Minggu, 15 Desember 2013

Meraih Berkah Harta Melalui Zakat






“Loh, uangnya kok cuma segini?” tanyaku pada suami.  Cukup terkejut dengan uang bulanan yang diberikan plus THR yang jumlahnya tidak seperti yang dibayangkan saat ramadhan 2 tahun yang lalu.
“Iya, Mi. Uangnya segitu sudah dipotong untuk bayar zakat,” jawab suamiku. Aku memberengut.

 Awalnya cukup kesal dengan sikap suami yang tanpa memberitahuku akan ada potongan zakat. Maklum, menjelang lebaran sebuah harga menjadi naik. Jika dicek, sebenarnya kami belumlah kena wajib zakat. Harta yang tersimpan belum memenuhi syarat wajib. Apalagi setiap bulan, suami sudah mengeluarkan zakat dari gajinya  atau zakat profesi, tapi suamiku ingin tetap ‘menjaga’ harta kami dengan mengeluarkan zakat.
“Sudah, jangan sedih, nanti ada lagi rezekinya,” begitu hibur suami.