Minggu, 19 Agustus 2012

Bertemu Sahabat

Bagaimana rasanya bertemu sahabat? Du, senang dong. Inilah kisahku. Ketika mudik lebaran tahun ini aku menyempatkan diri berkunjung ke rumah sahabatku Freni Destama di Gang Gandaria Panorama Bengkulu. Aku dan Freni sudah berteman sejak lama. Ketika SMP kami sempat 1 sekolah, tapi tidak bertemu. Aku pindahan dari Bengkulu Utara, naik ke kelas 2 pindah ke SMPN 6 Bengkulu, sedangkan Freni pindah ke Manna. Ketika SMA, aku yang pindahan juga ke SMUN 3 Pagar Dewa, aiih aku emnag suka pindah-pindah nih:)

 Ketika kuliah kami bareng, materi penelitian mirip karena enggak suka statistik heheh...trus pas wisuda juga bereng. Nah, dilalah suami juga dapat sama-sama asal Lampung:) Kesamaan lainnya, aku ngajar di SDIT, suami Freni juga ngajar di SMPIT.

Suamiku PNS di Deptan, Freni yang PNS di Deptan. Anak kami 2 cowok semua, Freni juga. Hehehe lah kebetulannya banyak ya:)


Selama di rumah Freni, Faris dan Fatih bermain dengan anak Freni Mukhlis. Kdang mereka kejar-kejaran, berebuatan maenan, heboh deh. Syukurnya enggak nangis-nangis:) Kami ngobrol seputar ASI, masa kuliah, teman-teman kuliah, share mengasuh anak, dan lainnya. Sempat naik ke loteng tempat kami dulu belajar kelompok, seru dah!

Mudik Ke Bengkulu 2012

Tahun ini kami sekeluarga lebaran di Bengkulu. Sudah kesepakatan 2 tahun sekali pulang ke Bengkulu. Kami berangkat dari Lampung Hari Senin sekitar pukul 13.30 WIB. Keluar Lampung perut sudah mual. Aku yang lagi enggak puasa alias dari Menstruasi udah makan obat darmamin. Faris juga sudah makan obat antimo cair anak. Mulailah jalan berbelok-belok. Pertama kali Fatih yang muntah. Aku sempat kaget dan tak mengira Fatih akan mabuk. Dulu, Faris bayi enggak mabuk di bawa mudik diusia 1 tahun. Faris banyak nenen dan tidur. Beda dengan Fatih diam saja, diajak nenen mau, tapi tak lama muntah-muntah. Sekitar pukul 19.00 WIB mobil travel berhenti di rumah makan. Abi yang sudah buaka puasa di jalan mulai ngambil makan. Tapi, udah enggak selera. Bandan cuapek, Fatih dan Faris mabuk di jalan. Aku ikutan muntah juga. Duh, Abi jadi ketularan mau muntah. Selesai makan, aku sms teman minta rekomendasi obat anti mabuk buat Fatih. Di tangan hanya ada obat antimo anak dan darmamin. Karena panik, ngubek-ngubek tas, antimo tidak ketemu yang ketemu darmamin aja. Hal hasil, kami berikhtiar saja, untuk Faris setengah tablet, Fatih 1/4 tablet, Umi dan Abi 1 tablet. Alhamdulillah pada nguantuk dan sampai Bengkulu enggak mabuk lagi ^__^