Rabu, 20 November 2013

Bedah Buku Online : Cinta & Harapan di Masa Tua

aku dan buku Cinta & Harapan di Masa Tua
Judul : Cinta & Harapan di Masa Tua 
Penerbit : Jendela (Lini Zikrul Hakim)
Genre : Kisah Inspirasi
ISBN : 978-979-063-814-3
Harga : Rp. 59.500

Penyusun: Naqiyyah Syam 
Penulis: 
Indah IP, Haya Aliya Zaki, Murti Yuliastuti, Vanda Nur Arieyani, Aprilina Prastari, Anisa Widiyarti, Anita Triana, Shinta Handini, Lia Herliana, Tati Amalia, Nunung Yuni A, Indah Juli, Fita Chakra, Ella Sofa, Binta Al Mamba, Wylvera W, Dhanietha Nugroho, Nunik Utami, dan Linda Satibi. 


Bedah buku online? Rasanya aneh ya? Bedah buku kok online? Biasanya temu langsung penulisnya? Ups, zaman digital begini, apa sih yang tidak mungkin digunakan untuk mempermudah? Nah, termasuk bedah buku. Jadilah,  Tanggal 11 November lalu, dilakukan bedah buku Cinta & Harapan di Masa Tua bersama Sekolah Menulis FLP Lampung (Online). 

Eits...apa pula itu? 

Baik aku ceritakan ya, kalo di FLP Lampung ada Sekolah Menulisnya secara online, ada jadwal rutinnya juga loh. Rugi abis kalo jarang ikutan kelas. Balik ke bedah buku tadi ya, ini rangkuman dari pertanyaan yang telah diajukan oleh anggota FLP Lampung, sengaja nama penanya disembunyikan hehhe... :)

Kita mulai bedah buku ya...


Mbak Naqiy, proses kreatifnya bagaimana sih sehingga jadi buku nonfiksi? Bagaimana cara pengoordinasian dan proses penerbit?

Buku ini diwali tawaran oleh seorang editor. Beliau memintaku mengajak teman-teman menulis kisah inspirasi mengenai Lansia. Tak lama aku mengajak teman-teman via inbox bukan audisi untuk ikutan menulis. Adda yang menolak, ada yang langsung oke. Aku sendiri sibuk ngajar waktu itu enggak sempat nulis kisah ini hehhe..

Cara pengkoordinasiannya, ya buat woro-woro standarlah, cara kirim naskah, ke emailku, lalu buat group khusus anggota menulis. Koordinasi di sana lalu disusun naskahnya.

Buku dengan judul percintaan dan juga mimpi sangat banyak sekali beredar, nah apa sih yang membedakan karya dalam buku itu yang akan menarik pembaca? Kira-kira berapa lama buku ini dapat diselesaikan?

 Buku tema Lansia, jarang ada bukunya. Dulu, sama waktunya dengan penulisan buku Lansia milik seorang penulis lainnya. Beruntungnya bukunya cepat cetaknya, berbeda dengan buku kami yang awalnya berjudul Merajut Cinta Lansia diganti menjadi Cinta dan Harapan di Masa Tua. Cover juga diganti. Dari pengiriman naskah sekitar 6 bulan acc naskah, tapi terbit selama 2 tahun.

Aku nanya ya Mbak Naqi?*kedipkedip*
1. Ide dasar penulisan buku ini apa?
2. Sudut pandang spesialnya seperti apa?
3. Proses hunting amunisinya gimana?
4. Sasaran buku ini untuk siapa?

Baik, dijawab ya :
 1. Ide dasar : Tentang Lansia, berhubungan dengan Lansia yang sakit, ada yang kembali lagi seperti anak kecil,ada juga mudah marah-marah. Jadi, kisahnya all about lansia. Ada juga tips merawat Lansia yang sakit, stroke, dll.
2. Spesialnya, karena jarang buku yang kisah inspiratif digabung tips-tips.
3. Amunisi, karena ini antologi ya ajak teman2 saja menulisnya. Aku sendiri sebagai penyusun buku ini.
4. Umum. Boleh Lansia itu sendiri, tapi lebih tepat yang merawat keluarganya yang lansia.



Waduh, pertanyaannya diborong ama penanya di atas. Gimana nih, padahal pengen nanya juga. Apa kelebihan buku ini sehingga bisa membuat orang 'wajib beli' (siap juga yang ngewajibin ya?) Siapa tahu jawabannya bisa bantu promosiin buku ini gitu loh mbak maksudnya hehehe...

Buku ini berdasarkan kisah nyata. mungkin kita akan menghadapi sebuah hidup bersama ayah, ibu, mertua, yang sudah lansia. ini menjadi tantangan buat orang2 di sekitarnya, apakah akan mencoba meraup pahala syurga atau melepasnya, ini ada 2 pilihan. Terserah kita mau ambil yang mana. Buku ini membuka wawasan kita mengenai perasaan lansia, tingkah laku lansia, sehinga kita bisa menyikapi dengan benar terhadap lansia. Lansia akan mengalami perasaan yang berbeda saat usia muda. Ketika lansia, mereka akan lebih pemarah, mudah sedih, dll. Tapi, ada yang juga yang ringan tangan, smart dan tidak mengeluh. Nah, penasaran? beli ya bukunya :)

Apa manfaat buku ini?
(tanpa melihat pertanyaan sebelumnya)

Manfaatnya :
1. Orang melek siapa sih yang dimaksud Lansia? Bagaimana merawat orang Lansia?
2. Menjadikan orang untuk mempersiapkan diri untuk bila tiba waktunya kelak menjadi Lansia juga
3. Lebih peduli dengan lansia di sekitar kita

Kalo kritik boleh mbak? Bukan pertanyaan. Hehehe
 hehe, saya merasa coverny kurang pas Mbk. Masa tua gak selalu identik dengan kursi roda loh.

Rasanya jauh banget dengan lansia di desa-desa yang masih kuat berkebun, bertani dan bawa motor. Tapi, itulah suka dan dukanya enjadi penulis. Cover telah ditentukan penerbit setelah sebelumnya direvisi.

Cover Versi lama sebelum cetak

Mbk Naqiyyah Syam, berarti ada kisah saat Lansia itu sendiri menghadapi sakit dan masa akhir hidupnya ya?adakah di dalam buku ini tips perawatan lansia yang bisa dilakukan oleh keluarganya sendiri? Semoga buku ini meng-ilhami para anak dewasa di Indonesia yang sudah sibuk mencari uang, untuk menolak memberikan orangtua nya di rawat di panti jompo. Nudzubillah :')

Betul, dalam buku ini ada kisah nyata Lansia yang menghadapi sakitnya, disayangi keluarganya, bahkan ada yang meningal dengan cara bahagia setelah melewati fase 'pensiun' yang kadang membuat senewen. Ada berbagai tips di buku ini menjadi panduan bagi yang merawatnya. Betul banget buku ini diharapkan mengilhami orang lain ternyata dekat-dekat dengan lansia itu bisa juga 'bahagia' bisa juga 'enjoy' nah....tipsnya itu perlu diterapkan :)

Cover yang ini malah lebih oke ya Mbk Naqi. Mbak, ada kalanya ortu merasa gagal mensejahterakan anak2 krna keterbatasan materi. Di masa tuanya, beliau justru menjadi minder dan menarik diri dari pergaulan. Adakah tips2 menhadapi ortu yg seperti ini dlm buku ini? Bagaimana pula cara menghadapi lansia yg tingkah lakunya kekanakan?

 Nah, tipsnya ada di buku ini. Memang masa lansia itu orang tua akan seperti anak2 lagi. Beberapa contoh  tipsnya :
1. Tanamkan niat bahwa merawat dan berbuat baik pada lansia adalah ibadah.
2. Bersabar adalah bekal utama, sebab seringkali semakin tua lansia menjadi makin manja dan rewel. Ingatkan selalu dalam diri bahwa itu adalah ibadah dan peluang meraih surga-Nya.
3. Membantu lansia mengatur cara hidupnya dengan baik. Misalnya makan, tidur, istirahat dan bekerja secara seimbang. Karena pada usia lanjut mereka akan mengalami penurunan kondisi fisik, psikologik, maupun sosial.
4. Lansia sering merasa terasing. Ajaklah mereka melakukan aktivitas, selama ia masih sanggup. Ajak mereka beraktivitas positif atau bernilai ibadah semisal pengajian, olah raga, berkebun, dan sebagainya agar tidak bosan, tentu disesuaikan situasi dan kondisinya.
5. Bahagiakan dan senangkan lansia dengan perhatian dan kasih sayang. Untuk itu, sangat diperlukan keterlibatan seluruh anggota keluarga dalam merawat mereka.





Nah, teman, jika berminat langsung saja cari buku ini di Gramedia atau toko buku di kotamu ya :)

NB: Semua hasil pertanyaan dari Bedah Buku Online di Sekolah Menulis FLP Lampung (Online)

Senin, 11 November 2013

Tere Liye, Penulis Novel Best Seller Dari Sumatera (bagian 2)

Buku-buku Tere Liye

Menurut Tere Liye, penulis yang baik adalah terus menulis. Simpel, melakukan yang terbaik, maka sukses akan menghampirinya. Bila ditanya bagaimana perasaan Tere Liye setelah bukunya sukses bahkan difilmkan, denga kalem dia menjawab : kosong saja. Artinya dia tidak menganggap itu terlalu berlebihan. Bahkan dia suka menulis di fan page dia. Penerbit saja yang mau menerbitkannya. 
Novel yang ditulis di fan page

Novel Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah ini sebelumnya adalah tulisan yang ditulisnya di fan page. Lalu karena kesibukan Ia tidak bisa melanjutkannya lagi dan memberi pengumuman bahwa Ia tidak menulis lagi tentang ini. Lalu, tak lama Ia dikejutkan dengan sebuah email. Email itu berasal dari TKW Hongkong. Ia sudah 15 tahun di sana, sudah fasih bicara bahasa saja. Ia mengirimkan email kepada Tere Liye dengan tulisan di atasnya : Penting!

Tere Liye tidak menduga jika tulisannya bergaung hingga ke Hongkong. Ternyata TKW tersebut bekerja sebagai Nenek Sitter (hihi...ini julukan dari Tere Liye), menjaga seorang nenek yang sudah jompo. Setiap hari Ia membacakan tulisan dari fan page Tere Liye, sehingga ketika ada pengumuman diberhentikan ceritanya. Si Nenek itu galau luar biasa. ia ingin sekali mengetahui apa akhir dari cerita itu. Si Nenek Sitter bingung bukan alang kepalang, Ia akhirnya mengirimkan email tersebut. Akhirnya, Tere Liye menyelesaikan novel tersebut.


Menulis bagi Tere Liye minimal dapat memenuhi unsur menemani dan menghibur. Ada 3 level dalam menulis novel, yakni :
1. Menemani dan menghibur
2. Bermanfaat
3. Menginspirasi

Tulislah novel dengan syarat level pertama, syukur-syukur naik ke level dua, bahkan ketiga. Asal tidak bertentangan dengan 3 aspek negatif berikut, yakni :

1. Sia-sia
2. Merusak dengan level tengah
3. Merusak dengan besar-besaran (menjadi inspirasi orang lain berbuat salah).

Lalu, sesi tanya jawab dibuka. Beberapa pertanyaan diajukan oleh penanya, seperti :

 Bila menulis novel, Bang Tere mengunaka referensi tidak? Dituliskan di buku atau sebagai daftar pustaka atau tidak?

Ehem, seperti ciri khasnya Tere menjawab dengan santai. Referensi tetap diperlukan, beberapa novel yang memerlukan setting di daerah lain, Ia membaca beberapa buku mengenai daerah tersebut, tapi tak perlu dituliskan di daftarr pustaka.

Kesempatan pertanyaan tidak kulewatkan untuk bertanya, apalagi sebelum acara dimulai, aku sempat melihat rak buku Tere Liye yang dijual sponsor. 

"Salut ya, bukunya cepat banget terbit."
"Ah, jelas saja banyak. Pasti ada tim kreatifnya!" ujar seseorang di sampingku.

Aduh, aku penasaran, benarkah?

Kesempatan itu datang, lalu aku bertanya, "Tere Liye cepat sekali menerbitkan buku dengan jarak berdekatan. Bagaimana tanggapan Tere Liye bila ada yang mengatakan, wajar kok karena ada Ghost Writer atau tim kreatifnya, benarkah?"

Tanya dulu ah, foto by Maya Upasari



Dan Tere Liye menjawab, Ia tidak menggunakan GW atau tim kreatif. Setiap hari Ia hanya menyisikan waktunya selama setengah jam untuk menulis. Selebihnya Ia bekerja sebagai akuntan. Ia menulis novel dalam setahun hanya 3 novel, tidak terlalu cepat sih. Bagaimana caranya? Ya, seperti tips di atas ^_^


"Lalu, mengapa menggunakan nama Tere Liye, apa artinya?" Tanya penanya yang lain.

Mau jawaban yang sebenarnya atau yang dibuat-buat?

1. Jawaban yang sebenarnya : Tere Liye diambil dari nama lagu disebuah film India. Ia asal comot saja. Setelah banyak orang bertanya artinya, barulah Ia mencari artinya, alhamdulillah artinya bagus, yakni Tere Liye = Untukmu. Kini, bila ditanya, Ia ada jawaban yang lebih baik.

2. Tere Liye = Untukmu.
Jawaban kedua yang dibuatnya adalah ingin menulis untuk istri, anak, kucing kesayangan dan utama menulis untuk Allah SWT. Nah, jika masih bertanya, pilih yang mana? Silakan pilih jawabannya ya :)



TL action, foto by  Rinta
Diakhir acara setiap Tere  Liye memilih closing dengan seragam. Buat yang protes, salah siapa ikutan acara Tere Liye acara dia hehhe...ini pesan tersebut :)


 Waktu terbaik menanam pohon adalah 20 tahun.  Jika menanam pohon 20 tahun hasilnya akan tumbuh pohon yang besar, daun yang rimbun dan ranting yang banyak. Analoginya begini, jika saja seorang Tere belajar menulis sejak usia 8 tahun, sangat wajar jika sekarang usia 34 tahun Ia sudah menjadi penulis karena rentang 20 tahun telah dilewatinya. Tapi.... kamu belum terlambat.

Jika selama 20 tahun yang lalu kamu belum mulai menanam pohon (baca belajar menulis). Ada satu resep lagi. Yakni, menanam pohon sekarang juga. Nah, setelah itu tidak ada kesempatan lagi. Camkan nasehat ini dan jangan sampai terlambat. Wiiih.... 20 tahun? Memetik hasil dari kegiatan menulis.

Hayya, jadi ingat zaman aku SD aku suka menulis surat kepada para artis. Minta post cardnya, minta fotonya dan mengirimkan puisi-puisike Majalah Bobo dan sahabat pena. Aduuuh...beneran ya, nulis itu karena dibiasakan menjadi bisa:)

Usai acara. Seperti biasa Tere Liye tidak menerima sesi foto bersama. Ia langsung menghilang. Ups, buku-buku yang ingin ditandatangi disatukan disatu tempat. Wah, tak mau kehilangan kesempatan, aku mengikuti kemana Tere Liye menandatagani buku tersebut. Alhamdulillah bisa masuk ruangan. Kebetulan kenal ama panitia anak-anak Polinela. Makasih ya udah diberi kesempatan foto-foto.

Memulai dialog, aku menyampaikan salam dari Mas Ali Muakhir (pesan Mas Alee di Whats App). Nah, pas lagi tanda tangan Tere Liye bilang, "Mas Ali Muakhir pernah ke Lampung? Beliau juga sangat produktif, buku anaknya banyak banget," 

Dan akhirnya aku bisa SKSD minta foto-foto. "Oke, silakan foto-foto tapi saya enggak mau pose, ya!" Jiaaaaaaaah...gak papa deh :) Pasukan FLP kuajak masuk, xixiix....

Sibuk foto, Bang TL cuek aja... :)


Tak lama Tere Liye mulai sibuk menandatangani buku-buku peserta yang membeli bukunya. Ada sekitar 3 kardus. Wiih, keren euy!  Bukunya dibeli peserta. Mantaaaaaaaap. Keren juga panitia mendesign acaranya. Walau peserta tidak diwajibkan membeli buku, tapi mereka menyiapkan bazar bukunya kerjasama denggan toko buku Bandung Center. Keren loh. FLP Lampung juga dapat rezeki. Toko buku tersebut menghampiri kami.

"Silakan pilih buku yang di bawah Bu, pilih apa saja, kami akan menyumbang untuk Taman Baca FLP, kami tahu infonya dari twitter." 

Subhanallah...jadi ngetweet selama ini bisa buat promo taman baca ya? Hihihi... Terima kasih Pak Eko atas bantuannya, semoga FLP Lampung bisa kerjasama. No hpnya sudah kusave, besok-besok kalo aku launching buku, mau juga ah kerjasama xixixi (azas manfaat).

Pak Eko memberikan sumbangan buku untuk Taman Baca FLP Lampung

Alhamdulillah ikut acara ini semakin memberikan semangat bagiku dan teman-teman FLP Lampung. Bahwa menulis itu tidak bisa instan. Penulis yang baik harus memulai dari sekarang juga. Tak ada kata terlambat, ayo asa semangatmu dan buktikan 20 tahun mendatang ^_^

Semoga ceritaku bermanfaat ya :)


Baca Juga : 

Minggu, 10 November 2013

Tere Liye, Penulis Novel Best Seller Dari Sumatera

Di depan Taman Baca FLP Lampung



Pukul 08.30 WIB aku tiba di tempat acara. Agak telat ya, dari janji dengan anak FLP Lampung pukul 07.30 WIB. Via SMS aku sudah izin nih, maklum, paginya aku ada acara dekat rumah. 

Tim Taman Baca Keliling
Sampai Polinela, peserta sudah ramai. Jarwo sudah membuka Taman Baca Keliling FLP Lampung dan FLP Balam, tampak juga xbanner FLP terpasang. Di sudut lain tampak peserta lagi ramai mengunjungi rak-rak buku dari toko buku sponsor acara. 
bazar buku
tempat acara


Akhirnya acara dimulai. Duet MC sungguh menarik, satu berbahasa inggris, satunya menterjemahkan. Belum lagi tampil tim nasyid yang ok banget. Panitia tampak kompak berbatik ria.


Lalu, moderator memperkenalkan CV Bang Tere Liye, yang ternyata pernah sekolah di Lampung. Beliau alumnus  SMA  9 Bandar Lampung (dulu SMA 5), Lahir tanggal 21 Mei 79, anak ke 6 dari  7 bersaudara kelahiran Sumatra diebuah pelosok desa. 

Acara Pembukaan

Tere Liye di Panggung


Rabu, 06 November 2013

Cara Mengirimkan Tulisan ke Koran, Majalah dan Tabloid

Ini oleh-oleh mampir ke rumah maya Mbk Haya :)


Assalamualaikum, temans ini cara mengirim naskah dan contohnya buka di linknya ya, semoga bermanfaat :)

1.  Kompas (Resensi Buku Anak) 
Kirim resensi buku anak maksimal 200 kata ke: kompas@kompas.co.id. Subjek: [Kompas Anak] + Resensi + Judul Buku. Sertakan scan cover buku, biodata, dan nomor rekening di akhir naskah. 
2. Majalah sekar (Kata Hati) 
Rubrik Kata Hati memuat kisah-kisah inspiratif seputar dunia istri dan ibu. Tulisan sekitar 300 kata. Tidak perlu menyertakan foto. Dikirim ke sekar@gramedia-majalah.com. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.

3. Pikiran Rakyat (Rubrik Pariwisata)
Terbit tiap Sabtu dan Minggu. Alhamdulillah, saya kirim Kamis, Sabtu sudah dimuat. :))  Panjang naskah sekitar 2 halaman A4 1,5 spasi. Lampirkan foto 3 buah. Dikirim ke hiburan@pikiran-rakyat.com. Jangan lupa mencantumkan biodata singkat dan nomor rekening. Honornya lumayan banget, lho. :D
4. Majalah Ummi rubrik (Nuansa Wanita)
Rubrik Nuansa Wanita memuat kisah inspiratif islami seputar pengalaman sebagai ibu atau istri. Naskah sekitar 300-400 kata dikirim ke kru_ummi@yahoo.com. Jangan lupa mencantumkan biodata singkat dan nomor rekening. Sekadar info,Ummi adalah majalah bulanan. Jadi, harap maklum kalau masa penantian naskah dimuat, agak lama.

5. Majalah Sekar (Rubrik Komunitas)
Kalau Anda punya kelompok atau komunitas yang berhubungan dengan perempuan dan keluarga, Anda bisa mengirimkan tulisan Anda ke rubrik ini.  Panjang tulisan maksimal 300 kata dan sertakan satu foto minimal 300 KB. Dikirim ke keluargasekar@gramedia-majalah.com. 
Contoh tulisan : http://www.hayaaliyazaki.com/2013/03/emak-emak-penulis.html 

6. Majalah Femina (Rubrik Gado-Gado)
 Info jenis tulisan bisa dibaca di sini.  Syarat teknis: font Arial 12, spasi 2, maksimal 3 halaman folio. Tulisan belum pernah dimuat di media cetak atau online. Dikirim ke kontak@femina.co.id. Jangan lupa mencantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.
7. Majalah Sekar (Rubrik Plesir)
Rubrik Plesir memuat tulisan tentang traveling sekitar 1500 kata. Sertakan paling tidak 10 foto keren. Kirim ke sekar@gramedia-majalah.com. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.
Contoh tulisan : http://www.hayaaliyazaki.com/2012/11/berlibur-ke-negeri-sultan-deli.html

8. Leisure Republika (Rubrik Buah Hati).
Rubrik ini memuat kisah orangtua (ayah atau ibu) dengan buah hati mereka. Panjang tulisan sekitar 300-400 kata. Sertakan foto Anda dengan buah hati. Kirim ke leisure@rol.republika.co.id. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.

9.  Parents Indonesia (Rubrik Parents to Parents)
Majalah Parents Indonesia adalah majalah bulanan. Biasanya, setiap bulan mereka akan menulis status berupa pertanyaan di Facebook http://www.facebook.com/parentsindonesia. Kita tinggal menjawab status mereka. Jawaban yang terpilih, akan dimuat di majalah. Tulisan ini tidak diberikan honor, melainkan hadiah berlangganan majalah Parents Indonesia selama 2 bulan.

10. Koran Jakarta (Resensi)
Rubrik Perada e-mail opinikoranjakarta@gmail.com dan opinikoranjakarta@yahoo.co.id.

11. Republika Leisure (Rubrik Jalan-jalan Religi)
Kirim tulisan sekitar 800 kata. Sertakan foto-foto pendukung yang baik. Kirim ke leisure@rol.republika.co.id. Jangan lupa cantumkan biodata singkat dan nomor rekening di akhir naskah.

12. Majalah Story (Cerpen)
MajalahStory adalah majalah remaja bulanan. Jika berminat, silakan kirim tulisan ke story_magazine@yahoo.com. Jangan lupa menyertakan biodata dan nomor rekening. 

Aku dengan beberapa bukuku :)