian. Ud'uni astajiblakum (berdoalah padaKu maka akan kukabulkan)

    BalasHapus
  22. Nama : Siti Zulbaidah
    IG : @sitizulbaidah
    Twiter :@SZulbaidah

    Penulis buku Rumah Tanpa Jendela : Asma nadia

    Tokoh yang sangat saya sukai adalah Rara Gadis kecil yang tangguh punya impian yang unik dan berusaha untuk mewujudkan mimpi2nya.

    BalasHapus
  23. Nama : Ainun Masyrifah
    Username Ig : @masyrifahainun
    Username fb : Rifa
    Username twt : @Rifa
    Email : ainun14galipat@gmail.com
    Jawaban :
    1. Asma Nadia
    2. Tokoh yang saya sukai ada 3 yaitu :
    A. Rara : Rara adalah anak yang manis , walaupun keadaan ekonomi yang dianggap orang cita-cita atau mimpinya tidak bisa terwujud tapi dia tetap optimis dan selalu berjuang demi cita-citanya.
    B. Si Embok : walaupun Embok sakit TBC dan sering sakit-sakitan tetap rasa cinta dan kasih sayang terhadap anaknya Raga dan cucunya Rara tidak pernah luntur .
    C. Aldo (10 tahun): walaupun anaknya orang kaya dia tetap baik dan mempersilahkan kawan-kawannya bermain dirumahnya . Walaupun dia autis dia tetap semangat hidup.

    BalasHapus
  24. Ane sudah nonton filmnya. Suka.

    BalasHapus

  25. Nama :Tyaseta rabira nugraeni sardjono
    Username IG/Twitter/FB (bukan link) :@tyaseta/@guru5seni8/Tyaseta rabita nugraeni
    Email :tyaseta.rabita@gmail.com, tyaseta_rabita@yahoo.com

    Jawaban : 1. Asma nadia. 2. Aldo

    main bun ke blog saya di http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    BalasHapus
  26. rumah tanpa jendela ini memang cukup mendidik.
    Sebuah cerita yang diangkat dari ide sederhana tapi sangat menginspirasi kita untuk tetap bersyukur atas segala nikmat Allah. Masih banyak yang kurang beruntung bersama kita.


    Rumah tanpa Jendela ini pernah difilmkan. Dan sangaaaat sukaaa....
    Pengen bukunya. Hehehe... Salam dari putra Gorontalo. Idrus Dama

    BalasHapus
  27. Buku ini sudah difilmkan... aku suka filmnya, Hmm... karya bunda Asma Nadia emang keren2 ya ^^ favourite selalu dehh

    BalasHapus
  28. Waah... siip... bisa jadi tuan rumah blog tour yak 😀😀

    BalasHapus
  29. Aku punya novel ini, malah kalau gak salah aku juga punya versi skenario nya karena waktu itu mau belajar otodidak bikin skenario hehehe

    BalasHapus
  30. Nama: Rika Altair
    IG: @Rika_Altair
    Twitter: @rika_altair

    Jawaban:
    1. Penulis: Asma Nadia
    2. Karakter yang disukai: Aldo

    Alasannya: Sosok Aldo mengajarkan bahwa hidup harus dijalani dengan penuh semangat apapun kondisi kita. Karena hidup adalah anugrah Allah yang luar biasa. Meski menyandang status sebagai autis, dimana banyak orang yang cenderung meremehkan anak dengan kondisi ini, namun Aldo berhasil menunjukkan pada kita arti kesabaran, kebaikan, dan saling menghargai. Meski hidup di tengah keluarga kaya, tapi Aldo tidak pernah malu berteman dengan Rara yang berasal dari daerah kumuh. Ia juga selalu berusaha berbuat baik agar bisa diterima orang di sekitarnya. Anak autis bukan berarti tidak bisa melakukan kebaikan dan membahagiakan orang-orang di sekitarnya.

    BalasHapus
  31. udah pernah nonton filmnya di bioskop sama adik2ku, empat jempol buat filmnya, meskipun harus keluar dari bioskop dgn mata sembab dan merah hehehe

    thanks review-nya mbak naqi, wajib beli nih soale aku penggemar mbak asma nadia dari jamannya masih di annida

    BalasHapus
  32. Ya ampuuun...aku belum pernah satu pun baca novel atau buku Asma Nadia. Kapan mau coba baca ah

    BalasHapus
  33. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  34. Nama : Sumaiyah
    Twitter : @sumaiya80280726
    Email : sumaiyahsmart827@gmail.com

    Jawaban
    1. Bunda Asma Nadia
    2. Tokoh yang saya sukai yaitu Rara. Karena selain menjadi Tokoh Utama, Rara memiliki sifat pantang menyerah. Walau terdapat banyak cobaan dan rintangan.Ia tetap berjuang untuk meraih impiannya yakni memiliki Rumah dengan Jendela.

    BalasHapus
  35. Nama: Novrian Erintias Haqiki
    IG : @novrian_haqiki23
    Twitter : @novrian_haqiki
    FB : Novrian Erintias Haqiki
    Email : haqikinovrian@gmail.com

    Jawaban
    1. Asma Nadia
    2. Tokoh yang saya suka, Rara.
    Ia tak pernah mengenal lelah dan gigih untuk mewujudkan mimpinya memiliki rumah yang berjendela. Ia pun selalu berusaha untuk membahagiakan ibunya, contohnya ia membelikan ibunya rendang.

    Jujur ingin sekali membaca dan memiliki buku ini. Review nya menarik pembaca untuk mendapatkan buku Rumah Tanpa Jendela ini.

    BalasHapus
  36. Nama: Monica Indah
    Twitter: @monicaindah5
    Email: monicaindahlarasati@gmail.com

    Jawaban:
    1. Asma Nadia
    2. Setelah membaca review yang mba tulis, tokoh yang berkesan bagi saya adalah Rara. Impian Rara mungkin terkesan sederhana, tapi sebenarnya relevan dengan kejadian yang banyak terjadi sekarang ini. Banyak bangunan-bangunan tinggi yang dibangun dan menutupi rumah-rumah dari sumber cahaya yaitu matahari atau saat melihat keluar rumah yang terlihat hanya dinding-dinding.

    BalasHapus
  37. Nama : ria mustika fasha
    Twitter : @chikarein
    Email : chikarein200@gmail.com

    Aku juga suka banget cerita rumah tanpa jendela mbak, dlu aku pernah dapat dvd filmnya dan itu mengharukan banget asli nangis dibuatnya

    Btw mau ikutan mbak
    1. Asma Nadia
    2. Tokoh yang menurutku unik dan aku sukai di novel ini itu Aldo, aku suka walaupun dia punya kekurangan dibanding anak normal lainnya dia menunjukan kalo anak dengan autis itu bisa berprestasi dan berkarya yang ditunjukkannya dengan hobinya menggambar. Satu lagi beliau juga suka menolong dan mau berteman dengan rara.

    BalasHapus
  38. Wahhh GA-nya udah selesai yaa, padahal pengen ikutan, hehehe :)

    setelah membaca review novelnya terus terang saya jatuh cinta pada tokoh Aldo, walaun ia agak berbeda dengan anak lainnya tapi ia tetap semangat menjalani hidup dan suka membantu orang, ini membuktikan bahwa "sekekurangan" apa pun seseorang ia tetap bisa bermanfaat untuk orang lain

    BalasHapus
  39. Nama : ika pasca
    Twitter : @ikapasca
    Email :mengdawati2003@gmail.com

    1.Asma Nadia
    2.Saya belum pernah nonton film dan baca bukunya, tapi dari sinopsis mbak naqi, saya penasaran dengan cerita dan tokoh yang saya suka kak adam, kenapa? Anak band tapi sayang sama adiknya selama ini image anak band dalam benak saya lebih pada mementingkan diri dan karier, eh ini ada anak band sayang adiknya, seru buat dibaca

    BalasHapus
  40. Aku belum pernah baca bukunya nih, masih dijual kah mba?

    BalasHapus
  41. Rumah Tanpa Jendela lumayan sedih dulu aku pernah nonton filmnya dan selalu keingetan yang jadi bapaknya itu Raffi Ahmad, kerjaannya kalau di film jadi tukang jualan ikan hias.

    BalasHapus

Terima kasih telah meninggalkan jejak. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menghindari spam. Mohon juga follow blog, Google +, twitter: @Naqiyyah_Syam dan IG saya : @naqiyyahsyam. Semoga silaturahmi kita semakin terjalin indah ^__^