Jumat, 16 Desember 2016

Review Buku : Seberapa Berani Anda Membela Islam?


Seberapa Berani Anda Membela Islam? Beberapa hari lalu, seorang teman menulis status mengenai anaknya makan Sari Roti. Di dunia nyata tak ada yang membahas mengapa makan Sari Roti, tapi saat diupload ke media massa,  maka orang akan berkomentar mengenai keimanan ibunya. Oke, ini mungkin bagi Anda sekedar Sari Roti. Masalahnya yang lagi hits ramai diperbincangan di dunia maya sejak ada klarifikasi pihak Sari Roti kalau mereka tidak mendukung Aksi 212. Hello, lagian siapa yang menduga kalau itu murni sumbangan Sari Roti? Orang cerdas mikirlah ya kalau itu sudah dibayar oleh seorang dermawan dan pihak penjual tinggal membagikan. Kalau pun ada murni dari penjual mungkin tidak sebanyak segerobak.

Tapi, ini bukan sekedar Sari Roti kawan, ini soal seberapa berani Anda Membela Islam. Saat ini muslim lagi sensitif soal isu boikot Sari Roti, jadi kalau kamu mengupload ya wajar kalau ada yang komen. Lalu, ketika aku komen mengingatkan kalau statusnya itu sensitif apakah aku termasuk sotoy? Menulis status di fb seperti kita menulis buku. Kalau sudah terbit, orang lain berhak menilai. Jadi, kalau enggak siap mental dikomen orang, nulis status yang aman aja, jangan memancing di air keruh!