Sabtu, 25 April 2015

#BeraniLebih Fokus Menjemput 100 Impian

“Tulis 100 impianmu!” ajak kakak ketiga saya yang tinggal di Bengkulu. Dia seorang wanita karir, menjabat sebagai Lurah di Kelurahan Kebun Ros Bengkulu. Saya sempat bingung. “Enggak salah nih, 100 impian?” Banyak banget! Tapi, saya jadi mikir, di rumah ada 5 kepala. Saya, suami dan ketiga anak saya Faris, Fatih dan Aisyah. Impian itu saya pecah menjadi 5. Nah, saya menyiapkan 20 impian untuk saya sendiri, suami dan ketiga anak saya.

Awalnya tidak mudah ingin fokus. Godaan datang ketika buka sosial media terlalu lama. Buka facebook ingin komen sana-sini. Maka, daftar 100 impian itu menjadi pedoman saya untuk lebih fokus menjemput impian. Isinya apa saja? Apakah membeli barang A, B atau C. Ya, memang ada barang-barang yang ingin saya beli di tahun 2015 ini, tapi ada juga target ibadah. Apalagi usai resign menjadi guru, saya fokus menjadi Ibu Rumah Tangga Sejati tanpa pembantu. Otomatis, pekerjaan domestik perlu di manajemen dengan tertib. 

Jumat, 24 April 2015

Memaknai 10 Tahun Pernikahan

design by kawan imut
Hari ini adalah hari istimewa dalam pernikahan kami, yakni 10 tahun pernikahan kami. Sungguh bersyukur bahwa lika-liku pernikahan kami lalui dengan sebuah perjuangan.

Sejak menikah, 24 April 2005 silam, aku dibawa suami tinggal di Lampung Timur, dekat desa kelahirannya. Tepatnya di Desa Tegal Ombo. Di sana, kami belajar berumah tangga. Hingga 1, 5 tahun. Banyak sekali ujian cinta yang kami rasakan. Mulai dari bangkrutnya usaha suami mengelola ikan betutu saat aku hamil  7 bulan, otomatis biaya persalinan minim sekali. Kami coba berbagai macam usaha, dari menjual ikan mas, membuat kolam ikan gurami, ikan patin, menjual pulsa, menjual makanan, hingga akhirnya membuat PAUD Mutiara berkerjasama dengan Salimah Purbolinggo.

Kisah ujian cinta kami, sempat aku tulis di buku ini. Saat itu, Aku SMS-an dengan Teteh Pipiet Senja dan aku mengirimkan kisah pernikahanku. Alhamdulillah aku sebuku dengan orang-orang hebat di buku ini. Saat facebook ramai, aku langsung add penulis-penulis di buku ini :)

Rabu, 22 April 2015

Latihan Jadi Wirausahawan Cilik di Market Day

Kamis, 16 April 2015, Mas Faris mengikuti acara Market Day di sekolahnya, SDIT Permata Padang. Sejak seminggu lalu, Mas Faris pengen jualan donat saja. Sempat terjadi diskusi alot soal mengapa harus jualan donat?

Hihihi... akhirnya Ummi menerima tantangan Mas Faris membuat donat 30 biji. Setelah tanya sana-sini resep dan cara membuat donat yang tidak mentah plus google cara mengoreng donat, makanya akhirnya donat Ummi jadi juga, uhuy....rekor deh buat donat sebanyak itu.

Ummi deng-deng-an banget itu donat laku enggak ya? Kan yang suka Faris aja, gimana teman-temannya ya? Huaaah senewen lagi hahaha....


Lalu, Ummi nulis resep dengan sebaik-baiknya. tahapannya enggak boleh lompat-lompat lagi. Ummi juga ke pasar beli cetakan donat. Eh, ternyata emang ada ya cetakan donat, murah 5 ribu xixixi.... itu penuh perjuangan naik bentor ke pasar bareng Fatih dan gendong Aisyah.


Fuiiih, nyampe rumah hujan deras banget. Alhamduillah bahan sudah terkumpul. Malamnya, Ummi enggak bisa tidur, takut kesiangan hahhah....benar-benar deh bikin stress, takut donatnya enggak enak. Jam setengah empat Ummi bangun, sholat tahajjud minta ama Allah agar sukses membuat donat :) sukses juga buat Faris di Market Daynya. Baru mau bikin adonan, Aisyah nangis minta ASI. Jiaaaaaaah benar-benar deh. 


Bahan dan alat yang disiapkan


Selasa, 14 April 2015

Pelatihan Menulis Nonfiksi Online Bersama Irhayati Harun dan Naqiyyah Syam

Pengen belajar menulis nonfiksi? 
Pengen bisa nulis buku nonfiksi?

Ikuti pelatihan menulis nonfiksi murah dan bermutu bersama Irhayati Harun dan Naqiyyah Syam. 

Belajar 2 kali pertemuan (Sabtu, 17 dan 24 April 2015) 
Pukul : 20.00 WIB - 22.00 WIB 
Kelas menulis di group khusus Fb
Registrasi : 50 ribu

Materi : 
1. Membuat ide tulisan yang dilirik penerbit. 
2.Mengenal seluk beluk menulis nonfiksi 
3. Trik menembus penerbit 

Bonus : Membuat outline buku 

Cara Daftar : Ketik daftar (spasi) nama (spasi) kota
                      kirim SMS/WA Naqi (08978735636). 

Transfer ke BRI 081301029123539 a.n irhayati atau BCA 4850311353 a.n muhammad iqbal. 

Kirim bukti transfer (foto/scan) ke inbox fb Irhayati Harun./Naqiyyah Syam.

Yuk, ikutan!

Peserta terbatas!


Senin, 06 April 2015

Pemenang Kuis Buku La Taias for Ummahat : Kekuatan Itu Bernama Ibu

Terima kasih buat yang telah mengikuti kuis buku Buku La Taias for Ummahat : Kekuatan Itu Bernama Ibu



Taraaa inilah para pemenangnya :)

Apa kesan terbaik Anda tentang Ibu?

Pemenang Gamis Cantik


Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu, Bunda, Mama, Ummi...beda cara memanggil tetapi sama arti dan perannya.Mama - begitu saya memanggil sosok wanita yang melahirkan saya - adalah wanita yang lebih perkasa dari Xena, lebih tabah dari seekor singa dalam melindungi anak-anaknya.Mama, ucapannya adalah doa, tatapan matanya serupa cahaya.Bagi orang Jawa, biyung kuwi "ngidu geni, opo sing diucapke dadi" artinya kalau mengucapkan sesuatu itu banyak mustajabnya, dimudahkan Allah untuk dikabulkan.Saya benar-benar mengalami seperti kata pepatah Jawa dan ucapan bijak bahwa ucapan adalah doa. Dulu saat Papa meninggal, Mama terpaksa meminta bantuan sanak kerabat yang lebih mampu untuk memberikan donasi bulanan seikhlasnya, maklum Papa adalah tulang punggung keluarga, meninggal saat anak-anaknya masih belia dan Mama tidak memiliki keahlian khusus kecuali sebagai ibu rumah tangga. Mama berujar "Ndhuk, anakku kabeh suk aja ditiru apa sing tak lakoni. Wong wedhok kudhu iso mandiri ben yen sakwayah-wayah ana apa-apa nang bojo iso tetep jejeg, ora goyah" artinya kurang lebih : "Nak, anak-anak perempuanku jangan pernah meniru yang saya (Mama) lakukan. jadi wanita, istri harus bisa mandiri. Agar kelak jika terjadi sesuatu terjadi pada suami (tidak mampu memberikan nafkah lagi) sang istri tetap bisa tegak berdiri, mandiri dan berjuang melanjutkan kelangsungan kehidupan keluarga.Qodarullah, atas seizin Allah ucapan Mama menjadi kenyataan. Dari tiga anak perempuannya (termasuk almarhumah adik bungsu saya sebelum meninggal) alhamdulillah bisa mencari nafkah sendiri. Kakak saya memberikan les privat di rumah, almarhumah adik saya dulunya adalah seorang asisten apoteker dan saya pernah bekerja sebagai pegawai kantoran selama lebih dari sepuluh tahun. Pun ketika saya telah mengundurkan diri dari dunia kerja kantoran alhamdulillah saya masih bisa mencari nafkah meski tinggal di rumah dari hasil menulis ataupun sesekali mengikuti kuis.Tanpa doa Mama mungkin semua ini tak pernah terjadi karena bagaimanapun ridha orang tua adalah juga ridho Illahi.


Pemenang Buku 
 Intan Novriza Kamala Sari 
 Ibu ..Kesan pertama yang aku rasakan tentang wanita tercantik sejagat raya ini ialah cerdas. Bagaimana tidak, darinya aku belajar banyak hal. Banyak sekali. Sampai aku sendiri tidak bisa menghitung seberapa banyak.Dari ibu, aku diajarkan etika sesederhana makan menggunakan tangan kanan. Membaca doa sebelum memulai dan mengakhiri aktivitas apapun. Diajari murah senyum dan ringan lisan mengucapkan kata-kata mulia, seperti “maaf”, “tolong”, dan “terimakasih”.Lewat kecerdasannya pula aku diajari mengeja kata diawali dengan gabungan 3 hingga 4 huruf dalam kata lalu menjelma menjadi tumpukan buku siap santap Ibu jugalah yang membantuku menemukan beda jahe dan kunyit, merica dan ketumbar. Cara meracik segelas kopi yang nikmat hingga ajariku cara meramu semangkuk sup ayam yang lezatLewat wanita yang ku panggil ibu, aku jadi banyak tau. Terimakasih ibu :))

4 Pemenang pulsa @25 ribu.

1. Nia ApriliyahApa kesan terbaik anda tentang ibu? Aku belajar banyak dari perempuan bertangan ajaib dan berparas cantik ini. Dia mengajariku, betapa pentingnya sifat sabar. Ya sabar, sabar mengajari adikku yg sedikit berbeda dengan teman sebayanya. Terkadang, ibu selalu menyunggingkan senyum manisnya, melihat perubahan adik yg pandai mewarnai, mengeja dan menghafal doa sehari-hari. Meski tidak banyak- tapi itu cukup membuat ku bangga. Usiannya memang sudah 40th. Tapi, ibu tidak henti-hentinya mengingatkan aku, untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain, tidak pendendam dan saling berbagi walau sedang kekurangan. Terimakasih ibu. 
2.  Irhayati Harun
Kesan yg paling kuingat tentang ibuku adalah ketegaran dan keikhlasannya menerima takdir harus kehilangan kedua anak lelaki kebanggaan dan kesayangannya karena kanker. Meskipun ibuku sudah ditinggal ayah hingga dia harus menghadapinya sendirian tanpa tempat bersandar dan berbagi pada suaminya. Hal inilah yg membuat kami anak anak ikut kuat menjalani sedihnya kehilangan kakak tercinta secara berurutan. Yah, ibuku telah menunjukkan kekuatan sebagai seorang ibu di usia senjanya. Moga ibuku yg kini telah dipanggil oleh yang Kuasa karena kanker juga dibahagiakan disana. Aminnn
 3. Mugniar Bundanya Fiqthiya
Beliau membela dengan caranya sendiri, hal yang dianggapnya kesewenang-wenangan pada anaknya. Misalnya, saat adik bungsu saya ikut lomba Matematika tingkat nasional waktu adik masih duduk di bangku sekolah dasar, disinyalir ada "permainan". Jatah uang yang harusnya diterima anak-anak yang mewakili provinsi Sul Sel tidak diberikan semuanya oleh yang berwenang. Oleh Ibu, oknum itu digebrak, dengan cara membanting sejumlah uang dihadapan sang oknum sembari disemburkan kata-kata yang "menggugah" grin emotikon
Saya pernah juga dibelanya. Waktu itu ikut rombongan keluarga, mau ke acara pernikahan sepupu. Saya duduk di bagian belakang. Sialnya, saya yang masuk terakhir hampir saja terlempar ke luar mobil gara-gara sang sopir dengan sewenang-wenang menancap gas. Betapa marahnya ibu saya, pak sopir yang ternyata seorang bapak paruh baya dimarah-marahinya saat kami tiba.
4. Suwanda 
Hmmm... Berbicara tentang ibu. Tentu aku harus katakan, ibuku adalah pahlawanku, pahlawan bagi kami tepatnya. Kami 10 bersaudara, mestinya 12 bersaudara karena yang 2 Allah tidak izinkan untuk tinggal lebih lama di dunia ini. Abahku, dengan penghasilan pas-pasan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan kami. Berusaha menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya. Biar jadi orang sukses. Yang paling berkesan adalah, setiap kali kami meminta uang untuk kebutuhan sekolah, pasti saja ada. Walau terkadang aku berfikir, dari mana uang di dapat, padahal aku tahu pasti bahwa tidak mungkin menyisihkan uang dari pengahasilan abah. Setelah sekian lama rasa penasaranku mengendap, ternyata ibuku menggadaikan tenaganya untuk memenuhi kebutuhan sekolahku, sekolah anak-anaknya tentunya. Duuhhh... sampai segitunya ya. Inilah kesan yang sampai sekarang masih hangat melekat, dan aku belum bisa membalasnya, dan kuyakin tak akan pernah bisa. Semoga saja Allah balas dengan yang lebih baik.




Terima kasih buat peserta yang telah mengikuti dan terima kasih buat para sponsor. Bagi peserta harap mengirimkan alamat lengkap dan atau no hp ke inbox saya ya :)


Peserta Kuis Buku La Taias for Ummahat : Kekuatan Itu Bernama Ibu

Apa kesan terbaik Anda tentang Ibu?


1. Mugniar Bundanya Fiqthiya
Beliau membela dengan caranya sendiri, hal yang dianggapnya kesewenang-wenangan pada anaknya. Misalnya, saat adik bungsu saya ikut lomba Matematika tingkat nasional waktu adik masih duduk di bangku sekolah dasar, disinyalir ada "permainan". Jatah uang yang harusnya diterima anak-anak yang mewakili provinsi Sul Sel tidak diberikan semuanya oleh yang berwenang. Oleh Ibu, oknum itu digebrak, dengan cara membanting sejumlah uang dihadapan sang oknum sembari disemburkan kata-kata yang "menggugah" grin emotikon
Saya pernah juga dibelanya. Waktu itu ikut rombongan keluarga, mau ke acara pernikahan sepupu. Saya duduk di bagian belakang. Sialnya, saya yang masuk terakhir hampir saja terlempar ke luar mobil gara-gara sang sopir dengan sewenang-wenang menancap gas. Betapa marahnya ibu saya, pak sopir yang ternyata seorang bapak paruh baya dimarah-marahinya saat kami tiba.


2. Arinta Adiningtyas
Kalau disuruh berkisah tentang ibu, hmm, speechless. Serasa ada yang nyangkut di tenggorokan. Semua anak pasti akan mengatakan kalau ibunya adalah ibu terbaik di dunia. Begitupun aku. Almarhumah ibu, wanita tercantik di dunia itu, adalah sosok terhebat dalam perjalanan hidupku. Banyak kisah seru yang kami buat bersama. Dan diantaranya, ada yang mengharu biru.


3. Neng Lisojung ERnawati
Ibu adalah wanita yang membagi cintanya sama rata kepada anak-anaknya.ibu bukanlah seorang dosen tetapi ibu mampu mengantarkan anak-anaknya sarjana.ibu bukanlah seorang dokter tetapi selalu berusaha mengobati luka anak-anaknya. Merawatnya agar sehat selalu.Ibu selalu memberi waktunya untuk kebahagiaan anaknya. Cintanya tak pernah pudar dimakan zaman. Tangan lembutnya selalu memberi kehangatan dan kenyamanan.Cintanya selalu ada tanpa diminta, tanpa mengenal lelah, mengalir bagai telaga sungai yang menyejukkan. Karena dari ibulah cinta itu mengalir dalam bait-bait doa yang indah. 

4. Helyna Batubara 
"Ketika aku mengetahui tentang perempuan shalihah dari buku2 yang aku baca, yang terlintas di benak ku adalah ibuku, Ibuku tempat curhat terbaik yang pernah kutemui di dunia ini, beliau bukan hanya seorang ibu tapi juga sahabat sejatiku, sosok sabar dan penuh cinta menghadapi berbagai hal yang di lalui anak-anaknya, memberi solusi dengan cinta, menasehati dengan lembut... Mendidik kami agar menjadi sholeh dan sholehah,
meski ibuku kini sudah tiada, tapi ajaran2 yang di tinggalkan nya serta cinta nya selalu hidup di hatiku...Kini aku telah jadi seorang ibu bagi putra kecilku, ibukulah tempat ku berkiblat untuk mendidik putraku... Mendidik dengan ilmu dan cinta, generasi yang baik lahir dari para ibu yang baik dan sholehah,,, benarlah bahwa ibu tiang kemakmuran dan kejayaan sebuah negara... Benarlah ibu adalah madrasah pertama tempat belajar apapun....Benarlah adanya ibu adalah madrasah peradaban...."ALLAHU AKBAR!

5. Siti Fatimah
Ibu itu wanita tegar, yang selalu memberi motivasi hidup untukku, agar aku selalu mengusahakan sesuatu untuk mencapai hasil yang baik. Ibu juga selalu membantuku dalam hal hal yg tak bisa aku lakukan maupun yg bisa aku lakukan, membimbingku dari kecil agar tumbuh menjadi anak yang sholeha dan patuh kepada orang tua. Terima kasih Ibu smile emotikon

6. Irhayati Harun

Kesan yg paling kuingat tentang ibuku adalah ketegaran dan keikhlasannya menerima takdir harus kehilangan kedua anak lelaki kebanggaan dan kesayangannya karena kanker. Meskipun ibuku sudah ditinggal ayah hingga dia harus menghadapinya sendirian tanpa tempat bersandar dan berbagi pada suaminya. Hal inilah yg membuat kami anak anak ikut kuat menjalani sedihnya kehilangan kakak tercinta secara berurutan. Yah, ibuku telah menunjukkan kekuatan sebagai seorang ibu di usia senjanya. Moga ibuku yg kini telah dipanggil oleh yang Kuasa karena kanker juga dibahagiakan disana. Aminnn

7. Dwi Aprilytanti Handayani

Ibu, Bunda, Mama, Ummi...beda cara memanggil tetapi sama arti dan perannya.Mama - begitu saya memanggil sosok wanita yang melahirkan saya - adalah wanita yang lebih perkasa dari Xena, lebih tabah dari seekor singa dalam melindungi anak-anaknya.Mama, ucapannya adalah doa, tatapan matanya serupa cahaya.Bagi orang Jawa, biyung kuwi "ngidu geni, opo sing diucapke dadi" artinya kalau mengucapkan sesuatu itu banyak mustajabnya, dimudahkan Allah untuk dikabulkan.Saya benar-benar mengalami seperti kata pepatah Jawa dan ucapan bijak bahwa ucapan adalah doa. Dulu saat Papa meninggal, Mama terpaksa meminta bantuan sanak kerabat yang lebih mampu untuk memberikan donasi bulanan seikhlasnya, maklum Papa adalah tulang punggung keluarga, meninggal saat anak-anaknya masih belia dan Mama tidak memiliki keahlian khusus kecuali sebagai ibu rumah tangga. Mama berujar "Ndhuk, anakku kabeh suk aja ditiru apa sing tak lakoni. Wong wedhok kudhu iso mandiri ben yen sakwayah-wayah ana apa-apa nang bojo iso tetep jejeg, ora goyah" artinya kurang lebih : "Nak, anak-anak perempuanku jangan pernah meniru yang saya (Mama) lakukan. jadi wanita, istri harus bisa mandiri. Agar kelak jika terjadi sesuatu terjadi pada suami (tidak mampu memberikan nafkah lagi) sang istri tetap bisa tegak berdiri, mandiri dan berjuang melanjutkan kelangsungan kehidupan keluarga.Qodarullah, atas seizin Allah ucapan Mama menjadi kenyataan. Dari tiga anak perempuannya (termasuk almarhumah adik bungsu saya sebelum meninggal) alhamdulillah bisa mencari nafkah sendiri. Kakak saya memberikan les privat di rumah, almarhumah adik saya dulunya adalah seorang asisten apoteker dan saya pernah bekerja sebagai pegawai kantoran selama lebih dari sepuluh tahun. Pun ketika saya telah mengundurkan diri dari dunia kerja kantoran alhamdulillah saya masih bisa mencari nafkah meski tinggal di rumah dari hasil menulis ataupun sesekali mengikuti kuis.Tanpa doa Mama mungkin semua ini tak pernah terjadi karena bagaimanapun ridha orang tua adalah juga ridho Illahi.


 8. Suwanda 

Hmmm... Berbicara tentang ibu. Tentu aku harus katakan, ibuku adalah pahlawanku, pahlawan bagi kami tepatnya. Kami 10 bersaudara, mestinya 12 bersaudara karena yang 2 Allah tidak izinkan untuk tinggal lebih lama di dunia ini. Abahku, dengan penghasilan pas-pasan terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan kami. Berusaha menyekolahkan anak-anaknya setinggi-tingginya. Biar jadi orang sukses. Yang paling berkesan adalah, setiap kali kami meminta uang untuk kebutuhan sekolah, pasti saja ada. Walau terkadang aku berfikir, dari mana uang di dapat, padahal aku tahu pasti bahwa tidak mungkin menyisihkan uang dari pengahasilan abah. Setelah sekian lama rasa penasaranku mengendap, ternyata ibuku menggadaikan tenaganya untuk memenuhi kebutuhan sekolahku, sekolah anak-anaknya tentunya. Duuhhh... sampai segitunya ya. Inilah kesan yang sampai sekarang masih hangat melekat, dan aku belum bisa membalasnya, dan kuyakin tak akan pernah bisa. Semoga saja Allah balas dengan yang lebih baik.




9. Intan Novriza Kamala Sari 

 Ibu ..Kesan pertama yang aku rasakan tentang wanita tercantik sejagat raya ini ialah cerdas. Bagaimana tidak, darinya aku belajar banyak hal. Banyak sekali. Sampai aku sendiri tidak bisa menghitung seberapa banyak.Dari ibu, aku diajarkan etika sesederhana makan menggunakan tangan kanan. Membaca doa sebelum memulai dan mengakhiri aktivitas apapun. Diajari murah senyum dan ringan lisan mengucapkan kata-kata mulia, seperti “maaf”, “tolong”, dan “terimakasih”.Lewat kecerdasannya pula aku diajari mengeja kata diawali dengan gabungan 3 hingga 4 huruf dalam kata lalu menjelma menjadi tumpukan buku siap santapIbu jugalah yang membantuku menemukan beda jahe dan kunyit, merica dan ketumbar. Cara meracik segelas kopi yang nikmat hingga ajariku cara meramu semangkuk sup ayam yang lezatLewat wanita yang ku panggil ibu, aku jadi banyak tau. Terimakasih ibu :))



10. Nia ApriliyahApa kesan terbaik anda tentang ibu? Aku belajar banyak dari perempuan bertangan ajaib dan berparas cantik ini. Dia mengajariku, betapa pentingnya sifat sabar. Ya sabar, sabar mengajari adikku yg sedikit berbeda dengan teman sebayanya. Terkadang, ibu selalu menyunggingkan senyum manisnya, melihat perubahan adik yg pandai mewarnai, mengeja dan menghafal doa sehari-hari. Meski tidak banyak- tapi itu cukup membuat ku bangga. Usiannya memang sudah 40th. Tapi, ibu tidak henti-hentinya mengingatkan aku, untuk selalu memaafkan kesalahan orang lain, tidak pendendam dan saling berbagi walau sedang kekurangan. Terimakasih ibu. 


 11. Betty permana
 Kalau wali bilang nenekku pahlawanku, aku juga punya pahlawan. Namanya terdiri dari tiga huruf saja, ibu atau dalam keluarga saya dipanggilnya mamak. Mamakku :D Ya, ibu yang sudah brojolin aku ke dunia ini yang macam-macam rasanya. Karena sudah dibrojolin, aku bisa ngerasain lezatnya masakan ibu, kasih sayang ibu, kekhawatiran ibu. Kesannya banyak sih. Tapi ada hal yang paling ibu khawatirkan, kalo aku sakit, ibu akan berkata, "Kamu sakit sehari, mamak sakitnya tiga hari." Itu emak kalo ngomong jeru banget. Hal paling khusus yang mamak lakukan kalo aku lagi tepar and terkapar, halah bahasanya, itu ya, biasanya lebih rajin solat malem sambil doain saiyah,hehehe. Itu aja cerita dariku :D


Sabtu, 04 April 2015

Aisyah 7 Bulan

Alhamdulillah hari ini Aisyah 7 bulan. Ummi siap-siap buat jadwal MPASI 
untuk 7 bulan nih :)








Jumat, 03 April 2015

Resep Pempek Enak Anti Gagal

pempek buatanku

Sebenarnya udah lama banget mau masak pempek sendiri. Tapi, selalu berdalih, males. Mahal bahannya. Ya iyalah, kalau pakai ikan tenggiri berapa tuh sekilo? Nah, lagian lihat-lihat resep di blog teman-teman malah bingung. Aduuh takarannya gimana nimbangnya ya? Hahaha... Jadilah galau suralau :p 

Siang tadi Faris kian menagih janji kalau Umminya mau masak pempek. Oow... Ummi tertantang dong. Pas Bunga, kakak keduaku di Bengkulu nelp, langsung deh nanya resep pempek. 

Bahan :
- Terigu 2 gelas 
- Sagu 1/2 kg
- Ikan tenggiri diblender/ikan teri diblender
- Garam
- Penyedap rasa (jika suka)


Pilihan Isi :
- Tumis kates yang sudah diparut
- Telur

Cara Membuat :
1. Masak air mendidih
2. Siapkan wadah dan masukkan terigu 2 gelas dan campurkan dengan air mendidih. Aduk hingga merata. Diamkan hingga dingin.
3. Setelah dingin (kira-kira bisa dipegang), campurkan ikan teri diblender/ikan tenggiri yang sudah diblender atau tidak dicampur ikan juga gak apa-apa, tambahkan  garam, penyedap rasa dan sagu perlahan-lahan. Uleni hingga bisa dibentuk.
4. Bentuk sesuai yang diinginkan pempek lenjer atau telur.
5. Jika pempek telur, bikin bulat-bulat lalu tekan di tengahnya, masukan telur sesendok dan tutup lagi dengan perlahan, lancipkan ujung-ujungnya seperti membuat pastel.
6. Rebus dengan air mendidih.
7. Tiriskan 
8. Siap digoreng dan disantap


Cuka :
- Bawang putih
- Cabe rawit
- Ebi
- Asam jawa
- Gula merah


Cara membuat :
1.Giling bawang putih dan cabe rawit (bisa pake blender).
2. Rebus gula merah dan asam jawa dengan air yang sedikit (biar kental, boleh tambah kecap jika suka).
3. Saring lalu campurkan bawang putih dan cabe.
4. Cuka siap digunakan

terigu sudah teraduk dengan air panas

bentuk pempek

rebus dalam air mendidih hingga mengapung

tiriskan siap digoreng

cuka


Naaaaah, bisa jualan pempek nih hahahaha...met mencoba ya :)