Selasa, 13 September 2016

Cerpen : Sepotong Cinta yang Ternoda (Lampung Post, 10 September 2016)



Kiriman Bapak Sulistiyo Suparno

Assalamualaikum sahabat Smart Mom,

Pernahkah kalian merasa sulit menulis cerpen setelah pernah mudah menulis cerpen? Aku pernah mengalaminya. Aku bahkan kesulitan untuk memulai menulis cerpen. Mengapa? Karena takut memulai. Takut karena teori di kepala terlalu banyak, hahah....hingga seorang teman mengingatkan, “Tulislah!” lalu aku sekuat tenaga menulis. Revisi, tulis, revisi, tulis, tentu saja dengan banyak membaca contoh cerpen. Terima kasih ya sahabatku Shabrina Ws.

Tapi, dari dulu aku sulit menulis karena imajinasi semata. Aku sering menulis berlatar kisah nyata. Jadi, cerpen ini idenya dari berita di koran dan aku sempurnakan kisahnya dari sebuah buku yang berjudul Lo Gue Butuh Tau LGBT karya Kak Sinyo. Ya, cerpen ini bertema rada serem ya, LGBT. Tapi, aku menggunakan sudut pandang perempuan. Dan, tentu karena ini cerpen pasti sangat banyak dibumbui imajinasi.

Cerpen ini aku buat saat masih di Padang. Aku kirim ke Padang Ekpress. Kutunggu hingga 1 bulan tidak dimuat, aku tarik dan lama kudiamkan di folder dan baru aku kirim ke Lampung Post seminggunya terbit, alhamdulillah.

Pagi itu aku dapat ucapan dari Bang Isbedy Stiawan Z S di group Sastra Minggu. Wow, berasa mimpi deh. Senang sekali. Ini cerpenku yang kedua kalinya aku kirim dan diterbitkan di Lampung Post. Pertama kali ngirim dulu berjudul Pengembara Cinta.

Selamat membaca ya!