Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba Blog. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Januari 2017

Jurus Jitu Menulis Konten Kreatif

Assalamualaikum sahabat Smart Mom


Menulis bagiku adalah panggilan jiwa. Kalau tidak menulis. Hatiku hampa. Sehari tidak menulis, aku seperti kehilangan sesuatu. Entah menulis di hp, di laptop atau sekedar coretan di buku tulis. Menulis sudah menyatu dalam hidupku. Sudah sebagai kebutuhan. Pernah sih suami bilang, "Sudah jangan terlalu capek dan ngoyo menulis," kata suami. Tapi, aku sehari tidak menulis aku malas stres hihi... maunya menulis memang sebagai terapi jiwa bagiku. Menulis di blog dianggap saat ini menjadi pilihan tepat bagiku. Untuk ibu repot dengan 3 anak dan tanpa ART, ngeblog lebih enjoy. Ngeblog lebih mudah mengekpresikan diri karena sekaligus bisa sebagai dokumentasi perkembangan anak-anakku.

Rabu, 12 Oktober 2016

Cara Tepat dan Cepat Mengusir Demam Pada Anak Usai Liburan


"Bi, kapan dong kita ke Bukit Tinggi? Masa sih udah mau dua tahun di Padang kita enggak ke Bukit Tinggi? Kataku pada suami.

Ya, tahun lalu kami sekeluarga tinggal di Padang. Kata orang, enggak ke Padang deh kalau belum ke Bukit Tinggi. Jadi, pas ulang tahun pernikahan ke-11, suami mengajak ke liburan ke Bukit Tinggi rasanya senang sekali.

Kami pun bersiap untuk berangkat liburan. Kebetulan tanggal 24 April bertepatan dengan hari Minggu, jadi Faris tak perlu izin sekolah. Suami pun telah memesan sebuah mobil. Anak-anak sudah menyiapkankan bantal kesayangan mereka. Saat hari H tiba, pagi itu aku dikagetkan dengan bibir Aisyah yang bengkak. "Waduh, kita mau jalan-jalan kok bibir Aisyah jontor begini?" ketika mau dicek gigi dan lidahnya, Aisyah berontak dan menangis. Untungnya Aisyah masih mau makan dan minum jus. Olala... mau foto cantik saat liburan malah bibirnya jontor deh Dek Aisyah, hiiks...

Minggu, 31 Januari 2016

Resep Peyek Ikan Teri (Memanfaatkan Sisa Bahan di Dapur)

Assalamualaikum Sahabat Smart Mom,

Resep Peyek Ikan Teri  (Memanfaatkan Sisa Bahan di Dapur)
Hari ini aku melihat ke dapur dan membuka kulkas. Kulihat-lihat apakah ada yang bisa aku masak untuk makan siang dan malam. Udah tahukan kalau menjelang akhir bulan itu keuangan mesti dihemat-hemat, heheh...jadi, tidak seperti Hari Minggu biasanya, hari ini aku tidak ke pasar.

Setelah melihat-lihat isi dapur, akhirnya aku menemukan bahan-bahan yang masih sisa dan bisa dimanfaatkan. Kulihat ada tepung beras yang masih terikat karet gelang, ada ketumbar, telur, kencur dan ikan teri.

Minggu, 18 Oktober 2015

Ibu Rumah Tangga Juga Butuh Pulsa

Memilih Resign dan Melepaskan Sertifikasi guru demi keluarga

Juni tahun 2013, aku resmi resign dari guru di sebuah SD Swasta. Aku melepas impianku menjadi wanita karir. Punya baru seragam, bekerja dan punya penghasilan sendiri. Aku juga harus rela melepaskan sertifikasi guru yang susah payah aku dapatkan, bahkan dengan berdarah-darah dan berurai air mata (kisahnya ada di sini).

Temanku sampai menegur, "Emang kamu tahan jaga anak sampai 24 jam?" atau "Enggak sayang tuh dengan sertifikasi gurunya? Kan bisa buat DP mobil."

Ada juga yang lebih menohok, "Kamu mau kerja apa? Nanti enggak bisa punya uang jajan, kamu kan suka jajan," kata seorang teman melihat aku jajan di kantin sekolah.


Sabtu, 10 Oktober 2015

Cerita di Balik Blog :Yuk, Menabung 3 Harta Abadi Lewat Blog





Aku punya blog tahun 2010. Saat itu dibuatkan teman karena aku asli gaptek habis.  Saat itu, niatnya buat ikut lomba blog yang diadakan Anazkia salah satu srikandi blogger. Kaget plus happy berat, ternyata tulisanku sertifikasi oh sertifkasi menang menjadi juara pertama. Dapat uang 500 ribu. Uangnya sangat bermanfaat bagiku. Langsung ganti kaca mata. Alhamdulillah, dari ngeblog ternyata bisa membuka peluang rezeki ya?

Kamis, 08 Oktober 2015

Pengalaman Pakai XL di Thailand




Subuh menjelma. Pagi-pagi sekali aku sudah menyiapkan sarapan. Pagi yang istimewa karena suami akan berangkat ke luar ngeri untuk pertama kalinya. Ya, suami dapat tugas kantornya ke Thailand. Sejak beberapa hari lalu telah berkemas dan menyiapkan perlengkapan.

Minggu, 04 Oktober 2015

Piknik yang Dirindukan : Sehat dan Hemat

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk  atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkantentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Rabb kami,tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau,maka peliharalah kami dari siksa neraka."
 (QS.Ali Imron:190-191)


Akhir-akhir ini Padang terasa panas. Hujan jarang datang. Debu bertebaran. Pakai kipas angin tak mempan menciptakan kesejukan. Belum punya AC sih, hehehe... Mandi 5 kali sehari kayak mau sholat sudah dilakukan. Gerah banget. Makanya, pas suamiku ngajak "ngadem" di Universitas Andalas (Unand) aku langsung bersorak. Horee... piknik ya?

"Beneran nih?"

"Iya, siaplah berangkat!" 

Sepagi ini kami bergegas. Anak-anak dimandikan. Menyiapkan bekal. Dari makanan MPASI untuk si kecil Aisyah, diaper, pakaian ganti, air minum, matras untuk tempat duduk, dll. Karena belum sempat masak nasi, kami membeli pecel di warung langganan. Lalu, kami berangkat piknik ala keluarga kami. 

Piknik Murah Meriah
Sepanjang jalan, tiap ketemu mobil bagus kami berdoa, Ya Allah mudahkan kami punya mobil agar bisa melancarkan kegiatan dan urusan kami hihihi... Selalu bicara soal mobil hal yang paling disukai Faris. Si sulung kami bilang, "Nanti Mamas mau punya mall, punya mobil banyak. Mau jadi pengusaha." 

Ya, selama di atas motor, kami manfaatkan mengobrol. Tentu saja bawa motornya harus pelan-pelan. Biasanya Faris akan mudah cerita soal kegiatan di sekolahnya. Dari soal PR yang banyak, teman yang suka mengejek sampai suka dengan lawan jenis. Hadeeh, enggak berasa ya anak sulungku udah 9 tahun. Udah deg-degan nunggu cerita mimpi basahnya hihihi... #emaknyakepo

Motor terus melaju dan belok ke kiri. Kami melewati jembatan. Di bawah terlihat orang menggambil pasir dan sebuah truk besar. Faris dan Fatih heboh melihat sungai yang airnya sudah kering. "Ummi, itu ngambil pasirnya izin enggak?" Tanya Faris. Eh, enggak pernah terlintas itu pertanyaan. Tiap lewat sungai paling ngebatin, kasihan ya si bapak ambil pasir berat gitu. Lah si Faris kepikiran soal perizinan? Ck..ck... Anak siapa ya? *emaknya bersemu merah*

Jembatan Menuju Unand
Akhirnya gerbang Unand di depan mata. Hawa sejuk terasa. Beda banget dengan daerah rumahku yang panas. Di Unand adem banget. Berasa di atas puncak. Memang tempatnya lebih tinggi dan banyak pohonnya. Kami langsung mencari lokasi. Sebuah taman yang terlihat ada tebing dan rumput yang kami pilih. 

"Ayo turun, disitu lebih asyik!" Ajak Abi. Ya, tempatnya lebih datar dan banyak rumputnya. Pasti seru gelar duduk di sana. Kami turun dan menggelar tikar yang kami bawa. 

Taman di Unand, banyak orang pacaran, hadeeh...
Di bawah, kami menggelar matras. Membuka bekal dan sarapan. Aku menyuapi Aisyah. Faris dan Fatih makan sendiri. Sedangkan Abi makan pecel yang tadi dibeli. Usai sarapan, anak-anak langsung berlari ingin bermain di rumput. Faris langsung naik turun tebing. Fatih mengumpulkan ranting-ranting, sedangkan Aisyah merangkak di rumput. Aku juga mengajak anak-anak membaca buku. Fatih dan Aisyah yang sangat antusias, sedangkan Faris masih senang berlari-lari.
Sarapan dan Mendongeng

Bermain rumput
 Aku dan suami bergantian sarapan. Setelah Abi selesai makan. Giliranku yang makan, Abi menjaga anak-anak. Abi juga mengajak anak-anak berolahraga. Saat Abi melatih jurus karate, dikira Fatih mengajak bermain monster-monsteran. Jadilah akhirnya Fatih menjadi robot mengalahkan moster hahaha...
Bermain monster-monsteran
Kalau sudah piknik begini. Senang deh... anak-anak terlihat akrab dan lebih terbuka buat cerita. Aku dan suami sembari mencuri waktu untuk menghangatkan suasana. Cie... kadang sambil berpegangan tangan, kami mengobrol visi dan misi keluarga kami. Apalagi saat ini suami lagi kuliah S2-nya. Lagi sibuk dengan tesisnya. Tiap malam begadang. Jarang ngobrol ngalur-ngidul. Aku sibuk dengan anak-anak dan pekerjaan rumah tangga. Suasana piknik beginilah yang dirindukan. Jika suasana mendukung, hati juga jadi adem hehe...  ya iyalah ibu rumah tangga itu banyak banget pikirannya. Dari ngurus menu makanan, kesehatan anak sampai memijat suami dikalah lelah hihihi...tuhkan top banget jadi ibu rumah tangga hehe... jadi sesekali bolehlah berpiknik ria asal tidak boros. Nah, piknik menurutku harus memperhatikan sebagai berikut :
1. Tempat yang nyaman (ada kamar mandi).
2. Tempatnya dekat (Kalau bawa balita kuatir kelelahan, nanti gampang sakit).
3. Bawa perlengkapan (makanan, obat kesehatan, baju ganti, dll).
4. Bawa tissu basah.(Ini mudah buat pengganti cuci tangan yang higenis).
5. Buat kesepakatan dengan anak-anak sebelum pergi (Perjanjian agar tidak minta jajan sembarangan, buang sampah pada tempatnya, dan lain-lain).

Mendaki tebing sambil bawa bayi
Matahari telah tinggi. Kami bergegas menyudahi petualangan piknik hari ini. Berbeda dengan datang saat turun dengan jalan yang biasa dilalui pengunjung. Kali ini kami pulang dengan mendaki.Lumayan ngos-ngosan dan mengeluarkan keringat. Alhamdulillah, badan jadi sehat. Lalu, kami bermotoran keliling Unand. Saat di Fakultas Peternakan, Faris berteriak, "Ummi, ada sapi yang dikutuk!" hah? Masak sih, sapi dikutuk? Olala...ternyata yang dimaksud Faris patung sapi! Onde mandeh.... sapi dikutuk kayak Legenda Malin Kundang aja dikutuk jadi batu hehehe...

Patung Sapi Bukan Sapi Dikutuk Jadi Batu
Aisyah say, "Wah, Abi dan Ummi, aku ikutan foto celfie doong.."


Menjelang dzuhur kami sudah pulang. Piknik hari ini sangat menyenangkan. Anak-anak senang, Umminya juga happy dan Abi juga dapat tersenyum karena tidak membuat kantong bolong hahaha... pengeluaran kami saat piknik hari ini hanya membeli pecel, air mineral, es tebu dan es dugan (kelapa muda). Murahkan? Piknik tak perlu jauh-jauh yang penting keluarga mendapatkan manfaatnya. Keakraban tercipta, ruhiyah  terisi karena mentadaburi alam dan hemat. Tetep...hemat mah pangkal kaya hihihi...


Gerbang Unand

Ngomong-ngomong soal piknik. Aku pengen ngajak anak-anak liburan di Bogor. Saat masih lajang aku pernah ke Bogor. Ngebolang dengan adik tingkat usai praktik umum di Getas. Tapi, sudah lama banget. Pasti Bogor sudah banyak perubahan. Jika liburan di Bogor pengen mengajak anak-anak Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Anak-anak pasti suka berlarian di rumput yang luas. Pohonnya besar bikin adem dan suami yang suka sejarah pasti sangat antusias melihat Istana Bogor. Wah, kapan ya bisa ke Bogor? Teman-teman mau jugakan? Di sana bisa nginap di berbagai hotel. salah satunya Padjajaran Suite Hotels dan Resort Semoga suatu hari kelak kami bisa nginap di sana ya :) Saat ini bersyukur dulu pikniknya ke Unand aja karena lebih dekat dari rumah dan hemat hihihi...

Nah, Moms, pekan ini mau piknik ke mana? Yuk, piknik biar sehat jiwa dan raga :)


Lomba Blog Piknik  Itu Penting


Rabu, 30 September 2015

#OOTD Ala Aku: Baju Biru Baru Vs Baju Lungsuran

#OOTD Ala Aku: Happy dengan Baju Biru



“Mbk, beli bajunya dong,” ujar seorang teman yang memasang DP di Blackberry. Sebuah baju dengan model cantik sekali. Maklum temanku itu punya bisnis ol shop.
“Aku jarang beli baju, tuh. Maaf ya,” jawabku.
“Masa sih? Kulihat foto Mbk bajunya bagus-bagus,” temanku masih ngotot promosi dagangannya.
“Oh, itu baju lungsuran. Dikasih kakakku. Kalau aku jarang beli baju. Paling setahun sekali, dekat lebaran.”

**

Jumat, 21 Agustus 2015

#LebihBaik Menuntas Rindu Bersama Keluarga

Sudah 3 tahun aku tidak mudik ke Bengkulu. Ya, di sanalah aku dibesarkan. Rasanya rindu sekali. Memang kedua orang tuaku sudah tiada. Keduanya wafat sebelum aku menikah. Tapi, lebaran tahun ini keempat kakakku mengajak berkumpul bersama di Bengkulu.

"Tapi, kami enggak punya ongkos." Ucapku jujur.

Ya, soal biaya pulang sangat berat. Masalahnya, kami baru saja pindah ke Padang dalam 1 tahun ini. Suami mendapatkan beasiswa kuliah S2 di Universitas Andalas. Biaya pindahan cukup besar, hingga tak ada uang untuk tabungan lebaran.

Senin, 15 Juni 2015

Ibu Cerdas, Pilih Mi Instan Sehat, Mi Tropicana Slim Dong!

Sejak dulu aku suka makan mie. Makanan yang ada mie-nya, rata-rata aku suka. Dari mie ayam, mie celor, mie tek-tek, hingga mie instan. Dulu, rumahku ramai. Orang tuaku punya beberapa anak angkat. Kalau beli mie instan, bisa sekardus. Itu stok untuk satu bulan. Wow, bisa puas dong makan mie? Banget!

Tapi, setelah menikah, aku dilarang makan mie instan oleh suamiku. Bukan karena suami enggak doyan makan mie. Doi juga menerangkan bahaya makan mie instan. Jadilah aku ngumpet-ngumpet kalau "sakau" mie instan, hahaha...

Sampai suatu hari, anak keduaku yang berusia 2,5 tahun kala itu, nangis terus menerus minta mie.

"Mau makan mie! Mau makan mie!"

Dibujuk makan yang lainnya, tetap menolak. Aduh, pusing deh tujuh keliling! Apalagi di rumah jarang makan mie, kenapa anakku jadi kayak ketagihan begini? Padahal, aku sangat menjaga makanan MPASI Homemade loh, walau kala itu, aku masih menjadi ibu bekerja.

Usut punya usut, ternyata anakku ketagihan karena ART ak Asisten Rumah Tanggaku sering masak mie instan. Anakku sering dikasih. Dia masak saat aku bekerja. Hingga saat dia berhenti (aku sudah resign dari bekerja) baruah ketahukan. Olala... nasi sudah menjadi bubur, anakku jadi doyan banget makan mie instan. Akhirnya dibuat kesepakatan, boleh makan mie instan asal 1 bulan sekali saja. Jiaah, lama juga ya? Hehehe...

Berburu Mie Instan Tropicana Slim

Suatu hari, aku melihat iklan di facebook mengenai mie instan yang sehat. Aku langsung memberitahu suamiku, "Bi, boleh ya, nyoba makan mie instan, kabarnya loh, Mi Kering Tropicana Silm itu beda loh, plis...plis...boleh ya," rayuku.

Setelah di acc suami, aku dan kedua anakku meluncur berburu Mi Kering Tropicana Slim di sebuah mall terbesar di Padang, Basko. Jauh loh perjuanganku membeli Mi Kering  Tropicana Slim, tapi demi anak-anak aku siap bawa motor sekitar 50 menit dari rumah menuju Mall Basko.

Faris dan Fatih bersama  mi kering  tropicana slim
Betapa senangnya aku mendapatkan mie yang dicari. Harganya memang lebih tinggi dari harga mie instan lainnya, sebungkus 9 ribu. Kalau mie instan biasa hanya 2500 rupiah. Bedakan ya? Tapi, kualitasnya jelas beda loh. Mau tau kenapa?

Nah, pas aku masak, emang beda banget dengan mie instan biasanya.

siap masak mi kering  tropicana slim
Mula-mula, siapkan air, setelah mendidih, masukan Mi Kering Tropicana Slim. Tak lama aduk-aduk. Lihat deh airnya tetap jernih loh, beda banget dengan mie  instan biasanya. Lalu, ditiriskan hingga airnya mentes-tes... setalah itu campurkan bumbu-bumbunya.

Jika di mie instan biasanya, aku harus merebus dengan cara dua kali. Jika masak mie rebus, setelah air mendidih, aku masukan mie rebus setelah lembut, aku ganti air yang baru lalu masukkan bumbunya. Tau kan kenapa harus ganti air? Karena banyak sekali zat kimianya en bahan pengawetnya. Apalagi kata temanku yang perawat, ada zat lilinnya. Iiih seremkan?

Beda banget dengan Mi Kering Tropicana Slim, air rebusannya tetap jernih. Enggak berubah, kenapa berbeda? Karena Mi Kering Tropicana Slim dibuat dengan cara dipanggang, bukan digoreng loh, sehingga kandungan lemaknya jadi rendah. Ini menjadikan Mi Kering Tropicana Slim mengandung rendah kalori dan rendah kandungan garam. 

Buat kamu yang takut ndut, enggak masalah dong makan Mi Kering Tropicana Slim, hehehe... seperti suamiku xixixi....perutnya yang ndut :p

Jika masih ragu, bandingkan deh mi instan kering Tropicana slim dengan mi lainnya :) Kamu pasti enggak akan ragu lagi :) 



Nah, kalau sudah tercampur bumbu, siap disajikan dong Mi Kering Tropicana Slim rasa ayam bakarnya? Nyam-nyam...anak sulungku Faris suka banget deh. Suamiku sampai bilang,, "Asyik nih ada mi instan sehat, Ummi emang cerdas!" Hohoho.... istri mana yang enggak senang dipujikan? Hehehe....


Mi Kering Tropicana Slim rasa ayam bakar

Faris dan Mi Kering Tropicana Slim rasa ayam bakar


Kamu mau mencoba? Yuk, makan Mi Kering Tropicana Slim, enggak pake takut lagikan? Ibu cerdas pasti pilih Mi Kering Tropicana Slim :)


Sumber :
http://www.tropicanaslim.com/makan-mi-gak-masalah-dong-blog-competition/
http://www.tropicanaslim.com/tropicana-slim-noodles-saat-makan-mie-instant-gak-jadi-masalah-lagi/



Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba "MAKAN MI, GAK MASALAH DONG!" 

Jumat, 17 Oktober 2014

ANAK PERUSAHAAN PLN UNTUK ENERGI BERSIH DAN HIJAU


Apa reaksi Anda ketika listrik di rumah Anda padam? Jengkel, kesal, mengomel, dan tak jarang sumpah serapah pun keluar. Begitu kira-kira reaksi kita ketika listrik di rumah kita padam. Jika hanya sesekali atau jarang terjadi mungkin tidak akan terlalu bermasalah, tapi kalau sudah terlalu sering ini tentu meresahkan. Celakanya, pemadaman bergilir ini sering kita alami. Ini bukan berita mengada-ada atau kita harus gooling data untuk menemukan benar-tidak faktanya? Hehe..  Saya dan kebanyakan kita mungkin sering mengalami.

 Sebelum pindah ke Padang (sekira April-Mei 2014) lalu, kami di Lampung mengalami pemadaman bergilir yang menjengkelkan. Pun di awal-awal kami pindah ke Padang, sekira bulan Juli, kami juga disambut dengan pemadaman bergilir. Untuk itu saya akan berbagi ide untuk PLN melalui ajang lomba blog ini.

Salah satu persoalan klise yang sering dikeluhkan PLN terkait pemadaman listrik ini adalah karena kurangnya pasokan energi listrik. Yang paling terasa ketika musim kemarau tiba. Di saat itu pasokan listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) mengalami penyusutan, atau bahkan terhenti supply-nya. Seperti pembangkit Batutegi di Lampung, setiap kemarau bisa dipastikan air bendungan menyusut dan tidak mampu menyuoplai air untuk pembangkit listrik. Di waduk-waduk PLTA yang lain sepertinya tak kasusnya tak jauh beda. Penggundulan hutan secara membabi buta belakangan ini disinyalir menjadi penyebab sedimentasi dan kemampuan menyimpan air waduk-waduk kita.

Minggu, 05 Oktober 2014

Diary Seorang Ibu Penulis Profesional

Judul Buku      :  Momwriter’s Diary
Penulis             :  Dian Kristiani
Penerbit           :  PT Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit    :  2014
Tebal Buku      :  vi+142 Halaman
ISBN 10          : 10-602-249-618-7
ISBN 13          : 978-602-249-618-2


foto milik Octaviani



Menjadi penulis adalah  pekerjaan yang paling aman untuk ibu rumah tangga. Mengapa? Ibu rumah tangga yang penulis tentu saja akan banyak wawasan yang akan menularkan kepada anak-anak dan keluarganya. Apalagi kalo nulis di dalam rumah, sangat aman bagi ibu rumah tangga, jangan nulis di tengah jalan ya! Heheh...

Pekerjaan ibu rumah tangga kan banyak? Apalagi tanpa Asisten Rumah tangga (ART), mana mungkin bisa nulis. Sudah lelah mengurus cucian, masakan, terutama masih ada bayi. Menjadi penulis? Ibarat mimpi!

Nah, buat yang masih "galau" dengan keinginan menjadi ibu rumah tangga yang penulis, kamu perlu buku ini sebagai panduan. Buku ini cocok buat yang masih ragu-ragu memulai menulis, baik dari mencari ide, mengirimkan ke penerbit atau agensi, jual putus atau royalti, kirim outline atau naskah utuh dan sebagainya.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Keluargaku Cinta Buku

Profil Keluarga Kami di Lampung Post

Keluargaku Cinta Buku. Sejak sebelum menikah, saya sudah mengumpulkan buku-buku untuk perpustakaan pribadi saya kelak. Saya membeli buku bertema agama, parenting, buku anak-anak, dan lainnya. Wow, benar-benar kupersiapkan deh. Nah, ketika seorang pangeran dari Lampung meminang, cie-cie... Juga memberikan saya buku, triiing... Asik bangetkan seide sama-sama cinta buku? :)

Saya dan suami sama-sama suka baca dan buku. Bedanya, saya lebih cendrung membeli buku bertema parenting, non fiksi, anak dan novel. Sedangkan suami lebih memiliki buku sejarah, pertanian dan politik. Perbedaan ini tidak menjadikan kami saling berselisih kok, kami memiliki rak buku masing-masing, soalnya kalo campur bingung mencarinya, kecuali buku agama dan tema keluarga kami satukan.

IKAPI Apaan Sih?

Teman-teman tahu apa itu IKAPI? Wah, kalo seorang penulis kudu tahu dong apa itu IKAPI. Ini bukan saudaranya kuaci, kecapi atau pun kereta api loh ya, ini adalah  IKAPI singkatan dari  Ikatan Penerbit Indonesia.


Nah, pernah dengar? Belum? Sudah? Yuup, rasanya jarang terdengar ya IKAPI di ranah media. Memang sih isunya tidak seseksi isu kenaikan BBM yang lagi langka saat ini. Tapi mengenal IKAPI akan jauh asik loh, tak kenal maka tak sayang, tak sayang, maka yuuk kenalan :) 






Pengen taukan bagiamana kiprah IKAPI membangun organisasinya? 


Jumat, 29 Agustus 2014

Bijak Memilih Gadget Seperti Memilih Pasangan

Di zaman era digital ini, kayaknya nggk gaul kalo kamu belum punya gadget. Dari orang dewasa hingga anak kecil sekarang memiliki gadget. Model dan harga pun beraneka ragam. Dari yang jadul hingga super canggih.

Ketika lebaran kemarin, sempat takjub juga melihat gadget keponakan saya. Dari yang SD hingga yang sudah kuliah semua punya. Uhuy, modelnya pun kalah jauh dengan punya saya hahahhahah...ngarep entar bisa beli dari royalty buku deh :)

Nah, orang tua sekarang kayaknya nggk sayang-sayang membelikan gadget buat anaknya. Bahkan untuk usia dini sekali pun. Ada juga menjadikan gadget sebagai iming-iming hadiah berpuasa sebulan penuh untuk anaknya yang masih kecil. Waaah, anak-anak sudah "mata gadgetan" bukan "mata duitan" lagi heheheh...

Memang memiliki gadget itu penting nggak penting tergantung kebutuhan. Buat saya yang memilih jadi ibu rumah tangga yang penulis, gadget menjadi andalan. Dulu saya hanya memiliki komputer, karena hidup di desa suka mati listrik, komputer saya mogok dan akhirnya tidak bisa digunakan sama sekali. Alhamdulillah tahun 2008 saya dapat membeli laptop dari uang sertifikasi guru. Waktu itu harga masih mahal banget 7 juta-an.

Dengan laptop saya bisa melaksanakan tugas sebagai guru dan menulis beberapa buku antologi dan cerpen.

Lalu saya kenal facebook dan blog, kebutuhan saya terhadap gadget kian meningkat. Saya memerlukan informasi yang banyak tentang penerbit, relasi penulis dan info buku terbaru. Belum lagi untuk urusan rumah tangga, saya belajar banyak dari group tertutup di facebook. Dari mengasuh anak, memberikan ASI yang tepat, mengatur menu sehat, hingga group kepenulisan.


Menyenangkan sekali ya jika punya gadget yang canggih :) saya saat ini memiliki blacberry dan tablet. Kalo BB, sering saya gunakan untuk mencicil tulisan saya karena bisa dibawa kemana-mana. Untuk tablet jarang saya gunakan, selain karena mengetiknya susah (saya katrok pake touch screen ) alias layar sentuh, jadi saya memilih mengetik di BB saja, setelah diketik dikirim ke email dan tulisan bisa terkejar sesuai dengan target. 

alat tempur menulis saya :)
Tapi, siapa sih Nggak pengen punya gadget yang mendukung lebih dari yang dimiliki sekarang. Apalagi sudah mencangkupi konten yang dibutuhkan, seperti yang dimiliki Syamil Tabz. Wow, melihat penampilan luarnya saja, saya tergoda. Cakep abis! Gimana nggak, gadget ini sudah terisi konten yang dibutuhkan umat muslim tanpa harus sibuk mengunduh lagi. Apa itu?

brosur syamil tabz

 
bentuk syamil tabz
Ini konten yang terdapat dalam Syamil Tabz  apa saja ya? Apa sih keunggulannya dibanding tablet lainnya? Penasarankan ya? Samaaaaa... Nah ini dia keunggulan Syamil Tabz :

1. Sangat Lengkap, berisikan referensi-referensi shahih yang bisa menjadi rujukan Anda dalam beribadah secara kaffah. 

2. Praktis, memandu Anda dalam melaksanakan ibadah maupun mengimplementasikan nilai-nilai Islam secara mudah. Asik banget :)

3. Memiliki Aplikasi-aplikasi yang ada didesain secara khusus sesuai dengan kebutuhan dan karakter umat Islam di Indonesia.

4. Terdapat panduan ibadah-ibadah harian seperti: Tilawah dan menghafal Al Quran, Sholat, Zakat, Shaum, Dzikir, Tholabul ‘ilmi dan ibadah lainnya.

Nah, buat kamu yang mobile dan ingin terus menjaga ibadah, Syamil Tabz dapat menjadikan pilihanmu untuk memperlancar ibadahmu. Pilihlah gadget sesuai kebutuhan bukan sebagai keinginan. Seperti jika kamu punya dana lebih, boleh dong beli Syamil Tabz ^_^ Semoga  saya juga bisa beli, amin ^_^

#Lomba Blog
#UpdateTemaHariKeempat


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog #PameranBukuBdg2014 bersama IKAPI Jabar danSyaamil Quran




Kamis, 28 Agustus 2014

Makin Asik Mengaji Setiap Hari dengan Al Qur’an Syamil

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ .

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan mengajarkannya.” 
(HR.Buhari Muslim)


Suatu hari aku mengikuti arisan di lingkungan sekitar rumahku. Datangnya sih agak telat karena kesibukan rumah tangga, aku lupa. Eh, dapat SMS dari teman ditunggu arisan. Sampai di tempat arisan, tumben belum selesai acaranya? Padahal sudah sore sekitar pukul 17.00 WIB. Ternyata ada demo model Al Qur’an terbaru. Wah, seru juga tuh.  Al Qur’an cantik, menggunakan pena dan menggeluarkan suara. Bahkan tajwidnya juga pas banget. Sangat terpesona deh!

miracle e-pen
Wah, ternyata ini inovasi terbaru yang dari Syamil. Memang sih sekarang di Indonesia banyak penerbitan yang mulai melirik dengan menerbitkan Al Qur’an. Bagus-bagus pula bentuknya atau kemasannya. seiiring dengan maraknya ajakan Indonesia Mengaji atau dikenal dengan One Day One Juz (ODOJ) saat ini. Orang tidak "aneh" lagi membawa Al Qur’an di mana saja. Baik langsung memegang mushaf Al Qur’an hingga membuka hp yang beraplikasikan Al Qur’an.

Zaman saya kecil, saat belajar mengaji. Tampilan Al Qur’an masih berwarna hitam saja, besar dan ada gambar Ka'bahnya. Ini tampilan Al Qur’an saat saya masih kecil.


Sumber : http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/qaidah-bagdadiyah.html

Sumber : http://quran-nusantara.blogspot.com/2013/03/qaidah-bagdadiyah.html

Nah, melihat perkembangan bentuk kemasan Al Qur’an saat ini sungguh mengembirakan. Anak-anak juga senang  membaca Al Qur’an karena warna dan kemasannya unik dan menarik. Sepengetahuan saya, hanya penerbit Syamil yang konsisten terus mengembangkan kemasan dalam menerbitkan Al Qur’an. Penasarankan ya apa saja?

1. Miracle Family Smile 



Produk ini cocok untuk keluarga karena terdiri dari Al Qur’an 2-Pen 2 in 1 untuk Paket Family (e-Pen Simle). 2 in 1 yang terdiri dari 2 mushaf Al Qur’an.  yang luar biasa yakni Al Qur’an.  Syamil For Kids My First Al Qur’an.  dan Symail Miracle 22 in 1. Keduanya memiliki kelebihan dibanding dengan mushaf Al Qur’an.  lainnya. Terutama dapat dibaca dan berbunyi dengan e-Pen. Jadi, kalo teman-teman pencet saja penanya akan keluar suara orang mengaji loh! Selain belajar membaca Al Qur’an, alat ini membantu kita memperbaiki tajwid. Oh ya, ada anak tetangga saya, menggunakan produk ini semakin memudahkannya untuk menghapal Al Qur’an. Aduuh, ngiler deh punya paket ini.

2. Al Qur’an Hijaz

Al Qur’an Hijaz

Produk ini dilengkapi dengan literasi latin, tajwid, dan terjemahan perkata. Selain itu keistimewaannya terdapat Khat Tajwid Vector Rasm Usmani, Standar Kementerian Agama RI, Ayat Pojok, transliterasi dan fadilah ayat. Wow, makin asiklah mengaji ya dengan kelengkapan ini.

3. Al Qur’an Bukhara
Ingin belajar atau membaca Al Qur’an dengan ukuran yang besar. Nah, ini dia. Ukurannya A5 sangat sehat untuk mata hehhehhe.... sering digunakan oleh orang tua yang merassa lebih nyaman membaca Al Qur’an  dengan ukuran besar. Keistimewaan produk ini memiliki kelengkapan tajwid, asbabun nuzul, intisari ayat, indeks tematik dan lainnya. Nah, buat  kamu yang matanya udah minus kesulitan baca Al Qur’an  saku, pakai ini aja :) 

4.  Al Qur’an Hisna
Al Qur’an Hisna
Si cantik Al Qur’an Hisna ini memang  dikhususkan untuk wanita. Kemasannya yang menarik dan khas wanita dengan beraneka warna pilihan. Sangat pas di bawa kemana saja. Dilengkapi dengan hadist wanita dan keluarga dan materi MTG For Women. Duuh...kesem-semkan ya? Aik juga kalo dijadikan kalo ulang tahun? Hehehhe.... maukan?

5. Al Qur’an Hijaz Perkata A4

Hijaz A4

Produk ini membantu untuk belajar Al Qur’an per kata. Ada ayat doa dan ayat tasbih. Sangat mempermudah kita belajar dan membaca Al Qur’an lebih bermakna karena dilengkapi oleh berbagai konten. 

6. Al Qur’an Syamil New Miracle the Reference 66 in 1
 New Miracle the Reference 66 in 1
Baca Al Qur’an nggak akan malas lagi deh kalo punya produk ini. Sudah terbukti, best seller di Indonesia, Malaysia dan Singapura. Dikemas dengan format buku, DVD dan CD Audiobook, sangat membantu agar kita selalu dekat dengan Al Qur’an di mana pun dan kapan pun. Oh ya, produk ini harus digunakan dengan pena elektronik atau e-pen. Wah, sangat menarik ya? :) Cocok juga nih buat mahar, ayoo yang belum menikah bisa jadi ide nih hahhahha....


7. Al Qur’an Syamil Tabz

Syamil Tabz

Buat kamu yang memiliki mobilitas yang tinggi, jangan kuatir untuk tetap konsiten membaca Al Qur’an  setiap hari bahkan disela istirahat Anda bekerja. Sekarang ada Syamil Tabz, sebuah produk Al Qur’an Syamil dengan aplikasi senilai 10 juta. harganya juga cukup terjangkau loh. Trendi abiz deng produk terbaru ini. Suka? Saya juga hehhehe...


Nah, produk di atas adalah sebagian contoh kalo penerbit di Indonesia sudah jauh berkembang menerbitkan Al Qur’an dengan kemasan yang menarik. Menurut saya, Ummat muslim di Indonesia membutuhkan Al Qur’an  yang memiliki tajwid, ukuran beraneka ragam (dari ukuran saku hingga besar) bahkan aplikasi di android. Hal ini sudah terpenuhi oleh produk Syamil. Hanya saja untuk di kalangan bawah, memiliki Al Qur’an kadang masih kesulitan. Harga Al Qur’an menjadikan kendala. Nah, buat  kamu yang memiliki kelebihan rezeki boleh tuh infaq  Al Qur’an kepada yang membutuhkan. Insya Allah kian berkah.

Mari, kita rajin membaca Al Qur’an walau Al Qur’an yang dimiliki tidak secantik kemasan di atas ^_*