Minggu, 27 Desember 2015

Nak, ASI Ini Untukmu

Nak, ASI Ini Untukmu
Malam itu aku terbangun dengan rasa nyeri di payudara sebelah kananku. Sejak empat hari yang lalu, Aisyah demam, rewel dan sedikit menyusui. Begitulah jika Aisyah mau tumbuh gigi. Badannya akan demam dan menolak ASI. Berbeda dengan kedua kakaknya,  ketika tumbuh gigi tidak serewel ini. Tapi, Aisyah sangat gelisah. Tidur tidak nyenyak. Sebentar-sebentar menangis dan menjerit. Diberi ASI tidak mau, padahal jika malam, setidaknya 3 x Aisyah terbangun untuk menyusui.

Badanku juga mulai terasa demam. Kepala pusing dan perut mual. Akibat begadang menjaga Aisyah yang tidak enak badan. Awalnya, aku abaikan rasa nyeri di sekitar payudaraku. Besok juga Aisyah pasti mau menyusui. Begitu perkiraanku. Ternyata salah. Besoknya Aisyah masih sedikit menyusui. Payudaraku mulai bengkak dan nyeri sekali. Puncaknya tengah malam hari keempat, payudaraku keluar urat-urat hijau seperti akar pohon yang menjalar ke bumi. Bengkak, besar dan keras semerti semen. Jangan ditanya rasa sakitnya. Nyeri teramat sangat ... hiks...
Payudara Bengkak, Cek ke Dokter Perempuan


Esoknya, aku kompres dengan air hangat. Baik dengan handuk maupun dengan motor. Aku coba peras tapi kurang berhasil karena puting sudah lecet dan mulai keluar benjolan di saluran ASI. Tak mempan dengan kompres dan obat paracetamol, aku berangkat ke dokter umum dekat rumah. Dokter perempuan dan ada BPJS-nya. Sampai di sana, dokternya baru saja pulang. Huaah...aku harus menahan rasa sakit lagi hingga keesokan harinya. 

Setelah janjian dengan dokter perempuan, sorenya aku ke tempat praktiknya. Sampai di sana aku sampaikan keluhanku. Dokter membantu aku melakukan Periksa Payudara Sendiri (SADARI) . Dokter tidak berani memberikan obat. “Sebaiknya ibu saya rujuk ke rumah sakit saja ya. Saya tidak tahu apa benjolan ini tumor atau bukan. Saya rujuk ibu ke dokter bedah, ya.”

Alhamdulillah, Berkah Ngeblog



Alhamdulillah, berkah ngeblog :)

Assalamu'alaikum Sahabat Smart Mom,

Tahun 2015 segera berlalu, udah pada buat resolusi 2016 belum ya? Kalau aku belum secara tertulis sih tapi udah punya bayangan mau ngapain aja di 2016. Oiya, aku mau cerita mengenai apa aja sih yang telah kudapat dari ngebog di tahun 2015.

Aku baru rajin ngeblog di Tahun 2015 sejak beli domain. Iya, ibarat rumah. Blog berdomain itu sudah rumah sendiri kalo masih blogspot itu rumah kontrakan :) *tsaaah...* itu istilah temanku yang pernah kutanya beda blog berdomain dengan tidak. Apa pun bedanya, rasanya memang lain. Kalau kata Syahrini, sesuatu....

Dulu sih beli domain sempat galau. Kuatir ngeblog bisa lancar enggak ya? Bisa menghasilkan enggak ya? Karena diawal Tahun 2015 aku masih fokus ngirim tulisan ke media. Aku juga ikut kelas menulis ada 2 yang intensif banget, yakni Kelas Tangguh dan Kelas Kurcaci Pos. Nah, karena itu aku belum bisa fokus ngeblog *alesan* hahaha...