Rabu, 08 September 2010

LOMBA MENULIS BERSAMA AKHI DIRMAN AL-AMIN

Ini mungkin kesempatanmu!

Sebenarnya, sudah lama banget pengen ngadain lomba menulis. Hanya saja baru kesampaian sekarang ini. Eitzzzzzzzzzzzz…. Jangan mengharap hadiah yang banyak ya, hadiahnya hanya berupa buku2 J

Yap! Benar-benar hanya buku!

Lombanya sendiri, lomba apaan sih?

KISAH MINI YANG PENUH HIKMAH

Ini dia syarat-syaratnya :

  1. Tulisan berupa kisah mini yang mengesankan. Kisah Mini? Iya, sebutan lainnya yg lg ngetrend sih flas fiction
  2. Tema : Cinta, Persahabatan, Suka Duka Kehidupan, Keluarga, Rumah Tangga
  3. Tulisan maksimal 300 kata saja
  4. Peserta diwajibkan untuk membuat pengumuman lomba di catatan dan mentag saya (Akhi Dirman Al-Amin Full atau Akhi Dirman Al-Amin Dua) agar semakin banyak yang ikut 
  5. Kirim karyamu ke akhidirman.menulis@gmail.com (Ingat ya, yang mengirim ke email saya yang lain saya anggap gugur) plus bioadata singkat penulis (biodata deskripsi)
  6. Deadline sampai tanggal 22 SEPTEMBER 2010 PULUH 24.00 WITA
  7. Satu peserta hanya boleh mengirim 1 cerita terbaik

Hadiahnya apaan?

  1. 4 buah buku; 2 karya saya dan 2 lainnya dari sponsor (Hitam Putih Publishing)
  2. 3 tropi dan souvenir khas Lombok untuk 3 terbaik
  3. 50 cerita terbaik akan dibukukan oleh sebuah penerbit (Angka ini bisa bertambah jika lebih banyak cerita yang bagus)
  4. Jika ada 2 nilai yang sama, maka penulis yang belum punya buku akan lebih diprioritaskan

PENGUMUMAN PEMENANG DAN KISAH2 TERPILIH TANGGAL 27 SEPTEMBER 2010

Jadi tunggu apa lagi?

Tulis dan kirim. Aku tunggu ya…

Salam Pena,

Akhi Dirman Al-Amin

Sumber : http://www.facebook.com/home.php?#!/note.php?note_id=435283394412&ref=notif&notif_t=note_tag

Selasa, 07 September 2010

Lomba Resensi Buku Emak2 Fesbuker Mencari Cinta

Lomba Resensi Buku Emak2 Fesbuker Mencari Cinta

Hahaay Preeends, udah baca buku centil and pinky Emak2 Fesbuker Mencari Cinta blooom? Kalo blom, buruan baca gih biar kamu bisa bikin resensi buku ini and menangin paket hadiah buku dari kita. So, kita akan pilih 4 resensor EFMC terbaik.

BTW, udah tau kaaan resensi tuh apaan? Kalo belom, okey silahkan klik di link2 ini untuk contoh-contoh resensi:

http://metamorphian.wordpress.com/2010/04/12/resensi-taj-mahal-kisah-cinta-abadi/

http://metamorphian.wordpress.com/2010/02/26/reinkarnasi-pemuda-titisan-prabu-jaman-purba-atau-anak-bangsawan-keblinger/

http://metamorphian.wordpress.com/2010/02/24/the-road-to-the-empire-a-historical-novel-a-classic-romance/

http://metamorphian.wordpress.com/2010/02/17/catatan-kba-bangkalan-januari-2010-perahu-kertas/

Okeh, sekarang syarat teknisnya:

1. panjang naskah resensi: 1-2 halaman A4, spasi 1 1/2, font: arial 11

2. diposting di note fb peserta

3. upload juga poto buku EFMC di resensimu, plus keterangan buku di caption potonya, contohnya klik di link ini:

http://www.facebook.com/notes/lin-wulynne/reinkarnasi-antara-pemuda-titisan-dan-bangsawan-keblinger-repost/135242763185151

4. minimal tag 20 teman, jangan lupa tag Lin Wulynne and Miyosi Chan

5. kriteria yg dinilai: menarik (termasuk tampilan paragraf), ringan, memenuhi syarat2 sebuah resensi, jumlah respon yang diterima oleh resensor di resensi tersebut (3 likes = 1 comment)

6. waktu lomba: 20 Agustus-20 September 2010

7. tidak berlaku untuk penulis/kontributor EFMC, termasuk jempol dan komen mereka (tidak dihitung) :P

Blom suka nulis resensi???

No worries yak, ikut aja lomba di bawah ini, cekidot!

Lomba Foto Narses Bareng buku Emak2 Fesbuker Mencari Cinta

Buat kamu2 yg gila foto, kesempatan ber-narses ria niiy. Berhadiah buku/novel buat pemenangnya.

Syarat teknis:

1. upload poto narsesmu bareng buku EFMC di foto fb-mu

2. tulis satu-dua kalimat narsesmu terkait EFMC

3. upload juga bukti pembelian EFMCmu (dipoto atau discan dulu, baru diupload)

4. tag 20 orang teman dan juga fb Lin Wulynne dan Miyosi Chan

5. makin gokil makin besar kesempatan menang! *dilarang saru n pornografi yak

6. waktu: sama ma lomba resensi

So...what are you waiting for??

Sponsored by: Emak2 di EFMC! ^,^

ANTOLOGI KISAH GOKIL DANINSPIRATIF BERSAMA HEWAN

ANTOLOGI KISAH GOKIL DANINSPIRATIF BERSAMA HEWAN

Assalamu'alaikum, teman-teman...

Tahukah teman-teman bahwa Subadut Mangku Projo Suami Pus Tower benar-benar tidak pulang? Ya, saksi mata mengatakan bahwa sesesorang telah memasukkan ke dalam karung bersama beberapa kucing dandiangkut entah kemana? padahal Subadut Mangku Projo adalah kucing penjaga yang baik di wilayah kami.

Dan teman-teman tahu kan dengan cicak? Seorang guru pernah naik meja saat mengajar gara-gara ada cicak di dekat sepatunya

Dan adik saya? Hai, hai..., begitu cintanya pada ayam maka ayam pun ditimang-timang, dan dengan sukses sang ayam mematuk alisnya (untung bukan matanya)

Nah, teman-teman pasti punya banyak cerita yang berhubungan dengan hewan kan? Misalnya diantara teman-teman ada yang punya phobia dengan beberapa mahluk tertentu, entah itu kucing, anjing, bebek, angsa, itik, ayam, semut *oh gak mungkin ya :D*Pasti kisahnya seru-seru tuh tentang phobia tersebut ya?

Cerita apapun yang berhubungan dengan hewan kesayangan atau hewan yang ditakuti, bahkan dibenci, kini saatnya untuk berbagi.

Caranya:

Pilih salah satu atau boleh kirimdua-duanya.

a.versi kisah gokil bersama hewan

ditulis dengan bahasa yang gokil banget ya. Tapi harus sopan dan tidak mengandung unsur pornografi.

b.kisah inspiratif bersama hewan

Cerita apapun bersama hewan yang menginspirasi.

Syaratnya:

1.Tulisan harus kisah nyata. Boleh pengalaman simbah, pak dhe,bu dhe, keponakan, suami, istri atau teman.

2. TNR, 12, 1 ½, 4-8 halaman. Naskahberbentuk attachment (jangan di badan email).

kirim ke: Paling.gokil@yahoo.co.id

Subjek: antologi hewan

Ditunggu naskahnya sampai tanggal 20 september 2010*masih lama kan?*

Oh iya tolong disebarkan ya? terimakasih

Wa'alaikumsalam wr.wb

Salam

Shabrina WS

pemilik Pus Tower (tokoh dalam novel, Kisah Kucing Korban Lumpu rLapindo)

Tawaran antologi Kisah lucu pekerjaan

Tawaran antologi Kisah lucu pekerjaan

Apapun profesimu, terlepas kamu mencintai benar pekerjaanmu atau tidak, pasti pernah mengalami kejadian lucu, gokil namun penuh hikmah; setidaknya membuatmu sadar sejenak bahwa pekerjaanmu itu sangat layak untuk disyukuri. Nah tuangkan pengalaman pribadimu itu dalam bentuk:

Narasi bebas dengan kamu sendiri sebagai "aku". Kisah jenaka mu boleh berupa peristiwa tunggal maupun dua atau lebih peristiwa lucu yang dirangkai dengan baik dalam satu tema

Format .doc, A4, TNR 12, spasi 1.5

Panjang tulisan 2-4 halaman

Cantumkan identitasmu –nama, nama fb, e-mail dan profesi/pekerjaan sekarang- di halaman terakhir naskahmu

Setiap peserta boleh mengirimkan maksimal 2 naskah terbaiknya

E-mail naskahmu sebagai attachment ke nurpurnamawati@gmail.com

Batas akhir pengiriman: 30 September 2010

Naskah yang diseleksi adalah naskah yang pertama kali dikirim. Dengan kata lain kami tidak menerima versi revisi/edit

Akan dipilih tiga puluh lima (35) naskah terbaik untuk (insyaallah) diterbitkan (Allahumma amiin)

Pengumuman hasil seleksi: 20 Oktober 2010

Naskah yang tidak terpilih akan kami kembalikan ke masing-masing peserta

Undangan antologi SAAT BT SAMA PASANGAN

Undangan antologi SAAT BT SAMA PASANGAN

oleh Faradina Izdhihary

Assalamualaikum Wr.Wb.

Antologi Saat Bete Sama Pasangan, Apa Yang Kau Lakukan?

Mencermati tawaran menulis dari motivasi dari beberapa penerbit, rasanya bakal menarik kalau kita nulis bareng-bareng tentang apa yang kita lakukan saat bĂȘte sama suami? Tau bisa juga apa yang dilakukan para suami/yang kita inginkan banget dilakukan suami untuk menghilangkan ke-BT-an kita.

Nah kan, menarik. Pasti dech selama menjalani kehidupan rumah tangga ada berkali-kali kejadin tersebut kita alami. Bakalan asyik danmanfaat kalau kita bagi cerita itu. Insyaallah akal manfaat dan menginspirasi kita untuk berupaya maksimal mempertahankan keutuhan rumah tangga kita.

Syaratnya mudah :

1. Kisah harus nyata, bisa kisah pribadi, saudara, atau ortu. (Nama-nama bisa dipalsu). Tidak untuk yang pada akhirnya berakhir dengan perceraian.

2. Cerita disajikan dalam bahasa sehari-hari, menarik, dan inspiratif.

3. Diketikdi kertas A4, TNR, 1,5 spasi 4- 12 halaman dalam format rtf.

4.Tambahkan juga hikmah apa yang dapat Kamu ambil dari kejadian itu.

5. Kirim ke email istiqomahalmaky@yahoo.co.id

6. Naskah diterima paling lambat tanggal 10 Oktober 2010 pukul 24.00 WIB.Naskah berbentuk attachment (jangan di badan email).

Antologi 'Meniti Jejak Bocah di Peti Sejarah'

Antologi 'Meniti Jejak Bocah di Peti Sejarah'

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Folipenol hadir kembali mengajak para penulis se-antero nusantara bahkan mancanegara untuk ikut serta dalam antologi yang akan kami terbitkan. Temanya : 'Meniti Jejak Bocah di Peti Sejarah'.

Apaan sih?

Disini kami ingin mengajak anda kembali kemasa kecil dulu. memungut serpihan kenangan di masa kanak-kanak dengan segala permainan tradisional yang dulu masih bisa kita sekarang. Berbeda sekali dengan sekarang dimana anak-anak direcoki oleh game virtual yang merajalela, nintendo, PS, game online, timezone. Nyaris sekarang jarang sekali ditemui permainan seperti loncat tali, gundu, gobak sodor, layang-layang, petak umpet, dll.

Karenanya kami ingin kembali memutar ingatan akan masa bahagia kala kecil dulu. Juga semoga generasi sekarang dapat membaca bagaimana permainan yang mengasyikkan dan semoga tidak hilang tergerus jaman.

Nah, udah jelas kan. Buruan kirim kisah kalian. Ini dia nih syaratnya :

1. Naskah yang dikirim harus menceritakan kisah permainan masa kecil di daerah kalain yang paling berkesan

2. Lebih diutamakan jenis permainan yang unik dan mulai dilupakan

3. Merupakan kisah nyata dan terdapat pelajaran yang bisa diambil

4. Boleh mengirim maksimal 2 naskah

5. Panjang naskah 800-1000 kata, font TNR 12 spasi 1 folio.

6. Sertai biodata singkat yang berisi nama, nama pena (jika ada), alamat, email, no telpon/hp, dll

7. Naskah dikirim melalui email permainankecilku@gmail.com dengan attachment.

8. Naskah paling lambat diterima tanggal 30 September 2010 pukul 24.00 WIB (Tidak ada dispensasi pertambahan waktu)

Akan dipilih 30 naskah yang paling unik dan inspiratif untuk kami terbitkan. Setiap penulis akan diberlakukan sistem royalti dengan ketentuan royalti dibagi 30 penulis. Penulis juga akan mendapatkan satu buah buku dan souvenir.

Pengumuman tanggal 20 Oktober 2010.

Buruan kirim karya kalian. Replay kembali memori masa kecil dan permainan yang paling berkesan.

Wassalamu'alamualaikum.

Folipenol Publishing

Proyek Antologi: Lovely Lebaran Posted on August 29 2010 by Kang Dani Sahabat yang berbahagia, alhamdulillah ramadhan yang agung sedang kita jalani

Proyek Antologi: Lovely Lebaran

Sahabat yang berbahagia, alhamdulillah ramadhan yang agung sedang kita jalani dengan produktif. Ied nan fitri menanti di bulan Syawal. Semoga tidak ada satupun anak yatim dan janda yang bersedih di sekitar kita. Alhamdulillah, Setelah sukses dengan antologi Lovely Ramadhan, –yang insyaAlloh akan dilaunching pada tgl 4 September nanti– Indie-Publishing.com kembali mengajak sahabat-sahabat semua untuk kembali produktif di bulan Syawal dengan satu lagi proyek antologi LOVELY LEBARAN: Kisah-kisah tak terlupakan di hari lebaran.

Proyek antologi ini terbuka untuk UMUM.

Gagasan penerbitannya sama dengan antologi Lovely Ramadhan yang unik, yakni dari kita, oleh kita dan untuk kita. Jadi, nantinya setiap penulis yang tulisannya terpilih masuk dalam Buku Antologi ini diwajibkan juga memberikan investasi sebesar minimal Rp 100.000,- (yang mau menyumbang lebih dari itu tidak dilarang sama sekali bahkan sangat dianjurkan) untuk biaya penerbitan buku itu sendiri.

Namanya juga indie, semua biaya penerbitan buku ini ditanggung oleh penulis dengan cara patungan rame-rame. Pun tidak sedikit yang tertawa dan terheran-heran bahkan cenderung sinis dengan cara ini, saya tidak ambil pusing. Yang penting tetap berkarya, dan membantu sahabat-sahabat yang ingin berkarya.

Nah, Setiap penulis yang berhasil lolos nantinya akan mendapatkan :

  • 3 buah buku Lovely Lebaran dan diundang khusus pada saat launching perdana
  • Diskon khusus untuk setiap pembelian buku berikutnya,
  • Free ticket untuk setiap acara workshop yang diadakan oleh Indie-Publishing.com
  • Diskon khusus untuk setiap pembelian buku-buku di Indie Book Store
  • Sertifikat Kepenulisan

Syarat-syarat pengiriman tulisan :

  • Gabung di Group FB Indie Publishing : http://www.facebook.com/group.php?gid=104360062723
  • Add YM: cs_indiepublishing
  • Non fiksi: bukan cerpen, cerbung, novel, atau puisi. Maaf ya
  • Ditulis dengan gaya ngeblog (curhat) Bukan artikel ilmiah.
  • Tema Naskah : Moment terindah, atau moment terburuk yang tak terlupakan saat lebaran. Boleh pengalaman pribadi yang sudah lalu, atau harapan lebaran yang akan datang.
  • Ditulis dengan format MS WORDS MAKSIMAL 3 halaman A4, font times new roman 12pt, Spasi 1,5 margin bebas. (LEBIH DARI 3 HALAMAN TIDAK DITERIMA)
  • Panitia hanya menerima tulisan original, bukan terjemahan apalagi jiplakan karya orang lain dan dalam bahasa Indonesia bukan bahasa asing. Boleh ada unsur-unsur bahasa lain di dalamnya. Tapi secara umum, bahasa Indonesia harus yang paling dominan.
  • Dilarang mengirim tulisan yang sudah pernah terbit di media komersil. Tentu saja, media komersil yang dimaksud ini tidak mencakup media internet seperti website, mailing list, buletin internal, dan seterusnya.
  • Sertakan foto ukuran bebas dan biodata diri anda secara singkat seperti contoh dibawah ini :

Bang Komeng, lahir di Jakarta, 19 Mei 1976, Gemar membaca dan menulis sejak kecil bekerja sebagai PNS sebagai pimpinan KPK. Saat ini ia tinggal di Perumahan Vila Dago 2 Blok IB-XI No.16 Kab. Bogor Jawa Barat. Karyanya antara lain “jakarta kompor meleduk” (Indie Publishing). Penulis bisa dihubungi via Emai : bangkomeng@gmail.com Webblog: www.bangkomeng.com.

  • Batas akhir pengiriman karya adalah tanggal 30 September 2010.
  • Pembayaran dana untuk penerbitan dilakukan setelah pengumuman via FB
  • Naskah dikirimkan ke alamat email: info@indie-publishing.com dengan subject email : LOVELY LEBARAN
  • Biodata ditulis di bagian akhir naskah.
  • Naskah diattach di email, bukan ditulis di body email.
  • Mengingat buku ini akan terbit dalam jumlah yang terbatas, maka tidak akan dijual di toko buku.
  • Bagi penulis yang berdomisili di Jakarta, datang ke acara Workshop Menerbitkan Buku Indie - Gratis (info: http://bit.ly/aRR7DH)

Kami membuka kesempatan bagi penerbit, corporate atau media yang berkeinginan menjadi sponsor penerbitan buku ini.

Bila nantinya ada keuntungan dari buku ini, maka dana tersebut akan dipergunakan kembali untuk proyek penerbitan buku berikutnya atau hal bermanfaat lainnya yang berkaitan dengan penerbitan buku untuk kepentingan para kontributor buku.

Contact Person :

Kang Dani. HP 085694771764 YM : cs_indiepublishing

LOMBA SURAT UNTUK MU NAK

LOMBA SURAT UNTUK MU NAK ( HASIL COPASAN )

Supaya gak ada kekeliruan, tulisan di bawah ini hasil share dari penulis aslinya. jadi posisiku di sini cuma membantu publikasi lomba ini. Jadi, bukan aku yang punya ide awalnya.. ^_^

PENDAHULUAN

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bagaimana kabarnya, kawan-kawan? Semoga keberkahan Ramadan terus melingkupi langkah kita, ya. Saya lagi semangat, nih. Jadi, beberapa hari lalu saya berkunjung ke Multiply adik kelas saya yang saya sayangi, Aisha. Ternyata beliau juga membagi tulisan saya yang berjudul “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu.” di blognya. Dari respon-respon yang ada, tercetus sebuah ide untuk melombakan surat sejenis, yaitu membuat surat untuk calon anak. Saya kemudian berpikir, mengapa tidak sekalian dibuat buku? Alhamdulillah, Aisha-chan pun berminat ikut meramaikan proyek ini, hehe.

Bukunya dapat dibuat bolak-balik seperti novel Andrea Hirata yang terbaru, “Padang Bulan” dan “Cinta Dalam Gelas”. Seperti buku “Palestina, Emang Gue Pikirin?” dan “Palestina, Emang Gue Pikirin!” karya Shafwan Al-Banna gitu lho. Jadi sisi satunya “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu.” Sementara sisi lainnya ialah “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ayahmu.” Saya optimis, buku semacam ini insya Allah dapat memberikan begitu banyak kebaikan pada begitu banyak orang.

Karenanya, saya mengajak kawan-kawan sekalian untuk turut serta menulis buku kolaborasi ini. Supaya lebih semangat maka sekalian saja digelar lombanya. Hadiahnya sederhana, lagipula toh lomba ini hanya untuk penyemangat saja. Perihal utamanya tentu agar kita mampu menggali perasaan-perasaan terdalam kita sebagai seorang calon ibu atau ayah, seorang anak, dan seorang hamba melalui surat-surat tersebut. Tanpa lomba pun, bukankah ini sudah merupakan suatu proyek yang menarik –bersama-sama menulis surat untuk anak kita yang bahkan belum ada? Hehe. Jadi, yuk ikutan… =) =)

Baiklah, bismillahirrahmaanirrahiim. Dengan ini lomba membuat “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu/Ayahmu.” dibuka.LOMBA “SURAT UNTUKMU, NAK. DARI CALON IBUMU/AYAHMU.”

DESKRIPSI LOMBA

Lomba ini terbuka untuk umum. Tujuan utamanya adalah untuk membuat buku berjudul sama, “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu.” dan “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ayahmu.” Berisi ungkapan hati seorang calon ibu dan ayah yang ingin disampaikan kepada anak-anaknya kelak. Contoh penggalan surat ada dalam postingan ini: “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu.” meski pun bukan merupakan format baku dalam penulisan surat, silakan berkreasi dengan jenis dan teknik penulisan maupun gaya bahasa.

PERSYARATAN LOMBA

Lomba penulisan surat ini memiliki persyaratan umum sebagai berikut:Peserta diperkenankan memilih kategori surat yang diikutsertakan dalam lomba, yaitu: “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu.” Diperuntukkan bagi para perempuan, baik yang sudah menikah atau pun belum, yang belum memiliki anak. Diperkenankan bagi calon ibu yang sedang mengandung anak pertamanya.“Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ayahmu.” Diperuntukkan bagi para lelaki, baik yang sudah menikah atau pun belum, yang belum memiliki anak.Lomba ini terbuka bagi kalangan umum, dengan latar belakang apa pun.Surat merupakan karya sendiri, asli, bukan terjemahan maupun saduran karya orang lain, jiplakan, atau plagiat (karya orang lain).Bahasa yang digunakan adalah bahasa Indonesia yang memenuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.Panjang tulisan adalah 2 (dua) sampai 3 (tiga) halaman A4 dengan font Times New Roman ukuran 12 pt, spasi tunggal tanpa ilustrasi atau foto.Karya tidak sedang dan belum pernah diikutkan dalam lomba lain.Setiap penulis dapat mengirimkan lebih dari satu tulisan.Peserta tidak dipungut biaya apapun.

PENGIRIMAN KARYA TULIS

1. Surat dikirimkan dalam bentuk attachment file Microsoft Word (.doc, .docx, .rtf) ataupun PDF ke email azka.madihah@gmail.com atau azka.madihah@yahoo.com beserta biodata penulis. Format bagi judul email adalah [Surat Untukmu, Nak: “Judul Surat yang Diikutsertakan dalam Lomba”].

2. Bagi yang memublikasikan karya suratnya di laman website atau weblog, mohon cantumkan URL postingan ini (http://azkamadihah.wordpress.com/2010/lomba-surat) dalam karyanya, agar semakin banyak yang mengetahui tentang lomba ini. Silakan cantumkan juga alamat URL postingan Anda tersebut dalam email yang dikirimkan ke alamat di atas.

3. Panitia paling lambat menerima file naskah surat paling lambat pada 30 September 2010, berdasarkan Waktu Indonesia Barat (WIB) yang tercantum dalam format pengiriman e-mail penerimaan.

HADIAH

Hadiah yang disiapkan sebagai tanda penghargaan atas partisipasi peserta ialah:

Juara I Lomba Menulis “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu/Ayahmu” (untuk satu orang, tidak dipisahkan antarkategori) memperoleh plakat, uang senilai Rp. 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah), dan novel “Rahim” karya Fahd Djibran.

Juara II Lomba Menulis “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu/Ayahmu” (untuk satu orang, tidak dipisahkan antarkategori) memperoleh plakat, uang senilai Rp. 300.000,00 (lima ratus ribu rupiah), dan novel “Rahim” karya Fahd Djibran.

Juara III Lomba Menulis “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu/Ayahmu” (untuk satu orang, tidak dipisahkan antarkategori) memperoleh plakat, uang senilai Rp. 200.000,00 (lima ratus ribu rupiah), dan novel “Rahim” karya Fahd Djibran.

Apabila buku jadi diterbitkan, setiap karya yang masuk ke dalam buku “Surat Untukmu, Nak. Dari Calon Ibumu/Ayahmu.” akan mendapatkan sertifikat penghargaan dan satu eksemplar buku yang diterbitkan. Tanda penghargaan ini akan dikirimkan maksimal satu bulan setelah buku diterbitkan.

PENJURIAN

1. Penjurian akan dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama oleh juri seleksi tahap pertama yang dilakukan pada 1-8 Oktober 2010.2. Penjurian tahap kedua dilakukan untuk menilai naskah yang lolos tahap pertama, dan dilakukan pada 9-16 Oktober 2010.

PENGUMUMAN PEMENANG

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 20 Oktober 2010 di weblog http://azkamadihah.wordpress.com/.

KETENTUAN LAIN

1. Panitia memiliki hak menerbitkan tulisan-tulisan yang masuk menjadi sebuah buku dan memiliki hak atas pemasukan yang diterima dari buku tersebut.

2. Panitia membuka kesempatan berkorespondensi dengan pengirim karya melalui alamat email yang tercantum di atas.

3. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.

Terima kasih. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga ini dicatat Allah sebagai upaya kita dalam menyiarkan nilai-nilai kebaikan. Amiin. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

P.S. Mohon dishare ke sebanyak-banyaknya teman yang lain, ya… Hehe, hatur nuhun pisan… Allah yazikal khair… =)


Ini Mieny dapat dari http://mywordmyworld.multiply.com/

Senin, 06 September 2010

Menulis Tradisi Intelektual Muslim




Testimoni/endorsment

"Menulis adalah tradisi yang bisa mengabadikan segalanya. Bahkan melalui tulisanlah kita bisa membaca rekam jejak masa lalu sebagai bekal untuk meraih masa depan. Buku ini isinya mencerahkan apalagi ditulis oleh para mujahid pena.Patut dijadikan sumber referensi utama."

Kang Arul,
Penulis Produktif – Pengamat Cyberculture

Salah satu cara untuk mengekalkan nama Anda di dunia adalah dengan mencipta buku yang bermanfaat bagi semua umat dan salah satu cara yang menjadi lahan amal ketika Anda sudah tidak ada adalah bergunanya buku yang ditulis untuk semua manusia. Maka, menulislah dan buatlah tulisan itu menjadi jalan menuju surga! Buku ini akan menjadi inspirasi Anda untuk segera menggerakkan pena!

Indari Mastuti,
Penulis Produktif – INDSCRIPT Creativa

”Mahasiswa apalagi yang muslim harus tekun menulis. Menulis sebagai tradisi ulama dan intelektual muslim tidak boleh terputus. "Jika saat ini tradisi menulis terasa hilang dalam kehidupan umat Islam, maka kita berkewajiban untuk menumbuhkannya kembali. Buku ini layak dibaca untuk menstimulus semangat menulis.”

Hendra Sugiantoro,
Kolumnis – Transform Institute

“Andai ahli hadits tak menghimpun kalam nabi, para yuris tak mencatat hasil ijtihad dan interpretasi, maka hidup kita pasti telah terputus dengan peradaban dan keilmuan Islam. Baca buku motivasi ini dan segeralah menulis, karena menulis itu berjuang!”

Faris Khoirul Anam
Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya – Aktifis FLP Jawa Timur.

*ini bukuku bersama teman yang lainnya*

Ibu dan Batik Besurek Rahayu


Ibu Cugung! Begitulah orang-orang di sekitar rumahku di Desa Dusun Besar Bengkulu memanggil ibuku. Yap! Panggilan cugung yang artinya tinggi. Panggilan ini bermula ketika kami tinggal disebuah perumahan Dinas Perindustrian di daerah yang cukup tinggi. Agak menanjak dan berbeda dengan rumah di sekitarnya. Di kawasan wisata Danau Dendam Tak Sudah.

Awalnya ayah yang ingin mengembangkan batik besurek khas Bengkulu, karena ayah bekerja di kantor peridustrian. Batik Besurek artinya batik bertulisan, besurek juga dapat diartikan huruf kaligrafi. Kain ini dapat digunakan untuk upacara adat, pernikahan, kematian dan pakaian sehari-hari. Motif batik besurek ini beraneka ragam, ada kaligrafi yang dapat dibaca dengan jelas, ada juga cuma huruf arab gundul, tapi ada juga tanpa makna seperti gambar bunga rafflesia burung kuau, relung paku dan lainnya.

Ibuku yang tidak sekolah tinggi karena benturan biaya di kala kecilnya, ternyata memiliki semangat belajar yang cukup tinggi menekuni bidang ini. Aku juga salut dengan ayah yang mendorong ibu belajar apa saja yang penuh kreativitas. Singkat cerita, Ibu dan ayah berangkat ke Jogya melihat langsung pembuatan batik tulis. Ibu belajar langsung cara pembuatannya. Ibu juga mencari refrensi dari beberapa motif kuno kain khas Bengkulu. Membeli bahan yang diperlukan seperti canting, kompor, lilin malam, dasar (kain), dan lainnya. Maka, mulailah ibu membuka home industri yang diberi nama Sanggar Batik Besurek Rahayu yang diambil dari namaku.

Dulu, aku sering sekali protes kenapa sih namaku harus nama Jawa? Apalagi nama Sri Rahayu, ihh, males banget deh dipanggil Sri, hehehe.. secara aku lahir di Jambi dan dibesarkan di Bengkulu.

“Nama Sri Rahayu itu melengketkan nama kenangan ibu dan ayah jalan-jalan ke Yogya lho!” kata Ibu. Kabarnya sih nama Rahayu adalah nama Bioskop di Yogya, jadi biar lengket kisah romantis ayah dan ibu, maka namaku diberi nama RahayuJ

“Tapi nggak mau dipanggil Sri!” ujarku!

Ibu selalu tertawa jika aku menolak dipanggil Sri. Dan memang ibu sangat jarang memanggilku Sri, kecuali jika aku malas bangun subuh hehehe pasti diteriaki deh!

“Sriii….. bangun!” maka aku langsung buru-buru bangun dengan tampang cemberut! Hahaha...

Balik cerita soal sanggar tadi.

Beberapa pekerja dari tetangga ikut serta dengan bisnis ini. Apalagi ibu juga menjadi salah satu pengiat tim PKK di kala itu. Hampir sebagian di desa kami kala itu, para ibu-ibu dan remaja putri terlibat membuat Batik Besurek ini. Mereka menggambil upahan dan bekerja di rumah mereka.

Kami sekeluarga juga mendapat tugas, aku yang masih SD saat itu hanya mendapat tugas membuat motif. Menjiplak motif kain yang akan dibuat di sebuah kain putih. Setelah bermotif, kain akan di batik dan dicelup. Kakak yang lain juga memiliki tugas masing-masing. Ada yang membatik, mencelup dan ada juga yang melorot (menghilangkan sisa lilin malam.

Ibuku terus memodifikasi beberapa motif, hingga kain Batik Besurek buatan ibu cukup di kenal di Bengkulu di masanya, bahkan beberapa turis asing dari Amerika, Australia magang di rumah kami untuk belajar membuat batik. Ibu juga menerima pesanan untuk seragam kantor dan penutup jenazah.

Aku ingat sekali ketika ibu mendapat pesanan kain penutup jenazah ini, ibu sangat hati-hati. Ibu selalu berwudhu ketika membuat motif dan membatiknya. Usaha ibu berkembang pesat, pesanan berdatangan. Bahkan buka cabang di Bengkulu Utara. Ibu juga mendapat undangan melatih anak-anak SLB dan sekolah-sekolah. Batik Besurek kian dikenal, tapi ibu selalu berbagi ilmunya. Siapapun yang datang dan ingin belajar, ibu tak pernah mengeluh. Beliau akan selalu membantu.

Tahun 1991 ayahku meninggal di Bengkulu Utara. Ibulah yang menjadi penopang perekonomian kami sekeluarga. Apalagi saat itu ketiga kakakku kuliah dalam waktu berbarengan. Siang-malam ibu selalu membatik dan menerima pesanan. Sampai akhirnya di awal tahun 1998 krisis moneter melanda, termasuk usaha Batik Besurek kami harus perlahan gulung tikar. Harga bahan baku terus melambung dan orang-orang sudah beralih ke Batik Printing.

Kebetulan usaha Batik Printing ini di pegang oleh ibu-ibu pejabat di kala itu. Maka dengan pertimbangan yang cukup sulit, usaha ini ditutup. Walau, tahun itu juga, aku baru saja masuk kuliah.

“Yuk, kita jual rumah warisan ibu di Muara Dua saja ya buat biaya masuk kuliah,” kata ibu. Aku ikut merasakan kesedihan ibu yang berkorban besar untuk kuliahku.

Beruntung Wodang, kakak pertamaku memiliki bakat yang sama dengan ibu. Wodanglah pengiat batik selanjutnya, tapi karena Wodang tinggal di Jambi, maka Wodang mengiat batik khas Jambi. Tapi paling tidak ilmu yang ibu dapat diteruskan oleh kakakku. Kini Wodang sering menjadi trainer pelatihan membuat batik khas Jambi. Wodang juga membiayai kuliahku hingga selesai.

Ibu, suatu hari kelak, aku akan membangkitkan lagi Sanggar Batik Besurek Rahayu! Insya Allah!

Lampung Timur, 26 Juli 2010

Cinta Jurusan di Semester 8




Cinta Jurusan di Semester 8. Assalamualaikum sahabat Smart Mom, aku mau cerita curhatan ala zaman sekolah nih :) 

Tamat SMA tahun 1998 dulu, aku mau ke mana ya? Kalo dilihat cita-cita masa kecilku, aku ingin sekali menjadi desainer. Waktu kecil aku suka sekali menggambar beberapa desain baju. Sayang di kotaku, Bengkulu belum ada sekolah itu. Nah, ibu pun tak mengizinkan jika aku harus kuliah di luar daerah. Akupun banting setir. Aku ingin usai kuliah bisa cepat dapat uang! Tapi mau apa? Langsung kerja? Zaman begini tamat SMA langsung kerja? Paling jadi pelayan toko! Langsung menikah? Ah, bukan aku banget gitu loh!!

Tamat SMA temanku banyak yang sibuk tes Akademi Perawat (AKPER). Akupun ikut-ikutan, apalagi tinggiku yang 158 cm cukup memenuhi syarat. Mulailah aku mempersiapkan diri untuk ikut tes AKPER. Dari ukur tinggi, cek kesehatan, sampai tes tertulis. Nah, kebetulan AKPER negri tidak ada di Kota Bengkulu, adanya di Kota Curup, 2 jam dari Kota Bengkulu, terpaksalah aku ikutan tes yang waktu itu ramai banget di GOR Curup. Duduknya pun dekat banget antar peserta. Bahkan bias tukar jawaban, hehehe….

Selain AKPER Negri, aku juga ikutan di AKPER Swasta di Kota Bengkulu. Siap-siap saja kalo tak lulus di AKPER negri. Jujur aku tak banyak berharap lulus di AKPER Negri, karena ibu ngotot ikut pindah ke Curup dan rumah di Bengkulu akan disewa jika aku lulus AKPER Negri nanti. Tentu saja banyak pro-kontra dari kakak-kakakku. Makanya, aku jadi tak bersemangat mengikuti ragkaian tes. Tapi demi ibu, orang tuaku satu-satunya (sejak ayah meninggal tahun 1991), aku pun ikutan tes juga!

Foto Yossi Delvianti
Galau Memilih AKPER atau Kuliah di UNIB?
Tak lama pengumuman keluar. Dua-duanya namaku lulus! Baik di AKPER Negri, maupun AKPER Swasta. Ibu senang sekali! Sampai-sampai jika ada tamu yang datang, ibu selalu cerita kalo aku lulus dua-duanya. Artinya otakku lumayan lah, heheh (narsis.com) 

Ternyata, ibu masih punya impian lain, aku harus menjadi mahasiswa! Ibu sedih jika aku nanti hanya bergelar D3. Apalagi keempat kakakku saat itu sudah jadi sarjana dan bekerja. Kakak tertuaku di Jambi D3 Perindustrian Jogya (sekarang sudah S1), kakak kedua S1 Ekonomi, kakak ketiga S1 Fisipol, dan kakak keempat S1 Hukum. Saat itu, ibu ingin sekali aku lulus di Fakultas Pertanian, sehingga lengkaplah kelima saudara berbeda fakultas.

Namun, beberapa kakak dan iparku kurang setuju. Menurut mereka aku tak perlu kuliah, aku ikut kursus saja atau pun kuliah D3. Aku sedih sekali, memang ekonomi saat itu menjadi kendala! Sejujurnya aku ingin sekali kuliah jurusan Bahasa Indonesia, tapi keluargaku menentang! Saat itu menjadi guru bukanlah pekerjaan yang patut dibanggakan! Apalagi gaji guru saat itu rendah. Aku mengalah, maka ketika mengambil formulir IPC aku tetap masih bimbang mau kuliah di jurusan apa?

Awalnya tertarik di Jurusan Sosial Ekonomi (Sosek),tapi kata banyak orang, kuliah di Sosek banyak akutansinya! Aku pun urung memilih jurusan Sosek, maklum nilai akutansiku ngepas! Memang soal hitungan aku agak parah! Hehe……aku pun melirik Ilmu Tanah! Tapi kakakku kurang setuju menjadi pilihan pertama.

“Nggak keren pilih Ilmu Tanah, ntar belajar gali kubur loh!” ejek kakakku.


Hadoooh aku bingung!

Foto Rismayati
Akhirnya bosan pilih jurusan tapi tak disetujui. Aku pasrah saja, ketika kakak keduaku membimbing aku mengisi formulir IPC dengan menghitamkan bulatan-bulatan dengan pencil 2B, akhirnya aku mencantumkan kehutanan di pilihan pertama, ilmu tanah pilihan kedua dan bahasa inggris di pilihan ketiga. Jreng! Pertempuran dimulai! Kenapa kehutanan?

“Jurusan bergengsi! Lihat peminatnya banyak banget! Kerja di Kehutanan banyak pilihan, bisa jadi PNS, bisa juga di perusahaan HTI, dan banya duitnya!” ujar kakakku. Wah saat itu aku menurut saja. Masih jadi anak baik euy! (emang sekrang nakal ya?)

Ketika ujian UMPTN (namanya saat itu) aku tidak ikut Bimbingan Belajar (Bimbel), teman-teman SMAku banyak yang ikutan Bimbel, bahkan ke luar daerah demi kuliah di PTN favorit mereka, tapi aku harus bersyukur, walau tidak dapat Bimbel menjelang UMPTN, ketika SMA dan menuju Ebtanas, aku sudah ikutan Bimbel. Jadi bahan-bahan itulah menjadi bekal aku belajar menembus UMPTN.

Baca Juga : Ibu dan Batik Besurek Rahayu


Foto Rafles Indra

Bingung dengan biaya awal kuliah yang cukup besar, akhirnya ibu memutuskan untuk menjual rumah warisan di Muaro Duo, Sumatera Selatan. Sedihnya, demi kuliahku ibu harus melepas rumah keluarga nan penuh kenangan. Ibuku memang asal dari komring, walau besar di Palembang.
Masa awal kuliahku cukup prihatin. Aku yang biasa sekolah dengan pakaian seragam, ketika kuliah harus berganti-ganti pakaian, maka ketika awal kuliah aku harus membeli beberapa stel pakaian yang pantas, aku ingat pas tes UMPTN, bajuku agak robek dan pagi-pagi ibu menjahitkan pakainanku, masa kuliahku berbeda dengan kakak-kakakku lainnya. Maklum zaman mereka kuliah masih ada ayah, bahkan ada yang kuliah dengan membawa mobil. Tapi bagianku agak berbeda. Saat ingin membeli sepeda motor saja, kakak-kakak tak ada yang setuju, akhirya aku dan ibu menurut saja.

Cinta Jurusan di Semester 8

Awal kuliah di Jurusan Kehutanan aku belum enjoy! Apalagi ketika masa perkenalan. Jalan jauh dari Universitas Bengkulu (UNIB) menuju Taman Hutan Raya (TAHURA), aku sampai beberapa kali istirahat. Maklum tidak terbiasa jalan jauh. Beberapa kali aku kena hukuman panitia, bahkan menjadi kelompok pasien, hehehe


Tahun pertama kuliah, IP-ku cukup bagus, akupun mendaftar menjadi calon penerima beasiswa. Alhamdulillah aku lulus! Uang beasiswa itu sangat membantu. Memang SPP-ku dibantu kakak pertamaku, tapi biaya buku dan lainnya, dari uang beasiswa itu sangat meringankan. Aku menerima beasiswa cukup lama, sampai menjelang skripsi.

Baca Juga : Saya Ingin Jadi Wartawan Politik

Ketika kuliahlah aku menemukan bakat menulisku. Awalnya cuma iseng, mengisi Mading Hima-Hutan yang kupegang, maklum kala itu aku menjadi pj Mading. Lama-lama aku bergabung di tim buletin kampus. Lalu, berkat seorang kakak tingkat, aku bergabung dengan Media Unib, sebuah koran kampus. Di sini aku menemukan kembali impianku. Aku masih tetap bisa menulis, mengajarkan pengalaman menulisku tanpa harus bertitel menjadi guru Bahasa Indonesia, hehehe…..alhamdulillah honor 100 ribu yang kudapat setiap bulan sangat membantu mencari refrensi yang kubutuhkan, baik bahan kuliah maupun bahan tulisanku.

Lama-lama akupun mulai mencoba mengirimkan karyaku ke berbagai media massa. Alhamulillah pelan-pelan tulisanku dimuat diberbagai media. Honornya beragam, tapi cukup membantu bagiku yang haus informasi. Setiap hari Minggu aku membeli beberapa koran yang memiliki kolom sastra, aku mempelajari gaya kepenulisannya dan mencoba menulis dengan gaya serupa. Jadi, aku benar-benar belajar otodidak dengan melihat dan membaca gaya kepenulisan setiap media.

Selain mengirimkan tulisan, aku juga senang mengikuti lomba menulis di kampus. Dari lomba cerpen sampai tulisan essai. Hadiah dari menang lomba tulisan itu kadang kubelikan beberapa majalah dan juga bahan kuliah.



Baca Juga ya! Cerita Hijrahku dan Gamis Syar’i

Aku melalui proses yang panjang sampai aku mencintai jurusanku. Berawal dari mulai penelitian di semester 8 dan mulai mecoba menikmati kuliah. semakin cinta saat masuk semester berikutnya. Semester 10 aku harus Paraktek Umum di Desa Getas Kec. Kradenan Kab. Blora Jawa Tengah. Di sana sekitar 3 minggu kami belajar ilmu kehutanan yang sudah kami miliki dibimbing oleh asisten dosen dari UGM. Kebetulan dari UGM ada sekitar 5 mahasiswa yang ikut gabung PU bareng kami dari UNIB.

Di sana, kami mengenai bagaimana proses Penataan dan Pengorganisasian Hutan (PAK), Inventarisasi, Penjarangan, Pohon Plus sampai penghitunganyang bikin begadang setiap malam. Di sini aku menemukan keasikan tersendiri! Aku melihat dari dekat bagaimana hutan sangat dibutuhkan bagi kehidupan! Aku melihat sendiri proses uji kayu dari penimbunan kayu untuk diolah lebih lanjut. Aku juga banyak menemukanilmu baru setelah sharing dengan teman-teman dari UGM. Intinya aku semakin semangat kuliah dan berprestasi! Cukup terlambatkah menyadarinya? Pulang dari PU aku mengejar ketertinggalanku! IP-ku semakin meningkat, maklum di semester 3 sempat merosot bahkan di semester 4 atau 5, IP-ku pernah terjun bebas menjadi 2,0. Huah aku kebangetan ya? Alhamdulillah ketika wisuda IPK-ku bisa meningkat menjadi 3,07. Lumayan lega! Sayang ketika wisuda, ibu tak dapat mendampingiku. Ibu meninggal tahun 2003 dan aku wisuda di tahun 2005.

Aku pun bersyukur kuliah di Jurusan Kehutanan, di sini aku menemukan banyak ilmu, termasuk hidayah. Aku hijrah menggenakan jilbab pada tahun 1998. coba kalo aku jadi desainer seperti cita-cita awalku? Belum tentu aku seperti ini. Alhamdulillah aku sekarang menjadi Guru Bahasa Indonesia di sebuah SDIT walaupun bukan dari FKIP Bahsa Indonesia. Aku percaya, keberadaanku sekarang semua telah diatur-Nya. Aku bersyukur atas nikmat-Nya. Apa yang kita anggap baik, belum tentu baik bagi kita. Rencana Allah betul-betul sempurna!

Itulah kisah zaman kuliahku Cinta Jurusan di Semester 8. Bagaimana denganmu?



Jumat, 03 September 2010

Allyn Hamil!


“Mbak, aku hamil!” teriak Allyn menghampur dalam pelukkanku. Aku tergagap tak percaya! Astaga, adikku hamil? Dia masih kecil, masih SMP kelas 2. Kok bisa? Kutarik napas dalam-dalam menghilangkan rasa kagetku.


“Ceritakan! Bagaimana itu bisa terjadi? Kamu dari mana saja tadi? Mbak sudah menunggu berjam-jam kamu tak pulang juga. Ini sudah malam! Janji kita tadi, kamu menunggu mbak jemput di sekolahmu!” ujarku panik.