Kamis, 31 Oktober 2013

Rinso Cair Sahabat Setiaku

Rinso Cair pilihan tepat
Sejak sebelum menikah, ibu saya mencuci dengan Rinso. Jika disuruh beli ditergen ya bilangnya beli Rinso. Walau Rinso adalah merk sebuah produk saja, tapi bagi keluargaku ditergen ya Rinso, hehe... lalu setelah menikah saya tetap menjalankan tradisi dari ibu saya, mencuci dengan Rinso.

Cinta Rinso sejak dulu
 Pernah sih, saya mencoba ‘selingkuh’ mencoba ditergen lain. Dari yang tergiur karena menggunakan pemutih, pewangi, hadiah piring, mangkok, hingga undian lainnya. Sayapun memakainya. Sehari dua hari tak ada beda, tapi lama-lama telapak tangan saya menjadi lebih kasar dan pecah-pecah. Bahkan ada cerita lebih tragis lagi, ketika itu bayi saja masih usia 7 hari. Ya, saat cuaca panas, sering menangis dan kulitnya merah di sekujur tubuh dan keningnya. Sampai saya bawa ke bidan untuk menyembuhkan ruam popok pada bayi saya. Usut punya usut, ternyata berawal dari ditergen yang digunakan Asisten Rumah Tangga (ART) saya. Ternyata Ia asal pakai ditergen, bukan Rinso yang sering saya gunakan. Olala...kasihannya bayi saya ya?

tangan jadi kasar

sejak bayi cuci pakaian pakai Rinso

Setia dengan produk Rinso dari yang bubuk, hingga kini saya beralih dengan Rinso cair. Kenapa? Wah, dengan Rinso cair lebih mantap euy! Dengan 1 tutup botol saja, bisa mencuci 20 pakaian, bahkan lebih! Baunya wangi dan busanya banyak. Tangan jadi tetap halus dan hemat biaya! Saya tidak kuatir lagi mencuci kaos kaki anak saya yang kotor dengan sekali kucek, noda bandel lenyap seketika. Bahkan pernah anak saya mandi lumpur di sebuah tempat rekreasi dan edukasi, Naga Gempur, Lampung. Pulangnya aduuuh...penuh lumpur dan bau apek! Alhamdulillah saya stok Rinso cair, pakaian anak saya saya kucek dengan Rinso cair  jadi cling lagi. Tak perlu dana banyak, pakaian jadi wangi heheh... soalnya suami saya juga tidak suka dengan pewangi semprot untuk menyetrika, alhamdulillah dengan Rinso cair cocok ^_^

mandi lumpur

mandi lumpur di Naga Gempur


























Belum lama ini, suami saya menjadi panitia kurban di dekat rumah. Suami dan panitia lainnya memotong hewan kurban sapi dan kambing. Taukan baunya gimana? Apalagi suami mengajak anak-anak untuk melihat secara langsung proses pemotongan hewan kurban. Jadilah kedua anak saya plus suami, pulang ke rumah dengan pakaian bauuu.... saya sampai menutup hidung. Lagi-lagi saya bersyukur ada Rinso cair menjadi sahabat setia saya. Tak perlu pakai lama, pakaian yang bau itu cuci dengan mesin cuci langsung beres, eh langsung bersih dan wangi. Apalagi Rinso cair  2x lebih efektif, meresap lebih ke dalam serat kain saat perendaman, untuk seluruh cucian sehari-hari.



panitia kurban


Oh ya, saya punya sedikit tips. Jika mencuci dimusim kemarau. Jika menggunakan mesin cuci, cucilah dengan Rinso cair. Lalu untuk menghemat air, keringkan dulu busa-busanya. Baru bilas 2-3 kali. Nah, kamu mau pakaian bersih dan wangi? Pakai Rinso cair aja! Info lebih lanjut kamu bisa cek di http://www.rinso.co.id/.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Laiqa and Rinso Writing Competition


Minggu, 20 Oktober 2013

FLP Lampung di Koran Tribun Lampung

Ada Profil FLP Lampung di Tribun Lampung
Alhamdulillah hari ini profil FLP Lampung masuk koran Tribun Lampung. Ini hasil wawancaraku bersama Feri wartawan Tribun, mau tahu apa saja isinya? Ini dokumentasinya :)


Rabu, 16 Oktober 2013

Wajahku Makin Cantik Bersama Wardah

"Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan." (HR. Muslim).


"Wah, wajahmu tambah cantik sejak nikah," ujarku pada seorang teman sesama guru.
"Masa sih, bu?"
“ Ya tuh tambah bersinar, pake apa yah?" tanyaku makin penasaran.
"Ah, biasa aja kok. Aku pake bedak wardah,” jawab temanku.

Hah?
Aku kan pake bedak wardah juga, kok enggak seperti wajahnya? Pengen tanya lebih jauh tapi aku malu. Aku langsung diam. Bel berbunyi. Jadwal istirahat sudah habis.

Siangnya aku ke supermarket langgananku. Aku langsung ke bagian jualan kosmetik Wardah. Tanpa malu-malu aku sampaikan uneg-unegku.
"Mbk, aku pengen wajahku kayak Mbk loh," terus terang aja aku penasaran dengan riasan SPG Wardah yang manis, lembut, wajahnya bersih dan segar. Wajahnya terpoles make up tipis, serasi dengan baju seragamnya. Mbk SPG itu tersenyum. Dilihatnya wajahku lebih dekat.
"Rajin bersihkan wajah saja, Bu," katanya.

Duar...Gubrak dah! Ketahuan deh,  aku kan emang malas bersihkan wajah.


Rainbow, Hidup Memang Warna Warni

Judul     : Rainbow 
Penulis  : Eni Martini 
Penerbit: Elex Media Komputindo 
Jumlah halaman :201 halaman. 
Terbit : 2013
ISBN : 978-602-02-1609-6


Menikah, adalah impian setiap manusia. Memiliki pasangan yang setia, bertabur kata romantis, ekonomi mapan dan inilah gambaran syurga dunia. Di novel ini langsung dibuka dengan masalah yang dihadapi tokoh. Dikisahkan pasangan muda Akna dan Keisya akan melangsungkan ulang tahun pernikahan mereka yang pertama. Keisya, sang istri tercinta sudah memasakkan makanan spesial menanti suaminya pulang dari kantor. Akna, sang suami juga punya kado spesial. Rencananya Akna akan membelikan  rumah untuk kejutan pada istrinya. Jika tandernya berhasil. Sayang, rencana itu gagal. Akna menggalami kecelakaan. Kaki kanannya harus diamputasi. Kehidupan percintaan mereka pun berganti warna, kelabu.

Akna berubah sikap. Sejak kakinya cacat, jiwanya rapuh. Ia suka marah-marah, tidak menerima cobaan yang dihadapinya. Keisya harus berjuang. Selain berjuang merebut perhatian suaminya lagi yang mendadak suka menyendiri, Keisya harus berjuang mewujudkan mimpinya. Membuka play group dan baby shop. 

Beruntung Keisya memiliki sahabat yang setia. Emi sang sahabat dan juga patner-nya di Baby Shop sangat membantu membuat Keisya bertahan. Namun, sejak suaminya "memaksa" melakukan hubungan suami istri setelah beberapa bulan dingin dan tidak menyentuhnya, Keisya marah dan kabur dari rumahnya. Akankah Keisya kembali kepada Akna? Inilah kisah penuh warna dalam sebuah rumah tangga.

***

Membaca novel ini saya menikmati sekali adegan penuh adegan. Ciri khas Mbk Eni Martini, membuat novel dengan dialog yang seolah-olah kita menonton film. Kesannya, ini novel pas banget deh kalau dibuat film, hehehe... yap, sudah tergambar setting dan tokoh antagonis dan lainnya.

Ada beberapa catatan saya dalam novel ini :
1. Keisya sangat menyukai masakan Perancis, Ratattouille au Micro-Ondes dibanding masakan khas Batak tempat suaminya dilahirkan. Sedikit aneh, mengapa Keisya menyukai masakan Perancis? Padahal Ia bukanlah keturunan Perancis, tidak pernah juga kuliah di Perancis, hanya karena tidak bisa masak? Ketika saya Google, apa itu Ratattouille au Micro-Ondes? Wah, itu aneh resepnya. Berbeda jauh dengan lidah sumatera tempat si Akna dibesarkan. Padahal, Akna anak kesayangan ibunya. Rasanya sedikit aneh jika si Keisya sangat gemar masak ini, sebab musababnya tidak jelas. 


2. Proposal Keisya mendirikan Play Group dan Baby Shop, begitu mudahnya ingin turun dana pinjaman dari Romi yang nota bene bekerja di Esco. Agak aneh, jika pengajuan dana 3 hari akan langsung cair. Apalagi ini usaha baru dan pinjamannya cukup besar. Setahu saya, pinjaman sebuah usaha harus ada kunjungan dulu. Mengecek tempat usahanya, lalu pihak peminjam akan menilai berapa banyak dana yang akan dicairkan. Di Novel ini, proposalnya masih mentah. Apalagi membuat play group? Membuka play group di kota-kota ada pihak di belakang layarnya. Orang akan menilai, siapa nih psikolog-nya? Nah, di novel ini tidak ada sama sekali tokoh berlatar pendidikan atau konsen  dipsikologis anak. Agak aneh, mau membuka play group tapi backgroud tokoh berbeda jauh. Mereka juga belum punya anak. Nah, lucunya, play group akan dibuat di bawah tokoh Baby Shop kelak. Mengapa bukan Day Care? Bukankah tujuannya agak pembeli merasa nyaman dan anak-anak mereka tidak rewel? Jika Play Group, berbeda lagi perlakuan pada anak-anak kelak.

3. Tokoh Emi yang abu-abu. Berapa sih pemasukan di Baby Shop? Toko yang mereka sewa di samping rumah ibunya Emi. Saya membayangkan, tempatnya tidaklah terlalu ramai karena berdampingan dengan rumah pribadi, bukan di jalan raya atau pertokoan. Kok bisa ya Emi menghadiahkan jam mahal pada Keisya sahabatnya. Kalau dihitung-hitung, jam tangan agak 'berkelas' sedikit saja 2 juta. Bila 1 pasang, harganya 4 juta. Penjualan di Baby Shop per bulan berapa? Lalu, sikap Emi ini kadang menguatkan, kata-kata "Islami" bertabur di novel ini. Hanya, saya kaget luar biasa di hal 145. Tokoh si Emi tidur di rumah Dimas tunangannyakah? Dikisahkan ini terjadi sebelum pernikahan mereka. Jadi, si Emi dan Dimas melakukan zina? nauzubillah. Saya sedih sekali di adegan hal 145 ini. 

Terlepas dari catatan saya di atas, saya menikmati novel ini. Mbk Eni lincah bermain diksi yang mencolek hati. Berbeda dengan novel sebelumnya. Di sini juga bertabur lagu-lagu romantis. Tapi, saya kok merasa, ini novel gayanya mirip novel Mbk Ifa Avianty hehehehe...
Happy Ending membuat novel ini benar-benar sesuai judulnya, Rainbow. Kehidupann memang berwarna-warni, yaknilah selalu ada pelagi setelah hujan. Selamat Mbk Eni, semoga laris manis novelnya.


Aku dan Rainbow

Jumat, 11 Oktober 2013

Lomba Penulisan Blog “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”

Lomba Penulisan Blog “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil”

oleh:    pada: 5 Sep 2013
Tags: 
Kategori: Umum


FLP Lampung di Workshop Tulis Nusantara II

Di depan banner, eksis terus :)


Ini cerita bersambung saya mengenai workshop menulis tulis nusantara bagian 2 bersama Mas Arief Ash Shidiq dari Plot Point.

Jujur, saya agak asing apa itu plot point. Nah, kamu bingung jugakan? Ternyata Plot Poin itu penerbit yang menerbitkan buku-buku remaja. Lengkapnya ada di sini.


Mas Arief Ash Shidiq dari Plot Point
Di sesi 2 ini Mas Arief langsung buka sesi pertanyaan, siapa mau tanya mengenal kepenulisan dan editorial? Sempat diam, tidak ada yang bertanya.  Wiih, saya mencuri start buat nanya. Seorang di depan saya menanyakan buku-buku yang disukai plot pont  jenis apa saja? Sedangkan saya nanya,"Plot Point mempersiapkan berapa editor?" 

Peserta antusias sekali ^_^
Duduk perkelompok, ini nebeng kelompok FLP Balam ^_^
Bang Adian Saputra, seorang jurnalis Lampung Post dan juga penasehat FLP Lampung
Peserta
Asik Diskusi
Nah, di plot point buku yang garap ada buku sesuai target pasar. Maksudnya, di masyarakat ada masalah apa? Apakah di buku kita menawarkan solusi? Tema yang ditulis jarang diangkat. Ini akan dilirik oleh Plot Poin.

Rabu, 09 Oktober 2013

FLP Lampung di Workshop Tulis Nusantara Bersama Ollie CTO Nulis Buku

Senin pagi saat aku di RS mengantar Fatih ke dokter THT, Mas Ali Muakhir ngetweet kalo Selasa ada workshop menulis nusantara oleh Nulis Buku. Wah, aku baru ngeh, ada workshopnya ya? Hari Selasa? Kok enggak ada woro-woro? Langsung aku tanya panitia, cara daftarnya, minta CPnya. Olala, ternyata gratis. Gerak cepat aku menghubungi teman-teman FLP Lampung untuk daftar jadi peserta. Pas cek di group BAW, Shabrinaw share info ada lomba menulis warna-warni nusantara, kubaca sampai habis, aduuh ternyata info workshopnya gabung dengan berita lomba, pantas enggak kelihatan.

poster lomba



Panitiapun menelponku, mengajak kerjasama untuk menjaring peserta. Ah, tenang deh kalo anak FLP Lampung mah pasti "lapar" workshop menulis, pasti senang deh dapat info beginian. Aku dan Jarwo (Ketua FLP Bandar Lampung) bekerjasama mencari anggota. Mulai woro-woro di twitter, facebook, jarkom SMS, dan lainnya. Sampai tengah malam SMS masuk untuk mendaftar. Bolak-balik aku kirim email ke panitia.

Pagi menjelang, aku sudah siap untuk berangkat workshop. Sudah kusiapkan apa saja sih yang ingin kutahui soal lokalitas? Ehem... Terbayang indahnya, soalnya aku memang pecinta cerpen dan novel bersetting lokalitas.

Tapi, pukul 7 aku ditelpon kalau saudaraku ada yang meninggal di depan SMA 3 Palapa Bandar Lampung. Keluarga Palembang minta tolong pesankan karangan bunga duka cita. Aiih, akupun pontang-panting mencari. Ada yang bilang pesan di La Dian, Dian Flores, ada yang bla...bala... Akhirnya aku pilih yang terdekat, sukses jam 9 aku baru sampai rumah dan mempersiapkan Fatih untuk acara workshop.

Tepat pukul 10, aku tiba di lokasi. Tampak ramai peserta, aku dipanggi Mbk Maya Upasari. Beliau sudah mempersiapkan aku duduk,makasiih ya, Mbk. Di depan sudah ada tim FLP Balam dikomandoi Jarwo. Aiih, mengapa tidak siapkan bangku untukku? Hikss sesalku pada Jarwo? Penuh... Banget, tapi alhamdulillah aku duduk di belakang, anakku bebas bermain  ˆ⌣ˆ


Banner 


Acara dimulai dengan pembukaan oleh perwakilan departemen ekonomi kreatif lalu session yang ditunggu-tunggu tiba.                   

 Ollie CTO Nulis Buku

Ada yang belum kenal Ollie? Beliau seorang CTO Nulis Buku dan penulis 27 buku. Ollien menceritakan alasan mengapa Ia menulis. Pada tahun 2004 Ia mengikuti launching buku sahabatnya Raditya yang ramai kehadiran wartawan,  artis, dll. Ia jadi termotivasi untuk menjadi penulis. Yap, motivasi pertama : menjadi terkenal. Asik ya jadi penulis, diajak foto-foto, jadi pembicara, dan lainnya.

Motivasi itu terus bergeser, bahkan di buku terakhirnya, Ia menulus Girls dan Teknologi, Ia ingin wanita pintar teknologi.


Ollie


Senin, 07 Oktober 2013

Resensi : Kisah 33 Sahabat Utama Nabi (Islamic Character Building Series)

Judul: Kisah 33 Sahabat Utama Nabi (Islamic Character Building Series)
Penulis : Alifa Pictures
Ilustrasi : Aep Saepudin
Jumlah Halaman : 66 Halaman
ISBN : 978-979-1167-76-5
Harga : Rp. 26.000



Membangun karakter anak menjadi pribadi yang tangguh memang butuh proses. Dapat dilakukan dengan simulasi bacaan, permainan, teladan dan kisah kepahlawanan. Seorang ulama menyebutkan, :Kisah-kisah merupakan salah satu tentara Allah yang diturunkan ke bumi." Karena lebih dari 50% isi Al-Qur'an berbentuk kisah demi kisah.

Tersebutlah kisah Ammar bin Yasir dan Abbad bin Bisyr. Mereka berdua bertugas untuk jaga malam pasukan muslim di suatu tempat. mereka dengan kompak bergiliran menjaga. melihat Ammar kelelahan, Abbad mengajukan diri untuk menjaga malam terlebih dahulu, sedangkan Ammar istirahat. Tengah malam, Abbad ingin melakukan sholat malam. Lalu, saat Ia sedang sholat malam, tiba-tiba ada musuh menyerangnya. Ia panah di lengannya. Dicabutnya panah dilengannya dan melanjutkan sholat. Si musuh kembali beraksi, panah melesat ke anggota tubuh lainnya, Abbad tetap melanjutkan sholat setelah mencabut panah yang mengenai anggota tubuhnya hingga berkali-kali, sampai Ia tak mampu menahan sakit lagi, Abbad membangunkan Ammar.

Ammar kaget sekali melihat kondisi Abbad yang berlumuran darah. Abbad tak ingin membangun Ammar karena Ia tak ingin memutuskan ayat-ayat sholatnya dan juga menjaga amanah Rasulullah SAW untuk menjaga pos penjagaan, subhanallah... berani sekali ya Abbad?

Kisah lainnya seperti Kisah Abdurrahman bin Auf : sahabat bertangan besi, Salman Al-Farisi : pencari kebenaran, Khadijah binti Khuwalid : diberi salam oeh Allah SWT dan lainnya.


Buku ini berisi 33 kisah-kisah yang menawan, membangun karakter anak yang dermawan, berani, taat ibadah, menjaga amanah dan lainnya. Dilengkapi dengan ilustrasi yang membuat anak tidak bosan membacanya.


33 Kisah Sahabat Nabi teladan Anak

Minggu, 06 Oktober 2013

Resensi : Creative Games For Kids


Judul :  Creative Games For Kids

Penulis : Yudha Kurniawan, SP
Penerbit : Wahyu Media
Jenis Buku : Non Fiksi 
Jumlah Halaman : 182 halaman
ISBN : 976-795-211-8
Harga : Rp. 26.000

Bermain adalah dunianya anak-anak. Banyak hal positif yang didapat dalam bermain, seperti belajar  memecahkan masalah, bekerjasama, konsetrasi, membangun kreativitas dan lainnya. Sayang, banyak anak-anak sekarang yang lebih memilih games seperti angry bird, alien shooter, sky track dan lainnya yang tidak melibatkan fisik. Anak cendrung asik dengan kesendirian, seolah-olah tidak memerlukan teman sebayanya. Ia lebih menikmati bermain sendiri dengan gadget-nya. Jika dibiarkan, ini akan menimbulkan dampak negatif, seperti susah bersosialisasi, egois, kesulitan berkonsentrasi, kurang percaya diri dan lainnya.

Buku ini ditulis oleh Yudha Kurniawan, SP seorang guru di Sekolah Alam. Ia menuliskan 35 permainan seru yang dapat meningkatkan IQ (Inteligence Question) dan EQ (Emotioonal Question), anak.  Permainan yang ada seperti bom waktu, istana gelas, jembatan darurat, pagar listrik perang air, sarang laba-laba dan lainnya.

Permainan di dalam buku ini ada yang di dalam ruangan dan ada yang di luar ruangan. Dilengkapi dengan informasi waktu permainan, alat dan bahan, jumlah peserta dan usia pemain.

Buku ini direkomendasikan untuk para orang tua yang ingin mempersiapkan anaknya sebagai pemimpin. Dengan bermain, anak memiliki bekal sifat positif sebagai pemimpin. Baik juga menjadi pegangan guru  sekolah dasar, permainan di dalam buku ini dapat menjadikan selingan di saat belajar di dalam kelas atau di luar kelas.

Selamat mencoba!

Naqiyyah Syam


Sabtu, 05 Oktober 2013

Resensi : Duri di Tengah Jalan


Judul : Duri di Tengah Jalan
Penulis : Lia Herliana
Ilustrator : Nonoy 
Penerbit : Tiga Ananda
Jenis Buku : Picture Book
Jumlah Halaman : 24 halaman
ISBN : 978-602-257-282-4
Harga : Rp. 15.000



Dunia anak-anak adalah dunia bermain. Mengenalkan adab dan akhlak yang Islami diperlukan metode yang menyenangkan, salah satunya lewat bacaan. Nah, buku ini mengenalkan akhlak anak muslim agar rajin bersedekah. Sulitkah? Tidak, buku ini dikemas dengan bahasa yang ringan dengan ilustrasi yang menarik.

Dikisahkan dua sahabat bernama Abdullah dan Ihsan yang ingin bermain bola ke lapangan. Di tengah jalan, mereka melihat seorang bapak yang sedang membersihkan halaman. Tanpa sengaja duri tajam terlembar ke tengah jalan. Abdullah segera menyingkirkan duri yang berserakan. Ia melakukannya agar tidak ada orang yang terluka dan ingin mengamalkan sedekah. Ya, seperti sebuah hadist yang diriwayatkan HR. Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Menyingkirkan sesuatu yang menggangu dari jalanan itu sedekah.”
Abdulillah mengajak Ihsan untuk membantunya membuang duri-duri yang tersisa. Tapi, Ihsan menolak, Ia malah menendang duri-duri itu.

 Lalu apa yang terjadi? Apakah Abdullah berhasil menyikirkan duri-duri yang berserakan? Lalu, apakah Ihsan mau mengikuti saran Abdullah untuk bersedekah? 

Lengkapnya ada di buku ini. Selamat membaca! 

Penulis : Lia Herliana






Ketika Naqi Bertemu Oki Setiana Dewi (Bagian Dua)

Baik temans, saya akan melanjutkan kisah saya mengikuti bedah buku Oki Setiana Dewi, di kisah pertama saya ceritakan kalau saya menanyakan bagaimana Oki mengumpulkan kisah-kisah mengharukan untuk bukunya? Apakah mengandalkan buku diarynya saja atau hasil wawancara langsung saat ingin menulis buku, lalu tentang hubungan Oki dengan editor, apakah pengaruhnya public figure dengan bermunculan buku-bukunya :)

Baik inilah jawaban dari Oki Setiana Dewi ^_^


Oki Setiana Dewi dan Buku Dosa-dosa Istri Kepada Suami Yang Diremehkan Wanita
Dua buku bagus :)
Oki Setiana Dewi dan Diary


Menulis di Bagi Oki di buku harian (dairy) rutin dilakukan Oki. Sejak kecil Ia menulis apa saja. Jika bertemu orang, Ia tulis dan mengambil hikmah kisahnya. Berlembar-lembar ditulisnya. Mungkin kita akan bilang, "Ah, itukan Mbk Oki, kalo kisah saya mana mungkin laku," 

Oh, nanti dulu! Walau sebagai public figure yang dilakoninya saat ini, Oki berjuang keras menerbitkan buku. Memang sebagai artis muslimah berprestasi, sangat membantu diawal promo buku-bukunya, tapi selanjutnya orang akan menilai isi bukunya. Bagus atau tidak bukunya? Inilah yang ditunggu-tunggu pembaca setia buku Oki.

Kamis, 03 Oktober 2013

Ketika Naqi Bertemu Oki Setiana Dewi


Ketika Naqi Bertemu Oki Setiana DewiMatahari pagi bersinar cerah, saya menunggu Mbk Maya Upasari datang ke rumah. Ya, kami memang sudah janjian untuk datang ke bedah buku Oki Setiana Dewi. Pukul 10.00 WIB Mbk Maya datang dengan buah hatinya, Aisyah. Kami pun berangkat, aku  mengendong Fatih melaju ke arah lokasi acara.


Tiba di Bank Indonesia, kami naik ke lantai 4. Wah, saya lupa ngeprint nomer yang diemail panitia. Aih, sempat dag-dig-dug juga nih, diterima masuk enggak ya? Alhamdulillah sampai meja registrasi, saya diterima dengan ramah, apalagi memang nama saya sudah terdaftar sebagai peserta. Saya nomer 58 dan Mbk Maya nomer 55. Yes, masuk deh.  Peserta mendapatka kue kotak, 1 kuisioner dan 1 kertas promo perpustakaan BI.Masuk ke ruangan acara di sambut dengan dua layar besar, ditemani alunan merdu suara lOki Setiana Dewi diputar. Wah, pertama kali melihat video klipnya, langsung jatuh hati dengan syairnya  Wanita Syurga, Bidadari Dunia , sip banget untuk muslimah.

dua layar dengan video klip lagu Oki Setiana Dewi
“Mbk,” sapa Thika. Wah, sudah duluan ternyata Thika datang. Thika juga anak FLP Lampung. Tapi, Mbk Maya mengajak duduk ke arah kanan dan memilih di depan pas belakang sofa. Saya memilih duduk paling ujung, maklum bawa Fatih, pasti heboh jalan-jalan.
Dua emak-emak pengen dapat ilmu di Bedah Buku Oki Setiana Dewi


Tak lama pembawa acara memberitahukan ada bazar buku di depan, peserta diharapkan melihat buku dan tentu saja membeli buku yang dibazarkan ^_^ saya, Mbk Maya dan Thika melihat bazar. Saya langsung jatuh hati dengan buku Dekapan Kematian, mengapa? Buku ini memang akan dibedah diacara ini, pengen tahu isinya, walau sudah pernah baca resensinya oleh Untung Wahyudi :)



Akhirnya acara dimulai, pembukaan, kata sambutan dan tak lama Oki Setiana Dewi datang dari pintu arah kanan di depan duduk persis di barisan saya duduk. Wiih, beruntungnya. Di depan kata sambutan dari pihak BI, beberapa peserta mencuri kesempatan berfoto dengan Oki, termasuk saya, hehehe...

Baru Tiba di Lokasi acara Bedah Buku ^_^

sebelum Oki tampil ke depan, nebeng foto dulu hehe ^_^

Ketika Naqi Bertemu Oki Setiana Dewi ^__^