Minggu, 24 Mei 2015

Tips Ingin Hamil Bayi Perempuan


"Dek, kapan mau hamil lagi? Mumpung masih muda, tambahlah anak lagi. Coba direncanakan anak perempuan." Suara diseberang sana. Kakak ketiga saya menelpon. 

Saya sudah punya dua jagoan. Faris dan Fatih. Jarak keduanya memang agak jauh 5,5 tahun. Saya merasakan jika jarak terlalu jauh, kedekatan dengan kakak-adik agak kurang. Egonya kakak pertama terlihat mendominasi. Maka, ketika kakak saya menelpon, saya langsung semangat,"Emang bisa merencanakan hamil biar bisa punya anak perempuan?" Tanya saya antusias.

Uhuy, ternyata bisa saudara-saudara! Eh, bukannya mendahulukan kuasa Tuhan ya, namanya juga ikhtiar lho. Saya jadi ingat beberapa bulan saat saya baru saja melahirkan anak kedua. 

Suatu hari, suamiku pulang dari masjid dan cerita kalau dia dapat pencerahan. Seorang Bapak yang biasa dipanggil Wak Marwan. Katanya, cobalah nambah anak perempuan. Punya anak perempuan itu beda. Kasih sayang dengan orang tuanya, terutama saat lebaran. Wak Marwan punya anak laki-laki, ketika lebaran jarang pulang, saat Wak Marwan sakit juga tidak datang. Beda dengan anak perempuannya yang sangat berbakti. Ujung-ujungnya, suami saya  pengen punya anak perempuan, hahaha.... masa mau nambah secepat itu? Wong, saya baru aja melahirkan hihihi...

Sebelumnya, suami saya ingin punya empat anak laki-laki. Suami pengen punya banyak anak laki-laki. Anak perempuan nanti saja, setelah punya empat laki-laki. Beda dengan saya, sejak menikah dan ketahuan hamil anak pertama pengennya anak perempuan. Abis, anak perempuan itu lucu sih! Anak perempuan asyik didandani, bajunya banyak pilihan! Beda dengan anak laki-laki. Modelnya itu-itu saja.

Balik soal telpon kakak saya tadi, ia mengajarkan saya memilih masa subur untuk merancang kehamilan anak ketiga, khususnya untuk jenis kelamin bayi perempuan. Beberapa di antaranya :

1. Memilih masa subur

Nah, ada beberapa mengetahui masa subur setiap bulan pada seorang perempuan. Cara ini dapat dideteksi dengan rumus kalender, pengukuran suhu basal dan pengukuran kebasahan lendir. Kebetulan yang diajarkan kakak saya hanyarumus  kalender.

Kakak saya membantu saya menghitung masa subur saya, dia mennayakan siklus haid saya dan kapan saya terakhir haid.

 Rumus sederhananya begini : (siklus terpendek-18)= tanggal sel telur sangat siap dibuahi.
(siklus terlama-11) = tanggal perkiraan sel telur mulai layu.

Contoh : Bila siklus Anda bervariasi dari 25 hari (siklus terpendek samapai 34 (siklus trelama), maka perhitungannya sebegai berikut : (25-18)=7. Maka tanggal 7 adalah tanggal berpeluang besar mencurkan sel telur.

Jika siklus terlama Anda 34, maka (34-11)= 23, maka tanggal 23 adalah tanggal mulai layunya sel telur yang telah meluncur bila tidak dibuahi. Jadi dari tanggal 8-22, Anda dalam keadaan subur. Jika Anda berhubungan badan dengan pasangan, maka Anda berpeluang besar untuk hamil.

Apakah sudah berencana untuk hamil? Lalu, bagaimana rencana untuk hamil bayi perempuan? Sebelumnya, saya melakukan terapi berikutnya.

2. Melalui Makanan
Nah, saya dan suami pengkosumsi kopi radix. Kopi herbal yang komposisinya ada tongkat ali. Menurut terapis tempat saya rajin bekam, jika saya ingin hamil anak perempuan, saya harus stop minum kopi radix minimal 2 bulan sebelum rencana hamil (masa subur). Disarankan saya minum spriluna yang mengandung banyak bahan sayur-sayuran. Selain itu, saya juga melakukan bekam pada titik tertentu. Jadi, sebelum merencanakan hamil, saya dan suami stop minum kopi radix.

3. Mengunakan prinsip asam-basa.
Setelah menghitung masa subur dengan rumus kalender, saya diajarkan juga dengan kakak mengenai prinsip asam basa. Jadi untuk mendapatkan perempuan, saya dianjurkan melakukan berhubungan intim kira-kira 2 hari sebelum puncak masa subur karena saat itu vagina dalam keadaan asam. Jadi, saya pun melingkari kalender kapan saya masa subur dan dua hari sebelumnya,hihihi....soalnya waktu itu suami saya masih dinas luar kota hahaha.....

4. Siapa yang organisme duluan
Wiih ini wilayah pribadi ya? Eh tapi ibu-ibu ini ilmu lho, jadi saya mau berbagi saja. Kan udah pada tahu kan ya? Sttt...bagi yang belum nikah, baca ini enggak papa, jadi nambah ilmu hihihi.... jika ingin merencanakan hamil jenis kelamin anak perempuan, usahakan istri yang terlebih dahulu orgasme sehingga suasana vagina sedang asam, sebaliknya, jika ingin anak laki-laki, usahakan suami yang duluan orgasme. Ini sesuai dengan teori, kromososm Y suka suasana basa dan kromosom X suka suasana asam.

Jadi, keempat resep di atas saya coba, jeng...jeng.... saya dag dig dung saat bulan berikutnya saya terlambat datang bulan. Huaaah...jadi enggak ya hamil lagi? Maka, saat akhir Desember, saya mendapatkan tanda 2 strip saya langsung sujud syukur. Huaaah saya hamil anak ketiga, alhamdulillah.

Lalu, saya mengajak suami ke dokter mengecek kebenarannya. Benarkah saya hamil? 

USG Pertamaku untuk anak ketiga, 8 Januari 2014
Eh tapi itu belum ketahuan anak perempuan ya? Sabar...sabar...masih lama. Karena mengetahui jenis kelamin anak perempuan saat USG usia 4 bulan. Nah, tapi saya sudah enggak fokus jenis kelamin lagi. Saya harus fokus kesehatan calon bayi saya. Setelah usaha merencanakan hamil jenis kelamin bayi perempuan, saya tinggal berdoa, semoga saja kehamilan ketiga memang anak perempuan. Untuk itu saya rajin makan buah-buahan. Pernah saya pengen banget makan nanas. Kata orang, hamil muda dilarang ya, saya mah nyiciiiip, abis pengeeen banget.

Sabtu, 23 Mei 2015

Asyiknya Belanja Bahan Mpasi Homemade di Foodmart Mall Basko Padang

Sudah sejak lama aku mencari tempat jual bahan-bahan Mpasi untuk mendukung membuat Mpasi Homemade. Beberapa bahan tidak dapat ditemui di pasar atau mini market dekat rumah. Untungnya aku bergabung di group Parenting Padang. Aku dapat info, untuk bahan MPASI Homemade banyak dijual di Mall Basko, tepatnya di Foodmart.


Foodmart Mall Basko Padang


Nah, sebenarnya, bukan pertama kali aku ke Mall Basko. Waktu awal pindah ke Padang, aku sudah pernah ke sini. Bahkan waktu lebaran, keluarga besarku datang, kami sudah ke sini beramai-ramai. Sayangnya, aku belum pernah kebagian makanan. Maklum, kalau ke sana, anak-anak sudah heboh mau ke tempat games, lalu aku juga sibuk melirik-lirik jilbab dan gamis hihihi... Jadilah baru tau ada Foodmart.

Profilku di Lentera, Lampung Post, Minggu, 14 Oktober 2012

Profilku di Lentera, Lampung Post, Minggu, 14 Oktober 2012




Sri Rahayu atau yang lebih dikenal dengan nama pena
 Naqiyyah Syam, sudah menghasilkan 30-an judul buku. Ada yang ditulis sendiri, berdua, atau keroyokan dengan banyak penulis lain.

Buku yang ditulis bertema perempuan, keluarga, anak, dan kumpulan cerita anak. "Kalau buku yang ditulis sendiri baru satu judul. Lainnya, berdua atau beramai-ramai," kata Sri.


Sebagai ibu rumah tangga, Sri tergolong sangat sibuk. Selain mengurus suami dan satu anak, dia pun mengajar di SDIT Permata Bunda, Sukarame. Jam mengajar sejak pagi hingga sore. Namun, di sela kesibukannya itu dia masih meluangkan waktu untuk membuat tulisan sampai dua halaman per hari.

Menyiasati waktu menulis dengan mengetik di ponsel saat menjaga anak di rumah. Dia tidak bisa mengetik di laptop saat anak belum tidur. "Kalau kita buka laptop waktu anak belum tidur, malah dia yang maenin. Makanya ngetiknya di handphone sambil menjaga anak. Kemudian setelah anak tidur, baru tulisan diperbaiki di laptop," kata perempuan kelahiran Jambi, 32 tahun silam ini.

Senin, 18 Mei 2015

Asyiknya Memasak Cemilan


“Wah, udah jadi ibu rumah tangga sejati ya! Udah rajin masak!” begitu komentar seorang kakak saya. Jiaaah, tahu aja, sebelum menikah, saya termasuk cewek yang jarang ke dapur. Saya lebih memilih di kamar membaca buku atau mengetik di komputer saya. Zaman masih gadis, saya tidak terlalu menyukai masak-memasak. Baru jelang lulus kuliah saya belajar masak. Sayang, ibu saya belum sering mencicipi masakan saya. Ketika saya belajar masak, ibu saya sedang sakit. Tapi, menjelang wafat, ada beberapa masakan saya buat untuk ibu. Sayangnya, masakan saya sudah tidak cocok untuk ibu yang sedang sakit. 

Alhasil, masakan saya, enak atau tidak ibu belum bisa menilai, hehehe... Ketika menikah, saya belajar masak lagi. Soalnya, suami saya suka banget makan. Saya belajar dari resep majalah dan nelpon langsung dengan kakak saya yang jago masak. Nah, dari coba-coba resep itu, akhirnya saya baru pe-de deh masak opor, rendang, pindang atau lainnya. Masak opor juga tidka langsung oke. Ada saja yang kurang, untungnya suami tetap mau makan dengan senyum merekah. Baru kian sering mencoba, suami akhirnya bisa berkata, “Wow, enak loh masakan, Ummi!” cie...cie.... Memerah deh pipi saya :) 


Nah, kalo sudah dipuji suami gitu, makin semangat deh masaknya! Setelah sukses mencoba masak sayur yang selama ini termasuk “berat” bagi saya. Maka, saya mencoba masak cemilan untuk anak-anak saya. Masak cemilan ini gara-gara Si Faris sering bilang, “Ummi, teman Mamas bawa kue resoles ke sekolah. Dibuat Umminya loh, enak sekali!” atau “Ummi, kita masak donat, yuk! Mamas mau buatan Ummi!” 

 Nah... Itu artinya Mas Faris minta buatan Umminya. Padahal waktu masih mengajar (jadi guru SDIT selama 6 tahun), saya jarang buat cemilan. Tahunya cuma buat bakwan dan agar-agar. Setelah resign saya baru beli peralatan memasak. Bertahap saya mencoba cemilan yang gampang saja. Dari bakwan, agar-agar, es kelapa muda, es cream, bolu, donat, pempek, pizza dan lainnya.
masak pempek