Sabtu, 05 Juli 2014

Bertualang ke Padang Negri Para Perantau

"Ummi, mengapa kita pindah ke Padang?"
"Ummi, enggak sedih pindah ke Padang?"
"Faris, mau ke Lampung, satu harii saja!"

Duuh, siapa yang nggak sedih mendengar kata-kata Faris begitu? Biar bagaimanapun perpisahan akan menimbulkan luka. Kesedihan dari kebiasaan yang selama ini telah tercipta. Ya, kami sekeluarga pindahan ke Padang mengikuti Abi yang mendapat beasiswa dari Kementan, S2 di Univ Andalas, tepatnya di Teknologi Industri Pertanian (TIP).

Kami berangkat dari Lampung ke Padang Ahad, 22 Juni 2014 naik pesawat Sriwijaya. Awalnya mau naik darat saja barengan mobil yang bawa barang. Mengingat kehamilanku yang sudah gede (29 Minggu) akhirnya dipilih naik pesawat saja.

sekeluarga-menuju pesawat-ke Padang
Ini pertama kali aku sekeluarga naik pesawat, maksudnya ama Fatih juga (nambah anggota keluarga hehhehe...), sebelumnya pernah bertiga dengan Faris, pernah juga berdua dengan Fatih. Nah, ini lebih seru berempat :)

dalam pesawat


Di dalam pesawat kami duduk berderet. Aku bersama Fatih, sedangkan Abi bersama Faris.  Fatih asik makan roti yang dibakina pramugari sambil sesekali melihat awan. Sedangkan Faris terlihat murung hendak menangis. Sepertinya masih sulit bagi Faris meninggalkan teman-temannya di Lampung. Tak lama pesawat mendarat. Alhamdulillah kami nyampe Jakarta dengan sehat, selamat dan lancar jaya. Turun dari pesawat sempat heboh, Fatih nangis minta dibelikan mobilan melihat seorang penumpang membawa mobilan gede banget. Dikira Fatih ada penjual mobilan di dalam pesawat, hadeeeh... terciptalah adegan guling-guling deh :)

Untunglah Abi ada akal, ngajak anak-anak naik trolly, Faris dan Fatih happy lagi deh :)

naik trolly di Bandara
Kami janjian dengan kakakku yang biasanya kupanggil Miming. Mereka sudah menunggu di AW. Wah, senangnya bertemu kakakku, mengingat sulitnya kami bertemu kalo enggak ada moment. Terakhir setahun lalu deh ketemuan kami berlima saudara.