Selasa, 21 Februari 2012

Suka Duka Pj Naskah Antologi

Pertama kali menjadi pj naskah antologi dimulai usai Silnas FLP, tahun berapa ya? Lupa nih! Ingatnya, pas pulang Silnas, Ayuk Novi, Ayuk Siska dan Kak Pendri pengurus FLP Wilayah Bengkulu awalun:) memberikan amanah kalo aku menjadi pj naskah untuk Kumcer Sumbangsel. Nah, mulailah aku bertugas mengontak teman-teman Se-Sumbangsel, yakni Sumatera Selatan dan Lampung. Awalnya mau ngajak Riau, tapi saat itu mereka belum ada pengurus FLPnya, baru kontributor saja. Alhasil proyek dimulai! Naskah yang datang mulai banyak di emailku dan juga via pos. Ribetnya kalo kudu ngetik lagi, banyak penulis yang bilang gak ada simpanan filenya, terpaksa direntalkan, maklum kalo ngetik ulang, gak tahan!


Tahap seleksipun dimulai, aku merekomendaikan beberapa cerpen yang layak untuk naskah antologi dan mengirimkan pada Teh Pipiet Senja. Nah, alhamdulillah naskah teman2 terkumpul dan bisa deh jadi buku! Salutnya, buku ini dapat kami launching bersama di Sumatera Selatan, dana yang minim tapi panitia yang oke banget, si Koko Nata dkk menjadi tamu yang ramah. Nah, di sini juga bermula untuk membuat antologi FLP Se-Sumatera.


Kedua kalinya aku menjadi Pj Naskah antologi menjalankan proyek buku Antologi FLP Se-Sumatera. Lagi-lagi berkutat dengan naskah yang kadang-kadang ejaannya salah, mengontak teman-teman, nagih-nagih cerpen, dan lainnya. Jadilah aku sering ke warnet. Zaman itu belum ada fb, kami bergabung di milis FLP Sumatera, kebetulan FLP Pusat mengamanahkan padaku menjadi Koor Jarwil Sumatera, jadilah moment ini menjadi kebangkitan bagi kami untuk lebih berkarya. Sayang, dikumcer ini FLP Jambi dan Riau belum bisa menyumbangkan karya. Lagi-lagi karena pengurus FLP-nya belum terbentuk. Kapan dong kita buat proyek Se-Sumatera lagi ya?:)


Sedihnya pas launching di Padang, aku tak bisa ikut. Ekonomi dan masih momong bayi menjadi kendala. aih, sedihnya gak bisa launching bareng-bareng:( bahkan di acara tersebut aku harus mengundurkan diri jadi koor jarwil, karena beberapa pendapat meminta dengan halus, kalo aku belum pas menjadi koor apalagi karyaku saat itu masih sedikit sekali, belum bisa menjadi contoh hehehe....akhirnya koor jarwil diganti:)


Buku antologi yang terbit selanjutnya, saat aku menjadi pj buku Cinta Monyet Never Forget bersama Bayu Insani di Hongkong. Tiap hari ke warnet, sampai bela-belain malam sekalipun mengecek email en mengejar target buku ini terbit. Beberapa naskah belum lengkap dan harus menelpon para kontributor. Lama, aku bolak-balik ke warnet, setelah akhirnya dapat rezeki bisa beli modem, komunikasi pun kian lancar. Namun, taraaaaaaaaa menjelang terbit, aku mendapatkan email dari penerbit kalo bukunya dah siap edar en dilampirkan cover yang...huah bikin aku mewek 3 hari, 3 malam (lebay.com)...namaku sebagai koordinator tak ada T_T namun, pihak penerbit hanya bisa minta maaf dan berjanji menggantikan 1 eksemplar buku akibat kesalahan itu. Pihak penerbit minta maaf karena semua akibat kesalahan teknis saat lay-out. huaaaaaaaaah mau mewek 7 hari, 7 malam tapi males ah...menghabiskan energi:)


Kini, beberapa antologi yang kugarap masih tersendat-sendat, beberapa harus revisi, melamar penerbit, sampai mogok di para pj lainnya:(


Namun, tetep semangat ah, sampai suatu hari kelak di mana aku bisa lebih fokus untuk menulis buku soloku! Hidup antologi! Hehehehe...

Faris yang Energik (MomsGoBlogging)

Sejak kecil Faris memang susah makan, jadi walau sekarang usianya 4 tahun 8 bulan, berat badannya baru 14 Kg. Tapi aku bersyukur, Faris tak kalah cerdas dengan anak seusianya. Faris termasuk anak yang aktif. Faris tak betah untuk duduk manis. Baik sedang makan, belajar atau lainnya, kecuali pas tidur tentunya. Jika makan harus telaten menemaninya ikut bermain. Sambil menyuapi, aku harus ikutan bermain peran. Kadang kami bermain rumah-rumahan, jual-jualan, kereta api, memancing atau mewarnai. Dari kecil Faris juga suka sekali menggambar. Aku juga cukup kaget melihat bakatnya ini. Faris memang sudah rapi pegang pensil sebelum usia 2 tahun. Awalnya Faris suka menggambar laba-laba, perahu, mobil, rumah dan sekarang sudah pintar menggambar di program paint di laptop. Faris juga mudah sekali hapal mengoperasikan laptop, saat ini sudah pintar membuka dan mematikan laptop sendiri.


Faris yang energik sangat menyukai hal-hal yang baru. Faris sangat antusias dengan lingkungan dan hewan. Kami membiasakan menerangkan sesuatu dengan tuntas. Tak apa penjelasannya agak panjang. Tapi, tetap dengan bahasa yang mudah dimengerti. Kadang karena rasa ingin tahunya yang tinggi, Faris dikira cerewet oleh orang di sekitarnya. Jika membersihkan ikan, udang atau kepiting, aku dan suami mengajak serta Faris. Kami mengenalkan anggota tubuh ikan, udang atau kepiting. Kami ceritakan bagian tubuh yang digunakan untuk bernapas, berenang dan lainnya. Mengenalkan sisik, insang , capit dan lainnya. Kami juga membelikan Faris CD yang edukatif, seperti CD Seri Pertualangan Tupi dan Ping-ping . Dari CD itu, Faris mengenal planet, spora, jamur, nenek moyang, sampai nama hewan yang jarang ditemui. Lewat CD itu, Faris juga semakin antusias dengan tanaman. Pernah suatu hari Faris menghilang entah ke mana, ketika dicari ternyata Faris sedang menanam semai petai cina lalu dipindahkan ke dalam bekas wadah aqua gelas dan memberikannya tanah. Tanaman itu selalu dijaganya, setiap hari disiram dan betapa senangnya Faris melihat tanamannya itu tumbuh daun.


Terkadang karena rasa ingin tahu yang cukup besar itu membawa masalah. Pernah aku baru selesai masak sayur dan menyimpannya di meja makan. Kutinggal sholat sebentar, Faris sudah mencampur sayur itu dengan parutan keju. Terbayangkan nasib sayurku? Pernah juga minuman untuk tamu dijadikan eksprimennya. Usai tamunya pulang, Faris menuangkan setengah gelas gula pasir ke dalam minuman bekas tamu tadi. Duuuh, sabar-sabar...


Tulisan ini diikutsertakan di lomba: http://www.facebook.com/note.php?note_id=450009102491

Farisku sayang ^_^