Rabu, 25 November 2015

Cara Kirim Cernak dan Dongeng ke Majalah Bobo

Yuk, teman-teman buat yang penasaran pengen nyoba cara kirim cernak dan dongeng ke Majalah Bobo, berikut cara kirimnya ya :) Kamu sudah nabung berapa naskah? 
Cara Kirim Cernak dan Dongeng ke Majalah Bobo


Syarat Teknis Penulisan Naskah Cerita :

1. Font: Arial
2. Ukuran font: 12
3. Jarak baris: 1,5
4. Banyak kata: 600 – 700 kata untuk cerita 2 halaman
250 – 300 kata untuk cerita 1 halaman
5. Di bawah naskah cerita tersebut, cantumkan:
a. Nama lengkap
b. Alamat rumah
c. Nomor telepon rumah/kantor/ handphone
d. Nomor rekening beserta nama bank, dan nama lengkap pemegang rekening bank tersebut (seperti yang tertera di buku bank)
6. Lampirkan biodata singkat yang berisi poin nomor 5, tempat tanggal lahir, riwayat pendidikan, dan
pekerjaan.
7. Naskah berserta biodata bisa dikirimkan via pos, ke alamat:
Redaksi Majalah Bobo
Gedung Kompas Gramedia Majalah Lantai 4
Jalan Panjang No. 8A, Kebon Jeruk, Jakarta 11530

Syarat Umum Penulisan Naskah Cerita :

1. Cerita harus asli, tidak menjiplak karya orang lain.
2. Cerita tidak mengandung unsur kekerasaan, pornografi, atau yang menyinggung SARA
(suku, agama dan ras)
3. Tingkat kesulitan bahasa, kira-kira yang bisa dimengerti oleh anak kelas 4 SD.
4. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik.
5. Kata-kata berbahasa asing/daerah atau dialek tertentu, diketik dengan huruf italic.
6. Alur cerita dan permasalahan cocok untuk anak-anak usia SD.
7. Penulis yang naskahnya diterima, akan mendapat honor setelah ceritanya dimuat, dan kiriman majalah
Bobo sebagai nomor bukti pemuatan cerpen.
8. Naskah yang tidak diterima, tidak akan dikembalikan. Diharapkan penulis menyimpan naskah asli.
9. Berhubung banyaknya naskah yang dikirim ke redaksi Majalah Bobo, maka waktu penantian pemuatan
cerita bisa memakan waktu minimal 4 bulan.
10. Penulis yang ingin menarik kembali naskahnya untuk dikirim ke majalah lain, diharapkan
pemberitahuannya terlebih dahulu ke redaksi Majalah Bobo, agar tidak terjadi pemuatan ganda.


Selamat mencoba :)


Serunya ke Lembah Hijau Lampung

Serunya ke Lembah Hijau Lampung

Assalamualaikum Smart Mom, apakabar? Ada yang pernah ke Lampung? Nah, buat yang belum pernah boleh dong direncanakan jalan-jalan ke Lembah Hijau. Uhuk... promo sedikit ya. Ini salah satu tempat wisata yang asyik deh. Aku pernah beberapa kali ke Lembah Hijau Lampung, tempatnya adem, asri dan penuh pengetahuan.

Saat pertama ke Lembah Hijau Lampung, aku masih jadi guru di SDIT Permata Bunda 3. Menemani anak-anak belajar IPA. Kami berangkat rombongan naik angkot. Sampai di Lembah Hijau Lampung, anak-anak langsung ingin bermain plosotan. Emang plosotannya juga gede banget, seru ya anak-anak bermain :)

Nah, rencana kami memang ingin belajar mengenai hewan. Jadi kami ke Lembah Hijau Lampung melihat hewan ikan, kuda, kelinci, rusa dan lainnya. Anak-anak mencatat keterangan yang disampaikan penjaganya. Mencatat di sini, hanya mengisi LK (Lembar Kerja) yang telah disiapkan dari sekolah. Selama jaga anak-anak mengisi LK, idiiih ada yang jepret-jepret :p hahahaha....

Selain hewan, di Lembah Hijau Lampung terdapat juga kolam ikan. sepertinya bisa untuk pemancingan. Ada juga pohon-pohon yang besar. Beberapa tanaman obat-obatan juga ada. Kandang burung menjadi favorit anak-anak. Mereka asyik melihat warna burung yang cantik dan beraneka warna serta suaranya yang indah.

Di Lembah Hijau Lampung juga ada kolam renang loh, asyik juga buat piknik sekeluarga. Permainan anak-anak juga banyak, seperti rumah seram dan mobilan. Sayang, kami tak bisa ke sana karenakan rombongan sekolah hehehe...

Ada kisah sedih, saat itu salah satu muridku ada yang terserang asma. Mungkin kecapekan jalan atau memang lagi sakit ya. Jadinya dia istirahat enggak ikutan semua rangkaian acara. Syukurnya enggak terlalu parah. Setelah dilonggarkan pakaiannya, dikaish minum, dikasih minyak kayu putih, alhamdulillah mendingan. Duh, udah deg-dengan loh. Inilah perlunya sebelum berangkat ke tempat kegiatan, anak-anak diberi surat pemberitahuan, agar orang tua menyiapkan bekal. Salah satunya, obat. Untuk anak yang memiliki alergi dingin, gatal, atau sakit lainnya mungkin ada obat khusus. Kalo pihak sekolah memang menyiapkan P3K tapi, obatnya kan oobat biasa :) jadi catatan juga buat guru, perlu mendampingi anak-anak yang sudah kelihatan sakit, capek, lelah dan bosan. Ini dicek jangan sampai lalai dan teledor, meminimalisir kejadian yang tak diinginkan. 

Menjelang dzuhur, acara ditutup dengan foto bersama. Anak-anak memang membawa bekal snack saja tanpa makan siang. Sampai di sekolah anak-anak segera berwudhu, makan siang dan sholat dzuhur. Senang kan jalan-jalan ke Lembah Hijau Lampung. Anda ingin mencoba? Semoga terlaksana ya :)





Bersama guru dan murid di Lembah Hijau Lampung