Rabu, 30 Januari 2013

FLP Se-Sumatera Terbitkan Antologi

Perempuan Langit


BANDAR LAMPUNG (Lampost.Co): Forum Lingkar Pena (FLP) se-Sumatera menerbitkan kumpulan cerpen bertajuk Perempuan Langit. Koordinator FLP se-Sumatera Naqiyyah Syam mengatakan ada 12 cerita pendek yang terangkum dalam kumpulan cerpen ini. Ke-12 karya itu lulus audisi dari beberapa karya yang ditulis cerpenis anggota FLP se-Sumatera.

Naqiyyah mengatakan kekuatan kumpulan cerpen ini ialah pada lokalitas yang disajikan setiap penulis. Maksudnya, setiap penulis membuat karya berdasar pada kearifan lokal di daerah masing-masing. Maka, saat membaca kumpulan cerpen ini, kata Naqiyyah, pembaca akan mendapatkan setting yang berbeda di setiap karya.

Ketua FLP Lampung ini menjelaskan harga per buku Rp29.500 belum termasuk ongkos kirim. Ia mengatakan semua keuntungan dalam penjualan buku ini akan disumbangkan untuk muslim Palestina yang sedang ditimpa kesulitan akibat agresi Israel.

Pengarang bernama asli Sri Rahayu ini berharap kumpulan cerpen ini diapresiasi dengan baik oleh pembaca di seluruh Indonesia. Ia juga mengharap masukan demi kebaikan karya-karya insan FLP di tahun mendatang. ASP/U-4

Pemenang Lomba FLP Wilayah Lampung

Fetra Akriani Juara I Lomba Menulis Travelling FLP
BANDAR LAMPUNG (Lampost.Co): Karya Fetra Akriani berjudul "Indahnya Hotel Gantung di Sore Hari" dinobatkan sebagai juara I Lomba Menulis Kisah Perjalanan (Travelling) FLP Wilayah Lampung 2012. Dalam rilis yang diterima Lampost.Co hari ini, Ketua FLP Lampung Naqiyyah Syam mengatakan mendampingi juara I, peringkat kedua diraih Firman Junaedi dengan judul karya "Asam Manis di Negeri Seribu Dewa". Sedangkan juara III diraih Nova Nur Azizah dengan judul karya "Story of Betung".

Terbitkan Merajut Cinta Lansia

Naqiyyah Dkk. Terbitkan Merajut Cinta Lansia
BANDAR LAMPUNG (Lampost.Co): Cerpenis Lampung Naqiyyah Syam bersama beberapa penulis lain menerbitkan antologi berjudul Merajut Cinta Lansia. Naqiyyah kepada Lampung Post, Kamis (27-12) malam, mengatakan buku ini diterbitkan berangkat dengan keprihatinan dengan sikap kurang peduli generasi muda saat ini terhadap orangtua baik dalam perawatan di rumah, ketika bertemu di jalan,hingga berinteraksi di masyarakat.
Buku ini diterbitkan Jendela, lini Penerbit Zikrul Hakim, Jakarta.

Di buku ini terdapat kisah yang menyentuh dari beberapa lansia yang memiliki semangat tinggi dalam mengarungi kehidupan mereka. Mereka mengisi waktu dengan penuh kebaikan tanpa mengeluh walau beberapa penyakit mulai datang. Dari penyakit diabetes, asma, hingga lumpuh.

Jumat, 11 Januari 2013

Copas : Cara Buat Shortlink Di Twitter

contohnya :  http://bit.ly/UF06Il


Karena keseringan ikut lomba jadi dipaksa buat nyari-nyari yang sebelumnya ngga diketahui. Sekarang ini para penyelenggara lomba mewajibkan pesertanya untuk memilki akun twitter, trus kita juga harus mentwit url tulisan kita. Nah terkadang url yang di twit harus dalam bentuk shortlink.

Caranya gampang banget kok, cekidot


Segera Terbit: Merajut Cinta Lansia


Merajut Cinta Lansia (Jendela, 2013)


Apa yang tergambar jika mendengar kata lansia? Tua, rewel, cerewet, mudah sedih, sok mengatur, atau semakin rajin ibadah? Banyak gambaran lansia yang kita temui.
Semangat lansia dalam meningkatkan ibadah patut juga kita hargai.


Berangkat dengan keprihatinan dengan sikap kurang peduli generasi muda saat ini terhadap orang tua yang sudah lanjut usia (lansia) baik dalam perawatan dirumah, ketika bertemu di jalan,hingga berinteriaksi di masyarakat.

Di buku ini terdapat kisah yang menyentuh dari beberapa lansia yang memiliki semangat tinggi dalam mengarungi kehidupan mereka. Mereka mengisi waktu dengan penuh kebaikan tanpa mengeluh walau beberapa penyakit mulai dating.Dari penyakit diabetes, Asma, hingga lumpuh. Ada juga kisah cinta seorang anak dalam berbakti merawat orang tuanya, neneknya atau tetangganya yang sudah sepuh,walau penuh dengan ujian.

Seperti kisah Indah Ip yang menceritakan betapa Mamanya sangat beruntung mendapat kesempatan merawat ibunya (Oma) dimasa tuanya. Kegigihan Mamanya menjadi sebuah inspirasi baginya. “Saat itu semakin saya sadari betapa luar biasa cinta Mama kepada Oma. Betapa beruntung Mama memiliki kesempatan berharga merawatnya hingga kini. Apa pula yang lebih didambakan seorang anak dalam berbakti kepada orangtuanya selain ridho dan pahala dari Allah? Adakah yang lebih membahagiakan, selain kemampuan mencurahkan kasih sayang dan merawat dengan tulus orang yang sangat kita cintai di masa tuanya?”

Ada juga kisah baktinya seorang anak yang dialami Aprilina Prastari dalam menjaga ibunya seorang penderita lumpuh. “Sudah tujuh tahun ibuku lumpuh, tak bisa bicara, tak bisa berjalan. Tapi dia terlihat sehat. Kadar gulanya normal, begitu juga dengan tekanan darah tingginya. Ibu pun banyak makan meski setelah giginya banyak yang tanggal, ibu hanya bisa makan havermut dan minum susu khusus penderita diabetes.”

Tak jauh beda yang dialami Tati Amila saat merawat sang nenek yang dipanggilnya Emak. “Menghadapi Emak sekarang sungguh membutuhkan kesabaran tinggi. Emak bukan saja lanjut usia kondisi fisiknya pun lemah. Berbagai keluhan selalu ia sampaikan kepada siapa saja yang berada di dekatnya. Mulai dari kaki yang terasa linu, punggung nyeri, telapak kaki kesemutan, sakit perut, sampai badan terasa gatal-gatal.”

Disaat usia mulai tua, mereka makin semangat mengejar ilmu. Kisah ini dialami oleh Nunung Yuni A,” Sungguh suatu kebahagiaan tersendiri mendengar ibu kandungku mau melaksanakan sholat. Sebagai orang yang sudah berusia lanjut tentu sulit sekali menghafalkan bacaan sholat seperti kita yang masih muda. Tetapi ibuku pantang menyerah, meskipun surat dan bacaan sholat kadang kurang lengkap, namun dia berusaha untuk selalu melaksanakan sholat lima waktu.”

Berbahagialah teman, jika masih ada orang tua di sampingmu. Jadikanlah mereka ladang amalmu. Mereka tentu berbeda ketika di masa muda dulu, mereka lebih membutuhkan kasih sayang, perhatian dan kelembutan hati anaknya. Para lansia juga butuh ruang di hati kita. Butuh cinta yang tulus di hati kita. Mereka ingin dikatakan ‘ada’ dengan berbagai kelemahan mereka. Cintailah mereka dan Allah akan memberikan banyak pahala.


Nama Kontributor:

  1. Indah IP 
  2. Haya Aliya Zaki
  3. Murti Yuliastuti
  4. Vanda Nur Arieyani
  5. Aprilina Prastari
  6. Anisa Widiyarti
  7. Anita Triana
  8. Shinta Handini 
  9. Lia Herliana
  10. Tati Amalia 
  11. Nunung Yuni A 
  12. Indah Juli 
  13. Fitra Chakra
  14. Ella Sofa) 
  15. Binta Al-Mamba
  16. Wylvera W
  17. Dhanietha Nugroho
  18. Nunik Utami
  19. Linda Satibi 
  20. Naqiyyah Syam


Penerbit Jendela, 2013
harga menyusul :)


Hope and Dream (Memoar Guru)

Judul buku : Hope and Dream (Memoar Guru)

Penulis : Faradina Izdhihary, Eko Prasetyo, dkk
Penerbit : Pustaka Nurul Haqqy
Tahun terbit : 2013
Tebal : xii + 328 halaman.
ISBN : 978-602-97838-3-4
Harga : Rp 50.000 (belum termasuk ongkos kirim)

Adalah sebuah kebahagiaan bagi penulis yang karyanya termuat dalam buku ini. Buan saja karena isi buku ini memang menarik dan inspiratif, tetapi buku ini pun mendapat respon positif dari Mendiknas, M. Nuh yang berkenan memberikan kata sambutan. Sebagian di antara sambutan beliau adalah:

Sebagai memoar yang ditulis- dari pengalaman nyata para guru di lapangan, buku ini akan banyak menginspirasi para pembacanya. Karena itu, saya berharap setelah membaca buku ini, para buku bukan saja akan mengambil mutiara-mutiara berharga tetapi juga termotivasi untuk ikut menulis, mengingat masing-masing di antara kita punya catatan perjalanan sendiri-sendiri yang pasti beda.

Hope and Dream, Memoar Guru adalah sebuah buku antologi memoar hasil audisi yang diikuti guru-guru dari seluruh Indonesia. Buku ini membahas banyak kisah nyata para guru dalam mengabdikan dirinya secara tulus ikhlas, penuh perjuangan sebagai seorang guru, juga bagaimana mereka terus bertahan dan mempertahankan eksistensinya sebagai seorang guru. Sebagai sebuah buku yang ditulis dengan hati oleh para guru berhati mulia, begitulah mungkin simpulan yang akan bisa diambil para pembaca.
Buku yang lahir dari ide Faradina Izdhihary, cerpenis dan novelis (penulis novel Safir Cinta) yang juga seorang guru bersama Eko Prasetyo (editor Jawa Pos) ini sungguh inspiratif. Ada kisah seorang gadis yang berusaha maksimal menjadi guru karena ia sangat mengidolakan ayahnya, seorang guru yang terpaksa harus menggunakan kruk (penyangga kaki), tetapi terus mengajar tanpa mengeluh.

GUURU PINCANG! Itulah yang sering kudengar dari beberapa orang di sekitarnya. .... Bagi sebagian orang cinta adalah menerima, tapi cinta yang ini istimewa, 24 tahun sudah, tapi aku tetap merasa bahwa aku selalu menjadi penerima dan tak pernah akan cukup untuk memberi apa saja yang sudah ia berikan. Bahkan, seumur hidupku nanti...aku tetap tidak yakin mampu membalasnya. Sekalipun dengan menukar kakiku untuknya. Sebab, Guru Pincang itu tak lain adalah AYAHKU.

Bagaimana kemudian si gadis berusaha maksimal untuk mewujudkan impiannya menjadi guru di tengah kesulitan ekonomi keluarganya, serta bagaimana akhirnya ia mampu mengumpulkan uang puluhan juta rupiah untuk membiayai operasi kaki ayahnya, ditulis dengan sangat runtut dalam bahasa yang lancar, tetapi mampu membuat siapa pun yang membacanya akan menitikkan air mata. Inspiratif!
Ada juga memoar seorang guru yang menentang keras tindak kekerasan yang dilakukan sebagian guru untuk menegakkan kedisiplinan. Dalam memperjuangkan keyakinannya bahwa mendidik dengan kasih sayang, dengan hati lebih baik daripada kekerasan, ia harus mengalami banyak tantangan. namun, ia bersikukuh menghadapinya. Ameliasari Kusuma menuturkan bagaimana akhirnya ia malah harus menghadapi benturan dari kepala sekolah dan para guru, bahkan harus melewati persidangan (rapat dinas) yang membuatnya harus menghadapi 92 orang.
Senin kemaren, ada lagi yang bawa penthungan dengan dalih menertibkan anak-anak upacara, ada lagi anak-anak dikatakan sama dengan babi, karena tidak segera ke lapangan, pake ditarik-tarik dulu dari kelas persis babi keluar kandang, ada lagi ternyata ada teman yang tersinggung, kenapa setiap pelatihan selalu menyinggung perasaan teman ketertiban..(ge er amat ya...)]

Tidak tahukah mereka, cara feodal Belanda yang mereka lakukan saat ini sudah sangat ketinggalan jaman. Ajaran feodal bahwa pasal satu guru selalu benar, dan pasal dua kalau guru berbuat salah lihat pasal satu, seharusnya sudah tidak ada lagi.

Sometime i'm really tired..tired..tired...what I have to do...
Kalau mau jujur, ketika tahun-tahun pertama saya mengajar sekitar 10 tahun yang lalu, perilaku saya sama persis dengan mereka, galak dan tidak berperikemanusiaan, ratusan anak sudah saya sakiti hatinya, jiwanya...(ya Alloh ampuni hamba-Mu ini...)..dan itu berjalan hingga sekitar 2 tahun yang lalu.
Ada banyak kisah yang layak untuk dibaca dan diambil hikmahnya. tak hanya untuk para guru. Buku ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang yang notabene pernah jadi murid sehingga tahu apa saja yang dialami guru. Sebuah kisah perjalanan yang ditulis dengan bahasa yang mengalir. Dalam tulisan mereka, ada satu benang yang cukup terang terlihat bahwa sejatinya para guru itu melakukan semuanya untuk mewujudkan harapan dan impian murid-muridnya. Harapan seorang guru agar para muridnya menjadi orang yang berilmu, berahlak mulia, dan sukses dalam kehidupan dunia akhiratnya.
Memang, seperti juga masalah guru, kisah tentang guru pun tak ada habisnya. Ia mengalir terus seperti ilmu yang ia transferkan pada muridnya. Ilmu yang akan terus menjadi cahaya bagi muridnya selamanya.
Pastikan anda mendapatkan buku ini melalu para kontributornya atau melalui event IGI sebab cetakkan pertama sangat terbatas!
Daftar kontributor:
1. Achmad Nurcholis Majid.
2. Ali As'ari
3. Ameliasari kesuma
4. Ardyana Rokhmah Pratiwi
5. Cantika Diptra
6. Choirul Fatah
7. Dazrizal
8. Eko Prasetyo
9. Elis tating Bardiah
10. Faradina Izdhihary
11. Hariani Susanti
12. Ika Dahliawati
13. Imam Wahyudi
14. Joko Wahyono
15. Lutfiyah Nurlaela
16. M. Musthafa
17. Naqqiyah Syam
18. Neny Makmun
19. Nur Farida Agustina
20. Rita Julianti
21. Siti Zulbaedah
22. Sumber Harno
23. Supalal
24. Sutini
25. Weni Suryandari
Hope and Dream (Memoar Guru)

Kamis, 03 Januari 2013

Resolusi 2013

Mencoba membuat daftar mimpi:1. Nulis buku picture book (sempat tertunda di 2012).
2. Buat sekolah menulis (paling tidak online dulu aja, ruangan belum ada:D)
3. Buat Taman Baca di Istana Biru :)
4. Merapikan visi dan misi keluargaku bersama pangeran biru Ahmad Suryanto.
5. Mempersiapkan Fatih punya adik (sttt...yang ini akhir tahun 2013 aja ya, heheh)
6. Punya Mobil, terus di belakangnya ada buku-buku, selain buat jualan, biar jadi sekolah menulis keliling, qiqiqi *ada sponsor enggak ya?*
7. Mau jadi artis yang baik, colek bu manajer Afrilianti Real Mumtaz, banyakin job buat aye ya, mbok!:D

Yuk, nulis resolusimu, dan wujudkan!