Minggu, 30 Agustus 2015

Habis Galau Terbitlah Prestasi




Judul                           :  Ya Rabb, Aku Galau
Penulis                       :  Aida Ahmad & Ummi K. Miqdar
Penerbit                     :  Erlangga
Tebal Buku                :   ± 168 halaman
Tahun Terbit              :   2014
 ISBN                          :  978-602-241-796-5

Hidup ini tak pernah lepas dari masalah. Tinggal kita harus memilih.  Apakah kita mau menyelesaikan masalah atau tergulung  oleh masalah. Masalah datang tak kenal usia. Baik anak-anak, orang tua atau pun remaja. Bagi remaja dengan kompeksitas hidup yang penuh warna, kata “galau” seperti sahabat karib.  Remaja sangat rentan untuk terombang-ambing dalam keputusan masa depannya. Apalagi dalam usia belasan tahun harus menanggung beban hidup yang cukup berat. Mampukah remaja bersikap tenang, bijak dan berprestasi? Inilah yang akan dikupas dalam buku ini.

Rabu, 26 Agustus 2015

Rahasia Ibu-ibu Ikhlas Punya Anak Banyak

Zaman sekarang punya anak banyak itu dianggap aneh. Orang-orang bakal heran. "Kok mau punya anak banyak? Emang sanggup biaya sekolahnya?" Hadeeh, iya sih biaya hidup makin tinggi. Nilai rupiah kian lemah, nah gimana biaya pendidikan kelak? Stop berpikir uang dan uang terus. Coba lebih bijak, Allah tempat Maha Kaya, tidak ada yang terjadi tanpa seizin-Nya. Ada orang yang punya penghasilan tinggi (baca : kaya) terus berusaha mendapatkan momongan tetap saja belum berhasil. Eh, tapi ada yang cepat banget punya anak. Setahun 1 lahiran, tapi... maaf ngomong ekonominya seret. Jangan sepelekan ibu-ibu yang punya anak banyak, bisa jadi mereka lagi mendulang pahala.

Jumat, 21 Agustus 2015

#LebihBaik Menuntas Rindu Bersama Keluarga

Sudah 3 tahun aku tidak mudik ke Bengkulu. Ya, di sanalah aku dibesarkan. Rasanya rindu sekali. Memang kedua orang tuaku sudah tiada. Keduanya wafat sebelum aku menikah. Tapi, lebaran tahun ini keempat kakakku mengajak berkumpul bersama di Bengkulu.

"Tapi, kami enggak punya ongkos." Ucapku jujur.

Ya, soal biaya pulang sangat berat. Masalahnya, kami baru saja pindah ke Padang dalam 1 tahun ini. Suami mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Universitas Andalas. Biaya pindahan cukup besar, hingga tak ada uang untuk tabungan lebaran.

Kamis, 20 Agustus 2015

Mengajak Anak Nonton Panjat Pinang di Hut ke-70 RI

Tahun ini adalah tahun ke dua aku sekeluarga merayakan 17 Agustus di Padang. Selama 1 tahun ini aku mengikuti suami S2 di Unand. Nah, karena Insya Allah tahun depan kami sudah tidak di Padang lagi, tepatnya balik lagi ke Lampung, maka kami sekeluarga jalan-jalan melihat perayaan 17 Agutusan di Lapangan Imam Bonjol.

Pagi-pagi kami sekeluarga sudah bersiap. Tapi, ada saja halangannya. Anak-anak bermain menolak sarapan hingga beberes yang tiada beres hahaha... akhirnya perjalanan baru dimulai jam 10 dan kami telat sampai di Lapangan Imam Bonjol. Upacara sudah bubar, bahkan tak ada lagi sisa-sisa bekas acaranya, hanya beberapa anak-anak sekolah yang duduk-duduk di taman. Padahal suami sudah siap mau ikutan upacara, pake seragam Kopri  euy hihihi.... Jadilah kami bermain saja di taman.


Minggu, 16 Agustus 2015

Yuk, Kenalan dengan Blogger FLP

Alhamdulillah akhirnya aku punya rumah sendiri ak blogku sudah ganti dot com, hahahah....happynya (lebay banget sih?). Maklum, emak-emak rempong ini pengen tetap eksis dan bermanfaat, jadilah beli domain lewat teman. Emang enggak bisa pasang sendiri? He eh emak rempong takut ribet soalnya sinyal kartuku lelet kayak keong eeh bukan keong racun loh ya :)

Jadi, kenalkan dong taraaa... ini  alamat blogku sekarang 

http://www.naqiyyahsyam.com

Selasa, 11 Agustus 2015

Menemani Fatih Masuk PAUD

Alhamdulillah usia Fatih sekarang sudah 4 tahun. Senang banget lihat Fatih sudah bisa bersosialiasi. Dulunya, usia 2,5 tahun, lihat orang asing menangis. Disapa nangis, ditegur nangis. Serba salah deh! Nah, saat pindah ke Padang, rumah kami di komplek cukup ramai. Alhamdulillah Fatih sudah berani berteman, bermain bahkan berbahasa Minang hahaha....

Saat tetangga ada yang buka PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) di rumahnya, aku langsung pengen Fatih ikut. Awalnya, Fatih menolak. Fatih ingin di rumah saja, mainan dengan Aisyah. Setelah dibujuk, eeh maunya sekolah jauuuh "Fatih mau sekolah jauh, sekolah abang!" maksudnya, sekolah di ujung kompleks, ada abang mainan hahaha....

Karena teman-teman sebayanya semua pada sekolah, Fatih mulai tertarik dan ingin dibelikan tas. Jadilah dibelikan tas. Sepatu enggak beli, karena lihat teman lainnya pake sendal aja. Eh, si Fatih malah make sepatu Mas Faris, hadeeh gede banget :p