Kamis, 25 Agustus 2011

5 LANGKAH MEMERAH ASI

5 LANGKAH MEMERAH ASI
Memerah ASI sebetulnya tak sulit selama dilakukan dengan teknik yang benar.
Niat memberikan ASI eksklusif saja ternyata tidak cukup. Banyak ibu
menghadapi kendala, seperti keharusan kembali bekerja. Demi memenuhi hak bayi mendapatkan ASI, ibu harus berupaya lebih. Tinggalkan ASI di rumah sementara ibu bekerja. Toh, ASI bisa diperah, disimpan, untuk kemudian diberikan kepada si kecil. Untuk itulah perlunya keterampilan memerah, terutama bagi ibu yang berhalangan memberikan ASI-nya secara langsung.

PERSIAPAN MEMERAH
Inilah tahapan persiapan memerah ASI:
* Cuci bersih kedua tangan ibu dengan benar dan menggunakan sabun.
* Usahakan relaks dan pilihlah tempat atau ruangan untuk memerah ASI yang tenang dan nyaman.
* Kompres payudara dengan air hangat. Gunakan handuk kecil, waslap, atau kain lembut lainnya.
* Mulailah mengurut payudara dengan langkah sebagai berikut:
A. Massage
* Pergunakan 2 jari, yaitu telunjuk dan jari tengah. Tangan kanan mengurut payudara kiri dan tangan kiri mengurut payudara kanan.
* Bila payudara besar, gunakan keempat jari.
* Dengan tekanan ringan, lakukan gerakan melingkar dari dasar payudara dengan gerakan spiral ke arah puting susu.

B. Stroke
* Dengan menggunakan jari-jari tangan, tekan-tekanlah payudara secara lembut. Dari dasar payudara ke arah puting susu dengan garis lurus, kemudian dilanjutkan secara bertahap ke seluruh bagian payudara.
* Dengan menggunakan sisir yang bergigi lebar, “sisirlah” payudara secara lembut, dari dasar payudara ke arah puting susu.
* Dengan ujung jari, lakukan stroke dari dasar payudara ke arah puting susu.
C. Shake
Dengan posisi tubuh condong ke depan, kocok/goyangkan payudara dengan lembut, biarkan daya tarik bumi meningkatkan stimulasi pengeluaran ASI.
Teknik memerah ASI dengan tangan metode massage, stroking, dan shaking yang disebut metode Marmet dikembangkan oleh Chele Marmet, seorang Lactation Consultant yang menjadi Direktur Lactation Institute di California.

MEMERAH DENGAN TANGAN
1. Letakkan ibu jari di atas kalang payudara dan jari telunjuk serta jari tengah di bawah sekitar 2,5 ¬3,8 cm di belakang puting susu membentuk huruf C. Anggaplah payudara sebagai jam, maka posisi/arah ibu jari berada pada jam 12, dua jari lain berada di posisi jam 6. Ibu jari dan jari telunjuk serta jari tengah saling berhadapan. Jari-jari diletakkan sedemikian rupa sehingga “gudang” ASI berada di bawahnya.
2. Tekan lembut ke arah dada tanpa memindahkan posisi jari-jari tadi. Payudara yang besar dianjurkan untuk diangkat lebih dulu. Kemudian ditekan ke arah dada.
3. Buatlah gerakan menggulung (roll) dengan arah ibu jari dan jari-jari ke depan untuk memerah ASI keluar dari gudang ASI yang terdapat di bawah kalang payudara di belakang puting susu. Jangan menggesekkan ibu jari dan jari-jari pada kulit karena akan menimbulkan rasa sakit atau nyeri.
4. Ulangi gerakan-gerakan tersebut (1,2,3) sampai aliran ASI berkurang. Kemudian pindahkan lokasi ibu jari ke arah jam 11 dan jari-jari ke arah jam 5, lakukan kembali gerakan memerah seperti tadi.
5. Lakukan pada kedua payudara secara bergantian. Begitu tampak ASI memancar dari puting susu, itu berarti gerakan tersebut sudah benar dan berhasil menekan gudang ASI. Jangan lupa untuk meletakkan cangkir bermulut lebar yang sudah disterilkan di bawah payudara yang diperah.
Seluruh prosedur persiapan dan pemerahan dengan tangan membutuhkan waktu sekitar 20-30 menit, meliputi:
- Massage, stroke, dan shake.
- Perah kedua payudara selama 5-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 3-7 menit tiap payudara.
- Massage, stroke dan shake.
- Perah kedua payudara selama 2-3 menit tiap payudara.
Sebagai catatan, waktu yang dibutuhkan untuk memerah ASI di atas hanyalah patokan saja. Bila pasokan ASI sudah baik/banyak, patokan tersebut dapat diabaikan karena patokan waktu ini bermanfaat bila ASI hanya keluar sedikit atau bahkan belum keluar sama sekali. Yang justru harus diperhatikan adalah aliran ASI. Bila mulai berkurang alirannya segera ganti dengan memerah payudara berikutnya.

Hilman Hilmansyah. Ilustrasi Dok. NAKITA
Konsultan ahli:
dr. Utami Roesli, SpA., MBA., CIMI., IBCLC,
Ketua Yayasan Sentra Laktasi Indonesia

ASI PERAH HANYA KALA IBU-BAYI TERPISAH
Harap diingat, aktivitas menyusui langsung (breastfeeding) sebenarnya lebih bermanfaat dibanding ASI perah. Keterikatan, kedekatan, dan terciptanya suasana aman serta nyaman saat menyusui langsung dapat meningkatkan pertumbuhan fisik maupun psikis bayi. Karena itu, berikan ASI perah hanya kala bayi “terpisah” untuk sementara waktu dari ibunya. Setelah ibu di rumah dan bertemu kembali dengan si kecil, aktivitas menyusui langsung dapat segera dilakukan.

KOSONGKAN “GUDANG” AGAR ASI TERUS DIPRODUKSI
Secara prinsip, payudara terdiri atas tiga unsur utama, yaitu “pabrik”, saluran, dan “gudang” ASI (di daerah warna cokelat atau aerola). Ketiganya ibarat bejana berhubungan. Agar produksi terus berjalan, ASI di gudang harus habis lebih dulu. Bila gudang kosong, barulah pabrik akan mengisinya kembali dan seterusnya. Pendek kata, ASI di gudang harus selalu dihabiskan supaya proses produksi terus berjalan.
Saat memerah ASI, prosesnya hampir sama dengan mengeluarkan pasta gigi. Bila hanya menekan ujung pasta gigi, tentu pastanya tak akan keluar. Jadi, bagian yang agak belakanglah yang harus ditekan. Bila tak keluar banyak, kemungkinan teknik yang dilakukan salah. Bila tekniknya sudah benar, lama-kelamaan memerah ASI akan menjadi aktivitas yang tidak sulit.
Kunci memerah ASI dengan tangan adalah menemukan posisi jari-jari yang tepat. Lakukan latihan sampai menemukan posisi atau tempat yang tepat. Menggabungkan pemerahan ASI dengan tangan dan pengurutan payudara merupakan cara memerah ASI yang efektif.

PERAH DENGAN TANGAN LEBIH DIANJURKAN
ASI yang diperah dengan pompa sebenarnya tak direkomendasikan atau tak dianjurkan diberikan kepada bayi. Kenapa? Karena banyak pompa ASI di pasaran yang tidak memenuhi standar. Bahan karet yang terdapat di bagian belakang pompa yang berbentuk seperti bohlam ternyata tak bisa disterilkan. Bahkan bisa menjadi media yang menyalurkan mikroba. Lantaran itu, ASI hasil pompa dianjurkan hanya sebatas untuk mengatasi pembengkakan payudara.
Memang ada pula pompa ASI yang memenuhi standar, seperti pompa elektrik dan pompa berbentuk piston. Namun harganya terbilang mahal. Jadi, yang dianjurkan tetaplah teknik memerah dengan tangan. Selain mudah, tak merepotkan serta tak perlu mengeluarkan uang untuk membeli peralatan. Modalnya cuma satu, keterampilan ibu memerah ASI dengan tepat seperti di atas.

Source: asiforbaby@yahoogroups.com

Perah ASI dengan stimulasi LDR

Cara Memerah ASI dengan Tangan
Dikantor (atau dirumah) dg Stimulasi LDR :

1. Cuci tangan yang bersih.
2. Siapkan 2 botol yang kecil (60ml) dan besar (120ml), 1 untuk tempat ASI yang sedang diperah, satu lagi untuk menampung ASI di PD sebelah yang netes.
3. Buka baju bagian depan atau buka semua boleh. Dan gantung baju di tempat yang aman dan bersih.
4. Masukkan botol ukuran 60ml ke dalam bra PD sebelah kiri. Jadi botol ditahan sama bra.
5. Mulai stimulasi Let Down Reflek (LDR) supaya keluar. Dengan cara pejamkan mata, tarik napas dalam2 buat tubuh se-rileks mungkin kemudian puting tetep dalam bra trus ujung jempol diluar bra. Diusap-usap dengan lembut si putting dalam bra tsb. Sampai terasa geli-geli gitu. Dan teruskan saja. Ga lama kemudian akan terasa nyuuuttt pada PD. Itulah saat LDR keluar. Perah dengan cepat.
6. Setelah LDR terasa. ASI pasti akan netes-netes dari kedua PD. Nah yang sebelah kiri kan sudah ditadahi dengan botol kecil jadi ga takut terbuang. Yang kanan kita perah.
7. Cara Memerahnya bentuk ke lima jari seperti bikin huruf C terbalik. Jempol diatas PD dan keempat jari lain dibelakang bawah PD. Jaraknya kurang lebih 2cm dari aerola (lingkaran hitam/coklat deket putting).
8. Pencet-pencet PD dengan lembut tapi cepat seiring irama hisapan bayi. Jangan digesekkan jari2nya saat pencet karena akan membuat PD memar. Tapi cukup di pencet-pencet saja.
9. ASI akan keluar dengan deras dan akan terdengar bunyi srot.. srot
10. Setelah agak berkurang alirannya. Pijat-pijat PD, perah lagi. Kalo sudah kosong pindah ke PD kiri.
11. Kalo pegel dengan posisi C terbalik, bisa pake posisi huruf U. jadi jempol disebelah kanan PD dan keempat jari di sebela kiri PD.
12. Setelah kedua PD kosong. Masih bisa distimulasi lagi si LDR. Tapi kalo ga bisa sebaiknya sudahi sesi memerah.