Sabtu, 25 April 2015

#BeraniLebih Fokus Menjemput 100 Impian

“Tulis 100 impianmu!” ajak kakak ketiga saya yang tinggal di Bengkulu. Dia seorang wanita karir, menjabat sebagai Lurah di Kelurahan Kebun Ros Bengkulu. Saya sempat bingung. “Enggak salah nih, 100 impian?” Banyak banget! Tapi, saya jadi mikir, di rumah ada 5 kepala. Saya, suami dan ketiga anak saya Faris, Fatih dan Aisyah. Impian itu saya pecah menjadi 5. Nah, saya menyiapkan 20 impian untuk saya sendiri, suami dan ketiga anak saya.

Awalnya tidak mudah ingin fokus. Godaan datang ketika buka sosial media terlalu lama. Buka facebook ingin komen sana-sini. Maka, daftar 100 impian itu menjadi pedoman saya untuk lebih fokus menjemput impian. Isinya apa saja? Apakah membeli barang A, B atau C. Ya, memang ada barang-barang yang ingin saya beli di tahun 2015 ini, tapi ada juga target ibadah. Apalagi usai resign menjadi guru, saya fokus menjadi Ibu Rumah Tangga Sejati tanpa pembantu. Otomatis, pekerjaan domestik perlu di manajemen dengan tertib.