Minggu, 13 Juli 2014

Malam Pertama di Kota Padang


Lanjutan kisah pertualangan keluargaku pindahan ke Padang ya. Saat nyampe di bandara, kami sudah menghubungi keluarga jauh yang bersedia memberi tumpangan nginap dan juga teman suami yang katanya juga siap menerima tamu. Kami menunggu jemputan deh :)

Bandara Internasional Minang Kabau
Malam terus merangkak,  mendadak keluarga yang mau jemput dan ngasih tumpangan SMS kalo keluarga suaminya ada yang meninggal jadi tidak bisa menjemput di bandara. Lalu, teman suami juga membatalkan. Jiaaaaaah...gimana nasib kami?

anak-anak sudah lelah dan lapar :)
 Lalu suami ngajak ke rumah yang dijanjikan temannya. Kami sekeluarga menuju lokasi rumah yang dimaksud. perut udah keroncongan belum makan nih. Jadilah menahan rasa lapar, suami yang turun ngecek rumah. Sebenarnya sudah ada 1 calon rumah yang akan disewa, tapi jarak dari sekolah Faris nanti lumayan jauh, kuatir Faris kecapekan dan suami juga bakal ke Lampung lagi setelah mengantar kami. Jadi...masih memilih rumah yang lebih dekat. Tak lama suami ke mobil lagi setelah ngecek rumah yang di maksud, ternyata rumah yang dijanjikan siap ditempati bahkan dijanjikan sudah ada kasur dan lain-lainnya itu belum siap. Rumahnya tanpa keramik. Bahkan jika kalo kami jadi nyewa baru mau dikasih karpet plastik *tepok jidat*

Akhirnya kami mampir dulu makan malam di rumah makan Padang, Rumah Makan Sederhana. Makan dengan lahap karena laper banget xixiixi...jadi nggak sempat foto loh, tapi ya itu namanya rumah makan sederhana, harganya tidak seserhana namanya :D

Usai makan, kami berburu penginapan yang murah sesuai budget. Info dari supir sih ada penginapan yang Rp. 150 ribu/malam. Jadilah kami mencari-cari. Putar sana-sini, mampir ke penginapan A, ternyata penuh. Lanjut ke penginapan B, ternyata tidak buka saudaranya ada yang meninggal, lalu ke penginapan C lagi-lagi penuh. Malam yang kian larut, badan udah penat banget mau istirahat. Akhirnya suami memilih hotel untuk kami menginap.

foto diambil ketika pagi harinya
Nyampe di kamar langsung pengen rebahan, tapi kok pengen mandi ya? Soalnya badan lengket keringat nih. Masuk kamar mandi nyoba-nyoba kran, horeeeeee ada air hangatnya. Dengan happy Bumil mandi air hangat, Faris juga ikutan mandi malam-malam. Hanya Fatih yang sudah tertidur dengan pulas. Badannya dlilap dengan air hangat, dikasih minyak kayu putih dan ganti baju. Usai sholat, kamipun pulas tertidur. Alhamdulillah bisa istirahat :)

Sabtu, 05 Juli 2014

Bertualang ke Padang Negri Para Perantau

"Ummi, mengapa kita pindah ke Padang?"
"Ummi, enggak sedih pindah ke Padang?"
"Faris, mau ke Lampung, satu harii saja!"

Duuh, siapa yang nggak sedih mendengar kata-kata Faris begitu? Biar bagaimanapun perpisahan akan menimbulkan luka. Kesedihan dari kebiasaan yang selama ini telah tercipta. Ya, kami sekeluarga pindahan ke Padang mengikuti Abi yang mendapat beasiswa dari Kementan, S2 di Univ Andalas, tepatnya di Teknologi Industri Pertanian (TIP).

Kami berangkat dari Lampung ke Padang Ahad, 22 Juni 2014 naik pesawat Sriwijaya. Awalnya mau naik darat saja barengan mobil yang bawa barang. Mengingat kehamilanku yang sudah gede (29 Minggu) akhirnya dipilih naik pesawat saja.

sekeluarga-menuju pesawat-ke Padang
Ini pertama kali aku sekeluarga naik pesawat, maksudnya ama Fatih juga (nambah anggota keluarga hehhehe...), sebelumnya pernah bertiga dengan Faris, pernah juga berdua dengan Fatih. Nah, ini lebih seru berempat :)

dalam pesawat


Di dalam pesawat kami duduk berderet. Aku bersama Fatih, sedangkan Abi bersama Faris.  Fatih asik makan roti yang dibakina pramugari sambil sesekali melihat awan. Sedangkan Faris terlihat murung hendak menangis. Sepertinya masih sulit bagi Faris meninggalkan teman-temannya di Lampung. Tak lama pesawat mendarat. Alhamdulillah kami nyampe Jakarta dengan sehat, selamat dan lancar jaya. Turun dari pesawat sempat heboh, Fatih nangis minta dibelikan mobilan melihat seorang penumpang membawa mobilan gede banget. Dikira Fatih ada penjual mobilan di dalam pesawat, hadeeeh... terciptalah adegan guling-guling deh :)

Untunglah Abi ada akal, ngajak anak-anak naik trolly, Faris dan Fatih happy lagi deh :)

naik trolly di Bandara
Kami janjian dengan kakakku yang biasanya kupanggil Miming. Mereka sudah menunggu di AW. Wah, senangnya bertemu kakakku, mengingat sulitnya kami bertemu kalo enggak ada moment. Terakhir setahun lalu deh ketemuan kami berlima saudara.