Minggu, 24 Mei 2015

Tips Ingin Hamil Bayi Perempuan


"Dek, kapan mau hamil lagi? Mumpung masih muda, tambahlah anak lagi. Coba direncanakan anak perempuan." Suara diseberang sana. Kakak ketiga saya menelpon. 

Saya sudah punya dua jagoan. Faris dan Fatih. Jarak keduanya memang agak jauh 5,5 tahun. Saya merasakan jika jarak terlalu jauh, kedekatan dengan kakak-adik agak kurang. Egonya kakak pertama terlihat mendominasi. Maka, ketika kakak saya menelpon, saya langsung semangat,"Emang bisa merencanakan hamil biar bisa punya anak perempuan?" Tanya saya antusias.

Uhuy, ternyata bisa saudara-saudara! Eh, bukannya mendahulukan kuasa Tuhan ya, namanya juga ikhtiar lho. Saya jadi ingat beberapa bulan saat saya baru saja melahirkan anak kedua. 

Sabtu, 23 Mei 2015

Asyiknya Belanja Bahan Mpasi Homemade di Foodmart Mall Basko Padang

Sudah sejak lama aku mencari tempat jual bahan-bahan Mpasi untuk mendukung membuat Mpasi Homemade. Beberapa bahan tidak dapat ditemui di pasar atau mini market dekat rumah. Untungnya aku bergabung di group Parenting Padang. Aku dapat info, untuk bahan MPASI Homemade banyak dijual di Mall Basko, tepatnya di Foodmart.


Foodmart Mall Basko Padang


Nah, sebenarnya, bukan pertama kali aku ke Mall Basko. Waktu awal pindah ke Padang, aku sudah pernah ke sini. Bahkan waktu lebaran, keluarga besarku datang, kami sudah ke sini beramai-ramai. Sayangnya, aku belum pernah kebagian makanan. Maklum, kalau ke sana, anak-anak sudah heboh mau ke tempat games, lalu aku juga sibuk melirik-lirik jilbab dan gamis hihihi... Jadilah baru tau ada Foodmart.

Profilku di Lentera, Lampung Post, Minggu, 14 Oktober 2012

Profilku di Lentera, Lampung Post, Minggu, 14 Oktober 2012




Sri Rahayu atau yang lebih dikenal dengan nama pena
 Naqiyyah Syam, sudah menghasilkan 30-an judul buku. Ada yang ditulis sendiri, berdua, atau keroyokan dengan banyak penulis lain.

Buku yang ditulis bertema perempuan, keluarga, anak, dan kumpulan cerita anak. "Kalau buku yang ditulis sendiri baru satu judul. Lainnya, berdua atau beramai-ramai," kata Sri.


Sebagai ibu rumah tangga, Sri tergolong sangat sibuk. Selain mengurus suami dan satu anak, dia pun mengajar di SDIT Permata Bunda, Sukarame. Jam mengajar sejak pagi hingga sore. Namun, di sela kesibukannya itu dia masih meluangkan waktu untuk membuat tulisan sampai dua halaman per hari.

Menyiasati waktu menulis dengan mengetik di ponsel saat menjaga anak di rumah. Dia tidak bisa mengetik di laptop saat anak belum tidur. "Kalau kita buka laptop waktu anak belum tidur, malah dia yang maenin. Makanya ngetiknya di handphone sambil menjaga anak. Kemudian setelah anak tidur, baru tulisan diperbaiki di laptop," kata perempuan kelahiran Jambi, 32 tahun silam ini.

Senin, 18 Mei 2015

Asyiknya Memasak Cemilan


“Wah, udah jadi ibu rumah tangga sejati ya! Udah rajin masak!” begitu komentar seorang kakak saya. Jiaaah, tahu aja, sebelum menikah, saya termasuk cewek yang jarang ke dapur. Saya lebih memilih di kamar membaca buku atau mengetik di komputer saya. Zaman masih gadis, saya tidak terlalu menyukai masak-memasak. Baru jelang lulus kuliah saya belajar masak. Sayang, ibu saya belum sering mencicipi masakan saya. Ketika saya belajar masak, ibu saya sedang sakit. Tapi, menjelang wafat, ada beberapa masakan saya buat untuk ibu. Sayangnya, masakan saya sudah tidak cocok untuk ibu yang sedang sakit. 

Alhasil, masakan saya, enak atau tidak ibu belum bisa menilai, hehehe... Ketika menikah, saya belajar masak lagi. Soalnya, suami saya suka banget makan. Saya belajar dari resep majalah dan nelpon langsung dengan kakak saya yang jago masak. Nah, dari coba-coba resep itu, akhirnya saya baru pe-de deh masak opor, rendang, pindang atau lainnya. Masak opor juga tidka langsung oke. Ada saja yang kurang, untungnya suami tetap mau makan dengan senyum merekah. Baru kian sering mencoba, suami akhirnya bisa berkata, “Wow, enak loh masakan, Ummi!” cie...cie.... Memerah deh pipi saya :) 


Nah, kalo sudah dipuji suami gitu, makin semangat deh masaknya! Setelah sukses mencoba masak sayur yang selama ini termasuk “berat” bagi saya. Maka, saya mencoba masak cemilan untuk anak-anak saya. Masak cemilan ini gara-gara Si Faris sering bilang, “Ummi, teman Mamas bawa kue resoles ke sekolah. Dibuat Umminya loh, enak sekali!” atau “Ummi, kita masak donat, yuk! Mamas mau buatan Ummi!” 

 Nah... Itu artinya Mas Faris minta buatan Umminya. Padahal waktu masih mengajar (jadi guru SDIT selama 6 tahun), saya jarang buat cemilan. Tahunya cuma buat bakwan dan agar-agar. Setelah resign saya baru beli peralatan memasak. Bertahap saya mencoba cemilan yang gampang saja. Dari bakwan, agar-agar, es kelapa muda, es cream, bolu, donat, pempek, pizza dan lainnya.
masak pempek