Sabtu, 30 Januari 2016

Tularkan Virus Membaca : Dari Perpustakaan Keluarga hingga Membuka Taman Baca Keliling


Buku adalah sahabatku sejak kecil. Dari aku belum bisa membaca hingga aku sudah membaca, Ayahku rajin membelikanku bacaan. Cara Ayah mengajakku gemar membaca cukup unik. Ayah akan memakai sarung dan aku duduk di dalam sarung. Aku seperti naik ayunan sembari melihat Ayah membaca koran.

Kenangan masa kecil itu begitu membekas. Membuat aku gemar membaca. Suatu hari, aku diajak sepupuku ke rumah seorang ustadz. Ia diamanahkan menjaga rumahnya karena ustadz tersebut pulang kampung. Kami bermain ke rumah ustadz itu. Aku sangat takjub. Rumahnya penuh dengan rak yang berisi buku. Sejak itu, aku selalu memimpikan punya perpustakaan sendiri di rumah.

Hari berganti hari, aku sudah menjadi mahasiswa. Saat aku  kuliah, aku  mulai mencicil membeli buku dari honor  menjadi wartawan kampus. Impianku membuka perpustakaan pribadi kian kuat. Dari rak sederhana, memulai impianku. Lalu, aku mulai mendata buku-buku, aku juga membuat cap khusus untuk tanda buku milikku.