Jumat, 17 Oktober 2014

ANAK PERUSAHAAN PLN UNTUK ENERGI BERSIH DAN HIJAU


Apa reaksi Anda ketika listrik di rumah Anda padam? Jengkel, kesal, mengomel, dan tak jarang sumpah serapah pun keluar. Begitu kira-kira reaksi kita ketika listrik di rumah kita padam. Jika hanya sesekali atau jarang terjadi mungkin tidak akan terlalu bermasalah, tapi kalau sudah terlalu sering ini tentu meresahkan. Celakanya, pemadaman bergilir ini sering kita alami. Ini bukan berita mengada-ada atau kita harus gooling data untuk menemukan benar-tidak faktanya? Hehe..  Saya dan kebanyakan kita mungkin sering mengalami.

 Sebelum pindah ke Padang (sekira April-Mei 2014) lalu, kami di Lampung mengalami pemadaman bergilir yang menjengkelkan. Pun di awal-awal kami pindah ke Padang, sekira bulan Juli, kami juga disambut dengan pemadaman bergilir. Untuk itu saya akan berbagi ide untuk PLN melalui ajang lomba blog ini.

Salah satu persoalan klise yang sering dikeluhkan PLN terkait pemadaman listrik ini adalah karena kurangnya pasokan energi listrik. Yang paling terasa ketika musim kemarau tiba. Di saat itu pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mengalami penyusutan, atau bahkan terhenti supply-nya. Seperti pembangkit Batutegi di Lampung, setiap kemarau bisa dipastikan air bendungan menyusut dan tidak mampu menyuoplai air untuk pembangkit listrik. Di waduk-waduk PLTA yang lain sepertinya tak kasusnya tak jauh beda. Penggundulan hutan secara membabi buta belakangan ini disinyalir menjadi penyebab sedimentasi dan kemampuan menyimpan air waduk-waduk kita.