Kamis, 31 Desember 2015

Menelisik Misteri Dewi Rengganis dalam Pendakian di Argopuro


Rengganis Altitude 3088- Azzura Dayana


Judul                                       : Rengganis  (Altitude 3088)
Penulis                                     : Azzura Dayana
Penyunting Bahasa                  : Mastris Radyamas
Penerbit                                   : Indiva
Tahun Terbit                            : Cetakan Pertama, Agustus 2014
ISBN                                        : 978-602-1614-26-6
Tebal Buku   dan Ukuran         : 232 Halaman. ; 20 cm
Harga Buku                               : Rp. 46.000,-


Perjalanan selalu membawa sebuah pelajaran. Apalagi dalam sebuah pendakian.  Di perjalanan akan bertemu banyak rintangan dan ujian. Ada ujian kekompakan tim. Rintangan kondisi alam. Bahkan jika persiapan tidak matang, pendakian akan terseok-seok dan menjadi beban bagi pesertanya.  

Novel ini menceritakan sebuah pertualangan delapan anak muda. Mereka melakukan pendakian di Argopuro. Berawal dari empat sahabat lama, Fathur, Dewo, Dimas dan Nisa bersepakat untuk melakukan pendakian.  Perjalanan semakin ramai dengan ikutnya Rafli, Acil, Ajeng dan Sonia. Totalnya ada delapan peserta pendakian menuju Argopuro. Acil diangkat menjadi guide tim karena sudah hapal medan dan Fathur sebagai asistennya.

Selasa, 29 Desember 2015

Karyaku di Tahun 2015 : Manisnya Uang Dari Menulis

Beberapa Karyaku dan Keluargaku di Media 
Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Aku jadi ingat seorang teman bilang begini, "Alhamdulillah karyaku di muat di Majalah X." Huaah ikutan senang dong ya? Lalu, aku pun mengucapkan selamat. Temanku bilang lagi, "Iya nih, lain banget uang dari hasil menulis. Uangnya lebih manis."

Wow, aku pun berpikir yang sama. Manisnya uang dari hasil menulis. Jika dulu mengajar sebagai guru, ya dapat juga gaji, bisa jajan atau beli yang aku suka. Tapi, rasanya beda. Kenapa ya? Mungkin, mungkin loh ya, karena aku menulis dengan bersenang-senang. Ya, menulis untuk menyalurkan hobi, menyalurkan kegalauan, menyalurkan ide yang berkeliaran di kepala. Jadi, pas ide itu tertuangkan di tulisan, rasanya ploong banget. Terus pas dimuat di media, happy berat deh!

Senin, 28 Desember 2015

Hari Ibu dan Me Time Ala Aku

Hari Ibu dan Me Time Ala Aku 
Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Hari Ibu telah berlalu, tapi enggak apalah ya aku mau curhat mengenai Hari Ibu. Yup, jadi aku punya empat kakak perempuan. Kalau Hari Ibu, kami saling menguatkan, saling kirim ucapan dan sebenarnya bukan cuma Hari Ibu sih, tiap hari bisa penuh obrolan ala ibu-ibu di group BBM-an. 

Hari Ibu, bagi keluargaku sebagai hari penyemangat. Mengingatkan peran dan amanah sebagai seorang ibu. Kami belajar menjadi ibu dan istri bercermin dari cinta perjuangan ibu kami. Ya, ibu kamilah menjadi inspirasi bagi kami berempat. Ibu kami tidak sekolah tinggi, tapi mendidik kami untuk sekolah tinggi. Bahkan setelah Ayah meninggal, Ibu terus berjuang membiayai kami sekolah hingga perguruan tinggi.

Minggu, 27 Desember 2015

Nak, ASI Ini Untukmu

Nak, ASI Ini Untukmu
Malam itu aku terbangun dengan rasa nyeri di payudara sebelah kananku. Sejak empat hari yang lalu, Aisyah demam, rewel dan sedikit menyusui. Begitulah jika Aisyah mau tumbuh gigi. Badannya akan demam dan menolak ASI. Berbeda dengan kedua kakaknya,  ketika tumbuh gigi tidak serewel ini. Tapi, Aisyah sangat gelisah. Tidur tidak nyenyak. Sebentar-sebentar menangis dan menjerit. Diberi ASI tidak mau, padahal jika malam, setidaknya 3 x Aisyah terbangun untuk menyusui.

Badanku juga mulai terasa demam. Kepala pusing dan perut mual. Akibat begadang menjaga Aisyah yang tidak enak badan. Awalnya, aku abaikan rasa nyeri di sekitar payudaraku. Besok juga Aisyah pasti mau menyusui. Begitu perkiraanku. Ternyata salah. Besoknya Aisyah masih sedikit menyusui. Payudaraku mulai bengkak dan nyeri sekali. Puncaknya tengah malam hari keempat, payudaraku keluar urat-urat hijau seperti akar pohon yang menjalar ke bumi. Bengkak, besar dan keras semerti semen. Jangan ditanya rasa sakitnya. Nyeri teramat sangat ... hiks...
Payudara Bengkak, Cek ke Dokter Perempuan


Esoknya, aku kompres dengan air hangat. Baik dengan handuk maupun dengan motor. Aku coba peras tapi kurang berhasil karena puting sudah lecet dan mulai keluar benjolan di saluran ASI. Tak mempan dengan kompres dan obat paracetamol, aku berangkat ke dokter umum dekat rumah. Dokter perempuan dan ada BPJS-nya. Sampai di sana, dokternya baru saja pulang. Huaah...aku harus menahan rasa sakit lagi hingga keesokan harinya. 

Setelah janjian dengan dokter perempuan, sorenya aku ke tempat praktiknya. Sampai di sana aku sampaikan keluhanku. Dokter membantu aku melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) . Dokter tidak berani memberikan obat. “Sebaiknya ibu saya rujuk ke rumah sakit saja ya. Saya tidak tahu apa benjolan ini tumor atau bukan. Saya rujuk ibu ke dokter bedah, ya.”

Alhamdulillah, Berkah Ngeblog



Alhamdulillah, berkah ngeblog :)

Assalamu'alaikum Sahabat Smart Mom,

Tahun 2015 segera berlalu, udah pada buat resolusi 2016 belum ya? Kalau aku belum secara tertulis sih tapi udah punya bayangan mau ngapain aja di 2016. Oiya, aku mau cerita mengenai apa aja sih yang telah kudapat dari ngebog di tahun 2015.

Aku baru rajin ngeblog di Tahun 2015 sejak beli domain. Iya, ibarat rumah. Blog berdomain itu sudah rumah sendiri kalo masih blogspot itu rumah kontrakan :) *tsaaah...* itu istilah temanku yang pernah kutanya beda blog berdomain dengan tidak. Apa pun bedanya, rasanya memang lain. Kalau kata Syahrini, sesuatu....

Dulu sih beli domain sempat galau. Kuatir ngeblog bisa lancar enggak ya? Bisa menghasilkan enggak ya? Karena diawal Tahun 2015 aku masih fokus ngirim tulisan ke media. Aku juga ikut kelas menulis ada 2 yang intensif banget, yakni Kelas Tangguh dan Kelas Kurcaci Pos. Nah, karena itu aku belum bisa fokus ngeblog *alesan* hahaha...

Sabtu, 26 Desember 2015

7 Tempat Wisata Sejarah di Bengkulu yang Murah dan Mudah Terjangkau


Buat Anda yang pengen liburan sembari mengajarkan sejarah, boleh dong ajak anak-anak ke Bengkulu. Tempat wisatanya tidak perlu jauh karena semuanya ada di dalam kota, sehingga murah dan mudah terjangkau. Jika mengajak anak-anak, tidak akan kerepotan dilanda macet karena tempatnya dekat dan nyaman.

Saat liburan lebaran lalu, keluarga kecilku ke Bengkulu dan bisa wisata sejarah. Inilah 7 Tempat Wisata Sejarah di Bengkulu yang Murah dan Mudah Terjangkau :

Jumat, 25 Desember 2015

Aisyah 15 Bulan




Assalamualaikum.

Malam sahabat Smart Mom, aku mau cerita mengenai perkembangan Aisyah 15 bulan. Sebentar lagi udah 16 bulan, tapi aku pengen deh mendokumentasi perkembangan Aisyah di blog ini. Kelak jika Aisyah besar bisa membacanya atau kalau aku mau buat buku tema parenting tinggal cek di blog ini aja :)

Diusia 15 bulan ini,  Aisyah alhamdulillah tambah lincah, tambah suka makan, tambah jarang sakit, tambah suka nari. Pokoknya gemes deh.  Aku bersykur dapat menemani perkembangan Aisyah 24 jam bersama. Jika kedua kakaknya dulu aku bekerja, kini aku full di rumah saja.  


Ibu Rumah Tangga Penulis (IRT Penulis) Perlu Melek Pajak

Assalamualaikum sahabat Smart Mom, 

Penulis Juga Perlu Tahu Pajak
Ibu Rumah Tangga Penulis (IRT Penulis) Perlu Melek pajak. Sejak aku berkecimbung di dunia kepenulisan. Terutama beberapa kali menjadi pj antologi. Kata pajak bukan lagi menjadi kata yang asing. Pemotongan pajak sekian persen untuk seorang penulis kerasa banget loh. Apalagi kalo beda negara. Seperti cerita temanku sesama IRT Penulis yang tinggal di Johor. Jika penulis di dalam negri hanya dikenakan potongan 10-15%, penulis yang diluar bisa 20-30%. Wih, gede banget ya pajaknya? Belum untuk lomba kuis. Saat aku menang kuis di TV swasta lalu, dapat cerita pemenang lainnya, kalo hadiah pemenang bakal dipotong pajak. Jika hadiahnya 2 juta, pemenang hanya dapat 1,5 juta saja. Uang Rp. 500 ribu untuk biaya pajak. 

Tips Menjadi Ibu Pintar



Pernah enggak sih mendengar seorang ibu bilang begini,  
"Ah, aku mah apa atuh, hanya ibu rumah tangga saja!"


Iya, status sebagai ibu rumah tangga menjadikan ia beranggapan "hanya biasa-biasa saja." Tak perlu ilmu atau kiat khusus karena predikat itu hanya sebuah kebetulan. Ya, kebetulan udah nikah, kebetulan sudah punya anak, kebetulan deh enggak ngantor, enggak kerja, kebetulan deh jadi ibu rumah tangga saja :)

Sedangkan status ibu rumah tangga itu mestinya kudu bekal yang "cukup". Beberapa temanku sebelum nikah  ikut sekolah pra nikah. Sejak sebelum nikah sudah mengenal tugas, hak dan kewajiban kelak menjadi suami atau istri.

Rabu, 23 Desember 2015

Pengalaman Siaran di Radio Swara Unib



Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Pengalaman siaran di Radio Swara Unib begitu berkesan. Ketika pulang kampung ke Bengkulu lebaran lalu, aku menyempatkan diri mampir ke kampus tercintaku, yakni Universitas Bengkulu (Unib). Saat itu, suamiku lagi perlu ngeprit. Karena di rumah kakak tempat kami nginap printernya rusak, aku mengajak suami ke Unib aja. Biasanya tiap lebaran kami jarang banget ke arah Unib. Lokasinya memang cukup jauh dari rumahku di Jalan Danau (Dekat Danau Dendam). Lagi pula, punya anak kecil, mau diajak jalan jauh rempong. Eh, sebenarnya sih karena waktunya mepet. Tiap ke Bengkulu, kami paling 3-4 hari. Baru lebaran lalu saja yang cukup lama, 22 hari! Hihihi...

Selasa, 22 Desember 2015

Pompa ASI Manual VS Pompa ASI Electrik, Pilih yang Mana?

Assalamualaikum Sahabat Smart Mom, jn                                                           llvm

Pompa ASI Manual VS Pompa ASI Electrik, Pilih yang Mana? . Mom, ingin memberikan  ASIX  sedangkan tetap bekerja? Itu dapat dilakukan dengan ASI Perah (ASIP). Caranya, ASI diperah dengan pompa atau dengan tangan. Jika sebelumnya, aku sudah menuliskan pengalamanku tentang manajemen ASIP, maka untuk kali ini, aku mau cerita pengalamanku menggunakan pompa ASI baik yang manual atau electrik. 




Dulu, saat anak keduaku lahir, aku masih menjadi ibu bekerja. Namun, keinginanku sangat mengebu-ngebu agar anakku tetap ASI. Ya, kegagalan memberikan ASIX pada anak pertama menjadi penyemangatku. Jika dulu saat lahir anak pertama, aku masih sedikit ilmunya, maka sejak mengandung anak kedua, aku mencari banyak informasi mengenai cara memberi ASI untuk ibu bekerja.

Linda Satibi : Ibu Bekerja yang "Melahirkan" Si Cantik Hasna



Assalamualaikum, Sahabat Smart Mom, semoga hari ini menyenangkan. Masih dalam rangka Hari Ibu, aku mengajak berkenalan dengan penulis buku Komik Hasna. Buku ini ditulis oleh sahabat mayaku, Linda Satibi. Loh, kok dibilang sahabat maya? Iya, kami sudah berteman cukup lama di dunia maya. Pernah saling menyemangati sebagai ibu bekerja yang ingin tetap menulis. Saat itu aku masih sebagai guru di SDIT Lampung Timur. Aku ingat banget Mbk Linda pernah bertanya, "Kok masih bisa nulis sih, sibuk mengajar begitu?"  Lalu.... bertahun kemudian, Mbk Linda bak menjelma sebagai ibu bekerja yang keren. Bukunya solonya, satu  persatu terbit.

Daripada penasaran lebih lama, yuk kita tanya jawab dengan Mbk Linda Satibi :) Ini hasil wawancaraku via WA kepada Mbk Linda, yuk dibaca :)


Belajar Menjadi Ibu Hebat : Mother, You Are So Wonderful

Assalamualaikum sahabat Smart Mom, hari ini 22 Desember dikenal sebagai Hari Ibu. Nah, sebagai memperingati Hari Ibu, aku mau sharing saat aku mengikuti acara kelas parenting bersama Dr. Yesi Elsandra, SE, M.Si, seorang ibu 4 anak, dosen, founder Komunitas Parenting Sumbar, konselor laktasi, dll pada tanggal 20 Desember yang lalu. Semoga bermanfaat ya :)

Bersama pemateri dan peserta

Pagi yang cerah ketika aku dan keluarga kecilku menuju My Lovely Child, Klinik Tumbuh Kembang Anak yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan No 19, Padang. Sebenarnya telat dari acara yang ditentukan panitia. Di undangan tertera pukul 08.30 WIB, sedangkan kami tiba sudah menjelang pukul 10.00 WIB. Aiih, lumayan rempong bawa 3 anak. Apalagi Hari Ahad itu, Abinya juga ada acara di tempat yang berbeda. Jadi, saat ditanya dengan anak-anak mau ikut siapa? Anak-anak menjawab ikut Ummi. Enggak mau ikut Abinya. Setelah membuat kesepakatan bersama, anak-anak ikut aku deh di acara parenting skill.

Senin, 21 Desember 2015

Cara Mengirimkan Karya Anak Ke Majalah Ummi

Assalamualaikum, apakabar sahabat Smart Mom, semoga sehat ya. Kali ini aku mau cerita mengenai karya Faris, anak pertamaku dimuat di Majalah Ummi Edisi Desember 2015. 

Awalnya karya ini dikirim menjelang ujain kenaikan kelas, dari kelas 3 ke kelas 4, jadi pas biodatanya belum ditulis kelas 4 hihihi...  lalu, lama tidak ada kabar, aku memberanikan diri bertanya kepada redaksinya. Apakah tulisan Faris layak atau tidak. Ternyata, kata tim redaksi, karya Faris belum diterima, sehingga diminta dikirim ulang. Wah, aku langsung kirim email ulang deh :)


Karya Faris di Majalah Ummi Edisi Desember

Sabtu, 19 Desember 2015

Tampil Cantik Pakai Kuluk Khas Jambi


Tampil Cantik Pakai Kuluk Khas Jambi. Assalamulaikum Sahabat Smart Mom, di weekend ini aku mau share tentang hebohnya kalo aku udah ngumpul ama keempat kakakku. Wih, serunya! Ngobrol apa aja. Apalagi kalo bicara soal dandanan. Nah, kakak yang paling tua malah paling update soal pashion hahaha... jadi, ceritanya suatu hari kami diundang tante menghadiri pernikahan anaknya di Jakarta. Biar kompak, kakakku ngajak pake kuluk aja. Nah, aku sih pernah dengar ya, apa itu kuluk karena aku emang lahir di Jambi, tapi aku besarnya di Bengkulu. Sejak 1 tahun keluargaku pindah ke Bengkulu. Jadilah aku cuma dengar aja istilah kuluk, enggak pernah nyoba pake.

So, ketika kakak menawarkan memakaikan kuluk. Senang deh. Soalnya ini pertama kali pakai kuluk dan norak-norak bergembira di acara pesta pernikahan.



Jumat, 18 Desember 2015

4 Cara Ibu Melahirkan





Assalamualaikum, apakabar Sahabat Smart Mom? Kali ini aku mau cerita mengenai prose melahirkan ketiga anakku. Tiap anak prosesnya berbeda-beda. Ada yang santai, ada yang tegang, ada juga yang cepat banget hihihi... 

Alhamdulillah aku melahirkan ketiga anakku secara normal. Kalau anak pertama, hampir caesar loh.  Ini karena posisinya sungsang bokong murni (pantatnya di bawah). Ketahuan sungsangnya sekitar usia kandungan 5 bulan. Tapi saat itu aku sibuk mengejar wisuda, jadilah beberapa kali tidak kontrol ke dokter kandungan. Pas usia masuk 7 bulan, masih sungsang dan harus dilakukan beberapa upaya agar bisa tidak lahiran normal.

Curhat : ‎Dahsyatnya Kekuatan Doa‬

Assalamualikum, apakabar sahabat Smart Mom, di Jumat penuh berkah ini, aku sedikit mau berbagi cerita. Pengalaman pribadiku mengenai #DahsyatnyaKekuatanDoa.  Ya, ini terjadi beberapa minggu lalu. Cerita lengkapnya begini :) 


Beberapa hari ini laptopku mati total. Ya, mati. Siang itu aku ngetik didampingi Aisyah (15 bulan). Biasanya Aisyah duduk tenang di sampingku sambil makan buah atau bermain. Siang itu Aisyah ingin di dekatku sembari mendekati layar laptop dan bermain tempat CD. Baru saja hendak mengirimkan email. 

Tap! laptopku mati! Ow, mungkin kabelnya terlepas. Kupikir karena kabel, karena laptopku sudah gak bisa hidup tanpa dicolok listrik. Kucoba lagi, gak hidup. Kucoba lagi gak hidup. Satu jam kutunggu, aku coba lagi enggak hidup juga. Huaaah, aku sedih.... Hanya berharap ada keajaiban, laptopku sembuh. Menanti hadiah lomba kuis TV itu yang kupikir akan segera cair setelah 1 bulan pengumuman. 

Hari demi hari aku menanti belum kunjung terisi ATMku. Kuberanikan diri bertanya kepihak manajemen TV Swasta itu, ternyata hadiah baru akan dikirim min 4 bulan setelah persyaratan terkumpul (aku sudah ngirim setelah acara LIVE). 

What's? 4 bulan? Lama bingits.... lomba blog aja gak selama itu. Tapi, hidup harus tetap berjalan. Berharap satu per satu karyaku nembus media. Hari Ahad terus kunanti kalau-kalau ada tulisankuu di media A, B atau C yang kutebar beberapa minggu lalu. Tapi... sekali lagi tak ada namaku :( 

Harapan punya uang cash untuk membenari laptop itu kandas. Lalu, aku curhat di sebuah group kepenulisan minta doa dengan teman-temanku agar laptopku segera sembuh. Curhat geje emang sih, karena aslinya aku ini cengeng juga walau nulis buku ‪#‎KekuatanItuBernamaIbu aku memang pengen buku itu sebagi pengingatku bahwa aku harus kuat! Aku ibu perisai anak-anakku. 

Back to laptop. 

Dashyatnya Kekuatan Doa

Kamis, 17 Desember 2015

Menemani Anak Masuk TK

Assalamualaikum, Apakabar Sahabat Smart Mom? Semoga sehat ya.

Menemani Anak Masuk TK. Kemarin, aku membuka facebook-ku dan melihat album foto. Kulihat album lama.  Mataku tertuju pada album foto Faris masuk TK. Ah, betapa waktu lekas berlalu ya. Kini sulungku sudah kelas 4 SD. Sudah usia peralihan. Dari usia anak-anak menuju pra remaja. Aku udah mulai deg-deng-an menunggu cerita “mimpi basah” nya *tuiiing si emak norak*

Iya benaran deh, aku deg-dengan. Tapi mempersiapkan diri jika tiba waktunya. Apakah Faris menghadapinya dengan enjoy atau tertekan. Okelah, dipostingan lain deh ya aku ceritakan gimana isi curhat Faris yang mulai deg-deg- ser kalo lihat teman cewek yang cantik, hahaha...




Selasa, 15 Desember 2015

Resep MPASI 1 Tahun : Ikan Lele Plus Sayuran




Resep MPASI  1 Tahun : Ikan Lele Plus Sayuran. Sejak dini aku mengajarkan anak-anakku suka makan ikan. Ikan apa saja. Jika Faris dan Fatih masa MPASInya kurang berhasil karena waktu itu aku masih kerja. Mengapa tidak berhasil? Pertama, karena aku belum banyak ilmu mengenai MPASI. Kedua, aku sok ikutan pendapat orang lain yang mengatakan sama aja makan MPASI Instan. Gizinya tetap bagus kok :) Nggg.... kalau diingat-ingat bikin nyesel deh.

Pas anak kedua, aku belajar lebih giat mengenai MPASI Homemade. Aku bertekad belajar masak buat bayiku. Dari group khusus di facebook, dari buku, majalah dan berdiskusi dengan teman sesma punya anak bayi. Alhamdulillah pelan-pelan aku belajar masak. Bahkan, aku baru nyadar alat masakku enggak banyak hahahha.... aku belum punya oven buat masak cemilan anak-anak. Malah, menjelang resign aku baru kepikiran beli mixer *terlalu...ya?*

Resep MPASI 1 Tahun : Buncis, Wortel, Tahu dan Tempe Bumbu Kuning


Aisyah sejak usia 1 tahun sudah makan dengan nasi yang tanpa blender. Kadang ya aku masak nasi barengan dengan kami, kadang ya khusus. Tapi sudah bukan nasi lembek atau disaring lagi. Oiya, Aisyah senang banget makan dengan bumbu kuning. Awalnya, aku masak ayam yang diungkep buat kedua kakaknya. 

Sampai malam, Aisyah belum mau tidur. Abinya lalu makan dengan bumbu ayam ungkem itu (bumbu kuning). Melihat Abi makan, Aisyah kepengen, disuapinlah oleh Abinya. Eeh malah pengen nambah. Tapi, karena bumbu ungkep itu aku pake penyedap, jadinya cuma sedikit dimakan Aisyah. Besok paginya aku kenalkan bumbu yang sama seperti ungkep ayam. Kali ini dengan sayuran. Alhamdulillah Aisyah suka banget :)

Senin, 14 Desember 2015

(Parenting) Belajar Abjad Bersama Pertualangan Si Boci

Alhamdulillah Fatih sekarang sudah enjoy ikut PAUD. Waktu awal suka pernah ngambek dan nangis. Kini, setiap pagi selalu minta mandi mau sekolah. Perkembangan lainnya juga mulai banyak. Kini sudah jarang tantrum. Ngomong juga sudah mulai jelas. Dari sekian banyak perkembangan itu, paling terlihat adalah Fatih suka belajar menulis dan menggambar. Di rumah aku memang tidak memaksakan anak-anak belajar menulis dan menggambar. Tapi, aku mencoba memfasilitasi. Misalnya aku belikan buku, pensil, crayon, buku gambar, dll.


Sabtu, 12 Desember 2015

Hadiah Istimewa Untuk Ibu : Belanja Infinix Note 2 di Lazada.co.id Harga Bersahabat

Linlin baru saja sudah menerima gajian. Ini gajian pertamanya. Ia langsung teringat ibunya. Ya, perempuan yang sangat berjasa dalam hidupnya. Linlin ingin sekali memberi hadiah istimewa untuk ibu. Apalagi ini Bulan Desember. Sebentar lagi tanggal 22 Desember dikenal sebagai hari ibu. Ia jadi teringat ingin memberikan sesuatu yang sangat diperlukan ibunya. Apa ya? . Ow, ibu sering mengeluh hp yang  biasa sering sulit menerima suara. Kalo ditekan keyboard-nya sudah susah. Nah, Linlin ingin ibu bahagia merasakan gaji pertamanya. Linlin segera browsing. Hp bagus buat ibu apa ya? Linlin membuka Lazada dan yes! Linlin berseru! Harga Infinix Note 2 di Lazada.co.id murah banget! Ini sesuai yang ia harapkan :)


Jumat, 11 Desember 2015

10 Nasihat Untuk Ibu Hamil



Kehamilan adalah anugerah terindah bagi seorang perempuan yang telah  menikah. Anugerah itu harus dinikmati dan disyukuri. Dengan bersyukur,  niscaya Allah akan menambahkan kenikmatan. Dalam Firman-Nya, Allah Swt berkata, "Sesungguhnya jika kamu  bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu   mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." ( Qs. Ibrahim : 14 : 7).

Aku jadi teringat saat aku hamil anak kedua. Aku masih kerja. Aku mengajar disebuah SDIT Lampung Timur. Aku bolak balik ke lantai dua. Aku juga mendadak enggak suka bau sayuran. Mual dan muntah. Belum lagi kecapekan ngajar dan bawa motor membuat aku sering bad mood. Aku mudah lelah dan mengalami flek. Wih, banyak sekali perubahan setelah hamil.




Nah, karena perubahan pada saat aku hamil itu banyak sekali nasihat orang di sekitarku. Apalagi, hamil keduaku ini cukup jauh yakni 5,5 tahun dari anak pertama. Informasi kehamilan masih selalu aku  pelajari :) Untuk itu kepada Sahabat Smart Mom aku sampaikan 10 nasihat  untuk ibu hamil :

Harbolnas 2015 : Belanja Hp ZTE Blade A711 Murah di Lazada.co.id


Beberapa hari ini di sosial media ramai diperbincangkan tentang Harbolnas. Apa itu Harbolnas?  Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) adalah perayaan guna mengedukasi masyarakat untuk mau berbelanja secara online aman dan nyaman di online shop. Jika selama ini masyarakat hanya belanja ke pasar. Kini zaman sudah canggih belanja cukup dengan menggerakan jari alias bisa belanja online.


Rabu, 09 Desember 2015

Bijak Saat Belanja online

    

Setuju enggak kalau ada yang bilang, perempuan dan belanja bagai dua sahabat? 

Engg.. Kalau aku sih setuju! Dunia perempuan tidak bisa lepas dari aktivitas belanja. Mau masak, belanja sayuran. Mau kerja, belanja perlengkapan kerja.  Mau nikah, belanja perlengkapan pernikahan. Mau melahirkan, belanja perlengkapan bayi.  So, perempuan memang dekat dengan belanja, kan? :) 

Ada lagi yang bilang, perempuan kalau lagi bete, coba aja diajak belanja. Pasti lebih fresh hahaha... Itu pernah terjadi padaku. Suatu hari, aku suntuk banget. Ngurus 3 anak tanpa ART itu kadang senewen. Apalagi kalau anak-anak sakit. Lalu, seharian penuh di rumah saja. Bolak-balik ketemu dapur, sumur dan kasur. Jiaaah, enggak asyik banget! Nah, kalau sudah lihat aku manyun terus, biasanya suamiku bilang, "Nih, uang buat belanja." Jleb! Mata langsung ijo royo-royo! Horee... Belanja!  :p

Lalu, aku akan menikmati sekali belanja ke pasar. Sejenak menitipkan anak-anak kepada suami. Di pasar keliling beli sayuran. Menikmati bertemu penjual, membeli makanan ringan yang disukai, mencatat baik-baik setiap sudut pasar yang penuh cerita karena di pasar banyak sekali ide untuk tulisan. Jadi, pulang belanja, aku lebih fresh karena mendapat sejuta ide tulisan hihihi....

Kini, perkembangan belanja sudah canggih. Belanja tidak hanya di pasar. Belanja dapat dilakukan di mana pun. Cukup dengan menggerakkan jari. Lewat hp, lewat laptop, belanja secara online bisa dilakukan. Perempuan tak perlu lagi capek berdandan untuk ke pasar, ups :) Tinggal isi ATM, isi pulsa, cas hp/laptop, lalu... Belanja deh! 

Pengalaman Belanja Online

Saat aku melahirkan anak kedua, aku sering banget belanja online. Ada gendongan babywrap, happy call, clodi, hingga baju lebaran. Saat itu, aku masih nipas. Keperluan mendesak, tapi aku gak memungkinkan buat belanja kemana-mana. Apalagi suami dinas keluar kota. Jadilah belanja online pilihanku. 




Belanja online sangat bermanfaat buat ibu rumah tangga sepertiku. Manfaat belanja online versiku adalah  :

1. Hemat tenaga
Jika belanja di pasar, lebih banyak kelilingnya dibanding langsung beli barang yang dincar. Mencari harga yang pas. Kalau di Mall, banyak sekali godaan diskon. Alhasil sering beli barang yang belum darurat. Ujung-ujungnya, dompet jadi bolong :)

2. Cepat
Belanja online lebih cepat. Terkadang, barang yang baru keluar,belum tentu sudah ada di kota Anda. Sedangkan di toko online sudah ada. Jadi, belanja online lebih up date. Terutama belanja buku. Penulis sudah kerjasama pre order dengan toko online. Buku dengan harga diskon eh bonus tandatangan penulis. Asyik kan?

Pernah suatu hari,  aku belanja buku secara online, kala itu perlu buku untuk bahan menulis buku dengan deadline menulis sangat ketat. Aku memerlukan buku dengan cepat. Toko buku cukup jauh dari rumahku. Lagian, belum tentu buku yang aku cari ada di toko buku. Kalau hitung-hitungan. Misal harga buku Rp. 35 ribu,ongkos kirim Rp. 15 ribu, biaya transfer Rp. 7 ribu. Total belanja Rp. 57 ribu. Bandingkan dengan belanja langsung ke toko buku. Jika ibu rumah tangga belanja bawa anak, belanja segitu gak bisa ngepas!  Pasti ada uang lain yang dikeluarkan. Untuk ongkos, belanja anak, diaper, susu, snack, waktu yang terpakai. Aduuh, rempong deh belanjanya :)  

Namun, belanja online juga harus pilih-pilih. Jangan mudah tergiur dengan barang yang dilihat fotonya saja. Pengalamanku beli gamis via online ada yang tidak menyenangkan. Difoto yang dikirimkan ukurannya besar dan mendapat bonus bros cantik. Sayang, saat barangnya datang, gamis itu ngepres dan brosnya gak ada. Olala... Pas ditanya ke penjualnya, dia kelupaan ngasih brosnya dan bros akan dikirim bersama barang lain kalau aku belanja lagi. Hadeeh... Aku malah kapok belanja dengan toko online itu :(

Nah, berdasarkan pengalaman pahit itu aku mau nyari website belanja online yang oke. Setelah googling, aku menemukan tempat yang pas. Yes! Akhirnya ya, nemu juga tempat belanja online yang pas buat belanja perlengkapan muslimah, yaitu HijUp. Ini situs yang keren banget. Ketika buka situs ini mata langsung terpana :)



HijUp menyajikan tampilan yang khas muslimah banget. Ini cocok buat Anda yang enggak mau ketinggalan mode. Pilihan untuk fashion islami sangat keren. Menggandeng beberapa brand terkemuka. Bayangkan enggak perlu capek keliling Mall buat nyari baju yang sreg di hati. Tinggal gerakan jari deh! :)



Saat masuk ke situs HijUp, Anda diharapkan mendaftar dulu. Enggak susah, apalagi ribet. Klik aja Sing Up. Panduannya sudah sangat jelas di link tersebut. Emak-emak jangan takut ya :) Pilihan menu di HijUp juga sangat beragam. Anda bisa belanja sesuka hati seperti memilih baju, sendal, dan asesoris lainnya.




Nah, jangan kuatir belanja online di HijUp. Insya Allah amanah loh. Lihat aja pengelolannya profesional. Tampilan websitenya ciamik banget. Kalau aku sih pengen banget belanja di HijUp. Kalau dapat voucher #FamilyTalkXHijUp kelak tentunya :) 



Aku naksir dengan baju pink ini. Cocok banget nih buat nemani wisuda suamiku kelak hahaha... atau buat pesta kayaknya cocok kan ya?




Soal asesories, wih seru juga kalau aku bakal belanja cincin bentuk bunga begini. Apalagi ada yang pink, bakal serasi dengan bajunya ya? Hahah....ngarep banget dah :)



Lihat sendal ini bikin aku kesem-sem. Cocok banget buat  aku yang enggak bisa pake sendal tinggi. Warnanya kalem euy. Dan... agak takjub juga deh, modelnya pake kaos kaki. Ow, sungguh apresiasi HijUp benar-benar menjaga aurat. Udah tahukan kaki harus pakai kaos kaki karena termasuk aurat? Uhuy, makin nge-fans deh dengan HijUp. Jempool..




Namun, Sahabat Smart Mom, dalam belanja online kita harus bersikap bijak. Belanjalah seperlunya saja. Belanja apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Kuatirnya kita mubazir. barang yang dibeli hanya menumpuk tidak terpakai. Ingat, di sekitar kita masih banyak yang memerlukan. Rezeki mereka ada di dalam rezeki kita. Jadi, kalau belanja, jangan lupa juga mengeluarkan zakat ya! :)

So, selamat berbelanja online ya! 


Selasa, 08 Desember 2015

Resep Urap Enak Untuk Tumpeng



Buat urap enak untuk tumpeng? Aiih makan sayur aja susah, gimana buat urap?

Sebelum nikah, aku susah banget makan sayuran. Beeeh, rasanya enggak enak. Apalagi makan tuoge, iih ngelihatnya ngeri ada akarnya. 

Pas nikah, suamiku doyan makan sayuran. Kalo makan, sayurnya lebih banyak dibanding nasi. Nah, dari sanalah, aku mulai belajar makan sayur :) 

Suami doyan banget makan urap. Kalo di Padang, namanya Anyang. Rasanya agak beda dengan urap. Apa ya? Warnanya lebih merah dibanding urap ala Jawa. Urap yang biasa dibuat kakakku, agak kuning. Urap yang dibuat kakak iparku pakai daun jeruk. 

Agar lebih tahan lama, kelapa yang sudah diberi bumbu  digongseng atau juga bisa  dikukus. Silakan pilih sesuai selera :) 

Nah, saat Aisyah ultah 1 tahun, aku masak urap untuk tumpeng. Berikut resep urap mudah dan enak resep dari kakakku di Bengkulu. Hihihi....andalannya ya nanya ke kakak yang jago masak  hehehe  ... :)
 

Bahan Bumbu halus :
- Bawang putih 
- Garam 
- Kencur 
- Cabe rawit (jika mau merah pakai cabe merah,jika mau kuning pakai cabe rawit dan kunyit). 
- Kelapa parut muda, 
- Biar awet kelapa, setelah diberi bumbu di gongseng sebentar  


Bahan Sayuran : 
- Daun singkong 
- Taouge/kecambah 
- Kacang panjang 
- Daun Pepaya ( agar tidak pahit, direbut dengan daun jambu dan direbus dalam panci tertutup, masukan dalam saat air telah mendi 
dih). 

Cara Membuat : 
- Giling semua bumbu, cabe rawit, bawang putih, kunyit, garam, gula merah, kencur, setelah halus beri daun jeruk yang disobek-sobek (buang tulang daunnya). Digoseng sampainya mengering atau secukupnya. 

- Campur semua sayuran yang telah direbus dengan bumbu urap. 

- Siap dihidangkan


Nah, itulah resep urap enak untuk tumpeng ala aku, semoga Sahabat Smart Mom dapat mencobanya. Dijamin enak!

Merawat Anak Sakit Diare




Tahun 2012 lalu, kedua anakku sakit diare. Awalnya Fatih (anak keduaku) kena diare. Tiga hari dirawat di rumah saja. Aku sudah izin dari sekolah (saat itu aku masih bekerja). Belum melihat perkembangan yang mengembirakan. Kakaknya, Faris ikutan kena diare. Aduuh, bingungnya! Apalagi saat itu menjelang Idul Adha. Kuingat-ingat mungkin anak-anak terkena kuman. Soalnya, sebelumnya ikut aku acara pelatihan menulis travelling Kedua anakku bermain di lantai, bahkan mungkin juga masuk angin L

Senin, 07 Desember 2015

Review Buku : Setan? Siapa Takut! (Cerita Tentang Setan-setan Penganggu Manusia)

Fatih dan Buku Setan? Siapa Takut
Assalamualaikum, apakabar sahabat Smart Mom, semoga sehat ya. Kali ini aku mereview buku sahabatku, Fadila Hanum. Beliau dulu aktif di FLP Lampung dan menjadi guru di SDIT PB 1. Kini sudah menikah dan menjadi penulis buku anak yang cetar bingits. Lahiran bukunya beruntun euy :) 

Selasa, 01 Desember 2015

Tausyiah JR : Kamu Adalah Saat Sendirimu



Siang bersama rinai hujan,  aku bersama Faris dan Fatih berangkat naik motor menuju Masjid Ar Rahman di Komplek SDIT Adzkia. Kami sengaja pergi bertiga saja, Aisyah dan Abi di rumah. Aisyah sedang flu, kasihan dibawa ikut acara  Jalsah Ruhiyah (JR).

Sampai di jalan hujan makin deras. Kami segera mengeluarkan mantel (jas hujan). Faris di belakang dan Fatih di depan sudah ngantuk membuat aku harus aspada saat menyebrang jalan.

Sampai di Adzkia, hujan sudah reda. Faris dah Fatih langsung berlari ke lapangan karena kebetulan dari rumah sengaja membawa bola. Sampai di Masjid, aku memilih duduk di depan di dekat pinggir pintu agar anak-anak mudah melihatku. Sampai di sana acara sudah mulai tapi Ustadznya baru saja datang.